Cemeti Institute

Cemeti Institute

Kanal siniar Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat. Berisi rekaman maupun catatan proses kegiatan-kegiatan yang berlangsung di Cemeti.

Episodes

  1. Diskusi 01 GHOST LIGHT - "Montase, Ruang, dan Tubuh: Antara Komposisi dan Konstruksi"

    08/27/2021

    Diskusi 01 GHOST LIGHT - "Montase, Ruang, dan Tubuh: Antara Komposisi dan Konstruksi"

    Pameran Tunggal Timoteus Anggawan Kusno GHOST LIGHT Diskusi Ahli “Montase, Ruang, dan Tubuh: Antara Komposisi dan Konstruksi” Sabtu, 17 Juli 2021, 15.00 WIB, via Zoom Pembicara: 1. Alia Swastika (Kurator, & Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta) 2. Melati Suryodarmo (Seniman, & pendiri Undisclosed Territory) 3. Mahardika Yudha (Kurator, seniman, & sutradara film eksperimental) Moderator: Manshur Zikri (Kurator) Diskusi ini membahas keterkaitan antara tubuh dan ruang, serta bagaimana keduanya, sebagai dua elemen penting dalam eksplorasi kekaryaan Timoteus Anggawan Kusno (Angga) pada proyek Ghost Light, dielaborasi dengan perspektif sinematik melalui pengaplikasian gaya ungkap berbasis montase. Mahardika Yudha secara khusus mengulas kemungkinan atau potensi pengkonstruksian logika durasi di dalam usaha-usaha untuk menyajikan suatu pameran seni rupa yang dapat dinikmati layaknya menonton film. Melati Suryodarmo secara umum mengulas aspek-aspek performativitas tubuh dan ruang di dalam konteks bagaimana karya seni rupa dan karya seni performans dihadirkan di dalam ruang galeri dan panggung, dengan berangkat dari karya-karya Angga. Sementara itu, Alia Swastika menawarkan cara pandang dan interpretasi teoritik untuk membaca karya-karya dan praktik kesenian Angga melalui perspektif performativitas pasca-humanis, dengan merujuk pada pemikiran Karen Barad. Informasi profil acara pameran Ghost Light: https://cemeti.art/2021/06/09/ghost-light/

    2h 5m
  2. [ARTIST INTERVIEW] Timoteus Anggawan Kusno

    08/27/2021

    [ARTIST INTERVIEW] Timoteus Anggawan Kusno

    Pameran Tunggal Timoteus Anggawan Kusno GHOST LIGHT Wawancara Seniman: TIMOTEUS ANGGAWAN KUSNO "Seni, Fiksi, Estetika, Kolaborasi, Niskala, dan Pandemi" Pada tanggal 9 Juli 2021, kurator Manshur Zikri melakukan wawancara dengan seniman Timoteus Anggawan Kusno (Angga) di koridor galeri CEMETI - Institut untuk Seni dan Masyarakat. Wawancara yang dilakukan pada sore hari ini merupakan bagian dari rangkaian pameran tunggal Timoteus Anggawan Kusno, berjudul "Ghost Light", yang dipamerkan di Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat pada tanggal 16 Juni - 24 Juli 2021. Karena kebijakan PPKM yang berlaku di Yogyakarta kala itu, pameran hanya dibuka pada hari pertama. Sesi kunjungan harian ke pameran tersebut ditunda selama beberapa waktu. Kunjungan pameran dapat dilakukan secara terbatas pada tanggal 7 Agustus 2021 untuk audiens undangan. Wawancara eksklusif ini dilakukan sebagai cara untuk mengisi kekosongan acara bincang seniman (artist talk) yang biasanya dilakukan secara luring. Informasi profil acara pameran Ghost Light: https://cemeti.art/2021/06/09/ghost-light/ Dalam wawancara ini, Zikri menggali pandangan-pandangan Angga tentang seni, terutama mengenai fiksi yang dengan sadar dipilih oleh si seniman sebagai kunci untuk mengkritisi sekaligus mendekonstruksi wacana sejarah yang mapan. Selain itu, percakapan mereka juga mendalami visi artistik, eksperimentasi estetika, dan metode kolaborasi yang dipilih dan dikembangkan oleh Angga, serta kaitannya dengan isu-isu yang berhubungan dengan konsep Niskala yang menjadi subject matter dalam riwayat karya keseniannya. Pendalaman itu lantas direlasikan dengan latar belakang persoalan ataupun gagasan yang mendorong pelaksanaan proyek Ghost Light.

