104 Folgen

Homili Katolik Digital

Homili Katolik Aquinas Center

    • Religion und Spiritualität

Homili Katolik Digital

    Yesus Sang Penabur

    Yesus Sang Penabur

    (12 Juli 2020)

    Romo Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

    [Bacaan Injil : Matius 13 : 1 - 23

    (Hari Minggu Biasa ke-15)]

    Dalam Injil hari ini, kita mengamati reaksi para murid setelah Yesus berbicara perumpamaan-Nya yang pertama. Mereka bingung dan heran! Mengapa? Karena Yesus tiba-tiba mengubah metode pengajaran-Nya. Yesus membuat perubahan tak terduga yang membuat banyak orang dan termasuk murid-Nya tak paham dengan mengunakan perumpamaan. Apa yang sebenarnya terjadi? Untuk dapat memahaminya, kita perlu melihat bahwa perumpamaan telah digunakan bahkan sebelum Yesus, secara khusus dalam Perjanjian Lama. Salah satu contoh klasik adalah perumpamaan dari nabi Natan yang ditujukan kepada raja Daud [Lihat 1 Raja 12]. Salah satu kekuatan perumpamaan adalah memiliki pesan tersembunyi yang tidak langsung untuk membuat orang berpikir lebih dalam tentang diri mereka sendiri. Perumpamaan tentang penabur mengungkapkan kondisi nyata dari pewartaan Yesus. Para penatua dan orang-orang Farisi seperti jalan setapak. Mereka mendengar khotbah Yesus, tetapi masih memilih untuk berada di bawah pengaruh kegelapan, dan berusaha untuk menghancurkan Yesus. Banyak orang seperti tanah berbatu karena mereka hanya mencari Yesus untuk memuaskan kebutuhan mereka. Yang lain seperti tanah yang dipenuhi duri karena mereka mengikuti Yesus untuk sementara waktu, tetapi ketika pencobaan datang, mereka meninggalkan Yesus. Terakhir, tanah subur adalah para murid. Perumpamaan tentang penabur mengungkapkan realitas zaman kita. Sebagian dari kita seperti jalan setapak, mungkin kita dibaptis Katolik, tetapi kita tidak pernah hidup seperti itu, dan masih hidup dalam dosa. Beberapa dari kita seperti tanah berbatu. Kita memperlakukan Yesus dan Gereja-Nya sebagai tempat hiburan, dan kita hanya mencari diri sendiri daripada Tuhan. Sebagian dari kita seperti tanah yang dipenuhi duri. Kita gembira menjadi orang Kristen, tetapi kita tidak masuk lebih dalam iman kita, dan ketika pencobaan atau keraguan melanda, kita dengan mudah meninggalkan Tuhan. Dan semoga, banyak dari kita seperti tanah subur. Kita melakukan yang terbaik untuk menerima Firman Tuhan dan memastikan bahwa itu akan tumbuh dan menghasilkan buah. Kabar baiknya adalah firman Tuhan sangat berdayaguna sehingga bahkan dapat berbuah adalah tanah yang berbatu-batu sekalipun. Rahmat sungguh cuma-cuma tetapi tidak murahan, dan kita perlu melakukan bagian kita. Adalah misi kita untuk mengubah tanah berbatu menjadi tanah yang subur bagi Tuhan.


    ---

    Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

    • 21 Min.
    Katekese Katolik : Patung - Berhala atau Tidak?

    Katekese Katolik : Patung - Berhala atau Tidak?

    Salah satu pertanyaan yang sering kita dengar adalah apakah berdoa di depan patung atau gambar orang-orang kudus adalah menyembah berhala? Di katekese singkat ini, Romo Bayu, OP menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan Biblis dan Katekismus Gereja Katolik.


