Ketika hati terasa gelisah, mudah marah, dan hidup terasa semakin rumit, bisa jadi masalahnya bukan di luar, tapi di dalam—yaitu kualitas shalat kita. Shalat sangat menentukan ketenangan hati, akhlak, dan datangnya pertolongan dari Alloh. Jika shalat tidak bermutu, maka dampaknya akan terasa pada seluruh aspek kehidupan. Ciri shalat yang buruk di antaranya adalah terasa berat, dilakukan karena ingin dilihat orang lain, sering ditunda-tunda, dikerjakan terburu-buru tanpa tuma’ninah, sedikit mengingat Alloh, malas berjamaah, dan dilakukan secara asal-asalan termasuk dalam wudhu dan gerakannya. Shalat seperti ini tidak akan membawa perubahan, bahkan bisa membuat hidup semakin tidak terarah. Sebaliknya, shalat yang baik akan memperbaiki hati, menenangkan jiwa, mengendalikan emosi dan hawa nafsu, serta menjaga dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat juga menjadi penghapus dosa dan pembuka pertolongan dari Alloh. Maka, yang perlu kita perbaiki bukan hanya jumlah shalat, tetapi juga kualitasnya—dari persiapan, kekhusyukan, hingga kesungguhan dalam menjalaninya. Jika shalat kita diperbaiki dengan istiqomah, maka urusan lain akan ikut diperbaiki oleh Alloh.