Indos Across Borders

Julian Vatelier

INDOS ACROSS BORDERS is the podcast where we dive into the inspiring, unfiltered, yet unique stories of Indonesians living abroad — those who have confronted their fears, embraced new challenges, and are making their mark across the globe. Hosted by me, Julian Vatelier, an Indonesian living in France, this podcast was created to provide Indonesians with the inspiration and support to start their journeys abroad. I began my own journey knowing nothing about life abroad, but now I’m enjoying the path I’ve taken and continue to learn along the way. That’s why I podcast.

  1. Ep 26: Australia: Pastiin Beasiswa Itu KAMU yg Dapetin! Begini Caranya | Tito Tri Kadafi

    25/11/2025

    Ep 26: Australia: Pastiin Beasiswa Itu KAMU yg Dapetin! Begini Caranya | Tito Tri Kadafi

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, aku ngobrol bareng Tito Tri Kadafi — penerima beasiswa S2 AAS atau Australia Awards Scholarship di University of Queensland, dg jurusan Peace and Conflict Studies & International Relations. Sebelum ke Australia, Tito adalah lulusan cum-laude UIN dengan IPK 3.98, dan merupakan pendiri dari @bastra.id - yg ternyata udah bantu perjalanan dia smp ke Amrik, menjadi representatif Indonesia, kemudian juga aktif di berbagai program internasional seperti YSEALI, YSB, bahkan pernah presentasi langsung di depan U.S. Department of State. Episode ini kita bakalan bahas gimana caranya bisa dapetin beasiswa, kupas tuntas ttg esai, proses wawancara, dan semua hal-hal yg perlu kamu siapin dari  sekarang. Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu!   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian & Tito (02:25) - Kenalan sama Tito, background keluarga  (05:56) - Awal cerita kepikiran pindah ke LN melalui beasiswa (09:28) - Kenapa Tito yakin memilih AAS sbg pemberi beasiswanya (12:41) - Penjelasan mendalam ttg beasiswa ‘royal’ AAS dan step-stepnya (17:42) - Akomodasi di LN & tentang PPI (22:42) - Proses tersulit utk Tito ketika mendaftar beasiswa (24:42) - Tantangan dalam tahap wawancara, tips & trik dari Tito (28:08) - Yang HARUS DIMASUKIN dalam penulisan esai kamu (34:34) - Bukan founder, bentuk kontribusinya spt apa yg bisa dijadikan strength ketika meng-apply beasiswa (38:31) - Julian: Patterns dari temen2 Indonesia yg udah tembus beasiswa (41:25) - Mengetahui identitas itu penting dalam proses aplikasi! (42:52) - Tantangan yg Tito hadapin secara akademik di University of Queensland  (44:44) - Hacks dari Tito untuk kalian yg kurang suka baca buku (46:16) - Dinamika kelas di kampus Tito (49:05) - Perubahan cara pikir Tito selama tinggal di Australia    (50:49) - Menjadi representatif Indonesia di YSEALI di US - mengenali self-strength (55:16) - Mindset yg Tito terapkan sebelum daftar beasiswa (58:57) - Mulainya dari mana utk bisa mendapatkan beasiswa itu (01:02:41) - Personality yang harus dimiliki sebagai bekal  (01:06:15) - Julian: ditanya tentang social & emotional intelligence  (01:09:08) - Pesan dari Tito utk mendapatkan beasiswa  (01:11:14) - Closing, Tito &  Julian

    1h 13m
  2. Ep 25: Italia: Miskin Itu Privilege, Dapetin Beasiswa jadi Gampang Bgt | Akbar Rahim

    07/11/2025

    Ep 25: Italia: Miskin Itu Privilege, Dapetin Beasiswa jadi Gampang Bgt | Akbar Rahim

