La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Media La Porta

Renungan harian katolik yang ditulis oleh Pastur Peter Tukan SDB. Diupdate setiap harinya.

  1. 30m ago

    Reading and meditation on the Word of God on Monday of the twenty-seventh week in ordinary time, October 5, 2026

    Delivered by Janetta Josdaan from Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, in the Archdiocese of Jakarta, Indonesia. Galatians 1: 6-12; Rs psalm 111: 1-2.7-9.10c; Luke 10: 25-37. THROUGH REVELATION OF JESUS CHRIST   Our meditation today has the theme: Through Revelationof Christ. Maria, a housewife of two children who are still in elementaryschool, is a Catholic who was baptized a year ago. Her husband, Mario has beena Catholic since his childhood. Realizing that her children should be broughtup in the Catholic faith, Maria always tries her best to involve in variousChurch activities and faith formation that could help her better in theCatholic faith. With this spiritual development and her responsibility to hertwo children, she truly believes that her spiritual growth has been groundedfirmly in the revelation of Jesus Christ.   Jesus Christ is the revelation of the Son of God whocame from the Father, and who calls all people to share in His mission onearth. Maria sees herself among the believers who heed this call. Even thoughat the time of the celebration of matrimony she was not yet a baptized Catholic,she truly realized the revelation of the Lord Jesus. She eventually made up hermind to learn Catholic faith then got baptized and took responsibility toaccompany her children growing to become good Catholics.   Ironically, her husband Mario shows some decline inhis faith. His wife always reprimands him when he forgets to pray, when hebecomes lazy to attend the Eucharist celebration on Sundays, and when herejects invitations to take part in Church activities. Mario usually gives thereason of works in the office that prevent him from doing things related tofaith. However, Maria remains in her conviction, that Jesus does reveal himselfmore strongly to her as the new comer in Catholic faith, so that in turn, shewould take responsibility to strengthen her husband's faith.   Saint Paul experienced the revelation of Jesus Christwhich then changed and transformed him to become a great apostle of the Lord.He believed that Jesus' revelation was the true presence of God in person, andthere would be never anyone else who can replace it. The gospel that has beenpreached to all nations is always the gospel of Jesus Christ, and there is noneof any book that can replace it. The life of people in Galatia had made SaintPaul convinced about the truth of the revelation of Christ that kept themalways in the way of the Lord Jesus Christ.   That gospel is an expression of the real presence ofthe One who had sacrificed Himself for our sake. The Lord Jesus alwaysdescribes Himself in the Gospel as a servant who serves and sacrifices Himselffor His neighbors, which is every one whom the Father had entrusted to Him. Hehad shown us that His ultimate passion on earth was His highestself-revelation, which was to suffer and to die for our salvation. Today, Heteaches us His greatest love through the story of the good Samaritan, so thatwe can learn how to practice His true love. To the point of loving those whoare different from us or our enemies, it is the same love that we should offer.   Let'spray. In the name of the Father ... O Lord, teach and encourage us to love ourneighbors sincerely with Your love. Hail Mary, full of grace ... In the name ofthe Father  ...

  2. 34m ago

    Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-27 masa biasa, 5 Oktober 2026

