Jeng Gun

Gunawan Widjaja

HISstory - Our pride, our legacy

  1. 10/04/2025

    JG #19: Sasa Ramandhanty : Satu Asa Seribu Aksi & Komunitas Rising Girls Global

    Dwi Annisa Ramadhanty, atau akrab disapa Sasa, adalah sosok perempuan muda yang membawa semangat perubahan dari ujung barat Indonesia. Berasal dari Aceh dan lulusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Mandarin dari Universitas Negeri Jakarta (2021), Sasa membuktikan bahwa kecantikan, kecerdasan, dan kepedulian sosial bisa berjalan seiring. 💼 Karier & Dedikasi Publik Sebelum terjun ke dunia kontes kecantikan, Sasa berkarier sebagai spesialis komunikasi dan humas di Kantor Pertanahan Jakarta Timur, Kementerian ATR/BPN RI. Di sana, ia terlibat dalam berbagai isu strategis pertanahan—yang kemudian menginspirasi jalur advokasi yang diusungnya saat tampil di panggung nasional. 👑 Puteri Indonesia Aceh 2023 Sebagai wakil Provinsi Aceh di ajang Puteri Indonesia 2023, Sasa hadir dengan penampilan yang mencuri perhatian—berhijab dan percaya diri, ia menjadi representasi inklusivitas dalam dunia pageant. Di balik senyumnya, ia membawa misi besar lewat kampanye "Satu Asa Seribu Aksi". 🌱 Advokasi Sosial: Reforma Agraria & Darah untuk Kehidupan Sasa menyoroti isu reforma agraria, mendorong legalitas dan pemanfaatan aset tanah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Ia percaya bahwa akses atas tanah adalah kunci untuk keadilan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. 🌍 Aktif di Rising Girls Global Kini, Sasa juga aktif di Rising Girls Global, komunitas pemberdayaan perempuan muda yang mendorong para pemimpin masa depan untuk tampil berani, cerdas, dan penuh empati. Melalui platform ini, Sasa terus menyebarkan nilai-nilai inklusivitas, kepemimpinan, dan kolaborasi.

    1 h 7 min
  2. 18/02/2025

    JG #17: Dari Kantor ke Kertas, Jadi Penulis Sukses!

    Angelina Enny adalah penulis, aktor, sutradara, dan produser seni pertunjukan yang super kreatif! Lahir di Kotabumi, Lampung, dan sekarang tinggal di Jakarta, Angelina aktif dalam berbagai kegiatan seni dan komunitas.Angelina memiliki latar belakang pendidikan psikologi dan aktif dalam isu kesehatan mental melalui Komunitas Sekacil. Karya-karyanya tidak hanya menginspirasi, tapi juga membuka mata kita tentang isu-isu sosial yang penting.Karya-karya Angelina yang terkenal antara lain:- Nokturnal Melankolia (Gramedia Pustaka Utama, 2017) yang dinominasikan dalam Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2018- In Between, Di Antara (Kepustakaan Populer Gramedia, 2019) yang merupakan kolaborasi dengan seniman Belanda Robin Block- Mencari Sita di Hindia Belanda (Kepustakaan Populer Gramedia, 2024) yang memenangkan Piala HB Jassin 2024- Malam Kelima Belas yang memenangkan sayembara naskah teater Dewan Kesenian Jakarta 2024Angelina juga aktif dalam berbagai kegiatan seni dan komunitas, seperti:- Pendiri Teater Kedai (Jakarta)- Aktif dalam seni pertunjukan sebagai penulis naskah, aktor, sutradara, dan produser- Kolaborasi dengan komunitas-komunitas lain dalam isu kesehatan mental- Diundang sebagai penulis di Winternachten Festival, Belanda (2020 & 2024)- Terpilih sebagai Inspirational Women (2022) oleh Kedutaan Besar IrlandiaAngelina Enny adalah seorang kreator yang inspiratif dan berbakat! Karya-karyanya tidak hanya menginspirasi, tapi juga membuka mata kita tentang isu-isu sosial yang penting.

    1 h
  3. 14/10/2024

    JG #13: Menjaga Alam dan Lingkungan Hidup demi keberlangsungan Industri Fashion Indonesia

    Merdi Sihombing adalah pekerja kreatif di bidang fashion dan aksesori fashion yang sangat peduli dengan budaya, lingkungan, program sosial, serta pengembangan ekosistem berkelanjutan. Dengan rekam jejak yang luar biasa dalam Pemberdayaan Masyarakat, khususnya Pemberdayaan Perempuan, Merdi telah berkarya sejak tahun 2001 dan terus berlanjut hingga saat ini.Sejak awal kariernya, Merdi secara konsisten mempromosikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika fashion, yang mencakup:1. Keberagaman dalam Fashion: Merdi meyakini bahwa keberagaman tidak hanya mendorong kreativitas dan pertukaran ide yang berbeda, tetapi juga penting bagi kekayaan suatu karya.2. Fast Fashion vs. Slow Fashion: Merdi menyoroti dampak negatif industri fast fashion, yang dengan cepat mengganti model-model fashion menggunakan material berkualitas rendah yang tidak tahan lama, sehingga menghasilkan Jejak Karbon yang signifikan. Jika tidak ada tindakan yang diambil terhadap industri fast fashion, sektor fashion diproyeksikan akan menghasilkan jejak karbon sekitar 2,7 miliar ton setara karbon dioksida (CO2e) pada tahun 2030, menjadikannya kontributor utama dalam Perubahan Iklim.Selama 25 tahun kariernya, Merdi secara rutin menerima undangan kehormatan untuk memamerkan karyanya dan berbagi pengetahuannya di berbagai lembaga dan acara bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri. Fokus utamanya adalah pada Daur Ulang dan Penggunaan Kembali, Pewarnaan Alami menggunakan tumbuhan asli Indonesia, penggunaan Serat Alam Indonesia, pemberdayaan komunitas adat, desa-desa terpencil, serta perempuan di desa-desa tersebut. Konservasi alam dan budaya Indonesia melalui motif-motif tradisional serta teknik tenun telah menjadi ciri khas karya Merdi SihombingThe Flying Cloth: 25th Journey of Merdi SihombingFashion secara konsisten mengambil inspirasi dari alam – namun, apakah industri fashion dan konsumennya peduli terhadap keberlanjutan planet kita? Inilah pertanyaan yang diangkat dalam acara yang akan datang, “The Flying Cloth: 25th Journey of Merdi SihombingMenggali hubungan yang mendalam antara fashion dan alam, acara ini akan menampilkan desain-desain yang kaya akan budaya dan alam Indonesia, kontemporer, serta diciptakan dengan praktik-praktik yang etis.Tidak hanya menyasar penggemar fashion kelas atas dan audiens dewasa yang sering kali diasosiasikan dengan gagasan “fashion berkelanjutan”, acara ini juga akan melibatkan banyak seniman muda berbakat serta komunitas dari berbagai bidang untuk berkolaborasi. Acara ini memberikan kesempatan bagi generasi Millennial dan Gen Z dari kalangan umum untuk belajar, berpartisipasi, dan berinteraksi lebih dalam dengan konsep “fashion berkelanjutan” melalui berbagai pengalaman interaktif yang terbuka untuk publik.

    56 min

À propos

HISstory - Our pride, our legacy