70 episodes

Kumpulan rekaman pengajian Gus Baha di Pondok Pesantren Izzatil Nuril Quran, Bedukan, Pleret, Bantul, Yogyakarta yang dipimpin oleh Bapak Kyai Haji Rumanto.

Contact/Whatsapp: 081226400688
Channel Telegram: https://t.me/ngajigusbaha

Ngaji Gus Baha' Ngaji Gus Baha'

    • Society & Culture

Kumpulan rekaman pengajian Gus Baha di Pondok Pesantren Izzatil Nuril Quran, Bedukan, Pleret, Bantul, Yogyakarta yang dipimpin oleh Bapak Kyai Haji Rumanto.

Contact/Whatsapp: 081226400688
Channel Telegram: https://t.me/ngajigusbaha

    Ngaji Bareng Gus Baha' Auditorium UNISSULA Ahad 26 Januari 2020

    Ngaji Bareng Gus Baha' Auditorium UNISSULA Ahad 26 Januari 2020

    Ngaji bareng Gus Baha' yang bertempat di Auditorium Unissula, Ahad 26 Januari 2020.

    • 1 hr 7 min
    Kajian Spesial Masjid Bayt Al-Qur'an Pengajian Ahad Pagi 24 November 2019

    Kajian Spesial Masjid Bayt Al-Qur'an Pengajian Ahad Pagi 24 November 2019

    Pengajian Gus Baha' di Masjid Bayt Al-Qur'an, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Banten. Hari Ahad Pagi 24 November 2019.

    • 48 min
    Kitab Nashoihul 'Ibad Maqalah 18 Pengajian Ahad Sore 24 November 2019

    Kitab Nashoihul 'Ibad Maqalah 18 Pengajian Ahad Sore 24 November 2019

    Maqalah 18. Perkara-Perkara yang Berkaitan Dengan Harta


    إِنَّ فِى جَمْعِ الْمَالِ خَمْسَةَ أَشْيَاءَ : الْعَنَاءَ فِى جَمْعِهِ وَالشُّغْلَ عَنْ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى بِإِصْلَاحِهِ وَالْخَوْفَ مِنْ سَالِبِهِ وَسَارِقِهِ وَاحْتِمَالَ اسْمِ اْلبَخِيْلِ لِنَفْسِهِ وَمُفَارَقَةَ الصَّالِحِيْنَ مِنْ اَجْلِهِ وَفِى تَفْرِيْقِهِ خَمْسَةُ اَشْيَاءَ : رَاحَةَ النَّفْسِ مِنْ طَلَبِهِ وَاْلفَرَاغَ لِذِكْرِ اللهِ مِنْ حِفْظِهِ وَاْلاَمْنَ مِنْ سَالِبِهِ وَسَارِقِهِ وَاكْتِسَابَ اسْمِ اْلكَرِيْمِ لِنَفْسِهِ وَمُصَاحَبَةَ الصَّالِحِيْنَ لِفِرَاقِهِ .

    Nabi Muhammad SAW. bersabda sebagai berikut:

    "Sesungguhnya terdapat lima perkara tercela dalam kegiatan pengumpulan harta, yaitu : sengsara dalam mengumpulkan,lupa mengingat Allah dalam mengelola harta, harta khawatir perampokan dan pencurian. Karena harta, maka seseorang dapat disebut kikir dan demi harta, maka seseorang dapat berpisah dari orang orang shaleh. Dan terdapat pula lima perkara terpuji dalam melepas harta, yaitu : kesenggangan diri dari kesibukkan mencarinya. Karena tidak mengelola harta, maka seseorang banyak  kesempatan untuk menginagat Allah, aman dari perampokan dan pencurian. Karena melepas harta, maka seseorang dapat disebut orang yang mulia dan karenanya pula, maka orang dapat bersahabat dengan orang orang shaleh."

    جُوْدُ الرَّجُلِ يُحَبِّبُهُ اِلَى أَضْدَادِهِ وَبُخْلُهُ يُبَغِّضُهُ إِلَى اَوْلَادِهِ

    خَيْرُ اْلاَمْوَالِ مَااسْتَرَقَّ حُرًّا وَخَيْرُ اْلاَعْمَالِ مَا اسْتَحَقَّ شُكْرًا

    Sebagian dari orang orang yang fasih mengatakan seagai berikut :
    "Kemurahan hati seseorang itu dapat membuatnya dikasihi oleh lawannya, sedang kekikiran seseorang dapat dibeci oleh putra-putrinya."