    Dibawakan oleh Madeline Meggie Kurniawan dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Galatia 1: 6-12; Mazmur tg 111: 1-2.7-9.10c; Lukas 10: 25-37. KARENA PERNYATAAN KRISTUS   Renungan kita pada hari inibertema: Karena Pernyataan Kristus. Maria, ibu rumah tangga untuk dua anak yangmasih bersekolah di SD itu adalah seorang Katolik yang baru dibaptis satu tahunyang lalu. Suaminya, Mario, sudah menjadi panganut Katolik sejak masih bayi.Karena menyadari bahwa kedua anaknya dibina dan dibesarkan secara Katolik, makaMaria berusaha maju dalam keyakinan iman Katolik. Dalam setahun sebagaiKatolik, prinsip yang ia pegang ialah “karena pernyataan Kristus”.   Karena Kristus telah menyatakandiri-Nya sebagai Putra yang datang dari Bapa, dan yang memanggil semua oranguntuk mengambil bagian di dalam tugas pertutusan-Nya, maka Maria mengikutipanggilan itu. Meski pada saat menikah ia belum dibaptis, ia sudah menyadarisungguh-sungguh pernyataan diri Yesus itu. Akhirnya ia bulatkan tekatnya untukdibaptis dan demi membesarkan anak-anaknya sebagai orang-orang Katolik yangbaik.   Ironisnya, Mario suaminya agakmundur dalam ketekunan iman. Ia selalu ditegur sang istri karena lupa berdoa,malas mengikuti Misa kudus hari minggu, dan jarang aktif dalamkegiatan-kegiatan Gereja. Biasanya alasan kerja yang selalu menghalanginyamelakukan itu. Maria sendiri menyebutnya begini: Yesus menyatakan diri-Nyalebih kuat kepada istri yang baru saja menjadi Katolik, supaya pada gilirannya,sang istri yang bertanggung jawab untuk menyegarkan lagi keyakinan imansuaminya yang sudah mulai layu.   Santo Paulus mengalami pernyataandiri Yesus Kristus yang akhirnya membuat ia bertobat dan berubah menjadiseorang rasul ulung. Pernyataan diri Yesus itu diyakininya sebagai kehadiranTuhan Allah sesungguhnya sebagai pribadi, dan tidak ada kekuatan lain yangdapat menggantikannya. Injil yang disampaikan kepada segala bangsa adalah InjilYesus Kristus, dan tidak ada jenis injil yang lain dari itu. Jemaat di Galatiadiyakinkan Paulus tentang prinsip pernyataan diri Kristus itu, supaya merekatetap berpegang teguh pada Kristus yang telah mereka imani.   Injil tersebut adalah ungkapansebuah kehadiran nyata sebagai pribadi yang melayani dan berkorban bagisesamanya. Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya di dalam Injil sebagai hamba yangmelayani dan berkorban bagi sesama-Nya, yaitu setiap orang yang Bapa percayakankepada-Nya. Ia ajarkan itu sebagai suatu pernyataan diri yang tertinggi, yaitumenderita dan mati bagi keselamatan kita. Ia mengajarkan cara pernyataan diritersebut melalui kisah orang Samaria yang baik hati, dan kita dituntunnya untukberbuat yang sama. Bahkan kepada orang-orang yang berbeda yang melawan kita,Yesus mengajarkan kita untuk berbuat sebagai sesama bagi mereka.   Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, ajarkanlah dan semangatilah kamiuntuk mengasihi sesama kami dengan tulus hati. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...

  3. 22h ago

    Readings and meditation on the Word of God on the Twenty-seventh Sunday in Ordinary Time, October 4, 2026

    Delivered by Afnita Laura and Heril Paulite from Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, in the Archdiocese of Jakarta, Indonesia. Isaiah 5: 1-7; Rs psalm 80: 9.12.13-14.15-16.19-20; Philippians 4: 6-9; Matthew 21: 33-43. DON'T WASTE THE TRUST GIVEN   Our meditation on this 27th Sunday inOrdinary Time has the theme: Don't Waste the Trust Given. In a house, there wasa work going on of repainting the walls. Therefore, all things or objectshanging there had to be unloaded and temporarily stored. There was Aris, theeldest son of 5 years old, went to talk to his mother and reminded her, as hesaid the following: "I want that as soon as the work already done, theLord Jesus should be back in his place. I am sad if I don't find Jesus hangingthere. Anyway I want Jesus to be back in His place as soon as possible."   The little Aris's desire deserves to bring us toreflect on our faithfulness to carry out the will of God. For us believers, theLord Jesus is our fundamental model in faithfulness to the end. When Jesus wasabout to breathe his last on the cross, He spoke his last words, "It isfinished." Jesus actually fulfilled the trust of the Father given to Himto the end. He was put to death on the shameful wooden cross.   The boy Aris wanted Jesus to remain hanging on thecross. Jesus cannot be taken down and should not leave the cross empty withoutHis body hanging on it. The Lord Jesus hanging on the cross will always remindus that we must be consistent and faithful to our obligations to carry outGod's will for each of us until its completion. The way to do this is that weabide the command of not wasting the trust and calling that God has given us.God has plan for every one of us with trust and calling given.   The parable in the Gospel today illustrates that thetrust from the Lord God is responded to differently by kinds of people who havereceived it. The evil persons surely will abuse God's trust. Meanwhile, thosewho love and obey God will certainly abide that trust as best as possible. AllGod's messengers before Jesus had proved that they fulfilled the trust given.Then Jesus came into the world to exercise the trust of the Father. And all ofus who follow Christ also have responsibilities to do the trust that were givenby Jesus before He ascended to heaven.   The prophet Isaiah reminds us that those who wasteGod's trust to do good and testify the glory of God will be removed from God'spresence. Saint Paul in his letter to the Philippians says that he is the trueexample in practicing God's will and trust, and we are encouraged to follow hisexample and do like him. In essence, the message of the word of God today isthat we shouldn't waste the trust given to us by God.   Let'spray. In the name of the Father ... O Lord, renew our zeal in perseverance andfaithfulness to do Your will. Our Father who art in heaven ... In the name ofthe Father...

