TanadiSantosoBWI

Tanadi Santoso

@tanadi_santoso Mendapatkan rekor muri "Pemecahan Rekor Muri" : Pengulasan Buku Terbanyak secara berkesinambungan melalui Instagram kepada Tanadi Santoso

  1. The Comfort Book

    FEB 6

    The Comfort Book

    Di episode podcast kali ini, Tanadi Santoso akan mengajak kita "mampir" sejenak ke suasana Vienna, sebuah momen perjalanan yang tenang, lalu dibawa masuk ke pengalaman membaca buku dengan tulisan-tulisan pendek yang sederhana tapi menenangkan. Sepanjang episode, kita akan mendengar potongan-potongan kalimat yang seperti "menepuk pundak" dengan lembut. Tentang rumah yang mungkin bukan tempat, tapi keadaan. Tentang mencintai diri tanpa harus terus-menerus membuktikan diri. Tentang kita yang sejak awal sudah layak dicintai. Sampai ide sederhana tentang harapan kecil yang tidak menyerah. Ada juga bagian yang sangat relate ketika episode ini membahas hari-hari buruk, seperti emosi itu bergerak seperti awan dan seringkali titik paling berat justru pertanda bahwa keadaan bisa segera membaik. Kalau kita sedang lelah karena ekspektasi orang lain, ekspektasi sosial, atau ekspektasi diri sendiri maka episode ini punya banyak insight yang bisa kita dapatkan. Ada refleksi tentang kebahagiaan yang muncul saat kita berhenti menjadi versi yang diharapkan, dan mulai menerima diri dengan utuh. Ada juga pengingat singkat yang tajam bahwa hidup itu pendek, jadi berbaik hatilah. Bahkan analogi tentang mengalir yang membuat rasa sakit terasa lebih bisa diterima sebagai bagian dari perjalanan, bukan musuh yang harus selalu dilawan. Selain itu, episode ini juga membahas tentang kesepian yang tidak selalu soal kurang teman, melainkan soal merasa "hilang" dan obatnya adalah memahami diri lebih dalam. Dari sana, episode ini mengantar kita ke satu kalimat yang menenangkan: "Anda ada di sini, dan itu sudah cukup".

    11 min
  2. Family Constitution

    JAN 23

    Family Constitution

    Episode "Family Constitution" ini akan membahas masalah klasik dalam family business dimana kita ingin menjaga kebersamaan dan harmoni saat di rumah tetapi saat di bisnis kita harus tegas, meritokratis, dan mengejar profit. Kita akan diajak melihat kenapa dua kata yaitu family dan business, sering saling berbenturan dan mengapa benturan ini justru makin kompleks ketika bisnis turun ke generasi berikutnya. Pembahasan lainnya adalah masalah yang juga sering terjadi di family business yaitu one man show, batas rumah dan kerja yang kabur, kurang transparan, loyalitas yang hanya pada figur tertentu, hingga konflik keluarga yang berlarut-larut. Tanadi Santoso juga memberikan contoh nyata tentang gap generasi seperti orang tua yang berangkat dari "kepahitan hidup" versus anak yang tumbuh dengan cara hidup berbeda, dimana dua hal ini yang akhirnya memicu benturan nilai, gaya kerja, dan ekspektasi. Dari sisi pendiri, masalah besar biasanya muncul karena suksesi tidak pernah dikomunikasikan dengan jelas, ada kesulitan melepas kontrol, dan kegagalan membaca kapan waktu yang tepat harus memberi ruang dan mandat pada penerus. Dari sisi penerus, tantangannya bisa berupa perbedaan pendapat, tekanan bayang-bayang reputasi orang tua, sampai keputusan menarik diri karena sudah tidak cocok lagi. Selain itu, episode ini juga mengangkat 4 disrupsi yang sering mengganggu family business yaitu kematian, menantu, rasa tidak adil antar saudara, serta perilaku tidak sehat yang menggerus kepercayaan keluarga. Di titik itulah family constitution menjadi solusi. Sebuah "undang-undang dasar" keluarga untuk menetapkan aturan main yang disepakati bersama. Dari pembagian peran, hak dan kewajiban, pola pembagian keuntungan, batas fasilitas keluarga versus fasilitas kantor, sampai topik sensitif yang biasanya dihindari.