    ---

    Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

    • 9 Min.
    Tugas dari Yesus

    Tugas dari Yesus

    (05 Juli 2020)

    Romo Adrian Adiredjo, OP

    [Bacaan Injil : Matius 11 : 25 -30

    (Hari Minggu Biasa ke-14)]

    Kuk merupakan salah satu benda yang terbuat dari kayu yang dipasangkan dipundak sapi atau kerbau untuk membajak sawah. Ketika kuk tersebut dipasangkan di pundak kerbau atau sapi, menandakan bahwa sapi tersebut siap menerima tugas untuk dipekerjakan. Dalam injil hari ini Yesus memerintahkan pikullah kuk yang Ku pasang, ini menandakan bahwa kita semua harus siap menerima tugas atau tanggung jawab yang Yesus berikan. Tanggung jawab yang diberikan harus diterima dengan rasa syukur karena Yesus mempercayakan kepada kita semua akan karya belas kasihan-Nya. Ketika Yesus mempercayakan tugas dan tanggung jawab kepada kita, ini menandakan bahwa keberadaan kita sungguh berarti di mata Tuhan yang patut untuk dihargai. Setiap orang tentunya memiliki tugas, tanggung jawab yang diberikan terkadang melelahkan dan dilihat sebagai beban yang berat, tetapi disinilah kita harus terus berusaha agar dapat mengerti makna sesungguhnya dari hidup yang dijalani. Hari ini Tuhan mengajarakan kita semua melalui Yesus, bagaimana kita dalam menjalankan tugas ini dengan rendah hari dan lembut seperti Yesus. Ini menandakan bahwa kita menerima tanggung jawab dengan apa adanya, karena terkadang kita menerima tugas dengan ego agar dapat dilihat hebat oleh orang lain. Melalui kerendahan hati kita akan sadar, meskipun kita kecil atau terbatas tetapi Tuhan akan selalu menyertai dan memampukan kita. Ini menandakan bahwa Tuhan berjalan bersama dan kita tidak akan pernah sendirian dalam menjalankan tugas, karena Tuhan akan selalu ada disamping kita. Yesus telah memberikan contoh dalam menjalankan tugas yaitu dengan lembut, ini artinya harus disertai dengan kasih dan penuh pengorbanan. Bukan masalah besar atau kecil tanggung jawab yang diterima, melainkan seberapa mampu kita mengerjakan tugas yang diberikan, meskipun tugasnya kecil jika dilakukan dengan sepenuh hati maka akan memberikan hidup bagi orang lain. Tidak ada orang yang terlalu kecil dimata Tuhan, semua orang akan berguna di mata Tuhan sejalan dengan sebagaimana mestinya ia menjalankan misi yang Tuhan berikan.


    ---

    Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

    • 18 Min.
    Kuk Yesus

    Kuk Yesus

    (05 Juli 2020)

    Romo Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

    [Bacaan Injil : Matius 11 : 25 - 30

    (Hari Minggu Biasa ke-14)]

    Dari dua hari minggu sebelumnya, Yesus menunjukan apa yang harus kita serahkan untuk menjadi murid-Nya. Hal-hal yang harsu kota lepaskan demi Yesus sangatlah sulit. Kita harus mengikuti Yesus kemanapun dia pergi, mengasihi Yesus lebih dari orang tua kita, bahkan harus siap untuk menderita, menanggung kesulitan, memikul salib, dan menyerahkan hidup bagi Yesus. Maka pada akhirnya, pilihannya adalah Yesus atau tidak sama sekali. Namun, mengikuti Yesus tidak semua tentang kesulitan dan pengorbanan. Hari ini kita mendengarkan bahwa menjadi murid-Nya, kita menerima “hal-hal baik” yang hanya Yesus bisa berkan. Dalam injil hari ini, Yesus menunjukan sisi yang lain. Dia menunjukan diri-Nya sebagai orang yang lembut dan rendah hati, bahkan Dia berjanji untuk memberi kelegaan atau istirahat kepad amereka yang datang kepada-Nya. Ada stu hal menarik yang Yesus katakan bahwa untuk beristirahat, kita perlu memikul kuk Yesus. Kuk adalah alat yang diletakan diatas bahu untuk membawa beban. Bagi Yesus, istirahat bukanlah membuang kuk, melainkan harus memikul kuk, tanggung jawab, dan misi dalam hidup kita. Apakah dengan membawa kuk kita akan mendapatkan kelegaan? Yesus merupakan tukang kayu. Dia tahu bahwa kuk yang tidak pas dibahu hanya akan menambah beban dan membuat sakit. Namun, kuk yang dirancang sempurna akan terasa mudah dan nyaman diangkat. Ini adalah kuk Yesus yang bisa menjadi sebuah contoh bagi kita semua. Lalu, ada pula kuk ganda dan ini merupakan kuk yang ditawarkan Yesus untuk kita. hal ini dikarenakan kita tidak akan pernah sendirian untuk membawa kuk ini dan Yesus akan membawa kuk bersama kita. Ketika kita merasa lelah, disitulah Yesus megambil alih dan kita akan menemukan istirahat dan kelegaan. Dalam injil Matius Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk memikul salib (Mat 10:38) dan kuk (Mat 11:29). Yesus nampaknya membuat hubungan antara keduanya yaitu kuk-Nya dan salib kita. Salib yang dipikul tidak seberat yang kita duga karena Yesus membawanya bersama kita. Kita harus menyadari bahwa Yesus pun akan selalu bersama kita untuk memikul salib kita. inilah yang terlihat jelas dalam injil hari ini. Itulah mengapa memanggul salib-Nya, kita menemukan istirahat dan penghiburan sejati.


