Proxemics Podcast

White Wood Pod

Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art of influencing di balik berita viral, krisis korporasi, hingga dinamika politik dan bisnis di Indonesia. Bukan sekadar teori, setiap episode adalah studi kasus nyata tentang bagaimana pesan dirancang, reputasi dibangun, dan persepsi publik dikendalikan.🔍 Topik Utama:✅ Analisis Kasus Viral & Manajemen Krisis✅ Strategi PR & Corporate Comm✅ Psikologi Audiens & Media Trend✅ Marketing, Branding & Reputation🚀 Wajib dengar buat: Praktisi PR, Marketers, Entrepreneur, Mahasiswa, & siapa saja yang ingin paham "permainan" di balik layar media. Kami juga membahas leadership skills, personal branding, dan tips karier untuk profesional yang ingin upgrade kemampuan komunikasi. Produced by White Wood Pod.👇 Connect with us:YouTube: @proxemicspodcast Instagram: @proxemics.podcast Business Inquiries: contact@proxemicspodcast.com

  1. 14 may

    Blunder PR Taksi EV, Fenomena 'Viral Justice', & Pesan Tersembunyi Film Joko Anwar | 031

    Di episode kali ini, kita membedah berbagai isu panas dari kacamata Public Relations (PR) dan tata kelola krisis. Mulai dari tabrakan taksi EV yang memicu perdebatan komunikasi brand, hingga skandal proyek fiktif kementerian yang merugikan industri Event Organizer (EO) ratusan miliar rupiah! Jangan lewatkan juga diskusi mendalam tentang inkonsistensi kebijakan insentif kendaraan listrik dan fenomena meresahkan di mana publik harus viral dulu di podcast untuk mendapat keadilan. Dengarkan terus untuk mendapatkan wawasan tajam seputar strategi komunikasi dan public affairs! Jangan lupa Subscribe dan Like untuk mendukung diskusi kami. 🎧 Dengarkan juga di Spotify:https://open.spotify.com/show/5hj7EcLAUfoS5hvuBVhaaf?si=6b4a45bde6ea45b3 🎙️ Executive Summary (TL;DR) Episode Proxemics Podcast ini menyoroti analisis krisis komunikasi pada kasus kecelakaan taksi listrik (EV) di mana pernyataan resmi brand dinilai kurang empatis. Diskusi berlanjut pada polemik insentif EV, mempertanyakan apakah kebijakan ini stimulus industri atau sekadar subsidi bagi masyarakat menengah ke atas. Kami juga membedah kelemahan tata kelola pengawasan dalam kasus SPK fiktif oknum Kemenperin yang merugikan vendor EO hingga Rp124,8 miliar, ancaman krisis kepercayaan perbankan, serta pesan kritik sosial dalam film terbaru Joko Anwar. 💡 Key Takeaways Krisis Komunikasi Taksi EV: Standby statement perusahaan dinilai terburu-buru dan murni digerakkan oleh motif legal, mengabaikan unsur empati yang krusial dalam dunia PR.Inkonsistensi Kebijakan Mobil Listrik: Perdebatan mengenai pencabutan insentif pajak EV yang digeser ke daerah (Opsen) menunjukkan volatilitas iklim investasi di Indonesia yang bisa membuat investor asing ragu.Tragedi Vendor & Proyek Fiktif: Penyalahgunaan jabatan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menyoroti lemahnya sistem pengawasan proyek pemerintah, berujung pada kerugian masif bagi agensi.Fenomena 'No Viral, No Justice': Kasus penipuan nasabah bank Rp28 miliar membuktikan rapuhnya sistem check and balance, di mana keadilan seringkali baru ditegakkan setelah dibahas di podcast besar.❓ Q&A Strategis Apa yang salah dari komunikasi krisis brand taksi EV pasca kecelakaan? Pernyataan awal mereka dinilai hanya fokus pada perlindungan hukum dan factual update untuk meredam spekulasi, namun gagal menunjukkan empati dan simpati mendalam terhadap situasi korban. Mengapa kasus SPK fiktif di Kemenperin bisa terjadi dan sangat merugikan EO? Oknum pejabat memanfaatkan wewenangnya untuk membuat proyek tanpa dasar anggaran. EO yang percaya pada relasi atau proses formalitas terjebak mengeluarkan modal sendiri (menalangi) untuk acara yang secara resmi tidak terdaftar. Bagaimana tanggapan terkait kebijakan pajak EV saat ini? Terdapat dua pandangan: insentif EV krusial untuk menarik investasi asing (FDI), namun di sisi lain bisa dianggap tidak adil atau menjadi subsidi kelas menengah atas jika diterapkan tanpa batasan/kuota yang jelas. ⏱️ Timestamps 00:00 - Highlight & Pengantar Episode 01:42 - Kecelakaan Taksi EV: Analisis Statement Krisis & Empati 16:25 - Polemik Insentif EV: Stimulus Industri vs Subsidi Orang Kaya? 32:37 - Kasus SPK Fiktif Kemenperin 124 Miliar & Nasib Agensi 49:32 - Kasus Penipuan Bank & Bahaya Era "Viral Justice" 55:34 - Pesan Terselubung & Kritik Sosial di Film Joko Anwar 01:01:52 - Lelang Spektrum 700 MHz: Infrastruktur Penting untuk Era AI ℹ️ Tentang Proxemics Podcast Proxemics Podcast adalah wadah diskusi mendalam yang membedah isu-isu hangat di Indonesia—mulai dari kebijakan publik, geopolitik, hingga tren Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    1 h 2 min
  2. 7 may

