Smantri Podcast

Seni Budaya SMAN 3 Kota Serang

Smantri Podcast berisi bincang-bincang tentang banyak hal menarik yang layak di bahas sebagai topik bahasan yang diharapkan bisa menjadi edukasi bagi pendengarnya. Jika ingin bertanya dan lain-lainnya silahkan kirim ke: senibudayasma3@gmail.com.

  1. 06/20/2022

    Episode 31: (w/ guest) - Dilema Kultur Seni

    Sering kali profesi sebagai musisi dianggap sebagai profesi yang kurang “menjanjikan” dan tidak jarang dianggap sebelah mata. Ketika kita bicara soal musisi, memang nggak hanya berhenti pada soal teknis, pembelajaran akademis dan skill semata. Ketika memutuskan jadi musisi, banyak faktor yang bisa memengaruhi kesuksesan seseorang. Salah satunya menentukan karir menjadi musisi sejak dini, itu merupakan pilihan yang cukup menarik dimana sebagian orang mungkin lebih memilih jalur lain sabagai "karir" sehingga musik selalu sebatas menjadi hobi. Di tambah sekarang ini eranya musik indie yang semua produksi hingga promosi musiknya bisa dikerjakan sendiri (tanpa label musik). Meski ‘mudah’ dan bisa dikerjakan sendiri, para musisi tetap tidak bisa asal indie. Keyakinan dan pilihan berkarya sebagai musisi harus diputuskan dari dalam hati, bukan karena faktor lain. Hal dilemma ini pun dirasakan oleh Indira Egaliani, yang hampir bermanuver ke berbagai sisi saat menjalani karirnya di bidang musik, hingga akhirnya pengalaman bermusik membawanya tergabung dalam sebuah grup gypsy jazz asal Bandung bernama Madame & Toean. Seperti yang kita tahu gypsy jazz merupakan akulturasi musik tradisional suku gypsy (Romani) dan musik jazz. Ciri dan corak aliran gypsy jazz yang di mainkan oleh Madame & Toean selain pada lick dan bentuk ritmenya, repertoar dan bahasa yang di gunakan juga beragam seperi Bahasa Perancis, Inggris, Indonesia, bahkan bahasa Sunda. Alumni Seni Musik UPI ini juga bercerita tentang bagaimana akhirnya dia memutuskan berkarir di dunia musik sebagai violinist. Selamat mendengarkan!

    35 min
  2. 06/04/2022

    Episode 29: (w/ guest) - Probabilitas Karir Musik

    Tak hanya meningkatkan kreativitas anak, musik adalah media yang dapat membantu anak-anak tumbuh dan belajar banyak keterampilan serta memperkuat konsentrasi, percaya diri, keterampilan sosial, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan meningkatkan fungsi otak pada usia muda. Musik orkestra pada awalnya hanya ditampilkan bagi kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan, bahkan mereka mempekerjakan grup orkestra dan komposernya sendiri. Saat itu, kelompok orkestra hanya boleh tampil secara khusus bagi golongan-golongan elit. Kemudian dalam kurun waktu satu abad, orkestra mengalami perkembangan terutama jumlah alat-alat musik yang digunakan terus bertambah. Hingga akhirnya, di tahun 1725, muncul sebuah konser publik berbayar, yang dilakukan di Perancis yaitu “Concerts Spirituels” di sebuah aula, di Tuileries, Paris. Di Indonesia, orkestra hadir berkat adanya interaksi dengan bangsa-bangsa barat. Hingga akhirnya kita semua bisa mengenal musik orkestra dengan berbagai repertoar yang di mainkan. Hal ini juga berkorelasi dengan mimpi seorang wanita yang sudah mengenal musik sejak dini dan mulai memainkan instrument biola lalu tergabung kedalam komunitas "Ansamble Musik Anak & Remaja Indonesia" yang berbasis di Jogja sejak berumur 3 tahun. Beliau adalah Saviera Ardhita, dengan kultur berkesenian yang di kenalkan oleh sang ayah, akhirnya membawanya kepada berbagai variasi dalam berkarir di dunia musik. Alumni Seni Musik UPI ini juga mulai mempelajari tentang bagaimana organologi alat musik dawai khususnya biola, dan alasannya memutuskan untuk menjadi seorang luthier di Indonesia. Selamat mendengarkan!

    37 min

About

Smantri Podcast berisi bincang-bincang tentang banyak hal menarik yang layak di bahas sebagai topik bahasan yang diharapkan bisa menjadi edukasi bagi pendengarnya. Jika ingin bertanya dan lain-lainnya silahkan kirim ke: senibudayasma3@gmail.com.