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, aku ngobrol bareng Akbar Rahim, anak Gen Z asal Sukabumi, Ciracap. Akbar merupakan seorang anak pemulung, tapi keadaan ini justru ngebawa Akbar bisa dapetin beasiswa studi di Univesity of Florence, Italia. Percaya atau enggak, Akbar bisa ngehasilin 60jt sebulan. Yang menarik, beasiswa khusus bagi yg tidak mampu ini gak banyak yg tau, gak butuh IELTS, wawancara, maupun prestasi nasional, kuotanya unlimited, asal kamu qualified. Pokoknya too good to be true, tapi beneran ada. Episode ini bukan cuman ngomongin tentang pindah ke LN, tp gimana keyakinan, strategi, dan mentalitas yang bisa bikin kamu sadar kalau semua orang punya kesempatan, bahkan untuk kamu yang keadaan ekonominya terbatas. Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu!   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian (02:01) - Kenalan sama Akbar, anak Sukabumi, Ciracap  (02:53) - Cerita Akbar di-DO tapi bisa dapet beasiswa & double funded (08:04) - Ngeyakinin bisa pindah ke LN walaupun anak seorang pemulung sekalipun (11:11) - Cara Akbar ngumpulin pundi-pundi buat penuhin persyaratan ke LN (13:45) - Beasiswa Italia ini gak banyak orang yg tau; khusus buat orang kurang mampu, gak butuh IELTS maupun wawancara! (20:52) - Ternyata banyak jalan buat dapetin sponsorship  (27:01) - Membuat proposal sponsorship, yang perlu di-highlight (33:07) - Kampus di Italia ini gak meminta rekening koran  (36:08) - University of Florence, Italy - kayak gimana sih?  (39:48) - Cara Akbar cari uang, cerdas banget! Bisa dapet 60jt per hari?!! (46:31) - Struggle tinggal di LN versi Akbar, gak banyak ternyata (48:42) - Akbar udah jalan2 ke mana aja - keliling dunia judulnya (50:21) - Visa kerja di Eropa  (52:39) - Student exchange, Erasmus! Bisa jalan2 keliling dunia + dapetin uang lagi (58:36) - Akbar di Belanda, kerja fully remote (1:01:09) - Apakah pindah ke Italia cocok untuk kalian? (1:02:05) - Faktor pendorong Akbar untuk bisa lanjut terus  (1:04:22) - Mentalitas yg salah orang Indonesia  ketika mau pindah ke LN (1:06:53) - Mulai habit ini untuk wujudin mimpi kalian ke LN  (01:09:11) - Pesan penting dari Akbar untuk teman2 Indonesia (01:13:37) - Closing & outro Julian

    1h 16m
  3. Ep 24: Jerman: Gresik ke Berlin, Anak Bandel jadi HRD di Tesla | Evan Haydar

    13/10/2025

    Ep 24: Jerman: Gresik ke Berlin, Anak Bandel jadi HRD di Tesla | Evan Haydar

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, kita ngebahas tentang cerita anak dari Gresik yang pernah dibilang 'kamu gak bakalan sukses’ sama guru-guru di sekolahnya, tapi akhirnya tetap bisa berkuliah di Berlin, Jerman. Tinggal di kota besar selama 9 tahun mengajarkan Evan Haydar banyak hal, termasuk bagaimana menghadapi ADHD yang diidapnya. Lebih dari itu, Evan juga terus berkarya hingga sudah mengeluarkan bukunya sendiri, Hidup Itu Keras. Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu!   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian (01:06) - Kenalan sama Evan, anak Gresik bandel yg tinggal di Jerman 9 tahun (05:20) - Les Bahasa Jerman di Goethe, titik pemikiran awal pindah ke LN (08:27) - Proses awal, biaya kursus, dan 'block account’ utk visa (12:58) - Pencarian tempat tinggal sebelum berangkat ke Jerman (14:30) - Cerita berangkat ke Jerman - kaget bahasa  (17:28) - Tentang Studienkolleg  (22:20) - Berlin, POV awal Evan (25:35) - Kenapa beberapa temen2 Evan gak lolos ke Jerman  (28:24) - Cerita masuk Samsung, Tesla (31:30) - Skill yg disukain kerja di perusahaan multinasional, growth (37:49) - Kultur kerja di Jerman vs Indonesia (41:43) - Kultur kerja di Prancis, POV Julian (44:14) - What keeps Evan going setiap harinya & upbringing  (42:33) - Kerja part-time untuk nambah pemasukan bulanan (44:51) - Sandwich generation, Evan & charity (50:53) - Tentang berbagi, upbringing Julian  (52:03) - Bekerja di 3 perusahaan sejak dini untuk tinggal di luar negeri (57:28) - Menurunkan ego untuk perkembangan diri (1:02:46) - Tinggal di LN: Harus adaptif, berani speak-up, & mental tahan banting (1:06:06) - Hati-hati memilih circle, they'll shape you! (1:12:45) - Evan & ADHD  (1:18:55) - Berhenti menggunakan obat-obatan ADHD?! (1:24:51) - Kebiasaan orang Indo + bagaimana mencapai sukses (01:27:09) - Kebiasaan yang bisa dimulai hari ini (01:35:06) - Pesan dari Evan untuk teman2 Indonesia (01:37:41) - Closing & outro Julian

