UNLOCK ALL CONTENT

Dengarin Audio Kajian Dengan kualitas Lebih Baik

$1.99/mo or $14.99/yr after trial

Podcast Dakwah Sunnah

Ikuti kajian, dakwah, dan ajaran Islam yang sesuai dengan Alquran, Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, serta diikuti oleh Tabi’in dan Tabi’ut atabi’in. Dapatkan wawasan keislaman yang mendalam dari para Ustadz bermanhaj Salaf di Indonesia. Kumpulan tersebut dapat diakses dan didownload melalui website: www.podcastdakwahsunnah.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

  1. Disunnahkannya Memberikan Kabar Gembira & Mengucapkan Selamat Atas Kebaikan - Ustadz Firanda Andirja

    4d ago • Subscribers Only

    Disunnahkannya Memberikan Kabar Gembira & Mengucapkan Selamat Atas Kebaikan - Ustadz Firanda Andirja

    Memberikan kabar gembira dan mengucapkan selamat atas kebaikan sesama bukan sekadar bentuk perhatian biasa, melainkan sebuah sunnah yang sering terlupakan di tengah kesibukan dunia yang penuhCompetition ini. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Hud ayat 69 yang artinya, "Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, agar ia memberi kabar gembira dan peringatan," dan firman-Nya dalam Surat Al-Ahzab ayat 45 yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diutus sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan bagi umat manusia. Dari Abu Dawud dan Tirmidzi, diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan, hendaklah ia mengucapkan 'Mabruk lak' (selamat), karena sesungguhnya tahniah itu adalah penundaan kebaikan bagi yang diberi." Hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab Al-Mufrad menyebutkan bahwa seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membawa kabar gembira atas kelahiran anak, maka beliau menjawab, "Semoga Allah memberkahimu, dan semoga ia tumbuh dewasa dalam keberkahan." Dari hadits-hadits tersebut kita memahami bahwa Islam sangat memperhatikan bagaimana cara kita merespons kebahagiaan orang lain, karena setiap kebaikan yang dilakukan seorang muslim layak mendapatkan apresiasi yang tulus, bukan iri hati yang tersembunyi. Memberikan kabar gembira kepada orang yang sedang berduka agar tetap sabar, mengucapkan tahniah kepada sahabat yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Quran, atau sekadar mendoakan kebaikan bagi tetangga yang baru mendapat rezeki, semuanya adalah bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kebiasaan kecil ini ternyata menyimpan pahala yang besar, karena ia mampu mempererat ukhuwah Islamiyah, menghilangkan kedengkian, dan menjadikan hati setiap yang mendengar terasa ringan serta penuh harap akan keberkahan. Ketika kita mampu hadir sebagai pengantar kebaikan bagi sesama, maka kita sedang meneladani sifat-sifat para nabi yang selalu membawa harapan, bukan keputusasaan, dan semoga Allah Subhanahu Wa Taala menjadikan setiap lisan kita sebagai sarana untuk menyebarkan optimisme dan keberkahan di antara umat.

    46 min
  2. Saat Kecewa Melanda, Kuatkan Fondasi Hatimu - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    5d ago • Subscribers Only

    Saat Kecewa Melanda, Kuatkan Fondasi Hatimu - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Ketika kecewa melanda tanpa aba-aba, hati sering terasa rapuh dan dunia seketika kehilangan cahayanya. Di saat seperti ini, kita diajak merenungkan sebuah hikmah mendalam dari Al-Qur'an, bahwa kesabaran bukanlah tanda kelemahan, melainkan fondasi iman yang paling kokoh untuk bertahan menghadapi badai kehidupan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 153, "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar," sebuah janji agung yang meneguhkan jiwa bahwa setiap tetes air mata yang tertumpah tidak pernah sia-sia di sisi-Nya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda melalui Umm Salamah Radhiyallahu Anha bahwa barangsiapa ditimpa musibah lalu membaca "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma ajurni fi musibati wa akhlif li khairan minha," niscaya Allah akan memberikan ganti yang lebih baik dari apa yang hilang. Maka, ketika kekecewaan mencoba meruntuhkan benteng perasaan, kuatkan fondasi hatimu dengan dzikir, wirid, dan doa yang tulus, karena hanya dengan mengingat Allah Subhanahu Wa Ta'ala hati menjadi tenteram, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Ar-Ra'd ayat 28. Jadikan setiap ujian sebagai tangga untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bukan sebagai alasan untuk berputus asa dari rahmat-Nya, sebab hati yang selalu kembali kepada Allah adalah hati yang tidak akan pernah benar-benar hancur, melainkan sedang disiapkan untuk memikul kebahagiaan yang lebih indah di masa yang akan datang.

