Suara.Tuan

Potret

“Tidak semua hal terjadi seperti maumu, tidak semua hal untuk kau genggam. Yuk coba lagi, masih banyak kesempatan untuk tumbuh menjadi versi terbaikmu”

  1. 04/30/2021

    Eps 20 - Cerita Sahur

    Eps 20 - Cerita Sahur Tuhan, pagi ini rasanya sangat berbeda. Entah aku harus menyambut bulan baik ini dengan perasaan yang seperti apa? Bahagia kah? Senang kah? atau lagi-lagi harus ku awali dengan sebuah tangis dan ingatan yang terluka. Entah, makanan macam apa yang harus aku santap. sementara semua makanan rasanya sangat hambar di pandanganku. Bukankah, sahur harusnya dilewati dengan penuh kegembiraan dan kesyukuran. Tapi, satu-satunya kegembiraan dan kesyukuran yang aku miliki, adalah kenangan terakhir sahur di ruang tengah dengan keluarga yang utuh. dan ruang, telah mencuri itu. Bukankah, sahur harusnya dilewati dengan makan secukupnya. Tapi, satu-satunya rasa cukup yang aku miliki, adalah kenangan terakhir saat menemani Ibu yang terburu-buru memasak hidangan sahur, sembari menunggu Ayah membangungkan adik-adikku serta mendengar celoteh adik-adikku yang kebingungan memilih mana makanan yang akan disantap terlebih dahulu. dan waktu, juga sudah mencuri itu. Tuhan, bukankah bulan baik tidak hanya berbaik hati pada kebaikan. Juga pada ingatan baik seorang anak yang sedang menahan rindu sesak di dadanya. Tuhan, bukankah bulan baik tidak hanya berbaik hati pada kebaikan.Bukan pada rasa sakit seorang anak yang tak bisa menikmati sahur pertama dengan keluarganya. Tuhan, bukankah bulan baik tidak hanya berbaik hati pada kebaikan. Bukan pada hati kecil seorang ibu atau ayah yang takut bila saat sahur hari ini tak cukup makanan untuk di makan. Bukan aku ingin berkeluh, aku mensyukuri segala nikmatmu. Aku menerimanya, bagaimana pun aku sadar semua cerita sahur itu telah berakhir. kita hanya bisa menerimanya, dan berharap ada kabar baik yang sempat tertunda bisa datang tepat waktu di bulan baik ini. Pesanku, untuk siapapun yang punya cerita sahur dengan keluarga yang utuh. pun hanya dengan segelas air putih dan dengan tiga potong telur kecil, bersyukurlah. Terimalah dengan kelapangan dadamu seluas-luasnya. karena itu jauh lebih dari manis dan jauh lebih dari cukup. Pengisi Suara: Suara Tuan Penulis: Suara Tuan

    5 min
  2. 04/21/2021

    Eps 18 - Buku Harian Rindu

    Eps 18 - Buku Harian Rindu Semua yang tak lagi bisa aku lihat, sentuh dan dengar. Semuanya bersekongkol untuk membuat buku harian rindu, untukmu. Jika sempat serta mampu kau jangkau, bacalah.  Di dadaku. Rindu serupa anak semata wayang yang rapuh. Terlahir dari keluarga sederhana, yang sedang berada diujung tanduk. Ayahny bernama waktu, dan Ibunya bernama ingatan.  “Rindu, jika Ayah dan Ibu bercerai, kamu mau ikut siapa?” “Bolehkah aku hidup di dalam buku harianku sendiri, tanpa harus memilih salah satu dari kalian?” kata rindu Memilih Ayah dan Ibu, ingatan dan waktu. Memanglah tidak mudah bagi rindu.  Jika memilih waktu, itu artinya rindu harus merelakan ingatan tentangnya terhapus perlahan-lahan dan digantikan oleh ingatan yang baru. Sedangkan jika memilih ingatan, itu artinya rindu harus memperpanjang usia penyesalan, kesedihan dan kehampaan yang menghuni relung-relung hatinya.  Karena melupakan dan terlupakan. Bagiku sama-sama mengerikan. Oleh karena itu, aku memilih hidup abadi dalam buku harianku sendiri. Kata rindu.  Rupanya, tekat rindu sudah bulat. hari demi hari rindu memungut cerita masa lalunya dengan sabar. kemudian satu persatu dituliskan dalam buku hariannya. mulai dari cerita pertemuan yang tidak pernah terduga, hingga cerita tentang perpisahan yang sebenarnya tidak pernah direncanakan. semua tersusun rapi, lengkap serta tanpa ada yang terlewatkan satupun.  Memangnya apa yang mau kamu coba buktikan dengan pilihan itu?  Entahlah, mungkin suatu saat nanti. Entah kapan.  Ketika hatinya dihantui penyesalan dan pikirannya merasa tersesat tidak tau arah jalan untuk pulang ke tempat yang seharusnya dia tempati. aku yakin, buku harian rindu ini bisa sedikit membantu ingatannya. Itu saja, semoga.  Pengisi Suara : Tuan Penulis : Waras Hati

