Jurnal Lembu: Podcast Karakter Keuangan

Jurnal Lembu

Anak Kereta yang mendukung Indonesia Cerdas Finansial

  1. MAR 19

    #469° 🔴 SURAT DENGAN KATA TEKAD. untuk sahabatku, Inay

    Pukul 05 Pagi. Untuk sahabatku, Inay, Selamat menempuh langkah yang baru. Selamat pagi. Saat kamu membaca ini, aku bersyukur karena kamu adalah salah satu teman baik yang selalu nyaman diajak bertukar pikiran. Ada satu hal yang selalu membuatku merasa dekat denganmu—kepribadianmu yang mengingatkanku pada mendiang ibuku. Ia, seorang Taurus, adalah sosok wanita dengan tekad yang begitu kuat. Mungkin memang begitulah cirinya. Ketika mengambil keputusan, ia selalu melakukannya dengan penuh keteguhan hati. Tekad, bagiku, adalah kekuatan untuk tetap berjalan meski jalan terasa berat. Ia bukan sekadar keinginan. Keinginan bisa berubah, tetapi tekad membuat kita bertahan. Seperti yang ditulis Napoleon Hill dalam Think and Grow Rich: “Strength and growth come only through continuous effort and struggle.” Tekad yang sama juga hadir saat kita mengambil keputusan besar bernama resign. Keputusan ini sering kali tidak mudah, karena kita harus keluar dari zona nyaman demi kebahagiaan di masa depan—baik secara fisik maupun batin. Resign adalah hal yang lumrah dalam dunia kerja. Ada yang datang, dan ada yang pergi. Generasi terus berganti. Kita tidak selalu berharap untuk dikenang, tetapi jika ada yang masih mengingat kita, itu berarti kehadiran kita pernah berarti. Hidup harus terus berjalan. Bukan berarti kita melupakan orang-orang yang pernah berjalan bersama kita. Justru, yang membuat kata “resign” terasa berat adalah kenangan—baik manis maupun pahit—serta nilai-nilai yang kita peroleh sepanjang perjalanan itu. Value adalah prinsip hidup yang kita pegang. Ia membentuk cara kita berpikir, memilih, dan bertindak. Seperti yang dikatakan Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People: “Values are like fingerprints. Nobody’s are the same, but you leave them all over everything you do.” Yang terpenting, saat kita memutuskan untuk melangkah pergi, pastikan kita membawa value yang positif—untuk diri kita, untuk portofolio kehidupan kita, dan untuk masa depan yang lebih baik. Aku percaya, value membentuk identitas. Ia mungkin tidak terlihat, tetapi selalu hadir dalam setiap langkah kita. Mengapa Monkey D. Luffy dalam One Piece terus berjuang mengejar mimpinya? Mengapa Helen Keller mampu menembus keterbatasannya? Mengapa Mother Teresa tetap melayani meski dalam lelah dan air mata? Mengapa Children of Heaven begitu menyentuh? Karena mereka semua memiliki value yang menuntun tujuan hidup mereka. Lalu bagaimana dengan kita? Value akan menjaga arah kita, dan tekad akan mendorong kita untuk terus melangkah. Seperti yang dikatakan Viktor E. Frankl: “When we are no longer able to change a situation, we are challenged to change ourselves.” Salam cintaku seluas angkasa, Segelas kopi dari Labuan Bajo.

    5 min

About

Anak Kereta yang mendukung Indonesia Cerdas Finansial