Chillin’ in the Chairs

Chillin Podcast

Join us for a bilingual (Indonesian and English), multicultural conversation with our host and a guest about topics and issues that affect our daily lives. 20-30 minutes: just enough time for a cup of tea or coffee. Not the “experts” or too much theory: experience, trial and error, learning by doing, sharing pitfalls, celebrating what works, and practical tips.

Episodes

  1. 04/14/2022

    Episode 07: “Sekolah Wadah Gerakan Literasi”

    Bintang Tamu: Ibu C. Cahayaningsih, M. Pd, Kepala Sekolah SMPN 3 Pakem, Sleman, Yogyakarta. Panggilan sehari-hari beliau adalah Ibu Cahaya. Sejak duduk di bangku kuliah hingga menjadi pengajar di Sekolah Negeri, beliau dikenal sebagai “penggerak literasi”. Kiprahnya tersebut semakin dipercayakan setelah memimpin sebuah SMPN favorit di wilayah Pakem, Sleman, Yogyakarta. Sejak tahun lalu, beliau menjadi Kepala Sekolah di SMPN 3, Sleman (mulai 14 September 2021) dan bercita-cita mengangkat program literasi dengan mengembangkan perpustakaan dan membuat inisiatif “siswa/i suka membaca”. Untuk tujuan tersebut, Ia memulai dengan beberapa langkah, diantaranya memperbaiki fasilitas sekolah dengan “me-remaja-kan” perpustakaan dan koleksinya bukunya, menyiapkan “ruang membaca”, mengadakan “pojok membaca” di dalam kelas, menghias dinding sekolah dengan ucapan yang menceritakan manfaat baca “Baca membuka jendela dunia”, mengadakan waktu tenang sehari-hari (15 menit awal sekolah) untuk membaca, dan merencanakan bersama guru dan siswa/i untuk mengadakan acara literasi di sekolah. Dengan upaya seperti ini, Ibu Cahaya berharap kegiatan menulis-membaca akan menjadi kebiasaan sehari-hari dalam pembelajaran budaya di sekolah. Dan tentu kalau anak kita–dan masyarakat kita–suka membaca,  mereka akan memperoleh ilmu, pengetahuan, dan inspirasi yang bisa membawa dampak pada hidupnya. Tak sebatas itu, Ibu Cahaya juga menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan literasi. Waktu tenang, ketersediaan buku, kebiasaan membaca di rumah, memberikan hadiah berupa buku, menyediakan buku-buku bacaan di rumah, ini semua akan mendukung budaya literasi di rumah dan di masyakarat. Ibu Cahaya meyakini bahwa melalui “kelompok siswa/i suka membaca”, maka suara dari teman sebaya–anak kepada anak, remaja kepada remaja–mempunyai pengaruh yang besar. Bergabung dengan Ibu Cahaya dan teman-teman: Hidupkan Gerakan Literasi!

    38 min
  2. 04/14/2022

    Episode 08: "Suara Remaja: “Membuka Jendela dengan Membaca”

    Bintang Tamu: Sriara Nurningsih Hermoza (Ara), kelas 8, dan Almiera Khayrazeeva (Eeva), kelas 7, dari SMPN 3 Pakem, Sleman, Yogyakarta. Dua remaja dengan suara dan wajah yang sangat cerah bercerita bagaimana dan kenapa “suka membaca”. Ternyata dari lingkungan rumah di masa kecilnya, mereka sudah mulai “senang membaca” bersama orang tua lewat buku bergambar yang berwarna-warni. Kebiasaan tersebut berkembang hingga masa remaja mereka, yang saat ini berada di bangku SMP. Mereka berdua senang membaca novel, buku cerita dengan bab yang banyak, serta buku dengan ratusan halaman. Kegemaran membaca ini ternyata membangkitkan kegemaran menulis, terutama lewat buku harian dan pengalaman. Kata Ara, “Siapa tahu beberapa tahun lagi saya ingin mengingat kembali pengalaman sehari-hari di masa SMP. Ataupun kalau saya sudah berkeluarga, anak saya akan tanya tentang masa remaja Ibunya. Atau siapa tahu saya bisa mengarang buku cerita sendiri?” Mereka berdua mengakui bahwa keberadaan gawai seolah-olah menggeser minat untuk membaca, apalagi pada teman-teman yang belum “suka membaca buku.” Dan walaupun ada “e-book” atau “film” dimana naskahnya diadaptasi dari buku, tak ada yang lebih asyik dari pada mencari waktu tenang, santai dan membaca sebuah buku sendiri. Mereka merasa beruntung keluarga dan lingkungan sekolah mendukung akses pada buku. Semoga inspirasi dan cerita dua remaja ini bisa jadi inspirasi sekaligus panutan bagi remaja yang lain. Mari kita mulai suka membaca dan siap membuka jendela dunia!

    19 min

About

Join us for a bilingual (Indonesian and English), multicultural conversation with our host and a guest about topics and issues that affect our daily lives. 20-30 minutes: just enough time for a cup of tea or coffee. Not the “experts” or too much theory: experience, trial and error, learning by doing, sharing pitfalls, celebrating what works, and practical tips.