    ---

    Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

    • 16 Min.
    Katekese Katolik : Doa-Doa Para Kudus (B)

    Katekese Katolik : Doa-Doa Para Kudus (B)

    Minggu lalu Romo Bayu, OP telah menjawab beberapa pertanyaan yang sering ada di dalam pikiran kita tentang doa kepada orang kudus. Tapi apa sebenarnya arti doa kepada para kudus? Apakah dengan berdoa kepada mereka, artinya kita juga menyembah mereka? Mengapa kita perlu berdoa kepada mereka? Sekali lagi, dalam katekese singkat ini, Romo Bayu, OP akan menjawab pertanyaan tersebut.


    ---

    Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

    • 10 Min.
    Lebih Mencintai Yesus

    Lebih Mencintai Yesus

    (28 Juni 2020)

    Romo Adrian Adiredjo, OP

    [Bacaan Injil : Yohanes 21 : 15 - 19

    (Hari Minggu Biasa ke-13)]

    Jika Yesus meminta murid-murid-Nya untuk mengasihi Dia lebih dari orang lain, termasuk orang tuanya sudah seharusnya, karena perintah untuk mengasihi Allah adalah perintah yang tertinggi. Kita tahu sendiri bahwa Yesus adalah Allah, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bisa mengasihi Dia lebih daripada mengasihi orang tua kita. Dalam hal ini kita harus mampu mengasihi pribadi yang dapat menghadirkan Yesus dalam hidup kita. Hubungan antara anak dengan orang tua yang mendalam akan menjadi salah satu bentuk kasih yang mendalam. Inilah ajaran Yesus yang mendasar untuk bisa mengasihi Yesus lebih dari segala sesuatu. Yesus meminta kita untuk bisa mengasihi Dia lebih daripada orangtua kita, bukan berarti ajaran Yesus salah. Melainkan, semakin kita mengasihi Yesus, maka kita akan memperoleh hidup dan tentunya akan menjadi sarana kita untuk bisa mengasihi sesama. Ini menandakan bahwa kita harus bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk terus bisa mengasihi sesama. Tentunya ini bukan suatu hal yang mudah. Dalam inijil mengatakan bahwa ketika mau mengikuti Yesus harus memikul salib-Nya. Memikul salib Yesus tidaklah mudah, apakah kita mampu untuk memikul salib-Nya? Maka hal yang perlu dulakukan adalah hidup dalam kasih Yesus. Percayalah bahwa ketika kita mau berusaha untuk hidup dalam kasih-Nya, maka Yesus akan memampukan kita semua. Diperlukan latihan-latihan sederhana atau dalam hal-hal kecil untuk bisa mewujudkan kasih itu. Setiap kali kita melakukan kebaikan untuk mengasihi, kita telah menerima upah dari Yesus. Ketika hal ini dilakukan secara terus menerus, maka kita akan semakin bertumbuh dalam kasih Allah, sehingga pada akhirnya dapat mengasihi Allah lebih dari orang tua kita. Yesus mengajak kita semua untuk mencintai Dia lebih dalam, disinilah kita akan dimampukan untuk bisa mengasihi sesama, sehingga kita menjadi pribadi yang terbaik untuk mencintai Allah lebih dari segala sesuatu.


    ---

    Send in a voice message: https://anchor.fm/aquinas-center/message

    • 18 Min.

Top‑Podcasts in Religion und Spiritualität