Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Sinode Gereja Kristen Jakarta

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian By Sinode Gereja Kristen Jakarta Tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin

  1. 14h ago

    Perencanaan Yang Cermat (謹慎的計劃) - 4-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin

    箴言 21:5 21:5 殷勤籌劃的、足致豐裕.行事急躁的、都必缺乏。 許多人都夢想著未來能有更好的生活條件。或許我們也是如此。我們現在就開始為夢想規劃, 並為此殷勤奮鬥。有些人開始認真對待自己的健康,儲蓄、投資房地產和股票、購買黃金和土地、為子女教育儲蓄等等。 今天, 藉著上帝的話語, 我們被提醒智慧的原則, 即制定計劃(希伯來文 maḥăšāḇōṯ), 或者說規劃必須經過謹慎思考和計算, 以便將來能夠帶來好的結果。這原則是由殷勤的人 (希伯來文ḥārûṣ) 來執行的, 也就是勤奮的人、思維敏銳和謹慎, 然後認真、熱情、勤奮地去執行他們所思考的事情的人。這裡說殷勤的人不僅在工作上殷勤, 而在思考和工作中也勤奮、熱情、認真、以及謹慎。像這樣殷勤的人也意識到, 他需要從上帝而來的智慧, 以便在設定計劃時獲得正確的理解, 而執行那計劃則需要從上帝而來的力量。殷勤或勤奮的人所思考和執行的計劃足致豐裕(希伯來文 ləmôṯār), 即利潤或好運。然而, 這節經文並不是一個機械式的承諾, 彷彿箴言的作者要教導我們: “如果殷勤努力, 上帝一定會賜予利益和財富。” 並非如此。《箴言》的作者要教導的是從上帝而來的智慧原則。上帝賦予智慧的人會運用他的智慧進行謹慎、深思熟慮的計劃, 而不是自發或魯莽(衝動)。然後, 他們勤奮及全心全意依靠上帝來執行該計劃,甚至將結果交託給上帝。這智慧原則讓殷勤的人比莽撞的人(希伯來文ʾāṣ)的境況好得多。莽撞的人是指那些做事匆忙、沒有謹慎計畫的人。這樣的人往往忽略上帝的指引、勸戒和智慧。因此, 他感到缺乏(希伯來文ləmaḥsôr), 也就是說, 沒有得到或擁有所需之物。 今天上帝的話語提醒我們, 要運用上帝所賜給我們的智慧, 來深思熟慮各種計畫。我們需要向上帝祈求指引和勸戒, 以便我們擁有正確的智慧來設定具體的計劃, 並殷勤、勤奮和熱情地執行這些計劃。最終, 我們也需要將結果交託給完全主宰著我們的一切計劃之上帝。上帝不要我們毫無計劃地生活, 然而我們的計劃必須置於祂的主權和智慧之下。 “與其日後遇到困難, 不如現在就謹慎做好規劃。” 作者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 何承理牧師 翻譯:黃瓊楓 默想的問題: 1. 在考慮各種計劃並讓上帝參與其中時,你會遇到哪些困難? 2. 如果你習慣了沒有計畫的生活,你會面臨哪些後果?如何訓練自己始得更謹慎的計畫?如果你習慣於設定計劃, 你一直以來真的讓上帝參與其中了嗎?你如何才能設定始向神旨意和指引敞開的計劃?

    Perencanaan Yang Cermat (謹慎的計劃) - 4-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin
  2. 14h ago

    Perencanaan Yang Cermat - 4-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