    1h 39m
  4. Ep 23: Inggris: Bukan Chindo Kaya, Bisa S2 di China dan S3 di Inggris FULL Beasiswa!

    23/09/2025

    Ep 23: Inggris: Bukan Chindo Kaya, Bisa S2 di China dan S3 di Inggris FULL Beasiswa!

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, kita ngebahas tentang beasiswa ke luar negeri, bareng Jason Jonathan yang memiliki mimpi ini dari tahun 2009, dan akhirnya bisa tercapai di tahun 2019. Jason buka-bukaan tentang kenyataan bahwa tidak semua orang Chinese di Indonesia itu kaya, termasuk Jason! Butuh waktu 10 tahun, dari gagal tembus beasiswa sejak SMA berkali-kali, sampe dapet kuliah S1 di Universitas Indonesia, ambil beasiswa Tanoto Foundation hingga akhirnya bisa lanjut S2 di University of Nottingham Ningbo China. Jason juga sempat bekerja di 3 perusahaan sekaligus, belajar mengelola uang dan tidak terlilit hutang dari kartu kredit seperti yang telah dialami keluarganya dulu, hingga bisa melanjutkan studi S3, lagi-lagi dengan beasiswa di Inggris hari ini. Kita bahas banyak tentang mindset juga di episode kali ini, di akhir episode Jason juga membagikan pesan praktis untuk kalian temen-temen Indonesia yang bermimpi kuliah dan kerja di luar negeri!   📌 Jangan lupa jawab poll di Spotify setelah dengerin ya! Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian (02:45) - Siapa Jason, dan kenalan melalui tulisannya (04:17) - Kenapa Jason bikin tulisan itu dan sempet ngerasa jauh dari mimpi tinggal di LN (07:04) - Serial kegagalan Jason tembus beasiswa: Pertama kali Jason apply program sekolah di LN dari SMA (09:35) - S1 menggunakan beasiswa: Tanoto Foundation (10:22) - Background story Jason mau banget tinggal di LN (12:25) - Masalah keuangan keluarga, tapi tetep kuat mau tinggal di LN  (15:39) - Beasiswa S2 di China - University of Nottingham Ningbo China (18:35) - Persyaratan dapetin beasiswa S2 ke China (21:23) - Awal rencana Jason ambil beasiswa (23:30) - Cara bikin essay yang 'stand-out’, dos and don'ts (28:02) - Beres S2, kenapa Jason lanjut S3 (35:49) - Manfaat dari membaca (39:52) - Gimana beasiswa bisa membantu finansial hari-hari (42:33) - Kerja part-time untuk nambah pemasukan bulanan (44:37) - Kewajiban bekerja dari beasiswa S3 (46:16) - Mengelola keuangan dengan investasi (52:03) - Bekerja di 3 perusahaan sejak dini untuk tinggal di luar negeri (55:09) - Mindset tentang penggunaan kartu kredit (58:14) - Pentingnya memiliki target: langit & mental support-system (1:02:48) - Mindset: Apa yang harus mulai dilakukan dan juga stop lakukan (1:08:14) - Healing journey dari Jason yang pernah obesitas (1:11:57) - Refleksi kehidupan Jason > 10 tahun untuk mencapai mimpinya (1:15:23) - Rencana ke depan Jason, korupsi di Indonesia menjadi alasan (1:18:59) - Pesan untuk teman-teman Indonesia (01:20:23) - Closing & outro Julian   Follow Jason di Instagram:  >> Jason G Jonathan   Program Exchange dari SMA: >> AIFS - American Institute for Foreign Study   Beasiswa S1 >> Tanoto Foundation   Beasiswa S2 di China >> S2 University of Nottingham Ningbo China

    1h 22m
  5. Ep 22: Prancis: Kuliah S1 S2 3-4jtan, Kerja, dan Menetap 11 TAHUN!