    1h 6m
  3. Diskusi Publik 03 GAPURA BUWANA - "Gambar yang Diperluas: Membaca Nilai-nilai Sosial Gambar"

    05/07/2021

    Diskusi Publik 03 GAPURA BUWANA - "Gambar yang Diperluas: Membaca Nilai-nilai Sosial Gambar"

    Diskusi publik ketiga yang mengiringi acara Pameran Tunggal Gegerboyo: "Gapura Buwana" sudah dilaksanakan kemarin, tanggal 22 April 2021, di Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat. Bertajuk "Gambar yang Diperluas: Membaca Nilai-nilai Sosial Gambar", diskusi ini menghadirkan tiga pembicara, antara lain Ladija Triana D. (Kurator; Kantin Kurasi), Syafiatudina (Kurator; KUNCI Study Forum & Collective), dan Samuel Indratma (Seniman). Diskusi dimoderatori oleh Manshur Zikri selaku kurator pameran. Pembahasan para pembicara ialah seputar penafsiran terhadap karya visual Gegerboyo, yang mencakup persoalan tentang siginifikansi identitas kolektif/individu seniman (yang bisa berubah-ubah tergantung kehadirannya dalam berbagai situasi yang berbeda-beda), tentang kesetaraan visual, tentang kegiatan menggambar sebagai praktik sosial dan metode penciptaan ruang bersama, serta hubungannya dengan konsep Jawa yang dilihat sebagai suatu "proses menjadi", dan bagaimana kesenian yang diciptakan dan disajikan tersebut dapat mengaktivasi metode imajinasi warga. Diskusi ini juga menyinggung soal kemungkinan manajemen seni dalam mengorganisir perluasan akses publik terhadap gambar, serta menawarkan cara pandang untuk memahami bagaimana praktik-praktik artistik ini memainkan perannya di dalam ranah-ranah aktivitas sosial kita. Selengkapnya tentang pameran "Gapura Buwana" ada pada tautan berikut : https://cemeti.art/2021/04/02/gapura-buwana/

    2h 1m
  4. Diskusi Publik 02 GAPURA BUWANA - "Kemungkinan-kemungkinan dari Kontekstualisasi Gambar"

    05/06/2021

    Diskusi Publik 02 GAPURA BUWANA - "Kemungkinan-kemungkinan dari Kontekstualisasi Gambar"

    Diskusi publik yang bertajuk "Kemungkinan-kemungkinan dari Kontekstualisasi Gambar" telah diselenggarakan kemarin, 20 April 2021. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Gunawan Maryanto (sastrawan; Teater Garasi), menghadirkan tiga orang pembicara, yaitu Agung Kurniawan (seniman), Fajar Wijanarko (arsiparis & kurator Museum Sonobudoyo), dan Taufiq Nur Rachman (penulis/peneliti). Ini adalah diskusi kedua dari tiga rangkaian diskusi yang mengiringi acara Pameran Tunggal Gegerboyo: "Gapura Buwana" (9 April - 7 Mei; Kurator: Manshur Zikri). Selain memperbincangkan kesan yang dipunyai masing-masing pembicara terhadap karya visual Gegerboyo, diskusi tersebut juga membahas soal "metode penciptaan bersama" yang dilakukan Gegerboyo dan bagaimana keterkaitannya dengan bentuk visual "tumpuk undung" yang ada pada dinding-dinding di galeri pameran. Refleksi yang muncul dari para pembicara, antara lain konteks tradisi gotong-royong warga, arti "gerbang" (baik fisik maupun simbolik) di kehidupan kampung-kampung masyarakat, idiom-idiom visual yang berhubungan dengan Merapi, serta tentang konteks gambar yang mengalami komodifikasi. Hadirin turut memberikan tanggapan seputar strategi baru untuk membaca praktik visual Gegerboyo (dalam kaitannya dengan situasi bermedia hari ini), serta pergeseran cara pandang dalam melihat konteks karya seni jalanan yang ditampilkan di dalam ruang galeri, hingga pemikiran mengenai resepsi audiens terhadap karya seni yang tidak menghadirkan patokan naratif tertentu dalam penyajiannya. Pada akhirnya, diskusi ini juga menyinggung soal pemaknaan dan proses belajar untuk memahami budaya Jawa yang dilakukan Gegerboyo, dan bagaimana Jawa, secara konseptual dan habitual, menjadi mesin di dalam kegiatan produksi karya kolektif Gegerboyo. Selengkapnya tentang pameran "Gapura Buwana" ada pada tautan berikut : https://cemeti.art/2021/04/02/gapura-buwana/

    2h 11m

About

Kanal siniar Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat. Berisi rekaman maupun catatan proses kegiatan-kegiatan yang berlangsung di Cemeti.