8 episodes

Halo, perkenalkan kami adalah Ben Laksana dan Rara Sekar. Selamat datang di podcast Benang Merah!

Benang merah adalah ruang diskusi alternatif dan progresif yang membahas dan menjelajahi gagasan, pengalaman, dan fenomena sosial yang ada di masyarakat hari ini. Kami tertarik dengan pengalaman keseharian dan bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut membentuk dan dibentuk oleh masyarakat.

Di sini, kami mengundang teman-teman, kerabat, kenalan, idola dan pakar-pakar dengan beragam latar belakang untuk memperkaya diskusi kami.

Selamat mendengarkan Benang Merah!
benangmerahpodcast@gmail.com

Benang Merah Benang Merah

    • Society & Culture

Halo, perkenalkan kami adalah Ben Laksana dan Rara Sekar. Selamat datang di podcast Benang Merah!

Benang merah adalah ruang diskusi alternatif dan progresif yang membahas dan menjelajahi gagasan, pengalaman, dan fenomena sosial yang ada di masyarakat hari ini. Kami tertarik dengan pengalaman keseharian dan bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut membentuk dan dibentuk oleh masyarakat.

Di sini, kami mengundang teman-teman, kerabat, kenalan, idola dan pakar-pakar dengan beragam latar belakang untuk memperkaya diskusi kami.

Selamat mendengarkan Benang Merah!
benangmerahpodcast@gmail.com

    Ep. 07 - Cholil & Irma: Wejangan Menjadi Orang Tua untuk Ben & Rara

    Ep. 07 - Cholil & Irma: Wejangan Menjadi Orang Tua untuk Ben & Rara

    Di tahun 2020, kami ingin memulai #BenangMerahPodcast dengan episode yang hangat dan dekat: tentang keluarga. Pergantian tahun memang seringkali tak pernah lepas dari perenungan-perenungan yang datang berulang: Sejauh apa hidup kita sudah bermanfaat untuk orang lain? Apa yang sebenarnya kita inginkan di hidup ini agar bisa merasa cukup? Lingkungan seperti apa yang baik dan memberdayakan untuk kita? ⁣⁣

    ⁣⁣

    Buat kami, hal-hal ini juga tak lepas dari pertanyaan terkait keinginan mempunyai anak. Kami bersama sudah cukup lama, tapi keputusan untuk punya anak memang belum benar-benar bulat. Melahirkan seorang manusia ke dunia itu rasanya adalah tanggung jawab yang bukan main-main. Berkecimpung di bidang pendidikan membuat kami jadi lebih merenungi banyak hal, terutama di saat-saat terendah di mana integritas kami sendiri kami pertanyakan, sulit untuk percaya kalau kami siap jadi contoh baik untuk seorang anak kelak.⁣⁣

    ⁣⁣

    Mencari jawaban, di episode ke-7 kami berbincang banyak dengan @cholil & @nggirma, pasangan musisi-aktivis-akademisi yang sangat kami kagumi, karyanya, perjuangannya, nilai-nilai yang dipercayainya dan semangat hidupnya. Selain keseharian mereka yang sibuk dengan berbagai kegiatan dan berkomunitas di @kiosojokeos, kehidupan mereka juga diwarnai oleh anak mereka yang keren, kritis, dan sedang merintis karirnya menjadi musisi hip-hop di usia 10 tahun, Angan @h00man_time. Begitu tertariknya kami dengan perkembangan Angan, tema utama episode ini akhirnya diawali dan berputar di pertanyaan: Susah ga sih punya anak? ⁣👀⁣

    ⁣⁣

    Pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh Cholil dan Irma untuk Angan melihat kondisi pendidikan di Indonesia hari ini (kalau mau pendidikan yang bagus, harus masuk sekolah alternatif yang sangat eksklusif)? Lalu, bagaimana Cholil dan Irma menavigasi aktivisme mereka dengan waktu untuk keluarga? Apa yang membedakan hidup di New York dengan di Ciputat? (Sedikit bocoran: “Di NY itu kita miskin uang tapi kaya waktu. #sedap) Nilai-nilai apa yang coba mereka bekali untuk Angan, dan bagaimana kalau nantinya seorang anak bersebrangan dengan nilai-nilai yang orang tuanya percaya? Seberapa bangga Angan dengan ayahnya yang seorang “indie rockstar”? 🤣 Apakah Cholil dan Irma ingin Angan jadi aktivis kalau sudah dewasa? Apakah Ben dan Rara akhirnya terinspirasi untuk punya anak segera? ⁣😌⁣