    Nats Alkitab : Amsal 21:5 Penulis : Pdt. Antoni Samosir Banyak orang memimpikan keadaan yang lebih baik pada masa depan. Bisa jadi, kita pun adalah orang yang demikian. Impian itu mulai direncanakan sejak sekarang dan dikerjakan dengan rajin - tekun. Ada yang mulai serius menjaga kesehatan, menabung, berinvestasi dalam properti dan saham, membeli emas dan tanah, mempersiapkan tabungan pendidikan anak, dan sebagainya. Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan mengenai prinsip hikmat, yaitu memiliki rancangan (Ibr. maḥăšāḇōṯ) atau rencana yang harus dipikirkan dan diperhitungkan dengan cermat agar dapat memberikan hasil yang baik di kemudian hari. Prinsip seperti ini dilakukan oleh orang rajin (Ibr. ḥārûṣ), yaitu orang yang tekun - orang yang berpikir tajam dan cermat, kemudian mengerjakan apa yang telah dipikirkannya dengan sungguh-sungguh, bersemangat, dan tekun. Orang rajin di sini bukan sekadar rajin bekerja, melainkan tekun, bersemangat, sungguh-sungguh, serta cermat dalam berpikir dan bekerja. Orang yang rajin seperti ini juga menyadari bahwa ia memerlukan hikmat dari Tuhan untuk memperoleh pengertian yang benar dalam membuat rencana serta kekuatan untuk mengerjakan rencana tersebut. Rencana yang dipikirkan dan dikerjakan oleh orang yang rajin atau tekun ini akan menuju kelimpahan (Ibr. ləmôṯār), yaitu keuntungan atau kemujuran. Namun, ayat ini bukanlah janji mekanis seolah-olah penulis Amsal hendak mengajarkan, “Kalau rajin dan tekun, Tuhan pasti memberikan keuntungan dan kekayaan.” Bukan demikian. Penulis Amsal hendak mengajarkan prinsip hikmat dari Tuhan. Seseorang yang diberikan akal budi oleh Tuhan akan menggunakan pikirannya untuk merencanakan dengan cermat, penuh pertimbangan, tidak secara spontan atau tergesa-gesa (impulsif). Rencana tersebut kemudian dikerjakan dengan tekun sambil mengandalkan Tuhan, bahkan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Prinsip hikmat ini membuat orang yang rajin memiliki keadaan yang jauh lebih baik daripada orang yang tergesa-gesa (Ibr. ʾāṣ), yaitu orang yang terburu-buru, tanpa perencanaan yang cermat. Orang yang demikian cenderung mengabaikan arahan, nasihat, dan hikmat dari Tuhan. Akibatnya, ia mengalami kekurangan (Ibr. ləmaḥsôr), yaitu tidak mendapatkan dan tidak memiliki apa yang dibutuhkan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk menggunakan akal budi yang Allah berikan dalam memikirkan berbagai rencana dengan pertimbangan yang matang. Kita perlu memohon arahan dan nasihat dari Tuhan agar memiliki hikmat yang benar dalam membuat perencanaan yang konkret dan melaksanakannya dengan rajin, tekun, serta bersemangat. Pada akhirnya, kita pun perlu menyerahkan hasilnya ke dalam tangan Tuhan yang berdaulat penuh atas seluruh perencanaan kita. Tuhan tidak menginginkan kita hidup tanpa perencanaan, namun perencanaan kita harus diletakkan di bawah kedaulatan, hikmat-Nya. “Daripada susah di kemudian hari, lebih baik kita memikirkan perencanaan secara cermat di masa kini.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1.Apa saja kesulitan yang Anda alami ketika memikirkan berbagai rencana sambil melibatkan Tuhan? 2.Jika Anda terbiasa hidup tanpa perencanaan, apa akibat yang Anda alami? Bagaimana Anda dapat melatih diri untuk memiliki perencanaan yang lebih cermat? Jika Anda terbiasa membuat perencanaan, apakah selama ini Anda sungguh-sungguh melibatkan Tuhan? Bagaimana Anda dapat menyusun rencana yang tetap terbuka terhadap arahan dan kehendak Tuhan?

    Perencanaan Yang Cermat - 4-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
  3. 1d ago

    Keputusan Akhir (最終的決定) - 3 Nov 2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin

    箴言19:21 19:21 人心多有計謀.惟有耶和華的籌算、纔能立定。 我們每天都會做出很多決定, 從小的決定到可以決定我們人生方向的大決定。我們會綜合考慮各種因素,在做決定前先認真思考。甚至, 我們經過仔細、成熟地考慮周圍人的各種意見, 並思想上帝的話語, 最終我們都會歸結到一個目標: 做出決定。我們也盡最大努力確保我們決定實行的每一個計劃都能按預期進行。然而, 我們醒悟, 我們所希望的並非總是能實現。我們也曉得,並非我們掌控著這一生。 《箴言》的作者解釋說, 人心多有計謀, 包括我們的心。希伯來文“計謀”一詞是 maḥăšāḇôt, 意思是計劃、想法、考慮或意圖。這顯示我們都是有能力思考、考慮和製定各種人生計畫的個體。我們腦海中和心中會湧現許多計劃。然而, 在我們所有的計劃之上,有上帝的決定。希伯來文“決定”一詞是ʿăṣat, 意思是勸勉、決定、考慮或意圖。上帝的決定必得貫徹。“貫徹”一詞使用的是 tāqûm一詞, 意思是堅定地站立、保持堅立或變得堅固。因此, 上帝的決定是絕對有效且必將貫徹到我們所有計謀或計劃中。上帝的決定永遠不會錯。《箴言》的作者並沒有教導人們停止計劃而變得被動。我們仍然被呼籲去思考、考慮,並制定良好正確的計劃。然而, 我們必須意識到, 即使是最好的計劃, 最終仍然在上帝的主權之下。我們可以製定許多計劃, 但最終的決定權仍然掌握在上帝手中。 無可否認, 我們腦海中有許多計劃。我們對家庭、工作、事奉、學業、財務、健康和未來都有計劃。我們希望這些計劃都不會出錯, 一切都能按照我們預想的那樣發展。然而, 當計劃未能實現時, 我們很容易感到失望、憤怒、責怪他人或環境, 甚至開始質疑上帝。今天上帝的話語提醒我們, 即使我們的計劃沒有如我們所願, 但這也不是一切的終點。反而上帝能使用這種情況來教導我們, 唯一可以確定的決定是祂的決定, 那就是精純和使我們成熟。 “最終的決定權完全在上帝手中, 因為祂對我們生命的看法是不受限的, 而我們自己的看法卻是非常有限的。” 作者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 何承理牧師 翻譯:黃瓊楓 默想的問題: 1. 當你所製定的計畫沒有完全按照你的預期執行時, 你會如何 應對? 2. 當你意識到你人生的最終決定是上帝的決定時, 你的態度如 何?

    Keputusan Akhir (最終的決定) - 3 Nov 2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin
  4. 1d ago

