16 Min.

Kuk Yesus Homili Katolik

    • Religion und Spiritualität

(05 Juli 2020)

Romo Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

[Bacaan Injil : Matius 11 : 25 - 30

(Hari Minggu Biasa ke-14)]

Dari dua hari minggu sebelumnya, Yesus menunjukan apa yang harus kita serahkan untuk menjadi murid-Nya. Hal-hal yang harsu kota lepaskan demi Yesus sangatlah sulit. Kita harus mengikuti Yesus kemanapun dia pergi, mengasihi Yesus lebih dari orang tua kita, bahkan harus siap untuk menderita, menanggung kesulitan, memikul salib, dan menyerahkan hidup bagi Yesus. Maka pada akhirnya, pilihannya adalah Yesus atau tidak sama sekali. Namun, mengikuti Yesus tidak semua tentang kesulitan dan pengorbanan. Hari ini kita mendengarkan bahwa menjadi murid-Nya, kita menerima “hal-hal baik” yang hanya Yesus bisa berkan. Dalam injil hari ini, Yesus menunjukan sisi yang lain. Dia menunjukan diri-Nya sebagai orang yang lembut dan rendah hati, bahkan Dia berjanji untuk memberi kelegaan atau istirahat kepad amereka yang datang kepada-Nya. Ada stu hal menarik yang Yesus katakan bahwa untuk beristirahat, kita perlu memikul kuk Yesus. Kuk adalah alat yang diletakan diatas bahu untuk membawa beban. Bagi Yesus, istirahat bukanlah membuang kuk, melainkan harus memikul kuk, tanggung jawab, dan misi dalam hidup kita. Apakah dengan membawa kuk kita akan mendapatkan kelegaan? Yesus merupakan tukang kayu. Dia tahu bahwa kuk yang tidak pas dibahu hanya akan menambah beban dan membuat sakit. Namun, kuk yang dirancang sempurna akan terasa mudah dan nyaman diangkat. Ini adalah kuk Yesus yang bisa menjadi sebuah contoh bagi kita semua. Lalu, ada pula kuk ganda dan ini merupakan kuk yang ditawarkan Yesus untuk kita. hal ini dikarenakan kita tidak akan pernah sendirian untuk membawa kuk ini dan Yesus akan membawa kuk bersama kita. Ketika kita merasa lelah, disitulah Yesus megambil alih dan kita akan menemukan istirahat dan kelegaan. Dalam injil Matius Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk memikul salib (Mat 10:38) dan kuk (Mat 11:29). Yesus nampaknya membuat hubungan antara keduanya yaitu kuk-Nya dan salib kita. Salib yang dipikul tidak seberat yang kita duga karena Yesus membawanya bersama kita. Kita harus menyadari bahwa Yesus pun akan selalu bersama kita untuk memikul salib kita. inilah yang terlihat jelas dalam injil hari ini. Itulah mengapa memanggul salib-Nya, kita menemukan istirahat dan penghiburan sejati.


---

Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

(05 Juli 2020)

Romo Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

[Bacaan Injil : Matius 11 : 25 - 30

(Hari Minggu Biasa ke-14)]

Dari dua hari minggu sebelumnya, Yesus menunjukan apa yang harus kita serahkan untuk menjadi murid-Nya. Hal-hal yang harsu kota lepaskan demi Yesus sangatlah sulit. Kita harus mengikuti Yesus kemanapun dia pergi, mengasihi Yesus lebih dari orang tua kita, bahkan harus siap untuk menderita, menanggung kesulitan, memikul salib, dan menyerahkan hidup bagi Yesus. Maka pada akhirnya, pilihannya adalah Yesus atau tidak sama sekali. Namun, mengikuti Yesus tidak semua tentang kesulitan dan pengorbanan. Hari ini kita mendengarkan bahwa menjadi murid-Nya, kita menerima “hal-hal baik” yang hanya Yesus bisa berkan. Dalam injil hari ini, Yesus menunjukan sisi yang lain. Dia menunjukan diri-Nya sebagai orang yang lembut dan rendah hati, bahkan Dia berjanji untuk memberi kelegaan atau istirahat kepad amereka yang datang kepada-Nya. Ada stu hal menarik yang Yesus katakan bahwa untuk beristirahat, kita perlu memikul kuk Yesus. Kuk adalah alat yang diletakan diatas bahu untuk membawa beban. Bagi Yesus, istirahat bukanlah membuang kuk, melainkan harus memikul kuk, tanggung jawab, dan misi dalam hidup kita. Apakah dengan membawa kuk kita akan mendapatkan kelegaan? Yesus merupakan tukang kayu. Dia tahu bahwa kuk yang tidak pas dibahu hanya akan menambah beban dan membuat sakit. Namun, kuk yang dirancang sempurna akan terasa mudah dan nyaman diangkat. Ini adalah kuk Yesus yang bisa menjadi sebuah contoh bagi kita semua. Lalu, ada pula kuk ganda dan ini merupakan kuk yang ditawarkan Yesus untuk kita. hal ini dikarenakan kita tidak akan pernah sendirian untuk membawa kuk ini dan Yesus akan membawa kuk bersama kita. Ketika kita merasa lelah, disitulah Yesus megambil alih dan kita akan menemukan istirahat dan kelegaan. Dalam injil Matius Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk memikul salib (Mat 10:38) dan kuk (Mat 11:29). Yesus nampaknya membuat hubungan antara keduanya yaitu kuk-Nya dan salib kita. Salib yang dipikul tidak seberat yang kita duga karena Yesus membawanya bersama kita. Kita harus menyadari bahwa Yesus pun akan selalu bersama kita untuk memikul salib kita. inilah yang terlihat jelas dalam injil hari ini. Itulah mengapa memanggul salib-Nya, kita menemukan istirahat dan penghiburan sejati.


---

Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

16 Min.

Top‑Podcasts in Religion und Spiritualität