    ⁣⁣

    Dengerin selengkapnya di episode ke-7 #BenangMerahPodcast!⁣⁣

    ⁣⁣

    Salam,⁣⁣

    Ben & Rara

    • 1 hr 39 min
    Ep. 06 - Roy Murtadho: Ngaji dan Hijrah Bareng Gus Roy

    Ep. 06 - Roy Murtadho: Ngaji dan Hijrah Bareng Gus Roy

    Di episode terakhir #BenangMerahPodcast di tahun 2019, kami berbincang banyak dengan Gus Roy Murtadho, atau yang lebih sering dipanggil Gus Roy, di perpustakaan pesantren ekologis yang sedang ia kelola bersama istrinya Mba Oka. Selain mengasuh Pesantren Ekologis Misykat al-Anwar Bogor, Gus Roy juga aktif sebagai redaktur Islam Bergerak, dan seorang imam mushola yang tidak merokok dan tidak suka ngopi juga katanya. Sebenarnya, begitu banyak pertanyaan yang ingin kami diskusikan bersama Gus Roy sejak lama, beberapa memang berakar dari kegelisahan dan ketidaktahuan kami. Akhirnya kesempatan itu pun datang. Sambil ngeteh dan menyantap banana cake buatan Mba Oka, kami ngaji bareng Gus Roy, mengurai beberapa di antaranya: ⁣

    Apa sih peran pesantren hari ini? Apa perbedaan pesantren lain dengan pesantren ekologis? Krisis iklim, perampasan tanah petani, pembangunanisme, apa sih relasi antara Islam, aktivisme dan isu lingkungan? Apakah Islam kompatibel dengan kapitalisme dan ketimpangan kekuasan? Kenapa perlu seorang muslim bersuara dan bertindak melawan ketidakadilan? Atau secara umum, memang apa sebenarnya relasi aktivisme dengan spiritualitas? Apakah beribadah dan berupaya untuk surga saja tidak cukup?⁣

    Lalu, begitu banyaknya ustad baru bermunculan di sosial media, bagaimana cara umat bisa melacak kesahihan sumber dan juga garis pengetahuan ustad tersebut? Apa artinya menjadi seorang khalifah hari ini? Selain itu, jika diamati, cukup banyak anak muda Indonesia hari ini ber’hijrah’. Bagaimana pandangan Gus Roy soal fenomena hijrah hari ini dan apa arti hijrah sesungguhnya menurut pandangan Gus Roy? ⁣

    ⁣Apakah Gus Roy bisa menjawab semua pertanyaan di atas? Apakah Rara dan Ben mengerti apa yang coba Gus Roy terangkan? Untuk itu, segera meluncur ke #BenangMerahPodcast Episode 6! Teman-teman, selamat berlibur, buat yang pulang kampung, hati-hati di jalan. Sampai jumpa di 2020!

    • 1 hr 39 min
    Ep. 05 - Sokola Institute: Pendidikan Kontekstual, Masyarakat Adat dan Volunteerism

    Ep. 05 - Sokola Institute: Pendidikan Kontekstual, Masyarakat Adat dan Volunteerism

    Setelah hiatus beberapa bulan karena sibuk bekerja untuk bayar cicilan KPR, akhirnya #BenangMerahPodcast hadir kembali mendiskusikan tema penting yang sudah lama dinanti: pendidikan. Kali ini, kami mewawancarai beberapa pendiri @sokolainstitute: Kak @Butet_Manurung, Kak @Inditdijakarta dan Kak @OceuAprista.
    Selain cerita-cerita menarik dari pengalaman Sokola mengajar dan belajar dari masyarakat adat di berbagai daerah, ada banyak pertanyaan penting yang coba kami urai bersama mereka: Apa tujuan pendidikan? Apa itu pendidikan kontekstual? Apakah masyarakat adat membutuhkan pendidikan calistung? Bagaimana peran adat dalam menjaga semangat kolektif di masyarakat?
    Selain itu, kami juga membahas nalar kritis Paulo Freire dari pengalaman Sokola di lapangan: Apa artinya menjadi seorang yang kritis? Mengapa pemahaman kita akan pengetahuan hanya terbatas pada pengetahuan formal yang diproduksi dan direproduksi oleh institusi pendidikan? Di mana peran relawan dalam menyasar persoalan pendidikan di Indonesia? Bagaimana caranya menjadi relawan/melakukan gerakan sosial yang tepat sasaran — bukan yang memaksakan pemahaman akan pembangunan dan kesuksesan yang sempit pada suatu masyarakat?
    Lalu, apa solusi yang ditawarkan oleh teman-teman Sokola kepada pemerintah untuk setidaknya memiliki peran dalam pendidikan kontekstual (yang pastinya tidak diskriminatif) untuk masyarakat adat? Selengkapnya, simak #BenangMerahPodcast Episode 5 di anchor.fm/benangmerah, di kanal digital kesayangan anda atau link di bio instagram @rarasekar dan @benlaksana.
    Salam,
    Ben & Rara