    Keputusan Akhir - 3 Nov 2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

    Nats Alkitab : Amsal 19:21 Penulis : Pdt. Antoni Samosir Banyak sekali keputusan yang kita ambil setiap hari, mulai dari keputusan-keputusan kecil hingga keputusan-keputusan besar yang dapat menentukan arah kehidupan kita. Dengan berbagai pertimbangan, kita berpikir keras sebelum memutuskan sesuatu. Bahkan, setiap perencanaan yang kita susun dengan cermat dan matang, melalui berbagai pandangan dari orang-orang di sekitar kita maupun perenungan akan firman Tuhan, pada akhirnya membawa kita kepada satu tujuan: mengambil keputusan. Kita pun berusaha sebaik mungkin memastikan agar setiap rencana yang telah kita putuskan untuk dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan harapan kita. Akan tetapi, kita menyadari bahwa tidak selamanya apa yang kita harapkan selalu terjadi. Kita pun menyadari bahwa bukan kita yang memegang kendali hidup ini. Penulis Amsal menjelaskan bahwa ada banyak rancangan dalam hati manusia, termasuk dalam hati kita. Kata “rancangan” dalam bahasa Ibrani adalah maḥăšāḇôt, yang berarti rencana, pemikiran, pertimbangan, atau maksud. Hal ini menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk berpikir, mempertimbangkan, dan membuat berbagai rencana dalam hidup kita. Ada banyak rencana yang dapat muncul dalam pikiran dan hati kita. Namun, di atas semua rencana kita terdapat keputusan Tuhan. Kata “keputusan” dalam bahasa Ibrani adalah ʿăṣat, yang berarti nasihat, keputusan, pertimbangan, atau maksud. Keputusan Tuhan itulah yang akan terlaksana. Kata “terlaksana” menggunakan kata tāqûm, yang berarti berdiri teguh, tetap berdiri, atau menjadi kokoh. Dengan demikian, keputusan Tuhan adalah keputusan yang pasti berdiri dan terlaksana di tengah setiap rancangan atau rencana kita. Keputusan Tuhan tidak pernah keliru. Penulis Amsal tidak mengajarkan manusia untuk berhenti merencanakan dan menjadi pasif. Kita tetap dipanggil untuk berpikir, mempertimbangkan, dan menyusun rencana yang baik dan benar. Namun, kita harus menyadari bahwa rencana terbaik sekalipun tetap berada di bawah kedaulatan Tuhan. Kita boleh membuat banyak rencana, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan Tuhan. Tidak dapat dipungkiri, ada banyak rencana dalam pikiran dan hati kita. Kita memiliki rencana tentang keluarga, pekerjaan, pelayanan, pendidikan, keuangan, kesehatan, dan masa depan. Kita berharap semua rencana tersebut tidak ada satu pun yang meleset dan semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Namun, ketika rencana itu tidak terlaksana, kita mudah kecewa, marah, mengambinghitamkan orang lain atau keadaan, bahkan mulai mempertanyakan Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengajak kita kembali mengingat bahwa meskipun rencana kita tidak sesuai yang kita harapkan, hal itu bukan akhir dari segalanya, justru Tuhan dapat memakai keadaan itu untuk mengajarkan kita bahwa satu-satunya keputusan yang pasti adalah keputusan-Nya yaitu untuk memurnikan, mendewasakan kita. “Keputusan akhir layak berada di tangan Tuhan, sebab pandangan-Nya atas hidup kita tak terbatas, sedangkan pandangan kita sangat terbatas.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apa respons Anda terhadap setiap rencana Anda yang telah Anda putuskan untuk dilaksanakan namun tidak sepenuhnya berjalan seperti yang Anda harapkan? 2. Bagaimana sikap Anda ketika menyadari bahwa keputusan akhir dalam hidup ini adalah keputusan Tuhan?

    Keputusan Akhir - 3 Nov 2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
  5. 2d ago

    Penentu Arah Langkah (指引脚步者) - 2-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin

    箴言 16 : 9 16:9 人心籌算自己的道路.惟耶和華指引他的腳步。 你是否曾經遇到過這樣的情況, 即在前往目的地的旅途中, 你不得不按照全球定位系統所指示的路線行駛, 儘管你原本計劃走自己選定的路線, 因為你覺得對即將穿越的地域非常熟悉?然而, 當沿著計劃路線行駛時, 由於前方突然發生了多車連環撞的交通事故,出現了非常長的交通堵塞。所以你立即考慮向全球定位系統尋求協助, 以指引下一步行動, 避開很長的交通堵塞。 《箴言》的作者解釋說, 心 (希伯來文lēv) 是內在生命的中心, 包括人的思想、理解力和意志。人心經常籌算 (希伯來文yəḥaššēv) 或計畫其道路 (希伯來文derek), 也就是說, 將做什麼, 將往哪裡去, 以及將如何去做。上帝並沒有禁止我們詳細規劃人生道路。相反的, 上帝賜予我們負責任地規劃人生的恩典。然而, 我們必須意識到自身的局限性, 因為最終的決定權在於上帝。我們並非全知的, 因此無法完全預知將會發生的事情。唯獨全能的上帝擁有完全的主權, 並且確切地知道將會發生的事情。因此,《箴言》的作者接著說, 唯有上帝決定 (希伯來文yākhîn)。即依照祂所設定的目標來指引和立定我們的脚步。上帝決定我們脚步的方向不是像全球定位系統或其他指路人那樣給予方向。上帝對我們的偉大指引並非是讓我們所有的計劃都如我們所願地實現, 而是要藉著我們的一生, 包括我們所有的計劃以及計劃的失敗, 我們都能經歷品格的塑造, 使得越來越像基督, 越來越精純, 在降服和順服基督方面接受訓練, 為祂的國度結出榮耀祂的果實。 我們曾經多少次規劃過自己的人生道路, 並希望它能很快實現, 但最終實現的並非我們的計劃, 而是上帝的旨意, 按照祂為我們確定的道路方向而行? 或許起初, 我們也許會感到失望, 無法接受, 甚至對上帝感到憤怒。然而, 當我們再次藉著上帝話語真理的光照來思考時, 我們開始意識到上帝所決定的方向顯然對我們來說要好得多。而最後, 我們也感謝讚美上帝。甚至, 我們對上帝的認識和敬仰與日俱增。雖然上帝按照祂所定的偉大方向決定了我們人生的每一步, 但是祂仍然給了我們機會去規劃美好事物。 “我們只能看到道路的一小部分, 而決定一切的上帝卻能看到整個旅程。” 作者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 何承理牧師 翻譯:黃瓊楓 默想的問題: 1. 你曾經思考過哪些計畫或人生道路, 但最終卻未能如你所 願? 當時你是如何應對的? 2. 當你意識到上帝對你的生命有著偉大的規劃, 你的一切生活 和計劃都處於祂的主權之下時, 你的反應是什麼? 這種意識 是否讓你更積極地為未來做好規劃, 同時將結果交託給上 帝? 還是反而使你變得消極被動、漠不關心?