    7 min
  3. Podcast #97 - Mempersiapkan Generasi Penerus (Family Business)

    JAN 20

    Podcast #97 - Mempersiapkan Generasi Penerus (Family Business)

    Episode podcast kali ini membahas bagaimana bisnis keluarga bisa tetap bertumbuh tanpa terjebak konflik generasi, ego, atau keputusan impulsif. Tamu di episode ini adalah seorang CFO dari Cendrawasih Group yaitu Lisdawaty Hendrawan. Beliau akan berbagi pengalaman bagaimana membangun sistem keuangan dan tata kelola pada organisasi yang sudah berkembang besar. Salah satu keypoint dari Beliau adalah adanya pemisahan yang tegas antara uang pribadi dan uang perusahaan, struktur gaji yang jelas untuk keluarga yang terlibat, dan disiplin dalam pengambilan keputusan agar bisnis tidak berjalan memakai perasaan. Episode ini terasa begitu relevan karena pembahasannya tentang pola komunikasi lintas generasi dimana generasi muda cepat mengambil keputusan karena terbiasa teknologi tetapi sering perlu dibantu untuk lebih matang dalam manajemen risiko. Di sini kita akan menemukan pendekatan yang seimbang antara diberi ruang untuk berkarya dan batasan atau filter agar kebebasan tidak berubah menjadi keputusan seenaknya. Selain itu, episode ini juga membahas bagaimana membangun organisasi yang tidak bergantung pada orang tertentu melainkan pada sistem. Contoh konkretnya mulai dari KPI, ritme meeting tim, sampai keputusan tegas ketika performa tidak sesuai target. Semuanya diarahkan agar bisnis bisa tetap berjalan meski orangnya berganti. Salah satu hal yang penting juga adalah perspektif tentang keluarga sebagai fondasi. Bagaimana keharmonisan rumah tangga, kebiasaan komunikasi, dan pola pikir untuk memperbaiki saat terjadi kesalahan bukan sibuk mencari siapa yang salah.

    32 min
  4. The 12 Week Year

    JAN 16

    The 12 Week Year

    Episode "The 12 Week Year" ini akan mengajak kita untuk memikirkan ulang bagi kita yang sering berpikir bahwa "tahun baru, semangat baru" akan berakhir menjadi "bulan baru, resolusi lama". Di sini kita akan sama-sama belajar membalik cara pandang, yaitu bukan menunggu 1 tahun untuk melihat hasil tetapi mengompres target besar menjadi 12 minggu agar fokus, urgensi, dan ritmenya jauh lebih tajam. Salah satu hal yang menarik adalah episode ini tidak hanya membahas soal produktivitas tetapi soal eksekusi. Kita tidak menjadi hebat karena apa yang bisa kita lakukan, melainkan karena apa yang benar-benar kita lakukan. Di dalamnya juga ada satu fondasi yang sering terlupa yaitu emotional connection. Seringkali target besar membutuhkan alasan yang terasa personal. Kutipan Mary Oliver menjadi pengingat kuat: "Apa yang akan Anda lakukan dengan hidup Anda yang begitu berharga?" Dari sana, kita diajak untuk menyusun planning yang lebih jelas seperti mimpi besar, taktik, dan ukuran yang terukur, one week at a time. Praktiknya dibuat sangat konkret, dimulai dari membangun weekly plan, lalu melakukan WAM (Weekly Accountability Meeting) untuk confronting the truth. Tidak cukup berharap, kita juga perlu data. Ada juga konsep weekly scorecard untuk menilai komitmen setiap minggu (misalnya 70%, 60%, 95%). Hal itu dilakukan agar kita lebih disiplin dan intentionality-nya nyata. Episode ini juga membahas hal penting lainnya yaitu soal komitmen. Tidak hanya interested tetapi committed. Episode ini membedah empat pilar komitmen yaitu desire yang kuat, fokus pada keystone action, berani "bayar biayanya", dan konsisten bertindak.