    Dari SEO ke GEO: Evolusi Digital Marketing Beauty Brand Bersama Boss Paragon | 030

    Industri kecantikan Indonesia memiliki 7.500 brand yang bersaing ketat. Bagaimana Paragon Corp dengan 16 brand-nya seperti Wardah dan Emina memenangkan persaingan menggunakan AI dan Generative Engine Optimization (GEO)? Tonton episode ini sampai habis untuk mengetahui rahasia dapurnya, dan jangan lupa untuk Subscribe serta tinggalkan Like Anda! 🎙️ Executive Summary (TL;DR) Episode podcast Proxemics kali ini menghadirkan Tessi Fathia Adam, Senior Group Head Global Technology Business Accelerator di Paragon Corp. Diskusi strategis ini membedah transformasi digital dalam ekosistem beauty brand, mencakup peluncuran Wardah GPT, transisi dari SEO konvensional ke GEO, serta penerapan prinsip Ethical AI. 💡 Key Takeaways Hyper-Segmentation Strategy: Paragon menyusun strategi komunikasi untuk 16 brand berbeda dengan memetakan minat (passion point) spesifik dari konsumen.Sinergi Manusia & AI: Penerapan pedoman Ethical AI menempatkan talenta manusia sebagai mastermindpengambil keputusan, sementara AI difungsikan sebagai eksekutor berskala besar.Evolusi ke Generative Engine Optimization (GEO): Paragon mengadaptasi tren pencarian dengan merilis Wardah GPT dan memastikan informasi produk mereka ramah terhadap mesin AI (GEO).Manajemen Influencer Skala Besar: Membangun Paragon Creator Hub yang mengelola lebih dari 150.000 afiliator untuk menciptakan relevansi nano/micro, sambil tetap memanfaatkan Mega KOL untuk awareness.❓ Q&A Strategis Apa itu prinsip Ethical AI di Paragon Corp? Penggabungan strategis antara kecerdasan buatan dan kontrol manusia. Manusia bertindak sebagai konseptor, sedangkan AI difungsikan sebagai eksekutor agar pekerjaan operasional menjadi lebih terskala dan efisien tanpa kehilangan akurasi. Mengapa brand harus mulai beralih dari SEO ke GEO? Pergeseran perilaku konsumen adalah kunci utamanya. Audiens mulai beralih ke layanan konsultasi berbasis AI (seperti ChatGPT) untuk mencari produk. Marketer harus mengoptimalkan informasi produk (GEO) agar muncul dalam algoritma rekomendasi mesin generatif tersebut. ⏱️ Timestamps 00:00 - Persaingan Ketat 7.500 Brand Kecantikan di Indonesia 02:08 - Siapa Tessi Fathia Adam & Perannya di Paragon04:24 - Transformasi Digital Era COVID & Customer Care via WhatsApp 08:55 - Strategi Hyper-Segmentation untuk 16 Brand 16:16 - Mencegah Kanibalisasi Produk Antar Brand Paragon 24:47 - Prinsip Ethical AI: Kombinasi Ekspertis Manusia & Skalabilitas AI 33:04 - Peran Mega KOL vs Kebutuhan Nano/Micro Influencer 36:42 - Ekosistem Afiliator Paragon Creator Hub 40:19 - Komunikasi & Orkestrasi Antar Brand Manager 51:44 - Evolusi Tren Pencarian: Beralih dari SEO ke GEO 55:48 - Budaya Kerja Organisasi: Iterasi, Agility, & Standar Hiring 👥 Credits & Links Guest: Tessi Fathia AdamHosts: Mercy Tahitoe, Stephanie SiciliaRegulars: Adwi Yudiansyah, Sofyan Herbowo, Reza Amirul, Jonathan TenggaraProxemics Podcast is produced by White Wood Pod. Our Agencies: White Wood DigitalPraxisPrajnaExplicarPrognosaTags: #PublicRelationsIndonesia #DigitalMarketingID #GenerativeEngineOptimization #StrategiBisnis #PodcastKomunikasi #BeautyIndustryID #MarketingStrategy #podcastpublicrelations #publicrelationspodcast Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    1 h 8 min
  3. 9 abr