    Penentu Arah Langkah (指引脚步者) - 2-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin
  6. 2d ago

    Penentu Arah Langkah - 2-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

    Nats Alkitab : Amsal 16:9 Penulis : Pdt. Antoni Samosir Pernahkah Anda mengalami situasi ketika harus mengikuti arah yang ditunjukkan oleh GPS dalam sebuah perjalanan menuju suatu tujuan, padahal Anda sudah merencanakan untuk melalui jalan yang telah Anda tentukan sendiri karena merasa sangat memahami medan yang akan dilalui? Namun, ketika menjalani jalan yang telah direncanakan, tiba-tiba terjadi kemacetan kendaraan yang sangat panjang karena di depan terjadi kecelakaan beruntun. Anda pun mulai berpikir untuk segera meminta bantuan GPS agar mengarahkan langkah selanjutnya demi menghindari kemacetan panjang tersebut. Penulis Amsal menjelaskan bahwa hati (Ibr. lēv) merupakan pusat kehidupan batin yang mencakup pikiran, pengertian, dan kehendak manusia. Hati kerap kali memikir-mikirkan (Ibr. yəḥaššēv) atau merencanakan jalannya (Ibr. derek), yaitu apa yang akan dilakukan, ke mana ia akan melangkah, dan bagaimana ia akan menjalaninya. Tuhan tidak melarang kita untuk merencanakan jalan hidup secara terperinci. Sebaliknya, Tuhan memberikan anugerah kepada kita untuk bertanggung jawab dalam merencanakan kehidupan. Namun, kita harus menyadari keterbatasan kita karena penentu akhirnya adalah Tuhan. Kita tidak memiliki kemahatahuan sehingga tidak mampu mengetahui secara tuntas apa yang akan terjadi. Hanya Tuhan Yang Mahakuasa yang berdaulat penuh dan mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi. Itulah sebabnya penulis Amsal melanjutkan bahwa Tuhanlah yang menentukan (Ibr. yākhîn), yaitu mengarahkan dan menetapkan langkah kita sesuai dengan tujuan yang telah Dia tetapkan. Tuhan yang menentukan arah langkah bukan sekadar menunjukkan arah seperti GPS atau seperti orang lain yang memberikan petunjuk. Arah besar Tuhan bagi kita bukan agar seluruh rencana kita berhasil seperti yang kita inginkan, melainkan agar melalui seluruh hidup kita, termasuk seluruh rencana maupun kegagalan rencana kita, kita mengalami pembentukan karakter yang semakin serupa dengan Kristus, semakin dimurnikan, dilatih dalam ketundukan dan ketaatan kepada-Nya, menghasilkan buah bagi Kerajaan-Nya yang memuliakan-Nya. Sudah berapa kali kita merencanakan jalan hidup yang kita harapkan segera terwujud, tetapi pada akhirnya bukan rencana kita yang terlaksana, melainkan kehendak Tuhan sesuai dengan arah langkah yang telah ditentukan-Nya bagi kita? Bisa jadi, pada awalnya kita kecewa, tidak menerima, bahkan marah kepada Tuhan. Namun, setelah kita merenungkannya kembali dalam terang kebenaran firman Tuhan, kita mulai menyadari bahwa arah langkah yang ditentukan Tuhan ternyata jauh lebih baik bagi kita. Pada akhirnya, kita pun mengucap syukur dan memuji Tuhan. Bahkan, pengenalan dan kekaguman kita kepada Tuhan terus bertambah. Meskipun Tuhan menentukan arah langkah hidup kita sesuai dengan arah besar yang telah ditetapkan-Nya, Dia tetap memberikan kesempatan kepada kita untuk merencanakan apa yang baik. “Kita hanya melihat sedikit jalan, sedangkan Tuhan Sang Penentu melihat keutuhan perjalanan.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apa saja rencana atau jalan hidup yang pernah Anda pikirkan, tetapi ternyata tidak berjalan sesuai dengan harapan Anda? Bagaimana Anda menyikapinya? 2. Bagaimana sikap Anda ketika menyadari bahwa Tuhan memiliki arah yang besar bagi hidup Anda, sehingga seluruh hidup dan rencana Anda berada di bawah kedaulatan-Nya? Apakah kesadaran ini membuat Anda semakin bersemangat untuk merencanakan yang terbaik, sambil tetap menyerahkan hasilnya kepada Tuhan, atau justru membuat Anda menjadi pasif dan apatis?

