1 u. 19 min.

Kitab Nashoihul 'Ibad Bab 5 Maqalah 21-22 Pengajian Ahad Sore 29 Desember 2019 Ngaji Gus Baha'

    • Maatschappij en cultuur

Maqalah 21. Perkara Yang Mencelakakan Iblis dan Membahagiakan Adam as.

شَقَىَ اِبْلِيْسُ بِخَمْسَةِ أَشْيَاءَ : لَمْ يُقِرَّ بِالذَّنْبِ وَلَمْ يَنْدَمْ وَلَمْ يَلُمْ نَفْسَهُ وَلَمْ يَعْزَمْ عَلَى التَّوْبَةِ وَقَنَطَ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ وَسَعِدَ آدَمُ بِخَمْسَةِ اَشْيَاءَ : اَقَرَّ بِالذَّنْبِ وَنَدِمَ عَلَيْهِ وَلَامَ نَفْسَهُ وَاَسْرَعَ فِى التَّوْبَةِ وَلَمْ يَقْنُطْ مِنْ رَحْمَةِ الله ِ.

Dikatakan oleh Muhammad bin Dauri ra. berikut ini,
"Iblis celaka karena lima perkara, yaitu tidak mengakui dosa, tidak bersedih, tidak mencela dirinya sendiri, tidak mengancam berniat bertaubat, dan putus asa dari rahmat Allah. Sedang yang membuat Adam merasa bahagia juga lima perkara, yaitu : mengakui dosa, menyesali dosanya, menyalahkan dirinya sendiri, segera bertaubat, dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah."


رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ .

Sebagaimana pengakuan beliau yang diabadikan oleh Allah di dalam firmanNya sebagai berikut,
`"Wahai Tuhan kami, kami telah berbuat dzalim terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami temasuk orang orang yang merugi."


إِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا اعْتَرَفَ بِذَنْبِهِ ثُمَّ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ .

Imam Bukhari dan Muslim juga telah meriwayatkannya dari `Aisyah ra. sebagai berikut,
"Sesungguhnya seorang hamba jika mau megakui dosanya kemudian dia bertaubat, maka Allah berkenan menerima taubatnya."


مَنْ اَخْطَأَ خَطِيْئَةً وَاَذْنَبَ ذَنْبًا ثُمَّ نَدِمَ فَهُوَكَفَّارَتُهُ .

Sebagaimana sabda Nabi. SAW,
"Barangsiapa bertobat atas kesalahan dan perbuatan dosa kemudian ia menyesal atas perbuatannya, maka penyesalan itu adalah sebagai kafaratnya. (penghapusnya)." (HR. Baihaqi)

Maqalah 22. Perkara Yang Harus Tetap Dipegang Teguh

عَلَيْكُمْ بِخَمْسِ خِصَالٍ فَاعْمَلُوْهَا : اُعْبُدُوا اللهَ بِقَدْرِ حَاجَتِكُمْ اِلَيْهِ وَخُذُوْا مِنَ الدُّنْيَا بِقَدْرِ عُمْرِكُمْ فِيْهَا وَاَذْنِبُوا اللهَ بِقَدْرِ طَاقَتِكُمْ عَلَى عَذَابِهِ وَتَزَوَّدُوْا فِى الدُّنْيَا بِقَدْرِ مُكْثِكُمْ فِى اْلقَبْرِ وَاعْمَلُوا الِلْجَنَّةِ  بِقَدْرِ مَا تُرِيُدُوْنَ فِيْهَا الْمَقَامَ .

Diriwayatkan dari guru Hatim Al Asham ra. yaitu Shaqiq Al Balkhi mengatakan sebagai berikut,
"Laksanakanlah lima perkara ini : beribadahlah kepada Allah sebanyak apa yang kamu butuhkan dariNya, berbuat dosalah kepada Allah sejauh kamu mampu menanggung siksaNya, himpunlah bekal di dunia sebanyak usiamu di dunia, dan berbuatlah demi surga, senilai kedudukan surga yang kamu kehendaki"

Maqalah 21. Perkara Yang Mencelakakan Iblis dan Membahagiakan Adam as.

