49 episodes

Menjadi Manusia adalah sebuah social-platform untuk mereka yang ingin berbagi & mendengar cerita-cerita tentang kehidupan dari berbagai sudut pandang, dan diharapkan mampu menjadi sebuah tangga untuk mendapatkan setitik harapan bagi mereka yang memiliki persoalan-persoalan dalam kehidupan.

Menjadi Manusia Menjadi Manusia

    • Society & Culture

Menjadi Manusia adalah sebuah social-platform untuk mereka yang ingin berbagi & mendengar cerita-cerita tentang kehidupan dari berbagai sudut pandang, dan diharapkan mampu menjadi sebuah tangga untuk mendapatkan setitik harapan bagi mereka yang memiliki persoalan-persoalan dalam kehidupan.

    49. Tidur, Nak

    49. Tidur, Nak

    Tidur, Nak... Mak tahu langkahmu sudah amat kepayahan, menyusuri hidup dan naik turun tangga samsara yang panjangnya ampun-ampunan.

    • 2 min
    48. Kita Adalah Sebuah Stasiun

    48. Kita Adalah Sebuah Stasiun

    "Di stasiun, hujan jatuh tak mengenal musim. Ia turun ketika gerbong-gerbong datang, menjemput kebahagiaan dan menurunkan kesedihan, atau justru sebaliknya."

    • 1 min
    47. Titik Buta

    47. Titik Buta

    "Beberapa manusia membuka mata pada runyamnya dunia, lebih banyak lagi yang memilih buta. Menjalani kehidupan dan bersikap baik-baik saja seakan dunia sudah berjalan sebagaimana mestinya."

    • 2 min
    46. Toko

    46. Toko

    "Bangunan itu sempat lama kosong. Tinggalah coretan-coretan umpatan di tembok hasil peninggalan sang pemuda tadi. Sang pemilik baru memutuskan untuk menjadikan bangunan itu sebagai toko. Tapi sayang, meskipun terkadang barang-barang di toko itu diobral gede-gedean, tetap saja tak ada pelanggan."

    • 2 min
    45. Salah

    45. Salah

    "Sungguh sebuah ironi. Bahkan di kota sepadat ini, aku masih merasa sepi. Disaat ratusan—bahkan ribuan—orang diluar sana sedang sibuk melanjutkan hidupnya, aku malah memilih diam dan berkubang dalam kesedihan. Ah biarlah, mereka bukan aku. Dan mereka tidak akan pernah mengerti rasanya menjadi aku."

    • 10 min
    44. Mejelma Karya Sastra

    44. Mejelma Karya Sastra

    "Aku bisa menjelma puisi, senantiasa melindungi seorang kamu dari antologi rasa. Aku dapat menjelma cerpen, selalu membantu seorang kamu kabur dari realitas masa. Aku tentu menjelma novel, sepenuh hati membelai rambutmu yang kini memanjang,"

    • 1 min

Top Podcasts In Society & Culture

Listeners Also Subscribed To