Mindception Podcast

Joshua Reinhard

Welcome everyone to my podcast, my name is Joshua Reinhard, I have read many books and done a lot of research and I feel moved to share it with all my friends. So Enjoy the podcast and hopefully it's useful !!!

Episodes

  1. 01/30/2022

    Apakah Uang Bisa Membawa Kebahagiaan ?

    Pada kesempatan kali ini saya akan memulai pembahasan dengan sebuah data yang saya ambil dari Badan Pusat Statistik. Berdasarkan Data survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik pada bulan September 2021 terdapat 9,71 persen masyarakat indonesia yang memiliki pendapatan di bawah garis kemiskinan. Angka pendapatan ini berada pada level 486.000 rupiah per Bulan. Dan jika kita perharikan, per harinya orang-orang ini hanya memiliki pendapatan sebesar 15rb rupiah perhari. Dan jika kita menganggap persentasi sebesar 9,71 persen hanyalah kecil, jika kita kalikan dengan jumlah penduduk indonesia yang sebesar 270 juta penduduk, terdapat 26 juta orang yang berada di bawah garis kemiskinan atau memiliki pendapatan 15 ribu per hari. Angka yang sangat mengejutkan. Di sisi lain, kita mungkin pernah mendengar sebuah frase yang menyatakan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan dan orang yang mengatakan itu kepada kita mungkin memiliki banyak uang, tetapi mungkin mereka tidak sepenuhnya salah. Saya pikir yang lebih mendekati kebenaran adalah memiliki uang bukanlah segalanya. Tidak memiliki uanglah. Kanye West pernah mengatakan itu. Dan sementara saya tidak selalu menerima nasihat keuangan dari seorang rapper, Kanye west mempunyai poin yang cukup bagus. Ketika kita tidak punya uang, itu menjadi sumber banyak masalah, frustrasi, dan kemarahan. Itu menghabiskan hidup kita dan menjadi lensa yang dengannya kita melihat dunia Link Paper Prof Daniel Kahneman : https://www.pnas.org/content/pnas/107/38/16489.full.pdf

    31 min
  2. 01/23/2022

    Kok Kita Suka "Baperan" Sih ?

    Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah kisah tentang seseorang bernama Amelia Earheart. kisah ini saya ambil dari buku berjudul The Obstacle is the Way yang ditulis oleh Ryan Holliday. Amelia Earhart lahir pada tahun 1897. dan sejak kecil dia sudah bercita-cita ingin menjadi seorang pilot yang hebat, tetapi saat itu tahun 1920-an. Orang-orang masih berpikir bahwa wanita itu lemah, dan tidak bisa apa-apa. Bahkah hak pilih bagi seorang perempuan belum berusia satu dekade. Jadi di beberapa tahun sebelumnya wanita tidak memiliki hak untuk memilih pemimpin negaranya. Akibat kondisi pada saat itu, Amelia Earheart tidak bisa mencari nafkah sebagai seorang pilot, jadi dia mengambil pekerjaan sebagai pekerja sosial. Kemudian, suatu hari teleponnya berbunyi. Pria di telepon itu memiliki tawaran yang cukup ofensif. Jadi, ada beberapa poin penting untuk benar-benar memahami mengapa kisah Amelia Earhart menjadi sangat penting, dan mengapa merelakan ego kita menjadi begitu penting. Yang pertama adalah bahwa peristiwa-peristiwa itu berada di luar diri kita. Peristiwa tidak baik atau buruk. Mereka hanyalah hal-hal yang terjadi. Mereka tidak ada hubungannya dengan kita. Itu tidak terjadi karena sesuatu yang kita lakukan, dalam banyak kasus. Itu tidak terjadi karena kita dihukum karena sesuatu. Mereka hanya terjadi begitu saja. Persepsi kita tentang peristiwa itulah yang menciptakan makna. kita memberikan makna pada sesuatu yang sepenuhnya di luar diri kita.

    24 min
  3. 01/01/2022

    Apa Saja Keterbatasan Otak Kita ?

    Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih tepatnya seekor induk kalkun. Kalkun adalah satu spesies binatang yang memiliki ciri khas penyayang terhadap anak-anaknya. Penelitian telah menunjukkan bahwa ada suara tertentu - suara “Chip chip” , atau "kicauan" yang merupakan pemicu otomatis yang ada pada kalkun. Hal ini terjadi melalui proses evolusi yang panjang. Apa yang terjadi adalah ketika seekor kalkun mendengar suara ini, itu hampir seperti sebuah tombol saklar di dalam pikiran kalkun. ketika mendengar suara ini, seekor induk kalkun akan segera pergi untuk mengasuh dan merawat anak-anaknya. Hal ini terjadi secara evolusi dan sudah terprogram di dalam pikiran kalkun untuk bertahan hidup, dan sifat ini berhasil membawa kalkun bertahan hidup dan berkembang biak hingga hari ini. Tapi di sinilah hal itu menjadi sangat menarik temen2: kita akan membahas satu hewan lagi yang disebut polecat. saya sudah mencari bahasa indonesia dari binatang polecat ini dan sayangnya saya tidak menemukannya. Mungkin ini adalah hewan khas yang ada di luar indonesia. Tapi intinya, Polecat adalah hewan yang merupakan salah satu predator alami dari kalkun. Dan yang menarik, Jika kita mengambil suara itu dan merekamnya, dan kemudian kita meletakkannya di atas boneka polecat, Kalkun akan segera pergi ke boneka tersebut dan mulai memeliharanya, seperti salah satu anak ayamnya. Hal ini merupakan reaksi yang cukup mengejutkan, terutama ketika kita mempertimbangkan fakta bahwa jika kita tidak memiliki rekaman suara "chip chip" di boneka polecat tersebut, kalkun akan segera menjadi benar-benar gila dan dengan kejam menyerang boneka polecat tersebut dengan cakarnya. Mengapa kalkun melakukan itu? Profesor psikologi terkenal Robert Cialdini, penulis buku Influence, menyatakan bahwa respon otomatis ini disebut dengan istilah Click Wirr respons. bagaimana seekor kalkun menjadi begitu bodoh sampai-sampai mereka merawat predator mereka sendiri karena mendengar suara kicauan, lalu jika mereka tidak mendengar suara khusus ini, mereka tiba-tiba membalik dan menyerang predator mereka. Dan hal yang menarik adalah, seperti yang telah ditunjukkan Robert Cialdini, dan banyak peneliti psikologi lainnya, fenomena ini sebenarnya adalah fenomena respon otomatis yang diprogram dalam pikiran kalkun, dan ternyata manusia juga memiliki banyak respon otomatis yang selaknya dimiliki oleh seekor kalkun.

    15 min

About

Welcome everyone to my podcast, my name is Joshua Reinhard, I have read many books and done a lot of research and I feel moved to share it with all my friends. So Enjoy the podcast and hopefully it's useful !!!