  4. 22h ago

    Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-27, tanggal 4 Oktober 2026

    Dibawakan oleh Intan Fridanika dan Margareth Eviani dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 5: 1-7; Mazmur tg 80: 9.12.13-14.15-16.19-20; Filipi 4: 6-9; Matius 21: 33-43. JANGAN SIA-SIAKAN KEPERCAYAAN YANG SUDAH DIBERIKAN   Renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-27 inibertema: Jangan Sia-Siakan Kepercayaan yang Sudah Diberikan. Di sebuah rumahsedang ada pengecatan kembali dinding-dindingnya. Akibatnya semua benda yangbergantung di situ harus diturunkan dan disimpan untuk sementara. Aris, si anaksulung yang berusia 5 tahun berbicara dengan Mamanya dan mengingatkan dia,katanya: "Saya ingin supaya begitu pekerjaan itu selesai, Tuhan Yesussegera kembali bergantung di tempatnya. Saya sedih kalau tidak menemukan Yesusbergantung di situ. Pokoknya saya ingin Yesus cepat kembali bergantung ditempat-Nya."   Keinginan Aris kecil itu pantas mengantar kitauntuk merenungkan kesetiaan menjalankan kehendak Tuhan. Bagi kita orang-orangberiman, Tuhan Yesus adalah model utama kita dalam hal kesetiaan sampai tuntas.Pada waktu Yesus hendak menghembus nafas terakhir di atas kayu salib, Iamengucapkan kata-kata terakhir-Nya, yaitu "Sudah selesai". Yesussesungguhnya menjalankan kepercayaan Bapa kepada-Nya sampai tuntas. Ia wafat disalib yang hina.   Anak Aris ingin supaya Yesus tetap bergantung disalib. Yesus tidak bisa diturunkan dan kayu salib itu jangan dibiarkan kosongtanpa ada tubuh-Nya di situ. Tuhan yang bergantung di salib akan selalumengingatkan kita bahwa kita harus konsisten dan setia dengan kewajiban kitamenjalankan kehendak Allah bagi diri kita masing-masing sampai tuntas. Caranyaialah supaya kita tidak menyia-nyiakan kepercayaan dan panggilan yang telahTuhan tetapkan bagi kita.   Perumpamaan di dalam Injil pada hari inimenggambarkan, bahwa kepercayaan Tuhan Allah ditanggapi berbeda-beda olehorang-orang yang mendapat kepercayaan. Orang jahat pasti menyalahgunakankepercayaan tersebut. Sedangkan mereka yang mengasihi dan taat kepada Tuhantentu menggunakan itu sebaik-baiknya. Semua utusan Tuhan sebelum Yesus,membuktikan bahwa mereka menggunakan kepercayaan itu. Lalu datanglah Yesus kedunia untuk menjalankan kepercayaan Bapa. Dan kita semua yang mengikuti Kristusjuga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kepercayaan yang diberikan olehYesus sebelum Ia naik ke surga.   Kitab nabi Yesaya mengingatkan kita bahwaorang-orang yang menyia-nyiakan kepercayaan dari Tuhan untuk berbuat baik danbersaksi tentang kemuliaan Tuhan akan disingkirkan dari hadirat Tuhan. SantoPaulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi berkata bahwa ia adalah contohnyata dalam menjalankan kepercayaan Tuhan, sehingga kita dinasihatkan untukmelihat dan melakukan seperti dirinya. Intinya, pesan firman Tuhan pada hariini ialah supaya kita tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan Tuhan.   Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, baruilah semangat kami dalam ketekunan dankesetiaan terhadap kehendak-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

  5. 2d ago

    Reading and meditation on the Word of God on Saturday of the twenty-sixth week in ordinary time, October 3, 2026

