Kajian Tarbiyatul Abna

Agus Sudaryat

Kajian yang merujuk kepada kitab _"Tarbiyah Al Abna wa Thaaifah min Nasaaih Al Ath Thibba Karya Syaikh Musthafa Al-Adawi"_ *Bagaimana Nabi Mendidik Anak*

  1. 05/31/2020

    Perjanjian yang kuat telah Terikrarkan

    💞💕 *Perjanjian yang Kuat telah Terikrarkan* 💕💞 🌻 Tatakala engkau dan istrimu telah diikat dengan ikatan yang sangat kuat (cinta & pernikahan). Istrimu meninggalkan keluarganya dan mengikutimu. 🌹 Suami Idaman adalah suami yang : ❣ Menjaga istrinya dengan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakannya. ❣ Menerapkan akhlaq mulia dalam meluruskan dan mendidik kebengkokan istrinya. ❣ Menyikapi istrinya dengan sikap yang penuh kelembutan dan etika yang baik. ❣ Dengan sebab itu, rumah tangga, keluarga, masyarakat dan ummat gembira dan bahagia. Ketika Cinta Bersemi ❣ Engkau & istrimu tadinya tidak saling mengenal, ❣ Dua keluarga dan lingkungan yang berbeda dipadukan dalam sebuah ikatan suci yang kuat untuk membina mahligai rumah tangga. ❣ Engkau dan istrimu menjadi pasangan suami istri pada proses yang singkat. 🌹 Engkau bertemu pertama kali dengan istrimu tatkala melamarnya sesuai dengan bimbingan syar'i. 🌹 Waktu itu engkau & calon istrimu bergantian untuk saling mencuri pandang, masing-masing dari kalian memandang secara singkat, dalam hati kalian ada gejolak antara senang , cocok atau tidak, diterima atau tidak menerima, dll. Lalu tumbuh cinta bersemi di dalam hati kalian karena pandangan pertama yang masuk ke dalam hati ... Hal ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi ﷺ : "..فانظر إليها، فإنه أحرى أن يؤدم بينكما" 🍃 "Maka lihatlah kepadanya, sesungguhnya hal demikian lebih pantas untuk membuat langgeng antara keduanya" Artinya lebih layak untuk mendapatkan kecintaan dan kecocokan antara keduanya.. Ingatlah kembali semasa engkau bertemu dengan istrimu pertama kali, bukankah cinta yang membuat engkau menikah? Tidak lama setelah akad pernikahan, pasangan suami istri akan merasakan hubungan ruh dengan badan, membangun masyarakat baru dengan meninggalkan keluarganya. 📕 Sumber: Akhlaq Al-Azwaj, Dr. Zaid bin Muhammad Ar-Rumani. اخوكم في الله 👳🏽‍♂️ Agus Sudaryat

    17 min
  2. 05/24/2020

    Di jalan Dakwah Aku Menikah

    *AIR MATA PERPISAHAN DI PENGHUJUNG RAMADHAN* 👤 Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata : ‌كيف ‌لا ‌تجرى ‌للمؤمن ‌على ‌فراقه ‌دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع . “Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes saat berpisah dengan Ramadhan, padahal ia tidak tahu, apakah disisa umurnya masih ada kesempatan untuk bertemu”. 📚 Lathaif al-Ma’arif hal 217 *DO'A RASULULLAH SAW MENJELANG AKHIR BULAN SUCI RAMADHAN :* *أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا* *Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku.* Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi. *Ya Rahman* terimalah seluruh amal ibadah kami di Bulan Ramadhan ini. *Ya Wasi’al Magfirah* Ampunilah seluruh dosa-dosaku, dosa ibu bapak kami dan dosa orang-orang yang kami cintai dan sayangi karena Allah. *Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh doa-doaku.* تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ Taqabbalallahu minna wa minkum Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahullah Alaik Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-Nya serta disempurnakan-Nya. آمِيّنْ… آمِيّنْ… يآرب العالمين *Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.* *MOHON MAAF LAHIR dan BATIN* Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokaatuh (Agus Sudaryat dan Keluarga)