    Kenapa Agensi Kreatif Harus Waspada Ambil Proyek Pemerintah? | 029

    Di episode kali ini, kita membongkar berbagai isu hangat dari kacamata Public Relations dan Public Affairs, mulai dari kacaunya komunikasi pemerintah soal BBM hingga ancaman AI yang menurunkan trafik media massa hingga 50%. Jangan lewatkan diskusi mendalam tentang bagaimana krisis ini mempengaruhi masa depan industri kreatif dan kebebasan pers di Indonesia!  Subscribe dan like untuk mendapatkan insights strategi komunikasi. Poin-Poin Penting Episode Ini: Krisis Komunikasi Pemerintah: Kurangnya transparansi, konsistensi, dan kejelasan arahan dari pembuat kebijakan terkait spekulasi kenaikan harga BBM menciptakan informasi yang berseliweran dan kebingungan masif di masyarakat. Disrupsi AI & Ancaman Pers: Penggunaan AI yang melakukan crawling pada portal berita menyebabkan penurunan trafik kunjungan media secara drastis. Di sisi lain, intervensi pemilik modal yang mem-bypass ruang redaksi menjadi ancaman serius bagi independensi dan demokrasi pers. Kriminalisasi Pelaku Kreatif: Kasus pekerja video Amsal Sitepu menyoroti minimnya pemahaman aparat terhadap proses bisnis production dan post-production. Tagihan biaya editing yang dianggap kerugian negara berpotensi membuat agensi swasta takut bermitra dengan instansi pemerintah. Hegemoni Wacana Geopolitik: Perang modern adalah perang opini di mana aktor negara rela membayar influencer jutaan dolar untuk menjaga citra dan memutarbalikkan etika komunikasi publik. Tanya Jawab Seputar Episode Ini: Q: Apa penyebab utama penurunan trafik media siber saat ini? A: Penyebab utamanya adalah pergeseran konsumsi audiens menuju AI. Mesin pencari berbasis AI secara otomatis merangkum berita dari berbagai media langsung ke layar pengguna, membuat audiens tidak perlu mengeklik atau mengunjungi situs asli media tersebut. Q: Mengapa kasus Amsal Sitepu sangat mengkhawatirkan bagi pekerja agensi dan industri kreatif? A: Kasus ini membuktikan bahwa aparat hukum tidak memahami wajar-tidaknya struktur biaya industri kreatif. Penagihan tahapan post-production seperti editing dan dubbing justru dikategorikan sebagai praktik yang merugikan negara, yang pada akhirnya dapat menghancurkan ekosistem bisnis dan menakuti vendor yang ingin membantu pemerintah. Q: Bagaimana pakar PR memandang informasi yang beredar terkait konflik Timur Tengah? A: Pakar PR melihatnya sebagai bentuk dominasi dan hegemoni wacana. Negara-negara yang berkonflik menggunakan taktik PR, media massa, hingga budaya pop (film) secara sistematis untuk menutupi realitas kejahatan dan merekayasa opini publik dunia. Timestamps: 00:00 - Highlight & Pengantar Episode 01:17 - Isu Spekulasi BBM & Bias Kelas Menengah 06:10 - Subsidi Salah Sasaran: Solar & Transisi LPG 11:27 - Evaluasi Kritis Terhadap Komunikasi Publik Pemerintah 19:15 - Bahaya AI: Trafik Media Anjlok 50% 25:39 - Jurnalisme Kepiting & Ancaman Intervensi Pemilik Media 29:26 - Kasus Amsal Sitepu: Aparat Gagal Pahami Industri Video 34:11 - Alasan Utama Swasta Menghindari Proyek Pemerintah 42:47 - Kacamata PR: Perang Media & Hegemoni Geopolitik 55:36 - Manajemen Isu Industri Otomotif: Kasus Mobil Hybrid Terbakar Entitas & Tokoh yang Disebut: AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), Amsal Sitepu, ChatGPT, Antonio Gramsci, Chery Tiggo, Wuling, BYD, Toyota, PBB. Hosts: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia https://www.whitewood.digital https://www.praxis.co.id https://www.prajna.co.id https://www.explicar.co.id #PublicRelationsIndonesia #KomunikasiStrategis #PublicAffairs #IndustriKreatif #HegemoniMedia #PodcastIndonesia Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    58 min
  4. 9 abr