    Delivered by Ken Rowland Satyadharma and Aerith Lucille from Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, in the Archdiocese of Jakarta, Indonesia. Job 42: 1-3.5-6.12-16; Rs psalm 119: 66.71.75.91.125.130; Luke 10: 17-24. PROCESS THAT CREATES RESULT   The theme for our meditation today is: Process thatCreates Result. We have experienced having many results or achievements inlife. For example, there is a father who now can enjoy a stable life with hisfamily. They live in a big and decent house built from his own labors andsweat, which for the neighbors around is the best building in their complex.However,  if we follow the life story ofthis man, who was just a poor rural worker in the city, we can understand thatthe process in his life was hard and full with struggles.   He started working as a construction worker, then hemoved to be an assistant bus driver, he changed again to a street seller, andfinally he became a driver. Thanks to his tenacity and diligence, he was ableto buy his own car, then he too was able to built his own house, and now someof his cars are operating in travel transportation. He also has severalemployees. In essence, he has gone through a long process of hard work and hasexperienced many difficulties along this way.   The prophet Job accepted all the difficult experiencesin life as parts of the growth in his faith. However often times he was underthe pressure of pessimism about his own life and he really wanted to run awayfrom all the problems that he should face. In the most extreme point of suffering, he challenged God to take his lifeaway. His life story really reflects the multiple reality of sufferings thatpeople of the world today are facing. No wonder there are many people who canno longer stand the burdens of life and want to end it by death rather thanenduring the sufferings.   The passage from the scripture today reveals how Jobactually did not run away from the problems of life, neither did he walk awayfrom God. This can also represent our real situation today. There are so manyof us who endure the hardships and burdens of life, but we do not run away fromthem, and neither we distance ourselves from God. This endurance is very usefulso that we will be able to stand and walk with confidence in the midst ofproblems and sufferings. When the problems would eventually pass away in duetime, we ultimately gain our mental and spiritual growth more readily andmature, and this is actually an outcome that is made by a long process ofstruggle. May we become like the Prophet Job, who had experienced a renewal offaith and then he could see again the Lord in a different view than before.   The apostles and disciples were sent by Jesus as sheepamong the wolves. How difficult the process of becoming followers of the Lord!It was a choice that was so tough and challenging. They for sure prone fear anddespair. However, they also believed in what they brought with them love andwisdom of the Lord. So when they returned from missions, they reported howsuccessful they were in overcoming the various difficulties and obstacles alongtheir journeys and works. This is true to everyone of us, that a good result isdefinitely created by a good process as well.   Let'spray. In the name of the Father ... O Lord Jesus, may we always be strong infacing every challenge and difficulty along our journey of life. In the midstof trouble and challenges, make us people with strong hope. Hail Mary full ofgrace ... In name of the Father …

  6. 2d ago

    Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-26 masa biasa, 3 Oktober 2026

