Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 Agustus 2025 Bacaan: "Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan Tangan-Mu." (Yesaya 64:8) Renungan: Di satu kota, ada seorang pria setengah baya yang sangat terkenal karena kemampuan sulapnya. Pria setengah baya tersebut memiliki keunikan, dan banyak orang yang terkagum-kagum akan kemampuannya tersebut, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Pria setengah baya tersebut adalah seorang pesulap handal. Pria setengah baya ini memiliki banyak trik sulap yang dapat ditunjukkan kepada para penonton bila ia mengadakan suatu pertunjukkan. Tidak heran, orang-orang di kota tersebut tidak bosan bila ia mengadakan pertunjukkan sulap. Suatu ketika, dalam suatu pertunjukkan besar, seperti biasa pria setengah baya ini menunjukkan kemampuan sulapnya. Dari satu aksi sulap ke aksi sulap lainnya, pria setengah baya ini selalu memukau penonton dan membuat banyak orang tersenyum puas atas apa yang dilakukannya di atas panggung. Sampailah pada akhir pertunjukkan. Pria setengah baya tersebut mengatakan sesuatu yang mengagetkan penonton yang ada tersebut, "Terima kasih atas apresiasi Anda-anda terhadap setiap penampilan saya di atas panggung ini. Tidak terasa, saya melakukan atraksi sulap di atas panggung ini sudah 28 tahun dan itu tidaklah mudah," kata pria setengah baya tersebut. Lalu dia menambahkan lagi, "Anda-anda mungkin terkesan dengan pertunjukkan ini, tetapi ada satu hal yang harus Anda-anda ingat, bahwa saya adalah orang biasa. Benar, saya bisa mengubah benda-benda dengan trik-trik sulap yang saya pelajari. Tapi, akhir-akhir ini saya sadar bahwa hidup ini tidak dapat disulap seperti yang saya mau. Hanya ada satu pribadi yang dapat melakukannya, yakni Yesus. DIA tidak menyulap kehidupan, tetapi mengubah kehidupan." Setelah berbicara kepada para penonton, pria setengah baya tersebut membungkukkan diri sebagai ungkapan ucapan terima kasih. Orang-orang yang hadir pada pertunjukkan tersebut, mereka semua berdiri dari tempat duduk dan memberikan tepuk tangan meriah kepada pesulap handal tersebut. Pertunjukkan itu pun berakhir dengan sukses. Dalam kehidupan ini, seringkali kita ingin mengubah kehidupan kita secara instan seperti sulapan. Kita berpikir bahwa hidup ini seperti sulap sehingga seringkali mengandalkan seseorang yang katanya "orang pintar" untuk menyulap hidup kita. Hal itu mungkin dapat terjadi dalam hidup kita, tetapi itu tidak kekal, dan ujungnya menuju kepada maut. Hanya Yesus yang dapat mengubah kehidupan kita, bersifat kekal, dan ujungnya menuju ke surga. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ubahlah hidupku sehingga menjadi baru. Baru dalam pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku. Amin. (Dod).