    12/09/2025

    Ep 22: Prancis: Kuliah S1 S2 3-4jtan, Kerja, dan Menetap 11 TAHUN!

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, kita ngobrol bareng Resya Ayunda Silvani (Echa), yang udah tinggal di Prancis lebih dari 11 tahun!  Kita mau bagiin ke kalian cara pindah ke Prancis, mulai dari belajar Bahasa pas masih di Indonesia, lanjut di Prancis, dapetin kuliah S1, lanjut S2, YANG TERNYATA GAK MAHAL! Sampai akhirnya gimana bisa dapetin kerja dan dapetin gaji Euro dengan kerja sama orang/perusahaan lokal di Prancis. Kalau kalian mau pindah ke Prancis juga, episode ini bakal ngasih step-by-step yang bisa kalian ambil, dan lebih dari itu, gambaran real banget soal hidup di Prancis!   Dalam episode ini, kita bahas: Gimana awalnya bisa kuliah di Prancis dengan biaya super murah Belajar bahasa Prancis di Indo dulu lewat IFI, dan Alliance Française di Prancis Detail biaya hidup harian: sewa, transport, makan, dll Kerja part-time buat mahasiswa Sistem social security gratis yang disediain pemerintah Prancis (CAF, CPAM, Carte Vitale) Support komunitas Indo di Prancis Personal growth Echa & pesan buat temen2 Indo yang pengen ke Prancis   📌 Jangan lupa jawab poll di Spotify setelah dengerin ya! Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian (02:05) - Kenalan sama Resya (Echa) Ayunda Silvani (03:17) - Awal perjalanan Echa ke Prancis (05:33) - Ambil gap year untuk belajar Bahasa Prancis  (10:44) - Proses daftar kursus lewat @IFI di Jogja dan Alliance Française di Paris, dan Universitas Aix-Marseille di Aix-en-Provence (14:40) - Biaya awal kursus intensif level A1-A2 di Jogja  (16:18) - Budget yang harus disiapkan sebelum pindah ke Prancis (18:04) - Alasan Echa kurang cocok sama kehidupan di kota Paris (21:44) - Biaya kuliah S1 dan S2 di Prancis (26:20) - Kualitas universitas negeri dan swasta di Prancis (27:53) - Penting / enggak bisa berbahasa Prancis sebelum pindah (31:22) - Biaya hidup bulanan di Prancis (34:25) - Sistem social security gratis yang disediain pemerintah Prancis (35:45) - Kerja part-time, gaji perbulan, & hak mahasiswa di Prancis (39:09) - Cara mendapatkan tempat tinggal di Prancis lewat SeLoger, Leboncoin, Studapart atau grup Facebook (42:10) - Gambaran adaptasi awal di Prancis (47:19) - Realita, fakta orang Prancis, dan pengalaman Echa dirasis-in (53:56) - Dapetin kerja di Prancis, ‘formation’ / pelatihan kerja yang disediakan (56:38) - Fasilitas dan bantuan bagi pekerja di Prancis (1:01:55) - Bagaimana Echa keliling dunia menggunakan bus aja!  (1:04:59) - Mindset yang harus dipunya dan habit yang harus ditinggalkan (1:04:59) - Yang bikin Echa bertahan = diri sendiri (1:12:50) - Pesan untuk teman2 Indonesia agar bisa mewujudkan mimpi kalian (01:15:13) - Closing & outro Julian   Follow Ara di Instagram:  >> Resya Ayunda   Kursus Bahasa Prancis: >> IFI - Indonesia >> Alliance Français - Prancis >> Universitas Aix-Marseille - Prancis   Cari tempat tinggal di Prancis: >> SeLoger >> Leboncoin >> Studapart