    Misteri Impor 105.000 Mobil India: Ancaman Nyata Bagi Industri Otomotif RI? | 028

    Gejolak geopolitik Timur Tengah, kontroversi beasiswa LPDP, hingga heboh impor ratusan ribu mobil dari India—ada apa dengan pembuat kebijakan dan ruang publik kita belakangan ini? 🤔 Tonton obrolan tajam dan seru ini sampai habis! 👇 Topik Utama yang Dibahas: Geopolitik & Krisis Ekonomi: Dampak konflik Timur Tengah terhadap melonjaknya harga minyak dunia dan nasib subsidi BBM di Indonesia, serta crisis management secara real-time saat tim media terjebak penutupan airspace. Kontroversi LPDP: Mengupas fenomena expectation gap antara penerima dana pajak publik dan ekspektasi masyarakat, serta bagaimana Algorithmic Gatekeeping Theory membentuk opini massal. Kebijakan Impor & Iklim FDI: Analisis polemik impor 105.000 unit kendaraan niaga (Tata & Mahindra) dari India, dan ancamannya terhadap produsen lokal serta ekosistem investasi (FDI). Social License to Operate: Bedah kasus menjamurnya lapangan Padel di area perumahan, benturan zonasi tata ruang, dan pentingnya externality cost bagi pelaku usaha. Peluncuran Prognosa: Perkenalan layanan riset terbaru dari Praxis yang berfokus pada business forecasting, policy impact studies, dan market behavior. Key PR Insights & Analysis: Q: Apa dampak langsung konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia? A: Dampak terbesarnya ada pada fluktuasi harga minyak mentah dunia yang secara instan membebani anggaran subsidi BBM dan gas negara. Selain itu, ini juga menyangkut kewajiban evakuasi dan keamanan pekerja migran Indonesia (PMI) di kawasan tersebut. Q: Mengapa isu penerima beasiswa LPDP sangat memicu kemarahan publik? A: Terjadi expectation gap (kesenjangan ekspektasi). Publik merasa kucuran dana pajak seharusnya diiringi dengan tanggung jawab moral (return of service) yang kuat kepada negara, bukan glorifikasi terhadap perolehan kewarganegaraan asing. Q: Apa itu Algorithmic Gatekeeping Theory dalam ranah media sosial? A: Ini adalah teori di mana algoritma platform menentukan konten apa yang visible, menjadi tren, dan suaranya diamplifikasi. Algoritma ini seringkali mengarahkan opini publik secara masif dan mempercepat polarisasi komentar. Q: Mengapa izin resmi saja tidak cukup untuk bisnis seperti lapangan Padel di perumahan? A: Selain izin teknis (Technical License to Operate) seperti IMB dan zonasi, bisnis modern wajib memiliki Social License to Operate. Ini berarti harus ada penerimaan dari warga sekitar dan kompensasi atas externality cost (dampak kerugian seperti kebisingan dan kemacetan parkir). ⏳ Timestamps: 00:00 Intro: Ketegangan Geopolitik & Efek Domino Harga Minyak 11:00 Crisis Management: Tim Terjebak Penutupan Airspace MWC 16:05 Fenomena Penerima LPDP, Expectation Gap & Agenda Setting 34:10 Polemik Impor 105.000 Mobil dari India (Tata & Mahindra) 41:50 Isu Lapangan Padel & Pentingnya Social License to Operate 48:00 Etika Pejabat Publik & Pembelian Mobil Dinas Miliaran 54:10 Peluncuran "Prognosa": Unit Riset Prediktif dari Praxis Brands & Entities Mentioned: Praxis, Proxemics Podcast, Explicar, Prognosa, LPDP, Tata Motors, Mahindra, MWC (Mobile World Congress), KPK, US-Indonesia Reciprocal Tariff. Connect with Us: Hosts: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia Our Agencies: https://www.praxis.co.id https://www.prajna.co.id https://www.explicar.co.id https://www.whitewood.digital #PublicRelations #ProxemicsPodcast #Geopolitik #LPDP #KebijakanPublik #InvestasiIndonesia #Prognosa #PodcastIndonesia Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    56 min
  5. 13 mar

    Mengapa Otomotif Bukan Cuma Soal Penjualan? | Peran Customer Life Cycle & PR | 027

    Industri Otomotif Kini Persis Industri Smartphone 15 Tahun Lalu Industri otomotif saat ini sedang mengalami disrupsi besar-besaran, persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu dengan masuknya berbagai brand China yang menawarkan harga agresif dan siklus pembaruan model yang sangat cepat. Kondisi ini memicu perang harga dan mengubah ekspektasi konsumen terhadap standar fitur, membuat loyalitas pelanggan dan strategi retensi menjadi arena pertarungan yang sesungguhnya bagi para pelaku industri. In this episode of Proxemics Podcast... Kita akan membedah strategi bertahan dan taktik pemasaran di tengah pasar otomotif yang sangat dinamis bersama Fahri Basalamah. Kamu akan mempelajari pentingnya konsistensi pesan dalam media mix yang solid, perbedaan fundamental antara pola pikir Public Relations (PR) dan Marketing, serta bagaimana merawat perjalanan konsumen (Customer Life Cycle) dari fase sebelum pembelian hingga tahapan kepemilikan jangka panjang. Key PR Insights & Analysis Q: Mengapa strategi marketing otomotif tidak bisa hanya mengandalkan digital ads secara tunggal?A: Karena proses pembelian konsumen sangat panjang dan berlapis; mereka bisa berpindah-pindah antar dealer sebelum memutuskan, sehingga menuntut bauran media (media mix) yang terintegrasi antara aset digital, luar ruang (OOH), dan TV untuk menangkap audiens di setiap titik sentuh.Q: Bagaimana perbedaan perspektif antara tim PR dan Marketing dalam sebuah organisasi brand?A: Tim PR berfokus sebagai penjaga citra merek (brand guardian) yang mengatur alur pesan dan mitigasi krisis, sedangkan tim marketing memiliki kecenderungan untuk mendorong batasan guna mengejar viralitas dan instanitas volume penjualan.Q: Mengapa peran PR dalam ranah thought leadership sangat esensial di era gempuran Electric Vehicle (EV)?A: Tingginya minat adopsi EV belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman produk; PR dibutuhkan untuk memberikan edukasi publik tentang fakta-fakta vital seperti karakteristik akselerasi, prosedur darurat kecelakaan, hingga cara memadamkan api pada baterai, demi membentuk konsumen yang cerdas.Timestamps: 0:00 - Intro & Analogi Otomotif vs Smartphone 5:18 - Fenomena Perang Harga & Ketahanan Raksasa Otomotif 15:32 - Strategi Konsistensi Pesan & Pentingnya Media Mix 33:49 - Dinamika Internal: PR sebagai Brand Guardian vs Marketing 42:27 - Pameran Otomotif: Ajang Jualan atau Entertainment? 51:18 - Urgensi Thought Leadership & Edukasi Keamanan EV 1:01:05 - Membedah Praktik Customer Life Cycle & CRM Brands/People Mentioned: Fahri Basalamah, Reza Amirul, Hyundai (Santa Fe, Creta, Ioniq 5 N, Palisade), BYD, Chery, Toyota (Alphard), Ford (Raptor F150), Xiaomi, IIMS & GIIAS. Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia Our Agencies: www.praxis.co.id www.prajna.co.id www.explicar.co.id www.whitewood.digital #PublicRelations #ProxemicsPodcast #MarketingIndonesia #IndustriOtomotif #CustomerLifeCycle #otomotifindonesia #marketingindonesia #publicrelationspodcast Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    1 h 5 min
  6. 13 mar

