Alternative Voice

Arda.dwirahayu

Podcast yang lahir sebagai kebutuhan ruang bicara yang nyaman dan bebas. Bicara banyak hal tentang pengalaman hidup, ilmu pengetahuan dan gerakan sosial

  1. 03/04/2022

    Puasa dalam jerat Pop Culture

    Ibadah puasa sesuai dengan firman Allah SWT diorientasikan untuk umat islam memperoleh ketakwaan. "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183) AL Ghazali seperti yang dijelaskan oleh Farid Ahmad takwa dapat didefinisikan sebagai upaya membersihkan diri dari dosa yang sebelumnya belum pernah dilakukan, sehingga lahir motivasi dalam diri untuk meninggalkannya. Dengan kata lain, takwa menjadi upaya untuk menjaga diri dari berbagai kemaksiatan. Dalam upaya menuju tkwa itulah maka serangkaian kegiatan ibadah maraton yang bersifat sunah banyak dilaksanakan. mulai dari shalat tarawih, tadarus al quran, i'tikaf di masjid dan sejumlah aktivitas lainya. Melihat taqwa tersebut dapat ddiketahui aktivitas peribadatan puasa ramadhan tidak terkait dengan eksitensi diri para penganutnya. Namun demikian keterpengaruhan perkembanganv teknologi media sosial (youtube, instagram, twitter) menyebabkan aktivitas puasa terdistorsi. sejumlah pengamal puasa utamanya generasi Z menjadikan puasa untuk menningkatkan eksistensi diri melalui media sosial. Hal ini tentu bukanlah hal yang baru sebab Menurut Muhithiana Prasetyani "Media sosial merupakan salah satu wadah atau tempat dimana penggunanya dapat berinteraksi dengan pengguna lain dan dapat menampilkan eksistensi diri mereka. Media sosial juga sebagai tempat untuk membagi kegiatan atau aktifitas pengguna." Dalam dimensi yang lebih mayor, Upaya menyebarluaskan aktivitas puasa dan aktivitas ibadah ramadhan oleh para pengamalnya Membanjir memenuhi kanal media sosial. Maka sangat memungkinkan pada giliranya aktivitas ibadah puasa dan ibadah lainya berubah bentuk menjadi sekedar budaya pop. kecemasan ini muncul ketika melihat ciri-ciri budaya populer, bahwa ciri budaya populer adalah dimana sebuah budaya menjadi trend dalam kehidupan masyarakat, serta cenderung diikuti atau digemari oleh kebanyakan masyarakat pada umumnya. Bahkan untuk saat ini juga banyak menjadi trending dalam media sosial Keadaan demikian tentunya perlu diantisipasi sebab salah satu dampak negatif dari budaya pop adalah mengaburkan makna dan pergeseran nilai. pengaburan makna dan pergeseran nilai dari puasa tentunya tidak di inginkan bagi umat islam, sebab bagaimanpun puasa menjadi rukun islam maka sakralitasnya peru dijaga dan di kembangkan untuk msyrakat islam itu sendiri. Akhirnya, selamat berpuasa. semoga media hanyalah sebatas media,kehadiranya tak perlu merusak akidah para penggunanya.

    5 min
  2. 02/04/2022

    Setelah Harga Pertamax dinaikan

    Kebijakan menaikan harga pertamax udah dijembreng ke lapangan. . Bagaimana perasaan dan kondisi kantong anda sedulur? Apakah tangki kendaraan anda sudah terisi penuh? . tentu saja mayoritas tangki kendaraan sudah terisi penuh dengan udara. Mantap bukan... . Sebuah upaya umum dilakukan, bergegas menuju SPBU terdekat berburu pertalite. eh ternyata pompa untuk bahan bakar jenis pertalite terpampang tulisan "HABIS/KOSONG". Tiba tiba Pertalite berubah seperti elang jawa makhluk langka yang hampir punah . Tak jauh dari tulisan "HABIS/KOSONG" pompa dengan tulisan Pertamax berbaris mengular kendaraan mengantre untuk segera di isi. Ya.. kendaraan standar (bukan kelas mewah) milik masyarakat hari ini dengan terengah engah naik kelas. Karena harus minum pertamax, bukan karena ingin bergaya.. tapi karena pertalite tidak tersedia. . Katanya sih.. . Konsep menaikan harga pertamax agar si kendaraan mewah tidak membeli pertalite, tapi realita dilapangan justru sebaliknya.. kendaraan tidak mewah harus membeli pertamax. Ini siapa yang main main? . Kalau niatnya membatasi konsumsi mobil mewah terhadap pertalite, yang bisa dilakukan adalah memastikan pertamina sebagai penyedia untuk bisa mendisiplinkan SPBU hanya boleh menjual pertalite untuk kalangan yang semestinya. . . Gampang saja mengeluarkab Kebijakan menaikan pertamax, Lalu pertalite di buat langka dipasaran... Akibatnya masyarakat umum terpaksa membeli pertamax ... Saya curiga dong....ada yang lagi main kasti si kebon tetangga sembari metik rambutan. . Ah sudahlah.... . Berdoa saja..semoga besok tidak ada jumpa pers, atau laporan atau pernyataan publik lainya tentang adanya kenaikan penjualan pertamax meskipun harga sudah dinaikan...jangan juga di anggap beralihnya masyarakat penggunaan pertalite menjadi pertamax sebagai tanda ekonomi masyarakat sudah stabil pasca pandemi....ini udah ndak bener. . Semoga yang lagi keblinger segera eling.