    1h 17m
  6. Ep 21: Jepang: Gak Harus Jadi Si Paling Jenius, Kunci Dapetin Beasiswa itu ‘Sederhana’, Ara Jadi Satu-satunya Awardee Indonesia 2023

    28/08/2025

    Ep 21: Jepang: Gak Harus Jadi Si Paling Jenius, Kunci Dapetin Beasiswa itu ‘Sederhana’, Ara Jadi Satu-satunya Awardee Indonesia 2023

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, kita ngobrol bareng Mutiara Arsya (Ara), — lulusan Universitas Airlangga yang sekarang lagi melanjutkan studi di Jepang lewat beasiswa Ajinomoto, sebagai satu-satunya orang Indonesia yang lolos di tahun 2023.   Dalam episode ini, kita bahas: Kenapa Ara memilih Jepang Apa itu beasiswa Ajinomoto dan gimana cara dapetinnya Tips powerful menulis esai (dan kesalahan yang harus dihindari) Mindset yang penting banget sebelum pindah ke luar negeri Realita hidup di Jepang sebagai Muslimah Kebiasaan kecil yang bisa kamu mulai dari sekarang   Dan yang paling penting, Ara kasih pesan khusus buat kamu yang lagi berjuang dapetin beasiswa — atau bahkan baru mulai mimpiin tinggal di luar negeri. 📌 Jangan lupa jawab poll di Spotify setelah dengerin, comment MAU, pendengar yang beruntung akan dapetin FREE TEMPLATE ESSAY dari Ara! Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian (01:34) - Kenalan sama Mutiara Arsya (Ara) (02:24) - Awal perjalanan dan alasan pindah Jepang (05:54) - Kenapa Jepang? (08:20) - Penjelasan detail beasiswa Ajinomoto  (13:53) - Gambaran kehidupan di Jepang (16:52) - Kunci dapetin beasiswa (18:41) - Active learning mengasah Bahasa Jepang  (21:27) - Clarity over complexity; cara menulis esai yang baik (25:08) - Kesalahan umum dalam menulis esai (28:37) - Faktor pendorong Ara bisa sampai di titik ini (30:46) - Mindset dan fakta tentang diet (34:45) - Proses menantang sampai jadi the only Indonesian awardee (37:09) - Siapa yang bisa bantu untuk #mulaiajadulu (40:40) - Pola pikir yang harus dipunya sebelum pindah ke LN (48:15) - MULAI DARI SINI (51:02) - Realita hidup di Jepang; pengalaman pribadi Ara (57:36) - Tantangan sebagai Muslimah di negara orang (59:01) - Lanjut di Jepang atau kembali ke Indonesia? (1:01:24) - Pejuang beasiswa, Ara mau bilang ini ke kamu (1:02:44) - Habit ini bisa dimulai hari ini (1:03:48) - Outro dan isi poll untuk dapetin FREE TEMPLATE ESSAY! Follow Ara di Instagram:  >> Instagram   Ajinomoto Scholarship: >> Click here