    "Sebaik baik harta adalah yang dapat membuat orang merdeka dikuasainya dan sebaik baik amal adalah yang berhak untuk disyukuri."

    • 29 min
    Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441 H Pengajian Jum'at Malam 01 November 2019

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441 H Pengajian Jum'at Malam 01 November 2019

    Ngaji Gus Baha dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441 H. Bertempat di Musholla Baiturrohman, Dusun Panjunan, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Jum'at, 01 November 2019 bakda Maghrib.

    • 29 min
    Kitab Nashoihul 'Ibad Maqalah 16-17 Pengajian Selasa Pagi 29 Oktober 2019

    Kitab Nashoihul 'Ibad Maqalah 16-17 Pengajian Selasa Pagi 29 Oktober 2019

    Maqalah 16. Jalan Untuk Mencapai Hakekat Taqwa

    Diriwayatkan dari sebagian hukama rahimakumullah sebagai berikut : 

    Dihadapan taqwa ada lima jalan (tahapan), siapa yang berhasil melalui seluruhnya, maka ia akan memperoleh hakekat taqwa (taqwa yang sebenarnya), yaitu: 

    Pertama, memilih kesukaran atas kenikmatan.
    Kedua, memilih kesugguhan atas kebebasan.
    Ketiga, memilih kelemahan atas keperkasaan.
    Keempat, memilih diam daripada bicara yang tidak ada manfaatnya.
    Kelima, memilih maut atas kehidupan.
    Keterangan: Yang dimaksud mati disini, menurut ahli Allah, adalah : 

    "Menaklukkan hawa nafsu, barangsiapa yang dapat menaklukkan hawa nafsunya, maka ia akan hidup sejahtera."

    Mati itu ada 4 macam : 

    a. Matinya rasa marah
    b. Matinya rasa lapar
    c. Matinya keinginan untuk berpakaian bagus
    d. Matinya rasa gengsi atas penghinaan orang lain 

    Disini terdapat tasbih baligh, menyerupakan marah dengan merah, lapar dengan putih, pakaian bagus dangan hijau, gengsi dengan hitam. 

    Maqalah 17. Pelindung Terhadap Lima Perkara 

    Sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : "Munajat dapat melindungi segala rahasia, sedekah dapat melindungi harta, ikhlas dapat melindungi amal perbuatan, kejujuran dapat melindungi ucapan, dan musyawarah dapat  melindungi segala pendapat." 

    Hal ini sesuai dengan firman Allah : "Jangan mencampurkan yang hak dengan yang bathil." 

    Sebagain ahli balagoh juga telah mengatakan sebagai berikut : "Orang yang jujur dilindungi dan disukai, sedangkan orang yang berbohong ucapannya direndahkan dan dihinakan." 

    Maksudnya, tidak mencapuradukkan ucapan yang benar dengan dusta. 

    Sebagian hukama juga telah mengatakan sebagai berikut : "Membisu lebih baik daripada berdusta dan kejujuran adalah awal dari kebahagiaan." 

    Munajat dapat melindungi segala rahasia, sedang menyimpan rahasia menjadi sebab utama tercapainya suatu kesuksesan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai berikut : "Minta bantuanlah dengan merahasiakan untuk mencapai segala kebutuhan, karena sesungguhnya bagi setiap orang yang memperoleh kenikmatan, ada orang yang hasud." 

    Sedang mengenai sedekah dapat melindungi harta, itu adalah berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW. Yang diriwayatkan dari Abu Darda` yang bersumber langsung dari Nabi Muhammmad SAW. Sebagai berikut : "Tiada hari yang telah terbenam mataharinya, melainkan ada dua Malaikat yang menyeru atau mendoakan, "Wahai tuhanku, berilah pengganti bagi orang yang menginfakkan (hartanya) dan berilah kerugian bagi orang yang menahan (hartanya)." 

    Tingkatan ikhlas itu ada 4, yaitu: 

    1. Membersihkan amal dari perhatian orang, tidak bertujuan lain dalam ibadahnya, kecuali dengan niat melaksanakan perintah Allah.
    2. Beribadah yang sebenarnya bukan bertujuan agar manusia bertekuk lutut di hadapannya, mencintainya, memujinya, agar memperoleh harta, dan sebagainya.
    3. Beramal karena Allah, agar Allah memberi bagian-bagian yang ada diakhirat, seperti jauh dari siksa neraka dan masuk surga, serta bersenang-senang dengan bermacam-macam kenikmatannya.
    4. Beramal karena Allah, agar Allah memberi bagian duniawi, seperti agar banyak rezeki, terhindar dari hal-hal yang menyakitkan adapun selain itu riya`. 

    "Musyawarah itu mencegah penyesalan dan ejekan orang lain." 

    Adapun tentang musyawarah itu adalah  berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : "Sebaik baik gotong royong adalah musyawarah, dan seburuk buruk persiapan adalah kesewenang-wenangan."

    • 52 min
    Kitab Nashoihul 'Ibad Maqalah 15 Pengajian Ahad Sore 27 Oktober 2019

    Kitab Nashoihul 'Ibad Maqalah 15 Pengajian Ahad Sore 27 Oktober 2019

    Maqalah 15. Sasaran Pemikiran
    تَفَكَّرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سَتِّيْنَ سَنَةً .
    تَفَكَّرُوْا فِى آيَاتِ اللهِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِى اللهِ فَإِنَّكُمْ لاَ تَقْدُرُوْهُ حَقَّ قَدْرِهِ
    اَلْفِكْرَةُ سِرَاجُ اْلقَلْبِ فَإِذَاذَهَبَتْ فَلَا اِضَاءَةَ لَهُ .
    اَلتَّفَكُّرُ فِى مَصْنُوْعَاتِ اللهِ وَفِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَاَهْوَالِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ خَيْرٌ مِنْ كَثِيْرٍ مِنَ اْلعِبَادَةِ لِمَا يَتَرَتَّبُ عَلَى ذَلِكَ اْلفِكْرِ مِنَ اْلخَيْرِ .
    لَايُحْصِلُ التَّفَكُّرُ اِلَّا بِمُدَاوَمَةِ ذِكْرِ اللِّسَانِ مَعَ حُضُوْرِ اْلقَلْبِ حَتَّى يَتَمَكَّنَ الذِّكْرُ فِى قَلْبِهِ وَحُصُوْلُ هَذَا اْلقَدْرِ مُتَوَقَّفٌ عَلَى مَعْرِفَتِهِ .
    هُوَاِثْبَاتُ الْحَقِّ عَلَى مَاهُوَ عَلَىْهِ خَارِجًاعَنْ كُلِّ مَوْهُوْمٍ .

    Sebagian orang makrifat mengatakan, "bertafakur merupakan penerang hati, jika hilang maka hatinya tidak akan bersinar." Sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits berikut ini : "Berpikir satu jam (sesaat), lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun."
    Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Di dalam sabdanya berikut ini :
    "Berpikirlah kalian tentang tanda tanda kebesaran Allah, dan jangan berfikir tentang Dzat Allah, karena kalian tidak akan mampu mengetahui kedudukan yang sebenarnya."
    Sebagian ulama ahli makrifat mengatakan:
    "Berpikir itu bagaikan pelita hati, apabila daya berpikir itu hilang, maka hilanglah cahaya baginya."
    Syekh Al Hifni mengatakan :
    "Berpikir tentang apa-apa yang telah Allah ciptakan, sakaratul maut, dan kesulitan-kesulitan di hari kiamat itu lebih baik daripada banyak beribadah. Karena di salam proses berpikir itu mengandung hal yang positif (yang baik)."
    Imam Khalil Ar Rasyidi megatakan :
    "Berpikir tidak akan berhasil, kecuali dengan membiasakan zikir dengan lisan yang disertai dengan kekhuyu'an hati, sehingga memungkinkan adanya zikir di dalam hatinya, sedangkan keberhasilan ukuran ini, ditangguhkan pada adanya makrifat."
    Ibrahim Ar Raqi mengatakan :
    "Berpikir adalah menetapkan (mencari) kebenaran sesuatu berdasarkan apa yang ada padanya, yang dapat mengaluarkannya dari segala sesuatu yang membingungkan."

    • 1 hr 3 min

Top Podcasts In Society & Culture

Listeners Also Subscribed To