    Apakah AI Akan Menggantikan Pekerja Kreatif? Fakta Tentang Taste & Judgement di Dunia Kreatif | 026

    Apakah industri kreatif akan hancur dengan kemunculan generative AI? Di episode Proxemics Podcast kali ini, kita membedah evolusi peran pekerja kreatif di era kecerdasan buatan bersama Boss Kreatif Bank Jago, Alpine Pribadhy. Kami membahas cara kerja agency modern, benturan strategis antara manajemen risiko PR vs kebebasan kreatif, dan bagaimana "taste is the new currency". 💡 FAQ & Key Insights  Q: Apakah Generative AI akan menggantikan pekerjaan di industri kreatif? A: Tidak sepenuhnya. Meskipun toolsAI bisa mengeksekusi urusan teknis seperti pembuatan copy, gambar, dan ide dalam hitungan detik, ada celah yang tidak bisa diisi oleh AI: judgement (kemampuan menilai), kurasi, dan empati. AI tidak akan mengambil alih pekerjaan, tetapi pekerja yang bisa menggunakan AI sebagai partner brainstorming akan menggeser mereka yang menolak adaptasi. Q: Mengapa tim PR dan Kreatif sering bentrok saat membuat marketing campaign? A: Bentrokan terjadi karena perbedaan prioritas dasar. Tim PR berfokus pada mitigasi risiko, kepatuhan bisnis, dan menghindari backlash publik. Di sisi lain, tim kreatif mengutamakan eksplorasi dan mencari ide paling berani untuk memaksimalkan impact. Solusinya terletak pada komunikasi strategis dan pemahaman batasan brand. Q: Apa skill paling penting untuk pekerja kreatif di era AI? A: Taste (selera) dan judgement. AI bisa memproduksi aset secara instan, namun AI tidak memiliki hati atau empati untuk memvalidasi apakah karya tersebut bisa menyentuh audiens dan benar-benar mewakili persona brand. Q: Apa bahayanya jika brand asal mengikuti tren viral di media sosial? A: Banyak tren viral (seperti di TikTok) yang konteks aslinya negatif, nonsense, atau bahkan berasal dari tragedi. Jika sebuah brand melakukan riding the wavetanpa critical thinking atau penyesuaian dengan brand archetype, mereka sangat berisiko merusak reputasi jangka panjang demi engagement sesaat. ⏱️ Episode Timestamps 00:00 - Intro: Apakah AI Akan Menggantikan Tim Kreatif?03:00 - AI sebagai Tool Produksi vs Partner Brainstorming07:00 - "Taste" sebagai Mata Uang Baru di Dunia Kreatif16:00 - Konflik Abadi: Eksplorasi Kreatif vs Batasan Manajemen Risiko PR27:00 - Analisis Campaign: Strategi Mudik Honda & Persaingan Burger King vs McD34:00 - Bahaya Marketing "Asal Viral" dan Numpang Tren49:00 - Tips Rekrutmen Tim Kreatif: Karakter, Taste, dan Review Portfolio55:00 - Cara Memakai AI untuk Critical Thinking dan Validasi Ide🔗 Mentions & Connections Brands/People Mentioned: Alvin Pribadi, Bank Jago, ChatGPT, Gemini, Nano Banana, Higfield, Taylor Swift, Donald Trump, Bruce Willis, Apple, Samsung, Burger King, McDonald's, BMW, Mercedes-Benz, Honda, Joko Anwar, Nirvana, Queen, The Beatles, Blink-182, Sensodyne, Adweek, Kaskus, One Piece, TikTok, Instagram. Our Agencies: PraxisPrajnaExplicarWhite WoodConnect with Us: Agency: Praxis & White WoodHosts: Mercy Tahitoe & Stephanie SiciliaTags: #PublicRelations #ProxemicsPodcast #MarketingIndonesia #IndustriKreatif #StrategiMarketing #ArtificialIntelligence Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    1 h 6 min
  7. 11 mar