    1h 6m
  7. Ep 20: Australia: Usia 29, Rumah Lunas dalam 2 Tahun, Tanpa KPR Bank

    08/08/2025

    Ep 20: Australia: Usia 29, Rumah Lunas dalam 2 Tahun, Tanpa KPR Bank

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, kita ngobrol bareng Cynthia Diandra, asli Jogja, sekarang dia tinggal dan bekerja di Sydney, Australia. Bukan sekadar cerita soal pindah negara, Chyntia dengan jujur membagikan proses dari awal banget—mulai dari visa, budget terbatas, cari agen pendidikan, sampai kerja keras lewat sistem drop CV door-to-door. Dan kalau kamu mikir usia di atas 30 tahun bikin peluang makin kecil, Chyntia bakal kasih jawaban yang membuka mata. Episode ini cocok banget buat kamu yang punya mimpi #KaburAjaDulu, tapi masih ragu soal biaya, umur, atau mental. Karena ternyata, semua orang bisa mulai… asal tahu langkah pertamanya.   Dalam episode ini, kita bahas: Fakta atau mitos: kerja di Aussie bisa nabung sampai 1 miliar? Gimana Chyntia memulai langkah pertama dari Jogja ke Sydney Tips cari agen pendidikan buat kuliah di luar negeri Jenis-jenis visa dan pilihan paling realistis Masih bisa dapet kerja di luar negeri meski usia 30+? Tips dapetin kerja pakai LinkedIn dan Seek, drop CV door-to-door, tips interview  Pentingnya menjaga hubungan dengan mantan atasan Mindset yang perlu dibenahi: goal mereka bukan goal kita! 1 hal wajib yang harus kamu punya sebelum pindah ke luar negeri Pesan untuk kamu yang lagi nyusun langkah baru dalam hidup   PERLU DICATAT!!!! EPISODE INI TIDAK BISA DIJADIKAN PATOKAN UNTUK PELAMARAN VISA, KARENA INFORMASI YANG BERUBAH2! PERLU DILAKUKAN VERIFIKASI KE PIHAK YANG TERKAIT.   Adapun beberapa info yang bisa kami tambahkan / koreksi: 1. Durasi Visa 485 → maksimal 2 tahun untuk Bachelor/Master coursework, dan 3 tahun untuk Master by Research & PhD  2. Batas usia Visa 485 → 35 tahun saat apply 3. Hak kerja pasangan student visa & 485 → full-time hanya berlaku untuk pasangan jenjang Master ke atas; pasangan Bachelor dibatasi 48 jam/2 minggu 4. Masuk SOL → sponsor perusahaan → meskipun lebih memungkinkan, tetap ada syarat tambahan seperti skill assessment, pengalaman kerja, gaji sesuai TSMIT per 1 Juli (AUD $73,150/tahun), dan employer harus terdaftar sebagai sponsor 5. Sistem poin skilled migration → Guest sempat menyebut bahwa dengan visa 485 mereka bisa punya kesempatan mengumpulkan poin dari payslip pekerjaan yang sesuai skilled occupation list. Poin itu sumbernya beragam (usia, pendidikan, bahasa, pengalaman kerja, dll.) dan payslip hanyalah salah satu bukti untuk klaim poin pengalaman kerja   Timestamps: (00:00) - Opening & intro Julian (01:23) - Siapa Chyntia (02:14) - Alasan awal pemikiran pergi ke Australia (04:40) - Step-step pertama yang Chyntia ambil (08:42) - Education Republic, agen pendidikan yang membantu anak muda Indonesia kuliah di luar negeri (14:56) - Budget terbatas, tetap bisa berangkat kah? (17:46) - Tipe visa, berangkat dari Jogja ke Australia (24:41) - ”Usia di atas 30 tahun, masih bisa dapet kerja di LN kah??” (26:14) - Pekerjaan Chyntia sebagai full time employee di Australia (28:14) - Apply kerja pake sistem drop CV, door-to-door aja! Pentingnya menjaga hubungan dengan atasan di tempat kerja sebelumya (35:30) - Kerja di Aussie, mulainya dari mana!?? (37:47) - Faktor pendorong Chyntia bisa berhasil sampai di titik ini (45:16) - The famous, 'homesick’ story (48:34) - Mindset: goal mereka bukan goal kita! (53:41) - That one thing, yang wajib dimiliki orang Indonesia sebelum pindah ke Australia, dan negara manapun (55:54) - Pesan buat teman-teman Indo yang punya mimpi merubah jalan hidupnya, dengan pindah ke LN (58:27) - Mulai dari jalanin 1 habit ini (1:01:07) - Outro & poll untuk kalian isi! Ikuti Chyntia di Instagram:  >> Instagram

    1h 2m
  8. Ep 19: Albania: Begini Realita Kehidupan Mix Marriage with Fathin Basha