    7 min
  3. 01/04/2022

    Geram Aja Gitu

    Geram soal apa? . Yang pasti geram soal kebijakan yang diambil penguasa. Merekalah ras terkuat di bumi pengangkat megaphone pasti hafal dalih dan dalil yang penguasa sodorkan dan berbagai perangkat intimidasi yang mereka gunakan. Maka sejatinya rasa geram itu tersimpan dalam lubuk hati paling dalam dan tak terlupakan. Seperti halnya mantan yang memilih menikah dengan pria lain demi sebongkah berlian oleh oleh merantau dari negeri seberang, semakin berusaha melupakanmu semakin dalam rindu yang datang. Wkwkwkwk . Geram selanjutnya adalah, kepada generasi pemegang tahta "Agent Of Change". Karena dari sekian persoalan tak muncul gagasan dan ide segar penyelesaian yang patut di implementasikan. Alih alih berharap mereka menjadi motor rolling class rolling system melihat turun kejalan dengan semangat berkobar pun jarang di jumpai. Mungkin asyik yah.. sekali kali liat kumpulan mahasiswa, bikin macet jalan.. bakar ban bekas..sambil nyanyi darah juang, padahal aku tau mereka belum sarapan. . Eh mereka nengok kiri-nengok kanan takut kena pentung petugas....eh ternyata itu bukan di jalan utama, tapi jalan tikus... Demonstrasinya ga di bubarin lah... Malah dibiarin, petugasnya juga mikir nanti adzan magrib paling bubar sendiri. . Yess, demonstrasi mahasisa memang bukanlah cara yang bisa dijadikan alat memperbaiki keadaan namun setidaknya memberi sinyal bahwa ada sejumlah mata yang jeli melihat gerak gerik penguasa. Yang namanya sinyal itu aku anggep mirip peringatan atau tanda, ya demonstrasi itu semacam suara ninu ninu di persimpangan rel kereta api tanpa palang pintu. Kalo mau di terabas ya terabas aja asal punya nyawa sembilan kaya kucing. Bagi penguasa yang sadar diri kalau udah ada ninu ninu mestinya berhenti. Ntar kalo ninu ninu dah selesai ketok palu aja malem malem kaya yang udah udah. . Keep Respect untuk sebagian kecil kota yang masih bergerak tentunya *Perjuangan Baru di Mulai Kawan, tetap semangat !!* Bagi kota lain yang masih ngelindur bagi bagi kue hasil ospek- rebutan kursi pemilu raya mahasiswa-saling rebut dana budgeting ormawa yang hanya seberapa dan soal kecil lain rutinitas tahunan lainya. Yuk segera melek dan bangun dan lakukan tugasmu. Itu aspal depan kampus rindu muncratan ludahmu pas teriak pake megaphon. . Geram hanya sebatas geram. Bukan tak mau berjuang sendiri, tapi nyatanya rumput tetangga kadang menyilaukan. Absen kerja tak bisa dikompromi, tak ada lagi dispensasi bolos urusan organisasi. Maka selagi masih ada kesempatan bolos... Memboloslah... Gunakan waktu membolosmu untuk menyambung lidah suara suara sumbang yang tak terdengar. . Kasian dong, suara adzan udah di batesin.. masa suara curhat masyarakat tega juga kalian cuekin. 😁😁 . Eh lagi.. Buat kamu punya hobi baru karaoke dan nongki di cafe dibayarin komprador, buruan deh berhenti jadi aktivis kampus daripada kebiasaanmu merusak generasi. Jangan kira kebiasaan buruk kalian ga terlacak generasi aktivis sebelumnya, asal diketahui aja angkatan 90an kecewa sama kalian.(gw denger langsung dari sebagian mereka/bisa di confirm tapi personal aja..hehe) . Bangun jiwa jiwa pemberontak, Kepalkan tinjumu.. dan usap dulu iler tidurmu. Segera bergegas kenakan sarungmu, pake peci dan ambil wudhu.

    8 min

About

Podcast yang lahir sebagai kebutuhan ruang bicara yang nyaman dan bebas. Bicara banyak hal tentang pengalaman hidup, ilmu pengetahuan dan gerakan sosial