    Dibawakan oleh Yohanes Don Bosco Subekti dan Maria Ecclesia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ayub 42: 1-3.5-6.12-16; Mazmur tg 119: 66.71.75.91.125.130; Lukas 10: 17-24. PROSES MENCIPTAKAN HASIL   Tema renungan kita pada hari iniialah: Proses Menciptakan Hasil. Kita mengalami dan memiliki banyak hasil didalam hidup. Seorang bapa saat ini dapat menikmati hidup bersama keluarga dirumah sendiri dengan kehidupan yang cukup dan nyaman. Padahal kalau kitamengikuti kisah hidupnya sebagai seorang perantau, dari awal mulai bekerjahingga sebelum menikah dan berkeluarga, proses hidupnya sangat memprihatinkan.   Ia awali karirnya dengan menjadikuli bangunan, berpindah menjadi pembantu sopir bus, berganti lagi ke penjualjalanan, dan terakhir menjadi sopir. Berkat keuletannya, ia kemudian bisamembeli mobil sendiri, akhirnya dapat membangun sendiri rumahnya, dan kinibeberapa mobilnya menjadi transportasi travel. Ia juga mempekerjakan beberapakaryawan. Ia lalui sebuah proses panjang yang penuh pengorbanan dan melewatibanyak kesulitan.   Nabi Ayub memiliki pengalamanhidup yang sulit yang menjadi bagian dari proses pertumbuhan imannya. Semuapesimisme yang ia tunjukkan seolah-olah menggambarkan bahwa ia ingin lari sajadari semua permasalahan hidupnya. Bahkan dalam titik paling ekstrem kesulitanhidup, ia minta supaya nyawanya segera saja dicabut oleh Tuhan. Kisahnyamembuka banyak sekali gambaran sisi keputus-asaan yang sedang diderita olehmanusia-manusia di dunia saat ini. Mereka tidak tahan lagi dengan bebanhidupnya, dan ingin menyelesaikannya saja dengan kematian dalam alamkeputus-asaan.   Tetapi Ayub tidak lari darimasalah, demikian juga tidak menjauh dari Tuhan. Ini juga mewakili keadaan kitayang nyata. Banyak sekali di antara kita yang bertahan dalam kesulitan danbeban hidup yang berat, namun kita tidak lari dari masalah dan menjauhkan diridari Tuhan. Hal ini sangat berguna, karena kemampuan kita untuk bertahan akanmenjadi modal dan pegangan kita. Pada saat masalah itu berlalu pergi bersamawaktu, modal itu menjadi kesiapan mental-rohani kita untuk menikmatihasil-hasilnya. Kiranya kita menjadi seperti Ayub, yang mengalami pembaharuaniman dan kembali memandang Tuhan dengan cara yang berbeda dari pada sebelumnya.   Para rasul dan murid-murid diutusoleh Yesus sebagai domba-domba di tengah kawanan serigala. Dapat dibayangkanbetapa sulitnya mereka dalam proses untuk menjadi pengikut-pengikut Tuhan yangtangguh dan ulet. Mereka pasti takut dan berada di ambang keputus-asaan. Namunmereka juga yakin bahwa mereka membawa senjata kasih dan kebijaksaan dariYesus, mereka disertai. Sehingga ketika kembali, mereka laporkan betapaberhasilnya mereka dalam mengatasi berbagai kesulitan dan halangan yangmenghadang. Memang benar adanya, hasil yang baik sangat ditentukan oleh sebuahproses yang baik pula.   Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga kami selalu kuat dalammenghadapi setiap tantangan dan kesulitan hidup. Di tengah kesulitan dantantangan itu, jadikanlah kami orang-orang yang berpengharapan. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

  7. 3d ago

    Reading and meditation on the Word of God on Friday of the twenty-sixth week in ordinary time, October 2, 2026, Memorial of Guardian Angels

    Delivered by Antonius Fitrianto and Oscar Hadisandjaja from Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, in the Archdiocese of Jakarta, Indonesia. Exodus 23: 20-23a; Rs psalm 91: 1-2.3-4.5-6.10-11; Matthew 18: 1-5.10. GOOD HEAVENLY BEINGS   Our meditation today has the theme: Good HeavenlyBeings. Our guardian angels do not have names and they are numerous. Each Angelis entrusted by the Lord to each person or group of people. This angel isdifferent from the patron saint of every follower of Christ. They are spiritbeings who have been in heaven with God from the very beginning, while thesaints were former inhabitants of this earth like everyone of us who are stillalive.   Their main duty as the messengers of God is to helpand to do the works that God entrusts them to do. There is no way for them togo against God and to carry out the wrong works that are not from God. Theyhelp us to make our lives here on earth safe and bring joy to our common livingon earth. This clearly shows us that our guardian angels are truly the goodheavenly beings and known for their true deeds.   For example, in the Acts of the Apostles chapter 12verse 11, when Peter was bound and locked up in prison, at night the guardianangel woke him up, untied him, and carried him out of the prison through tightsecurity and locked gates. Peter realized that he was not dreaming, then he said:"I really know, God sent His angel to deliver me". Daniel also hadthe similar experience. While he was in the lion's den and about to bedestroyed by those beasts, his guardian angel came to protect him (Dan. 6, 22).   Our guardian angels are so generous because theyreveal to us the message and the will of God. Their duty is on two levels. Thefirst one is something to be carried out on this earth. The book of Exodustoday describes how the people of Israel had left Egypt and wandered in thewilderness, then God sent an angel to walk in front of them. The angelprotected and guided them so that they could come to a place where they weredestined to. They must not reject this kindness to God and His angel. This alsoapplies to us in this world, that the guardian angel is sent by God to help,accompany and guide every one of us.   The second is something to be done in heaven, wherethe guardian angel watches over and illuminates God's children who are in thepilgrimage on earth. The Gospel of Matthew affirms that every believer, eventhose who are the least and the abandoned are protected and guided by theirrespective guardian angels. The guardian angels look on God the almighty andtell Him that the children of the world whom they guide are God’s belovedpeople. Therefore, we in the world should live according to the will of God,because our guardian angels are always looking at us from above.   Let'spray. In the name of the Father ... O Father in heaven, we want always rely toYou through our guardian angels. The angel of God, you who have been entrustedwith God's grace to protect me, enlighten my way, guide me and take me to mydestination safely. Amen. In the name of the Father ...

