anamonkey

UtroNamanya

“Tanpa Tuhan, kehidupan tidak memiliki tujuan. Tanpa tujuan, hidup tidak memiliki makna. Tanpa makna, kehidupan tidak memiliki harapan.”

  1. 03/07/2021

    Secangkir Kopi Kehidupan.

    Menjalin kasih adalah menyatakan surga bagi kehidupan bersama karena setiap orang saling membutuhkan.tanpa kehadiran orang lain,hidup akan terasa hampa dan tak dapat berkembang.Persaudaraan yang rukun adalah anugrah terindah seperti ketika mentari bersinar dan memancarkan cahyanya.namun kadang kala mendung kebencian mengintip dan iri hati merongrong.Tergores antara suka dan duka saat ingin menjalin keakraban,sutau hal yang pasti tak ada kasih yang lebih besar daripada mengorbankan harta benda untuk meraih persaudaraan itu.dan ketika semua terbesit dalam “Suara cangkir” seolah ia pun menyuarakan persaudaraan sejati.”ketika  cangkir bersuara.”  marilah kita bertanya pada diri kita masing2: apakah kita sudah saling berdamai antara suami/istri.orang tua/anak,kaka/adik,tetangga bertetangga dan dengan sesama kita yang lain.??? marilah kita belajar dari kisah Cangkir.ketika beberapa sahabat  kumpul minum Kopi,teh bersama dan mengikat persahabatan maka kita saling “TOSH” gelas dan cangkir akan saling beradu seperti bunyi dalam refleksi tadi. sebaliknya,jika terjadi benturan keras akibat cangkir dibanting maka akan pecah.dan akan dibuang,Hidup dalam persaudaran,persekutuan dan dalam keluarga memang sering mengalami benturan tapi janganlah pecah.kemarahan,iri hati,kebencian,dan egoisme yg seringkali menyebabkan persaudaraan dan persahabatan menjadi retak dan pecah.  jadilah Hidup seperti cangkir atau bejana yang di isi oleh kasih TUHAN.diisi oleh FirmanNYA dan bukan oleh iri hati.dengki,amarah.kebencian juga Roh kemabukan.GBU

  2. 11/28/2020

    ALKITAB & BANDAR NARKOBA.

    ALKITAB & BANDAR NARKOBA. Beberapa tahun yang lalu, seorang misionaris datang ke sebuah desa terpencil yang belum mengenal Firman Tuhan. Setelah beberapa hari tinggal di desa itu, dia mendengar cerita bahwa dulunya desa itu sangatlah damai. Namun karena seorang bandar narkoba datang ke desa itu dan menjual narkoba kepada orang-orang desa, keamanan dan ketertiban desa itu pun menjadi rusak. Misionaris ini datang kepada si bandar narkoba dan memberikan sebuah Alkitab kepadanya. Bandar Narkoba itu mengatakan, “Jika kamu memberikan buku ini kepada saya, saya hanya akan merobek kertasnya dan menggunakannya untuk menghisap ganja.” Misionaris pun membalas, “Iya tidak apa-apa jika itu yang ingin kamu lakukan. Tapi berjanjilah akan satu hal—sebelum kamu merobek lembarannya dan menggunakannya untuk menghisap ganja, kamu harus membaca apa yang tertulis di lembaran itu terlebih dahulu.” Singkat cerita, sang misionaris meninggalkan desa itu dan melanjutkan misinya ke desa-desa lain. Setelah tiga tahun, misionaris ini kembali ke desa yang sama dan menemukan bahwa satu desa tersebut kini sudah percaya kepada Tuhan Yesus. Setelah bertanya kepada warga sekitar, dia menemukan bahwa pergerakan Kristen di desa itu dimulai dari seorang pemakai narkoba yang kini berprofesi sebagai seorang pendeta. Misionaris ini dibawa menghadap orang yang diceritakan tersebut, dan misionaris itu terkejut—ternyata mantan pecandu narkoba yang telah memulai pergerakan Kristen itu adalah si penjual narkoba yang dia berikan Alkitab tiga tahun yang lalu. Pendeta itu bertanya, “Apa yang terjadi?” Dan orang itu mengatakan, “Aku menghisap ganja terus menerus sehingga saya menghabiskan Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Hidup-ku berubah ketika aku selesai membaca kitab Yohanes.” Kisah di atas merupakan sebuah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Dan ada pesan yang sangat berharga yang dapat kita ambil dari peristiwa ini: Firman Tuhan sungguh memiliki kuasa. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16). Teman-teman, marilah kita membagikan Firman Tuhan kepada sesama kita kemana pun kita pergi. Janganlah kita berpikir, “Firman Tuhan hanyalah cocok untuk disampaikan di dalam gereja.” Jika kita hanya menyebarkan Firman Tuhan di dalam gereja, bagaimana caranya orang-orang yang tidak mengenal gereja dapat mengetahui Firman Tuhan? Mintalah hikmat dan kesempatan dari Tuhan untuk kamu bisa berbagi Firman Tuhan. Saya percaya Tuhan ingin menyelamatkan jiwa-jiwa melalui kamu, dan syarat untuk menjadi saluran keselamatan Tuhan bukanlah kesempurnaan melainkan kerelaan. Maka itu, jika kamu sungguh-sungguh rindu melihat jiwa-jiwa diselamatkan, mulailah berbagi Firman Tuhan kepada orang-orang di sekitar kamu. Percayalah, keselamatan tidak berasal dari kehebatan kamu di dalam merangkai kata-kata, melainkan berasal dari Firman Tuhan itu sendiri. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)

    ALKITAB & BANDAR NARKOBA.
  3. 10/31/2020

    Kisah seorang Tukang kayu

    Kisah seorang tukang kayu Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya. Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya. Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati. Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, “Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada.” Si tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya. Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, “Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!” Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.  Inilah refleksi hidup kita! Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.  Kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu. Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.  Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

About

“Tanpa Tuhan, kehidupan tidak memiliki tujuan. Tanpa tujuan, hidup tidak memiliki makna. Tanpa makna, kehidupan tidak memiliki harapan.”