شَقَىَ اِبْلِيْسُ بِخَمْسَةِ أَشْيَاءَ : لَمْ يُقِرَّ بِالذَّنْبِ وَلَمْ يَنْدَمْ وَلَمْ يَلُمْ نَفْسَهُ وَلَمْ يَعْزَمْ عَلَى التَّوْبَةِ وَقَنَطَ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ وَسَعِدَ آدَمُ بِخَمْسَةِ اَشْيَاءَ : اَقَرَّ بِالذَّنْبِ وَنَدِمَ عَلَيْهِ وَلَامَ نَفْسَهُ وَاَسْرَعَ فِى التَّوْبَةِ وَلَمْ يَقْنُطْ مِنْ رَحْمَةِ الله ِ.

Dikatakan oleh Muhammad bin Dauri ra. berikut ini,
"Iblis celaka karena lima perkara, yaitu tidak mengakui dosa, tidak bersedih, tidak mencela dirinya sendiri, tidak mengancam berniat bertaubat, dan putus asa dari rahmat Allah. Sedang yang membuat Adam merasa bahagia juga lima perkara, yaitu : mengakui dosa, menyesali dosanya, menyalahkan dirinya sendiri, segera bertaubat, dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah."


رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ .

Sebagaimana pengakuan beliau yang diabadikan oleh Allah di dalam firmanNya sebagai berikut,
`"Wahai Tuhan kami, kami telah berbuat dzalim terhadap diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami, dan tidak memberi rahmat kepada kami, niscaya kami temasuk orang orang yang merugi."


إِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا اعْتَرَفَ بِذَنْبِهِ ثُمَّ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ .

Imam Bukhari dan Muslim juga telah meriwayatkannya dari `Aisyah ra. sebagai berikut,
"Sesungguhnya seorang hamba jika mau megakui dosanya kemudian dia bertaubat, maka Allah berkenan menerima taubatnya."


مَنْ اَخْطَأَ خَطِيْئَةً وَاَذْنَبَ ذَنْبًا ثُمَّ نَدِمَ فَهُوَكَفَّارَتُهُ .

Sebagaimana sabda Nabi. SAW,
"Barangsiapa bertobat atas kesalahan dan perbuatan dosa kemudian ia menyesal atas perbuatannya, maka penyesalan itu adalah sebagai kafaratnya. (penghapusnya)." (HR. Baihaqi)

Maqalah 22. Perkara Yang Harus Tetap Dipegang Teguh

عَلَيْكُمْ بِخَمْسِ خِصَالٍ فَاعْمَلُوْهَا : اُعْبُدُوا اللهَ بِقَدْرِ حَاجَتِكُمْ اِلَيْهِ وَخُذُوْا مِنَ الدُّنْيَا بِقَدْرِ عُمْرِكُمْ فِيْهَا وَاَذْنِبُوا اللهَ بِقَدْرِ طَاقَتِكُمْ عَلَى عَذَابِهِ وَتَزَوَّدُوْا فِى الدُّنْيَا بِقَدْرِ مُكْثِكُمْ فِى اْلقَبْرِ وَاعْمَلُوا الِلْجَنَّةِ  بِقَدْرِ مَا تُرِيُدُوْنَ فِيْهَا الْمَقَامَ .

Diriwayatkan dari guru Hatim Al Asham ra. yaitu Shaqiq Al Balkhi mengatakan sebagai berikut,
"Laksanakanlah lima perkara ini : beribadahlah kepada Allah sebanyak apa yang kamu butuhkan dariNya, berbuat dosalah kepada Allah sejauh kamu mampu menanggung siksaNya, himpunlah bekal di dunia sebanyak usiamu di dunia, dan berbuatlah demi surga, senilai kedudukan surga yang kamu kehendaki"

1 u. 19 min.

Top-podcasts in Maatschappij en cultuur

Iemand
Radio 1
De Wereld van Sofie
Radio 1
Nieuwe Feiten
Radio 1
De Jongen Zonder Gisteren
NPO Luister / WNL
Als de muren konden praten
radio2
#weetikveel
Radio 1