  8. 3d ago

    Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-26 masa biasa, 2 Oktober 2026, Peringatan Para Malaikat Pelindung

    Dibawakan oleh Rica Yolanda dan Julia Cindy Purwandari dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Keluaran 23: 20-23a; Mazmur tg 91: 1-2.3-4.5-6.10-11; Matius 18: 1-5.10. MAHKLUK SURGAWI YANG BAIK   Renungan kita pada ini bertema: Mahkluk Surgawi Yang Baik. Para malaikatpelindung kita tidak memiliki nama dan jumlahnya begitu banyak. Setiap Malaikatdiutus ke setiap orang atau sekelompok orang. Malaikat ini berbeda dari santoatau santa pelindung setiap pengikut Kristus. Mereka adalah makhluk roh yangsejak awal mula berada di surga, sementara para kudus pernah sebagai sesamamanusia di dunia.   Sebagai utusan Tuhan Allah tugas utamanya ialah sebagai penolong danpembawa pesan Tuhan. Tidak mungkin dia melawan Allah lalu menjalankan tugassecara salah. Ia menolong untuk membuat kita manusia menjadi selamat danmemperoleh suka cita kehidupan. Ini menunjukkan bahwa malaikat pelindung ituadalah para makhluk surga yang baik hati dan benar dalam tindakannya.   Contohnya, di dalam kitah para rasul bab 12 ayat 11, ketika Petrus diikatdan dikurungkan di dalam penjara, pada malam hari malaikat pelindungmembangunkan, melepaskan ikatan, dan membawa dia keluar penjara melewatipenjagaan ketat dan gerbang terkunci. Petrus sadar bahwa ia tidak bermimpi,lalu berkata: Sungguh aku tahu, Tuhan mengirim malaikat-Nya untuk membebaskanaku. Daniel juga ketika dalam kandang singa dan akan dibinasakan, malaikatpelindungnya datang melindunginya (Dan 6, 22).   Kebaikan hati para malaikat pelindung terungkap dalam tugas mereka untukmenolong dan membawa pesan dari Tuhan. Tugas mereka berada pada dua tingkat.Yang pertama ialah tugas yang dijalankan di atas bumi ini. Kitab Keluaran padahari ini menggambarkan bagaimana umat Israel berjalan keluar dari Mesir danmengembara di padang gurun, Allah menempatkan seorang malaikat untuk berjalandi depan mereka. Malaikat itu melindungi dan menuntun mereka supaya dapatsampai ke tempat yang ditujui. Mereka tidak boleh melawan. Ini juga berlakubagi kita di dunia ini, bahwa malaikat pelindung ditempatkan Tuhan untukmenolong, menemani dan membimbing kita.   Kedua, di dalam surga pun malaikat pelindung itu mengawasi dan menerangianak-anak Tuhan yang sedang berziarah di dunia. Injil Matius menegaskan bahwasetiap orang beriman, bahkan mereka yang terkecil dan menderita dipandangpantas oleh malaikat pelindungnya masing-masing. Malaikat itu memandang Allahmaha kuasa dan menyatakan bahwa anak-anak Allah yang dibimbingnya adalah merekayang dikasihi oleh Allah. Jadi kita yang sedang berada di dunia perlu sekalimemperhatikan hidup kita sesuai dengan kehendak Allah, karena para malaikatpelindung kita sedang melihat kita dari atas sana.   Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, kami ingin berserah kepada-Mu dengandilindungi oleh para malaikat pelindung kami. Malaikat Allah, engkau yangdiserahi oleh kemurahan Tuhan untuk melindungi aku, terangilah aku, bimbinglahaku dan hantarlah aku ke tempat tujuan. Amin. Dalam nama Bapa...

About

Renungan harian katolik yang ditulis oleh Pastur Peter Tukan SDB. Diupdate setiap harinya.