    29 min
  3. 05/17/2020

    Ku Siapkan Diri Menuju Pernikahan

    Bismillah tawakkalna'alalloh laa Haula walaa quwwata Illa Billah *Se-kufu’ adalah istilah yang sering disebut dalam obrolan dalam tema pernikahan.* Secara bahasa istilah ini diambil dari bahasa Arab yaitu Al-Kafa’ah (الكفاءة). Jika dirujuk ke dalam kamus besar Lisan Al-Arab, Ibnu Manzhur (w. 711) memberikan keterangannya bahwa kata ini berarti misal, padanan, atau tandingan (النظير), contoh penggunaannya seperti ungkapan Hasan bin Tsabit berikut: ورُوحُ القُدْسِ لَـيْسَ لَهُ كِفَاءُ “Malaikat Jibril itu tidak ada yang semisalnya (tandingannya)” Jadi istilah se-kufu’ maksudnya adalah *sepadan, sesuai* semisal. Sepadan disini adalah kesepadanan antara calon suami dan calon istri satu dengan yang lainnya, dan kesepadanan yang dimaksud bisa ditinjau dalam banyak aspek. Kadang kala kesesuaian itu bisa dilihat dari fisik. Jika ada laki-laki yang ganteng semestinya ia sepadan dengan gadis yang cantik. Jika ada perempuan yang berdarah biru, biasanya ia juga akan sepadan dengan laki-laki yang juga berdarah biru. Jika ada laki-laki terpelajar ia akan pas jika menikah dengan perempuan yang juga berpendidikan. Tapi dalam Islam tidak demikian, dalam Islam disandarkan pada yang utama yakni adalah pengamalan dalam agamanya. Maka jangan heran ada yang menikah beda tingkat pendidikan bisa sesuai jika saling memahami, tapi jika dari awal sudah tidak ada kecocokan dalam hal pembicaraan, sikap dan yang lainnya, maka jika kita mau menerima, maka harus siap dengan perbedaan, jika tidak maka arahkan ke takdir Allah yang lainnya. *Karena menikah bukan hanya sekedar menerima kesamaan, kecocokan tapi lebih dari itu menikah adalah sarana untuk mau saling melengkapi, saling memahami, saling menopang dan saling sepenanggungan, yang dibingkai dalam ketaatan kepada Allah.* Maka rumah tangga yang di buat dari pondasi agama dan ilmu akan menjadikan perbedaan sebagai karunia bukan bencana atau prahara dalam rumah tangga. Allah ﷻ berfirman, الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. An Nuur 26) 2️⃣ Bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta setiap saat?? Rasa cinta yang baik adalah saat cinta yang disandarkan hanya kepada Allah, maka cintailah Allah, sebelum ingin mendapatkan cinta makhlukNya, sejalan dengan Amal Shalih yang kita lakukan, cinta tersemai karena ada kebaikan, jika cinta adalah bunga, maka jika ingin tumbuh maka pupuklah iman dan keta'atan, dan harumnya adalah amal Shalih kebaikan yang kita lakukan. Dan tanamkan kita berbuat baik bukan agar orang membalas kebaikan kita, melainkan agar Allah ridho dengan kita. Cukuplah hanya keridhoan Allah bagi kita dan cintanya sebaik baik cinta bagi kita. Wallahu ta'ala a'lam

    58 min
  4. 05/15/2020

    Cinta, Kasih Sayang bersamaan dengan Adab

    💐 *Cinta, Kasih Sayang bersamaan dengan Adab* Islam adalah agama yang sempurna. Ajarannya meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Dari perkara yang besar sampai perkara yang paling kecil. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah, dari sahabat Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau pernah ditanya oleh kaum musyrikin. قَالُوا لِسَلْمَانَ : قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَىْءٍ حَتَّى الْخَرَاءَةَ. فَقَالَ : أَجَلْ ، قَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ ، وَنَهَانَا أَنْ يَسْتَنْجِىَ أَحَدُنَا بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ ، وَنَهَانَا أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ Mereka bertanya kepada Salman, “Sungguh nabi kalian telah mengajarkan kalian segala sesuatunya sampai-sampai cara buang hajat?” Salman menjawab, “Benar! Beliau telah melarang kami untuk menghadap kiblat baik ketika buang air besar maupun buang air kecil dan melarang kami untuk beristinja’ (membersihkan kotoran) dengan batu kurang dari tiga biji, dan melarang kami beristinja’ dengan kotoran hewan atau tulang.” (HR. Muslim) Hadits ini menunjukkan tentang sempurnanya ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh Allah ta’ala telah menjelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya tentang pokok dan cabang dari agama ini. Allah ta’ala dan Rasul-Nya telah menjelaskan tentang tauhid, kewajiban untuk mengesakan-Nya. Demikian juga Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan segala macam adab, etika dalam perikehidupan manusia. Ketika bermajelis Alla ta’ala memerintahkan kepada kita untuk berlapang-lapang sebagaimana firman-Nya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ “Hai orang orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.” (Al Mujadalah: 11 ) Ketika ingin memasuki rumah seseorang, Allah perintahkan kita untuk meminta izin dan memberi salam terlebih dahulu kepada penghuninya. Allah berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ “Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu, sebelum kamu minta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat.” (An Nur: 27–28) Oleh karena itu pengajaran adab kepada anak-anak termasuk perkara yang harusnya menjadi prioritas para orang tua dan pendidik. Hendaknya sedari kecil anak-anak sudah diajari dan dibiasakan untuk menghiasai dirinya dengan adab-adab Islami. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mengajarkan bagaimana adab makan yang benar kepada anak tiri beliau Umar bin Abi Salamah. Ketika itu Umar makan dengan adab yang kurang baik, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menegur beliau يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ “Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim) Ini menunjukkan bahwa pengajaran adab hendaknya benar-benar diperhatikan oleh para pendidik dan orang tua. Untuk itu insya Allah secara bertahap, kita akan sajikan artikel-artikel tentang adab Islami yang kiranya bisa bermanfaat bagi para orang tua, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tapi juga untuk mendidik anak-anak mereka di atas adab yang baik sesuai dengan apa yang dituntunkan di dalam Al Qur’an dan Sunnah. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua di dalam menyebarkan kebaikan. اخوكم في الله 👳🏽‍♂️ Agus Sudaryat

    41 min

About

Kajian yang merujuk kepada kitab _"Tarbiyah Al Abna wa Thaaifah min Nasaaih Al Ath Thibba Karya Syaikh Musthafa Al-Adawi"_ *Bagaimana Nabi Mendidik Anak*