    • 1 hr 34 min
    Ep. 04 - Andika Putraditama: Soal Sawit, Perhutanan Sosial dan Krisis Lingkungan

    Ep. 04 - Andika Putraditama: Soal Sawit, Perhutanan Sosial dan Krisis Lingkungan

    Di episode ke-empat #BenangMerahPodcast, kami ngobrol banyak bersama teman baik kami, Andika @putraditama dari @wriindonesia. Sebagai orang yang setiap harinya berhadapan dengan isu-isu lingkungan seperti persoalan konflik lahan, pengelolaan dan pemanfaatan hutan hingga memantau komoditas dan bisnis agar ramah lingkungan dan ramah sosial, kami sering bertanya-tanya, bagaimana Andika, atau yang kami biasa panggil Bebek, masih bisa melihat adanya harapan dalam menghadapi krisis iklim hari ini? 



    Di episode ini, kami mempertanyakan kebebalan yang kerap dinormalisasi, terutama ketika tidak banyak orang menganggap serius persoalan lingkungan yang sedang menimpa kita hari ini dan nanti. Apa mungkin ketidaktahuan dan kebebalan yang seringkali dinormalisasi ini disebabkan karena sulitnya masyarakat mengakses informasi kredibel dan berbasis riset yang akuntabel atau kaburnya kebenaran karena berita, omongan, atau kepercayaan yang membuat informasi menjadi simpang siur dan tak bisa dipertanggunjawabkan?



    Sebetulnya soal isu lingkungan, kami sendiripun sering kebingungan: Apakah sawit sebuah komoditas yang jahat atau proses produksinya yang sangat problematis dan perlu dibongkar? Apakah tanah semestinya dikelola oleh pemerintah, perusahaan atau masyarakat adat agar bisa sarat manfaat sosial dan konservasi? Bagaimana caranya agar kita tidak terjebak romantisme pengelolaan hutan oleh masyarakat adat namun juga tidak menjadi terlampau skeptis terhadap skema kehutanan sosial sebagai alternatif? Apa dampaknya pada kehidupan hari ini dan nanti untuk anak-cucu kita apabila kita menjalankan ‘business as usual’ di tengah krisis iklim yang sedang berlangsung? Mengapa masyarakat menganggap remeh krisis udara bersih dan menafikkan krisis air yang sudah menimpa banyak daerah di Indonesia? Adakah harapan ketika kebutuhan atas pembangunan akan selalu mengorbankan lingkungan? Temukan jawaban-jawaban atas kebingungan kami yang dibantu diurai oleh Andika di dalam episode ini!



    Salam,

    Ben & Rara

    • 1 hr 43 min
    Ep. 03 - SINDIKASI: Buruh Masa Kini, Eksploitasi Gaya Baru dan Pentingnya Berserikat

    Ep. 03 - SINDIKASI: Buruh Masa Kini, Eksploitasi Gaya Baru dan Pentingnya Berserikat

    Kerja mulu, jam kerja menggila, kaya kagak? Jarang libur, susah tidur, tapi ga dapet upah lembur? Kerja sampai keringetan, dibayar cuma kalau keingetan? Invoice ga ada kabar, anxiety membakar, antrean BPJS ke psikolog ga kelar-kelar? Keluh kesah pekerja kota hari ini rasanya sering kita dengar di media sosial setiap harinya. Bahkan, tak menutup kemungkinan keluh kesah di atas adalah keluh kesan kita juga. 



    Dalam rangka #MayDay2019, kami merasa penting untuk membahas pentingnya kondisi kerja layak untuk semua pekerja, semua buruh, apapun latar belakangnya. Beberapa tahun lalu, seorang teman @benlaksana yang bekerja di perusahaan agensi meninggal di kantor karena kondisi dan beban kerja yang melampaui batas manusia manapun. Sejak itu, kami tidak pernah berhenti mempertanyakan dan menantang sistem ekonomi-politik hari ini yang menormalisasi kekerasan (dengan berbagai bentuknya) di tempat kerja.