    38 min
  3. Jun 12 • Subscribers Only

    Tingkatan Iman Kepada Takdir - Ustadz Ali Hasan Bawazier

    Pernahkah hati kita benar-benar merasa tenteram di tengah gejolak hidup yang tak pernah bisa ditebak? Ketenangan itu justru akan menemukan akarnya ketika seorang muslim menghayati iman kepada takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara utuh, karena meyakini bahwa setiap peristiwa telah tercatat rapi dalam Lauh Mahfuz sebelum manusia dilahirkan ke dunia, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami menciptakan-Nya" (QS. Al-Hadid: 22), serta firman-Nya, "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut takdir" (QS. Al-Qamar: 49), sehingga tingkatan iman kepada takdir yang paling rendah adalah sekedar meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sedangkan tingkatan yang lebih tinggi adalah mampu menerima qadha dan qadar dengan lapang dada, ridha atas ketetapan-Nya, dan tetap berikhtiar dengan sungguh-sungguh karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Beramallah dengan sungguh-sungguh, karena setiap orang akan dimudahkan menuju apa yang diciptakan untuknya," sehingga keyakinan ini tidak pernah boleh menjadi alasan untuk bermalas-malasan, melainkan justru menjadi energi untuk tetap berusaha, berdoa, dan bertawakal dengan penuh kesabaran; tingkatan yang paling puncak adalah ketika hati seorang muslim mampu berserah diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, meyakini bahwa di balik setiap musibah tersimpan hikmah yang belum terlihat, di balik setiap kegagalan terdapat pelajaran yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan di balik setiap keberhasilan ada rasa syukur yang tidak pernah putus, sehingga qalbu menjadi tenteram, langkah menjadi ringan, dan hidup terasa lebih bermakna, karena pada hakikatnya ketenangan jiwa hanya akan hadir ketika kita benar-benar meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah sebaik-baik perencana atas setiap urusan hamba-Nya.

    51 min
  4. Pengontrol Jalan Hidupku - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Jun 5 • Subscribers Only

    Pengontrol Jalan Hidupku - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Seringkali kita merasa cemas memikirkan arah langkah kehidupan yang belum pasti, namun setiap manusia sejatinya tidak pernah berjalan sendirian karena ada Pengontrol Jalan Hidupku yang Maha Mengatur segalanya. Keyakinan bahwa rezeki, jodoh, umur, dan segala urusan telah dijaga oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala seharusnya menjadi bekal ketenangan hati yang paling utama, sebab dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, begitu pula setiap kegelisahan pasti ada jalan keluarnya melalui keimanan, kesabaran, dan doa yang tidak pernah putus. Ketika tangan-tangan kita sudah berusaha semaksimal mungkin, maka letakkanlah hasilnya di atas keyakinan bahwa Sang Pencipta lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya, karena tidak ada satu pun daun yang jatuh tanpa sepengetahuan-Nya. Sikap tawakal bukan berarti bermalas-malasan, melainkan berusaha dengan sungguh-sungguh lalu menerima apapun yang Allah tetapkan dengan hati yang lapang, penuh syukur ketika mendapat kebaikan, dan tetap sabar ketika diuji dengan sesuatu yang belum kita pahami maknanya. Semoga hari ini menjadi pengingat untuk selalu menyandarkan hati hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menjaga lisan dari keluh kesah yang sia-sia, memperbanyak istighfar, serta melangkahkan kaki dengan niat yang lurus karena setiap langkah yang diniatkan karena Allah akan tercatat sebagai kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Wallahu a'lam bishawwab.

    6 min
  5. Berpenampilan Buruk - Ustadz Khalid Basalamah

    Jun 4 • Subscribers Only

    Berpenampilan Buruk - Ustadz Khalid Basalamah

    Berpenampilan baik bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan dari kebersihan hati, keimanan, dan adab seorang muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Surat Al-A'raf ayat 32 yang artinya, "Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali memasuki masjid, makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan." Ayat ini mengingatkan bahwa keindahan penampilan adalah anugerah yang seharusnya dijaga dengan cara yang seimbang, tidak berlebihan namun juga tidak meninggalkan kesederhanaan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan," sebuah pengingat bahwa menjaga penampilan merupakan bagian dari menghargai diri sendiri di hadapan Allah dan sesama manusia. Kebersihan yang merupakan setengah dari iman juga mengajarkan bahwa merawat tubuh, berpakaian rapi, serta menjaga wangi-wangian adalah ibadah kecil yang penuh makna. Namun, perlu diingat bahwa penampilan yang baik dalam Islam bukan tentang pamer atau mengikuti tren duniawi, melainkan tentang adab, rasa malu, dan kesadaran bahwa setiap amal, termasuk bagaimana seseorang merawat dirinya, akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Seorang muslim yang berpenampilan bersih dan sopan menunjukkan rasa hormat terhadap lingkungannya, menjaga martabat dirinya, serta meneladani akhlak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang selalu tampil rapi, wangi, dan menyenangkan ketika bertemu para sahabat. Oleh karena itu, menjaga penampilan bukan berarti mengingkari kesederhanaan, melainkan menjadikannya sebagai bentuk syukur atas nikmat tubuh yang sehat, pakaian yang menutup aurat, serta kesempatan untuk senantiasa memperbaiki diri dari segala hal yang kurang baik. Mari menjadi muslim yang indah secara lahir dan batin, karena ketenangan hati akan terpancar ketika seseorang mampu merawat dirinya dengan niat ibadah dan penuh kesadaran.

    42 min

Shows with Subscription Benefits

UNLOCK ALL CONTENT

Dengarin Audio Kajian Dengan kualitas Lebih Baik

$1.99/mo or $14.99/yr after trial

4.8
out of 5
5 Ratings

About

Ikuti kajian, dakwah, dan ajaran Islam yang sesuai dengan Alquran, Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, serta diikuti oleh Tabi’in dan Tabi’ut atabi’in. Dapatkan wawasan keislaman yang mendalam dari para Ustadz bermanhaj Salaf di Indonesia. Kumpulan tersebut dapat diakses dan didownload melalui website: www.podcastdakwahsunnah.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

More From Dakwah Sunnah Media

You Might Also Like