    17 min
  5. Lead with a Story

    JAN 6

    Lead with a Story

    Di episode "Lead with a Story", Tanadi Santoso mengajak kita kembali ke akar paling dasar dari komunikasi manusia, jauh sebelum bisnis, sebelum tulisan, semuanya dimulai dari kalimat sederhana yang super kuat: "Let me tell you a story". Episode ini bukan hanya review buku, tetapi juga mengingatkan kita bahwa leadership yang hebat seringnya bukan datang dari instruksi melainkan dari cerita yang tepat. Episode ini akan membahas kenapa storytelling begitu efektif untuk memimpin. Melalui rangkuman 10 alasan yang praktis, seperti storytelling itu sederhana, timeless, lintas demografi, menular, mudah diingat, inspiratif, cocok untuk semua tipe pembelajar, dan bahkan bikin orang otomatis masuk "mode belajar" saat mendengar cerita. Episode ini juga menarik karena menunjukkan bagaimana cerita membentuk dan menguatkan budaya organisasi, bukan hanya slogan. Ada kisah Tom Watson (IBM) yang tetap balik ambil badge karena dia sendiri yang membuat aturannya, dan cerita-cerita seperti ini yang kemudian menjadi seperti sebuah standar di perusahaan. Selain itu juga membahas tentang cerita yang menginspirasi dan memotivasi seperti sebuah kisah pelari maraton di Mexico City yang tetap menyelesaikan lomba walau lututnya cedera, lalu mengucapkan kalimat yang "mengunci" makna komitmen. Akhirnya ia dikirim negaranya untuk menuntaskan tugas bukan untuk berhenti di rumah sakit. Cerita seperti ini bukan soal olahraga tetapi tentang daya tahan mental yang bisa kita gunakan untuk leadership sehari-hari. Episode ini ingin mengajak kita agar dapat memimpin dengan cara yang lebih manusiawi, lebih menggerakkan, dan lebih mudah diingat orang melalui berbagai cerita yang menginspirasi termasuk kisah tentang mobil tua dan juga berbagai contoh bagaimana metafor dan analogi membuat pesan jadi lebih hidup.

    25 min
  6. Nudge

    12/30/2025

    Nudge

    Di episode "Nudge" ini, bahasan utamanya adalah melihat satu hal yang sering kita anggap sepele. Pilihan ternyata bisa "diarahkan" tanpa terasa. Salah satu cerita yang mewakili ini adalah cerita dari Venetian Hotel di Las Vegas. Bagaimana suasana kasino dibuat begitu nyaman sampai orang lupa waktu, lupa jalan keluar, dan betah berlama-lama. Semua detail itu bukan kebetulan tetapi itu adalah desain yang mendorong perilaku. Di sini, akan dibahas konsep yang "mind-blowing" tapi relevan yaitu libertarian paternalism. Kita tetap merasa bebas memilih, namun pilihan yang ada pelan-pelan menggiring kita ke arah tertentu. Menariknya, konsep ini bukan cuma untuk psikologi tetapi juga powerful untuk government, korporasi, sales, hingga leadership sehari-hari. Episode ini juga membahas contoh-contoh yang dekat dengan hidup kita, seperti diskon yang "menggoda" sehingga kita membeli lebih banyak, dan fenomena choice overload. Sebuah fenomena dimana pilihan terlalu banyak, orang justru makin bingung dan akhirnya tidak jadi membeli. Ada juga ilustrasi sederhana soal restoran dimana ketika opsi dibuat lebih ringkas, keputusan terasa jauh lebih mudah. Bagian yang membuat kita berpikir dalam adalah eksperimen tentang donor organ. Hanya dengan membalik format pertanyaan (opt-in vs opt-out), persentase persetujuan bisa berubah drastis. Ini membuat kita sadar bahwa cara kita menulis dan menyajikan pilihan bisa berdampak besar pada keputusan orang, bahkan saat mereka merasa sedang "memilih sendiri". Episode ini juga membawa Nudge ke konteks yang lebih luas, dari "honor statement" saat ujian yang bisa menurunkan kecenderungan menyontek, sampai contoh hotel yang menghemat biaya lewat pesan "peduli bumi" mengenai masalah handuk. Satu poin penting dari ini semua adalah meski kita tahu itu nudge, kita tetap bisa terpengaruh.

    10 min

About

@tanadi_santoso Mendapatkan rekor muri "Pemecahan Rekor Muri" : Pengulasan Buku Terbanyak secara berkesinambungan melalui Instagram kepada Tanadi Santoso