    10/06/2025

    Ep 19: Albania: Begini Realita Kehidupan Mix Marriage with Fathin Basha

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders, podcast yang mengupas cerita inspiratif orang Indonesia yang membangun kehidupan di luar negeri. Di episode ini, kita ngobrol bareng Fathin Basha, yang adalah lulusan S1 dari sebuah universitas di Taiwan, jalur scholarship, pernah bekerja sebagai Muslim Travel Planner, telah menemukan cinta sejatinya, dan kini bersama suami menetap di Albania. Bersama Fathin, kita kupas tuntas tentang gimana sih meningkatkan self-value, dan agar dapat menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Banyak dari kita yang mengabaikan red-flag calon pasangan hidup, childhood trauma, love & apology language, di episode kali ini, kamu bakalan belajar banyak gimana caranya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik di mata calon pasangan kita. Buat kamu yang lagi berjuang mencari pasangan sejati, mencari bekal untuk menjadi pasangan WNA, dan mungkin pindah ke luar negeri, episode ini kita bikin khusus untuk kamu! Dalam episode ini, kita bahas: Kenapa past trauma harus diselesaikan Jangan cuman pindah ke luar negeri, tapi gak bisa kerja di sana Kenali diri dulu, baru pasangan kamu, mulai dari love language, apology language, family value, bahkan sampai childhood trauma! Bagaimana mendapatkan apapun yang kamu mau dengan Law of Attraction 100 pertanyaan yang perlu ditanyakan sebelum ke jenjang pernikahan   Jangan skip akhir episode — ada pesan personal dari Fathin untuk kalian bisa memaksimalkan potensi diri kalian supaya gak asal #KaburAjaDulu ✨   Ikuti Fathin di Instagram:  Instagram Timestamps: (00:00) - Intro (01:55) - Siapa Fathin Basha itu (02:41) - Dari tidak percaya pernikahan, sampai akhirnya bertemu pasangan hidup (05:45) - "Melengkapi kekuranganku” - 1 alasan Fathin bisa jatuh cinta (09:36) - Misi Fathin; membantu wanita Indonesia mendapatkan pasangan yang berkualitas (12:12) - Jangan jadikan dapet transferan uang setiap bulan sebagai mindset awal yang benar, ini alasannya (15:04) - Jika masih punya past trauma, selesaikan dulu (18:52) - Kenali calon pasangan, jadikan dia sebagai teman dulu, perspektif Julian (20:25) - Tambahan dari Fathin, ta’aruf 3 bulan itu penting, pastikan pasanganmu bisa menjadi teman hidup di masa depan (22:26) - Past trauma, mengapa, dan bagaimana menyelesaikannya (26:11) - Bahaya tidak memahami love language kita dan pasangan (33:42) - Ketidakcocokan, salah satu alasan perceraian terbesar (37:11) - Step awal meningkatkan self-value agar terus dicintai pasangan hidup (39:44) - Deteksi apakah pasangan kalian serius terhadap hubungan kalian (42:59) - Red flag ketika berhubungan secara LDR / online (48:28) - Pria Indonesia ketika PDKT (50:25) - Siap ke jenjang selanjutnya, pernikahan (52:55) - Apa yang bisa dilakukan untuk bisa menjaga hubungan yang sehat (55:31) - Apology language, apakah itu?  (1:00:06) - Menjadi menantu bagi keluarga WNA (1:10:27) - Childhood trauma, pentingkah dibahas bersama pasangan kita? (1:16:04) - Nemuin jodoh dengan mengaplikasikan ‘LoA’. Apa aja langkah praktisnya? (1:21:55) - Pertanyaan ini wajib ditanyakan sebelum ke jenjang pernikahan! (1:24:47) - Pesan dari Fathin untuk kalian yang masih kurang pede, terlebih ketika menjalin hubungan sama si bule (1:27:20) - Q&A dan poll untuk kalian isi!!!

    1h 28m

About

INDOS ACROSS BORDERS is the podcast where we dive into the inspiring, unfiltered, yet unique stories of Indonesians living abroad — those who have confronted their fears, embraced new challenges, and are making their mark across the globe. Hosted by me, Julian Vatelier, an Indonesian living in France, this podcast was created to provide Indonesians with the inspiration and support to start their journeys abroad. I began my own journey knowing nothing about life abroad, but now I’m enjoying the path I’ve taken and continue to learn along the way. That’s why I podcast.