    Penentu Arah Langkah - 2-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia
  7. 3d ago

    Bukan Sekadar Rencana (不僅是個計劃) - 1-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin

    箴言16:1-3 16:1 心中的謀算在乎人.舌頭的應對、由於耶和華。 16:2 人一切所行的、在自己眼中看為清潔.惟有耶和華衡量人心。 16:3 你所作的、要交託耶和華、你所謀的、就必成立。 每個人都有計劃, 我們也不例外。我們心中或許有無數的計劃, 但我們必須有信心的原則, 即在每一個計劃中, 對上帝的依靠才是最必要的。 在《箴言》中, 依靠和交託給上帝是一個重要的主題。一切都來自上帝,最終的結果也由祂決定。因此,我們的一切計劃都必須交在祂的主權中。我們的職責是策劃(第 1 節)。 “謀算”一詞 (希伯來文 maʿărḵê) 可以解釋為計畫、安排或整理。我們可以計劃好生活中很多事情, 但最終的答案不在我們手中, 而是在上帝手中。上帝口舌的應對或話語遠比我們的決定更具有主權性。接下來是要考察我們內心的動機(第 2 節)。我們不僅被呼籲去計劃許多事情, 而也被呼籲在上帝面前檢驗或省察我們制定計劃時的內心動機。問題不只是我們所有的計劃是否成功且令人滿意, 而是我們在上帝面前是否以純潔真實的動機來思考和執行所有這些計劃。接下來的一段是要交託上帝 (第 3 節)。“交託” 一詞(希伯來文gōl) 的字面意思是將某物推翻、移交或轉移給另一方。這行為並不意味著放棄或投降, 而是將我們自己和我們所有的計劃交託給上帝的主權、智慧和旨意。我們覺察到, 唯有上帝完全主宰我們的生活, 甚至主宰著我們所有的計劃。這樣, 當我們的計劃成功並按預期進行時, 我們仍然保持謙卑而不傲慢; 當我們的計劃失敗時, 我們仍然感恩而沒有失去盼望。 上帝話語的真理適用於我們生活中的所有計劃, 無論是在家庭、工作、事業、學業、健康、服事和各種決定中。我們不僅僅按照自己的意願去籌謀計劃, 而是要把自己降服於上帝, 用上帝的話語光照並省察我們內心的動機, 並將我們所有的計劃, 甚至透過實際行動來實現計劃的過程, 完全交託在上帝的主權裡。我們在一切計劃中依靠上帝, 表明了我們就是基督真正的門徒。 1. “我們對上帝的依賴是我們人生所有計劃中信心的基礎。” 作者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 何承理牧師 翻譯:黃瓊楓 默想的問題: 1. 為什麼一切計畫都必須經過仔細省察內心動機, 並將它交託 在上帝的主權裡? 2. 你如何訓練自己將計畫交託在上帝的主權和旨意裡?