    Benarkah AI Akan Menggantikan Marketer? Analisis Masa Depan Digital Marketing | 025

    Industri otomotif saat ini sedang mengalami disrupsi besar-besaran, persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu dengan masuknya berbagai brand China yang menawarkan harga agresif dan siklus pembaruan model yang sangat cepat. Kondisi ini memicu perang harga dan mengubah ekspektasi konsumen terhadap standar fitur, membuat loyalitas pelanggan dan strategi retensi menjadi arena pertarungan yang sesungguhnya bagi para pelaku industri. In this episode of Proxemics Podcast... Kita akan membedah strategi bertahan dan taktik pemasaran di tengah pasar otomotif yang sangat dinamis bersama Fahri Basalamah. Kamu akan mempelajari pentingnya konsistensi pesan dalam media mix yang solid, perbedaan fundamental antara pola pikir Public Relations (PR) dan Marketing, serta bagaimana merawat perjalanan konsumen (Customer Life Cycle) dari fase sebelum pembelian hingga tahapan kepemilikan jangka panjang. Key PR Insights & Analysis Q: Mengapa strategi marketing otomotif tidak bisa hanya mengandalkan digital ads secara tunggal? A: Karena proses pembelian konsumen sangat panjang dan berlapis; mereka bisa berpindah-pindah antar dealer sebelum memutuskan, sehingga menuntut bauran media (media mix) yang terintegrasi antara aset digital, luar ruang (OOH), dan TV untuk menangkap audiens di setiap titik sentuh. Q: Bagaimana perbedaan perspektif antara tim PR dan Marketing dalam sebuah organisasi brand? A: Tim PR berfokus sebagai penjaga citra merek (brand guardian) yang mengatur alur pesan dan mitigasi krisis, sedangkan tim marketing memiliki kecenderungan untuk mendorong batasan guna mengejar viralitas dan instanitas volume penjualan. Q: Mengapa peran PR dalam ranah thought leadership sangat esensial di era gempuran Electric Vehicle (EV)? A: Tingginya minat adopsi EV belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman produk; PR dibutuhkan untuk memberikan edukasi publik tentang fakta-fakta vital seperti karakteristik akselerasi, prosedur darurat kecelakaan, hingga cara memadamkan api pada baterai, demi membentuk konsumen yang cerdas. Timestamps: 0:00 Intro & Analogi Otomotif vs Smartphone  5:18 Fenomena Perang Harga & Ketahanan Raksasa Otomotif  15:32 Strategi Konsistensi Pesan & Pentingnya Media Mix  33:49 Dinamika Internal: PR sebagai Brand Guardian vs Marketing  42:27 Pameran Otomotif: Ajang Jualan atau Entertainment?  51:18 Urgensi Thought Leadership & Edukasi Keamanan EV  1:01:05 Membedah Praktik Customer Life Cycle & CRM Brands/People Mentioned: Fahri Basalamah  Reza Amirul Hyundai (Santa Fe, Creta, Ioniq 5 N, Palisade)  BYD  Chery  Toyota (Alphard)  Ford (Raptor F150)  Xiaomi  IIMS & GIIAS  Connect with Us: Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia Our Agencies: www.praxis.co.id www.prajna.co.id www.explicar.co.id www.whitewood.digital #PublicRelations #ProxemicsPodcast #MarketingIndonesia #IndustriOtomotif #CustomerLifeCycle #otomotifindonesia #marketingindonesia #publicrelationspodcast Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    1 h 16 min
  8. 9 mar

    Apakah Brand Harus Menjauhi Pandji Pragiwaksono? Analisis Manajemen Krisis | 024

    Stand-up special Mens Rea Pandji Pragiwaksono bikin heboh soal batasan komedi dan brand safety. Di sisi lain, kasus Nadiem Makarim nunjukin brutalnya framing media pas mentalitas "startup" nabrak birokrasi negara. Ditambah KUHP baru & wacana larangan medsos buat anak, medan perang reputasi makin kompleks! Di episode Proxemics kali ini, Mercy, Adwi, Sofyan dan Steph membedah irisan tajam antara hukum, budaya pop, dan strategi korporasi. Kita bahas gimana agensi harus bersikap hadapi influencer berisiko tinggi, kenapa narasi hukum sering kalah cepat dari opini publik, sampai strategi marketing kalau akses digital Gen Alpha beneran diputus negara! 🧠 Yang Kita Bedah (Q&A Highlight): 🎤 Brand Safety vs Pandji: Haruskah brand jauhin figur kontroversial? Nggak selalu! Kalau audiens brand lo menghargai keberanian & value-nya, kolaborasi tetap relevan. 📱 Kasus Nadiem & Isu "Grup WA": Kenapa isu ini merusak reputasi? Karena framing konspirasi nyebar duluan, padahal faktanya itu cuma persiapan kerja ala startup mindset. Di dunia PR, tuduhan awal sering lebih dipercaya dari fakta persidangan! ⚖️ Dampak KUHP Baru: Modernisasi hukum menuntut akuntabilitas tinggi. Brand & agensi nggak bisa lagi lepas tangan soal konten influencer, butuh manajemen risiko yang super ketat. Lo berani hire figur kontroversial buat brand lo atau milih cari aman aja? Drop komentar kalian! 👇 ⏱️ TIMESTAMPS: 00:00 - Intro: Jakarta, The Paddle Capital of the World? 01:35 - Bedah "Mens Rea" Pandji: Seni Komedi vs Ketersinggungan 16:44 - Strategi Brand: Masihkah Kami Meng-hire Pandji? 20:48 - KUHP Baru: Modernisasi Hukum atau Ancaman Agensi? 30:49 - Kasus Nadiem: Benturan "Startup Mindset" dengan Birokrasi 43:00 - Hoaks "Oplosan" Pertamina & Krisis Kepercayaan 46:00 - Wacana Larangan Medsos untuk Anak: Berkaca dari Australia 51:49 - Kasus Timothy Ronald & Bahaya Konten "Instant Success" 📌 Mentioned in this Episode: Pandji Pragiwaksono, Nadiem Makarim, Dave Chappelle, Agnez Mo, Hotman Paris, Timothy Ronald. (Brand/Institusi: Google, Netflix, Pertamina, GoTo). 🏢 Our Agencies: www.whitewood.digital | www.praxis.co.id | www.prajna.co.id | www.explicar.co.id 🎙️ About Proxemics Podcast: Mercy (@mercytahitoe) & Steph (@stephaniesicilia) ngebahas PR, advertising, media, digital marketing, & audience psychology. Buat lo para praktisi yang pengen ngerti interaksi manusia di balik kesuksesan brand, yuk SUBSCRIBE biar nggak ketinggalan insight terbaru! #ProxemicsPodcast #PublicRelations #CrisisCommunication #ReputationManagement #PandjiPragiwaksono #NadiemMakarim Sudah ready untuk di-copy-paste! Mau lanjut ke deskripsi episode berikutnya atau mau dibikinin caption medsosnya sekalian? Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    1 h 10 min

Acerca de

Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art of influencing di balik berita viral, krisis korporasi, hingga dinamika politik dan bisnis di Indonesia. Bukan sekadar teori, setiap episode adalah studi kasus nyata tentang bagaimana pesan dirancang, reputasi dibangun, dan persepsi publik dikendalikan.🔍 Topik Utama:✅ Analisis Kasus Viral & Manajemen Krisis✅ Strategi PR & Corporate Comm✅ Psikologi Audiens & Media Trend✅ Marketing, Branding & Reputation🚀 Wajib dengar buat: Praktisi PR, Marketers, Entrepreneur, Mahasiswa, & siapa saja yang ingin paham "permainan" di balik layar media. Kami juga membahas leadership skills, personal branding, dan tips karier untuk profesional yang ingin upgrade kemampuan komunikasi. Produced by White Wood Pod.👇 Connect with us:YouTube: @proxemicspodcast Instagram: @proxemics.podcast Business Inquiries: contact@proxemicspodcast.com