    4 min
  3. 04/17/2021

    Eps 17 - Cerita Berbuka

    Eps 17 - Cerita Berbuka Tuhan, semoga di bulan baik ini semua kabar baik yang sempat tertunda, tersampaikan tepat waktu.  Kau bilang, berbukalah dengan yang manis.  Tapi, satu-satunya rasa manis yang aku miliki, adalah kenangan terakhir berbuka di ruang tengah dengan keluarga yang utuh. dan ruang, telah mencuri itu.  Kau bilang, berbukalah secukupnya.  Tapi, satu-satunya rasa cukup yang aku miliki, adalah kenangan terakhir saat menemani ibu memasak hidangan berbuka, sembari menunggu ayah pulang dari kerja, serta mendengar celoteh adik-adikku yang kebingungan memilih mana makanan yang akan disantap terlebih dahulu. dan waktu, juga sudah mencuri itu.  Percayalah Bulan baik, hanya berbaik hati pada kebaikan. Bukan pada ingatan baik seorang anak yang sedang memikul jarak dipundaknya.  Percayalah bulan baik, hanya berbaik hati pada kebaikan. Bukan pada hati kecil seorang ibu atau ayah yang takut tidak bisa memberikan hidangan yang layak di meja makan untuk anak-anaknya yang kelaparan. Tapi, apa boleh buat. bagaimanapun semua cerita berbuka itu berakhir. kita hanya bisa menerimanya, dan berharap ada kabar baik yang sempat tertunda bisa datang tepat waktu.  Pesanku, untuk siapapun yang punya cerita berbuka dengan keluarga yang utuh. pun hanya dengan segelas air putih dan dengan tiga biji kurma murahan, bersyukurlah.  Terimalah dengan kelapangan dadamu seluas-luasnya. karena itu jauh lebih dari manis dan jauh lebih dari cukup. 
 Pengisi Suara: Tuan Penulis: Waras Hati

    5 min
  4. Eps 16 - Tanah Rantau

    04/12/2021

    Eps 16 - Tanah Rantau

    Eps 16 - Tanah Rantau Bertahun-tahun sudah daku di tanah rantau, kampung halaman nan jauh terkenang dalam ingatan. Sanak saudara saling bergilir, lirih memanggil pulang, namun tak satu jua yang menggerakkan hati untuk lekas pulang menebus rindu.  Demikian, ada hal-hal yang membuat ku enggan untuk pulang menjumpai tanah lahir ku, tanah leluhur ku. Maafkan daku, jiwa ku terlalu nyaman di tanah rantau ini, meski hati tak sebaik yang di kira. Maafkan daku, yang masih terus berusaha menemukan jati diri ku di tanah rantau ku. Siang malam tiada habis daku termenung, siang malam tiada habis daku bercerita pada diri sendiri.  Daku hanya berharap menemukan diri ku sendiri di sini, telah lama sudah rasanya daku kehilangan diri ku sendiri. oleh sebab banyak hal yang datangnya tiada sama sekali terduga.  Paduka raja di kampung halaman, sanak saudara yang rindunya pada daku tak lagi terbendung. untuk semua yang telah pulang ke tempat di mana seharusnya semua manusia akhirnya berada. maafkan daku, maafkan daku, tak pernah menemui rindu mu, tak pernah memberi mu kabar tentang keadaan daku di sini. Aku baik-baik saja, terus berusaha demikian, meski kaki rasanya tertatih-tatih melangkah. meski raga rasanya sangat letih, meski hati rasanya sudah tak utuh lagi. kelak aku pasti akan kembali, menemui semua hal yang membuat ku selalu merasa damai. doakan daku di sini, tanah rantau. menemukan apa yang harusnya kutemukan sebagai manusia.  Pengisi Suara : Tuan Penulis : Tuan

    4 min

About

“Tidak semua hal terjadi seperti maumu, tidak semua hal untuk kau genggam. Yuk coba lagi, masih banyak kesempatan untuk tumbuh menjadi versi terbaikmu”