    Adalah sebuah keputusan yang tepat untuk membahas isu ini dengan Ellena dan Fildzhah dari Serikat SINDIKASI. SINDIKASI adalah Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi, sebuah serikat baru yang mengadvokasi ekosistem kerja yang manusiawi dan berkelanjutan untuk kita-kita para desainer, pekerja agensi, peneliti lepas, jurnalis, dan semua pekerja lepas yang kebanyakan mencari nafkah di kota-kota. Bersama Ellena dan Fildzah, kami membicarakan apa sih arti kerja, apa saja bentuk-bentuk eksploitasi di tempat kerja hari ini, imajinasi tentang kondisi kerja yang layak dan adil, peran sejarah gerakan buruh sehingga kini kita bisa menikmati 8 jam kerja, senioritas dan seksisme di tempat kerja dan bagaimana perempuan melawan, dan pentingnya berkawan, bersolidaritas dan berserikat tanpa sekat untuk bisa mewujudkan sebuah perubahan perspektif, kebijakan dan keadaan untuk semua pekerja, semua buruh hari ini dan ke depannya. 



    Selamat mendengarkan episode ketiga #BenangMerahPodcast!

    Salam,



    Ben & Rara

    • 2 hrs 11 min
    Ep. 02 - YPBB: Isu Sampah, Kesenjangan dan Zero Waste

    Ep. 02 - YPBB: Isu Sampah, Kesenjangan dan Zero Waste

    Belakangan isu sampah dan gaya hidup minim sampah menjadi topik yang mengemuka di masyarakat. Dampak dari sampah akhirnya menarik perhatian kita setelah persoalannya menjadi sangat visual: ingat sampah kita ingat paus yang terdampar di Wakatobi di mana tubuhnya berisi 5,9 kg sampah plastik, kuda laut membawa cotton bud di kedalaman Laut Sumbawa atau gunung sampah di belakang rumah maupun di Bantar Gebang. Semua perlahan membekas menjadi perasaan bersalah. 

    Namun, seberapa parah sih permasalahan sampah kita? Siapa yang sebenarnya bertanggungjawab untuk persoalan sampah di Indonesia? Apakah dengan membeli sedotan besi kita sudah laik disebut pahlawan lingkungan? Bagaimana kita bisa turut andil dalam mengurangi volume sampah secara signifikan dan berkelanjutan? 

    Di #BenangMerahPodcast kedua, kami membahas isu sampah, plastik, dan zero waste bersama Yobel, Eliza, Vani (dan Ihsan yang cuma numpang ketawa) di @ypbbbandung. Kami memilih mewawancarai mereka, karena sebagai organisasi, mereka telah banyak bergerak di perubahan kebijakan terkait pengelolaan sampah khususnya di Bandung. Mereka juga sudah menginisiasi gerakan minim sampah yang sangat menarik yaitu Zero Waste Cities, yang melampaui feel-good activism di level individu dan berfokus pada edukasi dan perubahan sistem pengelolaan sampai di tingkat kelurahan, kabupaten dan kota.

    Di episode ini, teman-teman juga bisa mendapatkan tips sederhana bagaimana kita bisa mengurangi sampah dari rumah, mendukung/mereplikasi inisiatif-inisiatif yang baik dan ramah lingkungan, dan mengadvokasi kebijakan yang peduli dengan pengelolaan sampah di pemerintahan daerah maupun pusat. Selamat mendengarkan!

    Referensi:
    Tentang YPBB Bandung
    https://www.instagram.com/ypbbbandung/?hl=en
    https://medium.com/kolektif-agora/anti-lelah-demi-kota-tak-bersampah-a392df30dfcb
    Zero Waste Cities Bandung 
    http://ypbbblog.blogspot.com/p/program-zero-waste-cities.html
    Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) 
    https://www.kangpisman.com/
    Toko organis YPBB (refill shop) 
    https://www.instagram.com/tokoorganisypbb/
    Zero Waste 
    https://treadingmyownpath.com/zero-waste/
    Zero Waste Tips: 8R 
    http://en.envirocitiesmag.com/articles/pdf/waste_management_eng_art2.pdf
    Zero Waste International Alliance 
    http://zwia.org/
    Aliansi Zero Waste Indonesia 
    https://www.aliansizerowaste.id/
    Story of Stuff 
    https://storyofstuff.org/
    Sachet Economy 
    https://asiancorrespondent.com/2018/10/rubbish-impact-philippines-plastic-sachet-economy-environment/
    Prosperity Without Growth (Tim Jackson) 
    https://www.youtube.com/watch?v=yPUogXUkr7I
    Degrowth in the Suburbs: A Radical Urban Imaginary 
    https://www.palgrave.com/gp/book/9789811321306

    • 1 hr 48 min

Top Podcasts In Society & Culture

Listeners Also Subscribed To