    Bukan Sekadar Rencana (不僅是個計劃) - 1-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Mandarin
  8. 3d ago

    Bukan Sekadar Rencana - 1-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

    Nats Alkitab : Amsal 16:1-3 Penulis : Pdt. Antoni Samosir Setiap manusia memiliki rencana, demikian juga kita. Ada sekian banyak rencana yang kita pikirkan, tetapi kita perlu memiliki prinsip iman bahwa kebergantungan kita kepada Tuhan dalam setiap perencanaan merupakan hal yang paling esensial. Kebergantungan dan keberserahan kepada Tuhan merupakan tema yang kuat dalam kitab Amsal. Segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan Dialah yang menentukan hasil akhirnya. Oleh karena itu, setiap perencanaan kita harus diserahkan ke dalam kedaulatan-Nya. Bagian kita adalah merencanakan (ay. 1). Kata “menimbang-nimbang” (Ibr. maʿărḵê) dapat diartikan sebagai merencanakan, mengatur, atau menata. Kita dapat merencanakan berbagai hal dalam hidup kita, tetapi jawaban akhir bukan berada di tangan kita, melainkan di tangan Tuhan. Jawaban dari lidah atau perkataan Tuhan jauh lebih berdaulat daripada keputusan kita. Bagian berikutnya adalah memeriksa motivasi hati kita (ay. 2). Kita bukan hanya dipanggil untuk merencanakan banyak hal, tetapi juga menguji atau memeriksa motivasi hati kita di hadapan Tuhan dalam membuat perencanaan. Pertanyaannya bukan hanya apakah semua perencanaan kita berhasil dengan baik dan memuaskan, melainkan apakah semua perencanaan tersebut kita pikirkan dan lakukan dengan motivasi yang murni dan benar di hadapan Tuhan. Bagian selanjutnya adalah menyerahkan kepada Tuhan (ay. 3). Kata “serahkanlah” (Ibr. gōl) secara harfiah berarti menggelindingkan, menggulingkan, atau memindahkan sesuatu kepada pihak lain. Tindakan ini bukan berarti menyerah atau pasrah (give up), melainkan menyerahkan (give in) diri dan seluruh rencana kita di dalam kedaulatan, hikmat, dan tujuan Tuhan. Kita menyadari bahwa hanya Tuhan yang berdaulat penuh atas hidup kita, bahkan atas seluruh rencana kita. Dengan demikian, kita akan tetap rendah hati - tidak sombong apabila rencana-rencana kita berhasil dan sesuai dengan yang kita harapkan - dan tetap bersyukur - tidak kehilangan harapan apabila rencana-rencana kita gagal. Kebenaran firman Tuhan ini berlaku untuk seluruh perencanaan dalam hidup kita: dalam keluarga, pekerjaan, usaha, pendidikan, kesehatan, pelayanan, maupun berbagai keputusan. Kita bukan hanya sekadar memikirkan rencana sesuai dengan yang kita inginkan, melainkan menundukkan diri di hadapan Tuhan, memeriksa motivasi hati kita dalam terang firman Tuhan, serta menyerahkan sepenuhnya rencana-rencana kita, bahkan proses dalam mewujudkannya melalui tindakan nyata, ke dalam kedaulatan Tuhan. Kebergantungan kita kepada Tuhan dalam seluruh perencanaan kita merupakan tanda bahwa kita adalah murid Kristus yang sejati. “Kebergantungan kita kepada Tuhan merupakan dasar iman dalam setiap perencanaan hidup kita.” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Mengapa merencanakan segala sesuatu perlu diikuti dengan menguji motivasi hati, dan menyerahkannya di dalam kedaulatan Tuhan? 2. Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk menyerahkan rencana Anda di dalam kedaulatan dan tujuan Tuhan?

    Bukan Sekadar Rencana - 1-11-2026 - Penuntun Saat Teduh Bahasa Indonesia

Ratings & Reviews

5
out of 5
2 Ratings

About

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian By Sinode Gereja Kristen Jakarta Tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin