Proxemics Podcast

White Wood

Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art of influencing di balik berita viral, krisis korporasi, hingga dinamika politik dan bisnis di Indonesia. Bukan sekadar teori, setiap episode adalah studi kasus nyata tentang bagaimana pesan dirancang, reputasi dibangun, dan persepsi publik dikendalikan.🔍 Topik Utama:✅ Analisis Kasus Viral & Manajemen Krisis✅ Strategi PR & Corporate Comm✅ Psikologi Audiens & Media Trend✅ Marketing, Branding & Reputation🚀 Wajib dengar buat: Praktisi PR, Marketers, Entrepreneur, Mahasiswa, & siapa saja yang ingin paham "permainan" di balik layar media. Kami juga membahas leadership skills, personal branding, dan tips karier untuk profesional yang ingin upgrade kemampuan komunikasi. Produced by White Wood Pod.👇 Connect with us:YouTube: @proxemicspodcast Instagram: @proxemics.podcast Business Inquiries: contact@proxemicspodcast.com

  1. Oct 11

    Rilis Lo Selalu Di-Skip? Bongkar Dosa Fatal Copywriting Anak PR di Mata Media! | 044

    Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa traffic portal berita atau situs brand Anda tiba-tiba anjlok secara misterius belakangan ini?  Jawabannya mungkin ada pada anomali baru di dunia digital: aktivitas bot crawler AI raksasa teknologi yang masif sedang mendisrupsi cara audiens mengonsumsi informasi, melahirkan era Zero-Click Search. Di sisi lain, mengapa redaksi media masih sering frustrasi menghadapi praktisi Public Relations (PR) yang terlalu kaku dan menghilang saat krisis? Di episode Proxemics Podcast #44 ini, kami menghadirkan Houtmand Saragih (Executive Editor, Bloomberg Technoz). Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade melintasi batas majalah, koran, dan media digital, Hotman membedah secara blak-blakan dinamika dan gesekan yang sering terjadi antara kepentingan media, publik, dan PR agency. Kami membongkar anatomi "Diamond News", taktik copywriting jurnalistik yang memicu proksimitas pembaca (seperti "To The Moon" atau "Rupiah Berdarah-darah"), hingga dosa-dosa fatal PR korporat—mulai dari menyembunyikan laporan keuangan yang merugi di paragraf akhir rilis, hingga kegagalan merespons krisis dalam rentang waktu krusial. Bagi Anda para Brand Manager, praktisi PR, eksekutif bisnis, atau mahasiswa komunikasi yang ingin memahami ekosistem Generative Engine Optimization (GEO), disrupsi digital, dan cara menavigasi media relations di era kecerdasan buatan—ini adalah masterclass Anda. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS ▸ Disrupsi AI & Zero-Click Search: Hotmand membongkar fenomena anjloknya traffic media hingga akses portal yang error akibat aktivitas scrolling dan crawling bot AI (Large Language Models) yang sangat masif. Memahami bagaimana AI kini menjadi verifikator pertama sebelum audiens masuk ke situs berita atau brand. ▸ Anatomi Judul Berita (Copywriting): Menyelaraskan clickbait dengan kualitas. Mengapa jurnalis menggunakan bahasa tutur sehari-hari untuk meruntuhkan batasan (barrier) dengan audiens, dan bagaimana PR bisa mengadopsi taktik ini agar rilis mereka tidak dibuang ke tempat sampah. ▸ Dosa Fatal Press Release: Kritik tajam bagi praktisi PR yang gemar melakukan "sugar coating" dan menyembunyikan bottom line (kerugian) di akhir rilis. Realita pahit bahwa investor mencari fakta, dan media membutuhkan kecepatan. ▸ The 3 Venn Diagram of PR: Framework eksklusif dari Mas Mercy tentang bagaimana mengawinkan Kepentingan Brand, Kebutuhan Publik, dan Agenda Media agar pesan komunikasi Anda selalu relevan dan dikutip oleh jurnalis. ▸ Crisis Management & Golden Time: Sentilan keras untuk PR yang "menghilang" atau silent saat brand dilanda krisis. Di era digital, media tidak akan menunggu selamanya—redaksi hanya memberikan toleransi waktu (sekitar 2 jam) sebelum menaikkan berita berdasarkan fakta yang ada di lapangan. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 - Intro  01:02 - Di Balik Bloomberg Technoz  02:44 - Jurnalisme Eksekutif: Akurasi vs Kecepatan  15:37 - Psikologi Clickbait & Traffic Media  25:38 - Rahasia Press Release Tembus Redaksi  31:18 - Taktik Rilis Laporan Keuangan  36:29 - Bisnis Media: Mitos Exposure Gratis  45:06 - Crisis Management: Dosa Fatal PR  52:04 - Invasi Bot AI & Matinya Traffic Organik  58:16 - Skill Mutlak Masa Depan Praktisi PR  01:15:49 - Kesimpulan, POV Talk & Outro ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED Bloomberg Technoz • Hotman Saragih • Artificial Intelligence (AI) • Generative Engine Optimization (GEO) • Zero-Click Search • Large Language Models (LLM) • Public Relations • Media Relations • Crisis Management • Press Release • Top Line & Bottom Line • Diamond News ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White Wood Host: Mercy Tahitoe, Sofyan Herbowo Our Agencies: ▸ www.praxis.co.id ▸ www.prajna.co.id ▸ www.explicar.co.id ▸ www.whitewood.ai ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ #ProxemicsPodcast #MediaRelations #PublicRelations #DigitalMarketing #CrisisManagement #BloombergTechnoz #DisrupsiAI #SEOIndonesia #IlmuKomunikasi #DuniaAgency #CorporateCommunications Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  2. Sep 27

    Bongkar Dapur Sequis Life: Cara Praktisi PR & Marketing Bekerja di Industri Highly Regulated | 043

    Sering dianggap sebagai divisi pembuang budget atau sekadar "pemadam kebakaran" saat terjadi krisis, bagaimana sebenarnya tim Marketing dan PR bekerja di industri yang sangat diatur (highly regulated)? Padahal, tanpa Marketing tidak ada penjualan, dan tanpa PR (Corporate Communications), tidak ada konsumen yang percaya pada brand. Di episode Proxemics Podcast #43 ini, kami membongkar dapur komunikasi korporat bersama Gandis Rahma Mahatmi (Head of Marketing Sequis Life). Membawa pengalaman 20 tahun melintasi agensi PR, farmasi, dan asuransi, Gandis membedah realita pahit di balik miskonsepsi divisi korporat, dari pertarungan ego melawan departemen Finance, hingga seni menyederhanakan jargon bisnis untuk publik. Kami juga membahas fenomena panas "Muntaber" di kalangan agen asuransi akibat strategi rekrutmen yang gemar memamerkan harta (flexing), bahaya salah memilih KOL (Finfluencer), hingga pandangan OJK tentang bagaimana kecerdasan buatan (AI) seharusnya memperkuat, bukan menggantikan, pekerjaan praktisi komunikasi. Buat kamu profesional B2B, praktisi komunikasi, brand manager, atau mahasiswa yang tertarik dengan dinamika manajemen reputasi di perusahaan multinasional—ini adalah masterclass nyata. Real examples, real frameworks, real talk. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS  ▸ Mematahkan Stigma Ego Korporat: Mengapa komunikasi internal sering kali gagal? Gandis menyoroti bagaimana departemen Corporate Communications (Corcom) sering diremehkan hanya sebagai penyelesai masalah, padahal fungsi mereka krusial untuk membangun trust yang mendasari penjualan tim Marketing.  ▸ Menembus Regulasi & Compliance: Strategi mengubah departemen Kepatuhan (Compliance) dari musuh menjadi mitra. Bagaimana tim PR asuransi menyederhanakan "Bahasa Dewa" (seperti Uang Pertanggungan) menjadi pendekatan yang berfokus pada harapan (Wealth & Wellness), bukan ketakutan (Fearmongering).  ▸ Aturan OJK & Taktik Finfluencer: Industri finansial tidak bisa menggunakan strategi viralitas murahan. Edukasi tentang pentingnya memilih KOL yang bersertifikasi (seperti AAJI) dibandingkan KOL mikro/nano yang hanya fokus pada gaya hidup, untuk mencegah misinformasi publik.  ▸ Krisis Agen "Muntaber" & Flexing: Kritik tajam terhadap agen asuransi yang hobi pamer harta untuk memancing recruit. Gendis membahas realita keras bahwa tanpa niat membantu orang lain (calling), agen hanya akan bertahan sementara lalu "Mundur Tanpa Berita" (Muntaber).  ▸ Disrupsi AI di Industri Komunikasi: Mengutip arahan OJK, Gendis memaparkan bahwa AI tidak akan merebut pekerjaan praktisi komunikasi. Sebaliknya, AI adalah alat untuk mempercepat outlining proposal dan optimasi SEO, sementara kreativitas final tetap berada di tangan manusia. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 - Intro & Pentingnya Media Monitoring 06:40 - Menembus Tantangan Industri Farmasi vs Asuransi 08:37 - Miskonsepsi Fatal: PR Bukan Sekadar Pemadam Kebakaran 17:12 - Taktik PR Kreatif di Bawah Regulasi Ketat OJK 21:35 - Finfluencer Palsu & Seleksi KOL Finansial 35:48 - Mengubah Narasi Marketing: Dari Ketakutan ke Harapan 45:22 - Krisis Reputasi: Flexing Agen & Insiden GIIAS 59:12 - Segmentasi Komunikasi: Kapan Harus Pakai Press Release? 1:07:01 - Menaklukkan Stakeholder Internal Tersulit: Finance 1:11:34 - Sikap Praktisi Marketing Terhadap Era AI 1:13:54 - Closing & Sequis Care In ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED PT Asuransi Jiwa Sequis Life • Gendis Rahma Mahatmi • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) • AAJI • Corporate Communications (Corcom) • Finfluencer • Key Opinion Leader (KOL) • Crisis Management • Public Relations • Disrupsi AI • Legacy Planning • Media Monitoring ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White Wood Host : Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia, Jonathan Tenggara Our Agencies: ▸ www.praxis.co.id ▸ www.prajna.co.id ▸ www.explicar.co.id ▸ www.whitewood.ai ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 📌 HASHTAGS #ProxemicsPodcast #CorporateCommunications #MarketingStrategy #PublicRelations #SequisLife #ManajemenKrisis #Finfluencer #IlmuKomunikasi #DuniaAgency #DisrupsiAI Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  3. Sep 20

    Anatomi Krisis PR: Dari Rekening Mandiri Diblokir Hingga Blunder Event Newport | 042

    Banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan PR itu sekadar "pemadam kebakaran" yang baru disuruh bekerja ketika brand kena masalah. Padahal, batas antara masalah komunikasi dan masalah operasional itu nyata—sebuah brand harus bisa walk the talk sebelum PR bisa menyelamatkannya. Di episode Proxemics Podcast #42 ini, kami membedah kompilasi krisis viral dan case study PR yang terjadi sepanjang Agustus. Mulai dari kepanikan fearmongering massa, penanganan krisis pemblokiran rekening sepihak yang memicu nasabah menggunting kartu kredit, hingga blunder fatal di festival musik akibat Event Organizer dan MC yang kehilangan kendali atas mic-nya sendiri. Kami juga membedah taktik komunikasi individual di balik viralnya BMW yang mogok 3 jam di depan Lotte Avenue, berbanding terbalik dengan krisis customer service defensif dari staf Hyundai. Ditutup dengan obrolan tajam tentang Leadership Transition Campaign saat Apple mengganti CEO-nya. Buat kamu para praktisi PR, event organizer, anak agency, atau marketer—ini adalah masterclass nyata dari insiden lapangan. Real examples, real frameworks, real talk. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS ▸ Krisis Reputasi Institusi Keuangan Bagaimana Bank Mandiri mengeksekusi pemblokiran rekening tanpa komunikasi proaktif kepada nasabah (termasuk pengalaman pribadi Awi). Kurangnya transparansi ini berujung pada hilangnya trust, memancing netizen mengosongkan saldo sebagai bentuk protes simbolis. ▸ Blunder Event & Tanggung Jawab Pengendali Narasi Membahas insiden brand Newport di The Sound Project. Dalam sebuah event, viralitas memiliki dua sisi, dan MC memiliki kuasa (power) penuh untuk mengendalikan jalannya acara. Jika ada audiens yang melenceng ke isu sensitif, MC harus berani "mengambil balik" kendali mic demi melindungi brand. ▸ Batas Biasa: Negara vs Rezim dalam Kacamata PR Kritik tajam terhadap podcaster independen yang diserang karena menghadiri upacara kenegaraan. Diskusi soal kedewasaan audiens dalam membedakan antara merayakan kemerdekaan negara versus mendukung rezim pemerintah, serta pentingnya ketegasan brand stance. ▸ Taktik Komunikasi Akar Rumput: Kasus BMW & Hyundai Kontras manajemen krisis antara pemilik BMW yang mogok di Senopati dan langsung meminta maaf secara proaktif di Threads, dengan kasus sales supervisor Hyundai Ioniq 5 yang defensif dan adu argumen dengan influencer saat dikeluhkan soal aki dan fast charging. ▸ Strategi Komunikasi Internal: CEO Baru Apple Transisi CEO dari Tim Cook ke John Ternus. Sebelum meyakinkan publik, PR harus menggunakan Hukum Pareto (80/20) untuk memenangkan 20% audiens kunci, yang dimulai dari komunikasi internal berlapis agar karyawan dan pemegang saham tidak ragu pada kepemimpinan baru. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 - Intro 01:15 - Evaluasi De-eskalasi Demo & Isu Perampasan Aset 08:04 - Manajemen Krisis Bank Mandiri (Curhat Rekening Awi Diblok) 15:42 - Studi Kasus Event PR: Insiden Newport & Peran MC 23:41 - Serangan Netizen ke Podcaster Independen di Acara Kenegaraan 32:47 - Taktik Individual di Threads (Kasus BMW Mogok di Lotte) 39:35 - Customer Service vs Adu Argumen (Kasus Hyundai Ioniq 5) 44:36 - Strategi Transisi Leadership CEO Apple (John Ternus) 52:29 - Closing ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED Bank Mandiri • Newport • Orang Tua Group • The Sound Project • BCA • DBS • BMW • Hyundai Ioniq 5 • Apple • Tim Cook • Steve Jobs • John Ternus • Hukum Pareto (80/20 Rule) • Event Organizer • Crisis Management • Public Relations • Internal Communications • Leadership Transition • Customer Service ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White Wood Host: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia Our Agencies: ▸ www.praxis.co.id ▸ www.prajna.co.id ▸ www.explicar.co.id ▸ www.whitewood.ai ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 📌 HASHTAGS #ProxemicsPodcast #CrisisManagement #PublicRelations #IlmuKomunikasi #StrategiMarketing #ManajemenKrisis #DuniaAgency #EventOrganizer #CorporateCommunications #PodcastIndonesia Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  4. Sep 18

    Bongkar Strategi PR Frisian Flag: Kenapa Jualan "Campaign" Aja Makin Gak Laku? 📈🏢 | 041

    Banyak perusahaan terjebak mengejar sales dan melupakan akar eksistensinya. Di episode ini, Andrew Saputro (Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia) membuktikan bahwa "Purpose" yang kuat adalah kunci brand raksasa mampu bertahan lintas generasi di Indonesia.   Kami membedah transformasi komunikasi FMCG: mulai dari taktik membujuk manajemen agar peduli pada "Purpose", mengelola stakeholder lintas rezim, hingga eksekusi pemberdayaan peternak sapi lokal lewat filosofi Grass to Glass.   Bagi praktisi PR, Public Affairs, dan marketer yang ingin menguasai komunikasi di industri dengan regulasi ketat (highly regulated) — ini saatnya belajar langsung dari pakarnya. Hindari jebakan "sotoy" dan siapkan catatanmu.   ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS▸ The Power of Purpose (The Big Why) Dalam memimpin komunikasi korporat, mengubah mindset direksi dari sekadar target komersial menjadi berpusat pada purpose adalah hal krusial. Purpose bukan sekadar kampanye marketing, melainkan alasan perusahaan hadir yang terbukti ampuh mempertahankan talenta terbaik (Employer Branding).   ▸ Evolusi Konsumen & "Kuasa" Algoritma Interaksi brand bergeser masif dari komunikasi satu arah via billboard ke era di mana keputusan konsumen didikte algoritma. Di tengah tingginya noise, praktisi PR wajib gesit menyaring sentimen dan tidak pasrah dikontrol sistem.   ▸ Demistifikasi Corporate Affairs & Public Affairs Sering disalahartikan sebagai General Affairs, struktur Corporate Affairs sesungguhnya merangkum spektrum vital: Corporate Communications, Government Relations, CSR & Sustainability, hingga Regulatory Affairs. Ini adalah mesin esensial bagi perusahaan yang sangat diregulasi oleh negara.   ▸ Strategi Supply Chain "Grass to Glass" Reputasi tidak berhenti di rak minimarket. Sejak 90-an, Frisian Flag mendedikasikan tim khusus untuk memberdayakan koperasi sapi perah di daerah pelosok. Pembinaan hulu ke hilir ini memastikan suplai bahan baku berkualitas sekaligus menyejahterakan peternak lokal.   ▸ DNA PR Unggul: Anti-"Sotoy" & Growth Mindset Untuk bertahan di pusaran krisis, praktisi komunikasi pantang merasa paling tahu. Karir yang tangguh dibentuk dari growth mindset, rasa ingin tahu strategis, kemauan memberi dedikasi ekstra (go the extra mile), dan bijak memilih lingkaran pertemanan.   ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 - Intro 05:00 - Konsumen Era Algoritma 08:21 - Transisi ke Corporate Affairs 18:00 - Bisnis vs "Company Purpose" 26:00 - Taktik Yakinkan Direksi 30:00 - Stakeholder & Regulasi FMCG 43:00 - Anatomi Komunikasi Korporat 46:00 - Strategi Susu "Grass to Glass" 53:30 - Syarat Praktisi PR: Anti-"Sotoy" 1:03:34 - Closing ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED PT Frisian Flag Indonesia • Andrew Saputro • PAFI • Perhumas • FMCG • Corporate Affairs • Public Affairs • Corporate Communications • Government Relations (GovRel) • CSR & Sustainability • Grass to Glass • Growth Mindset • Employer Branding • Media Monitoring • Stakeholder Management ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White WoodHost:  Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia Our Agencies: ▸ https://praxis.co.id/ ▸ https://prajna.co.id/ ▸ https://explicar.co.id/ ▸ https://whitewood.ai/ ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ #ProxemicsPodcast #FrisianFlag #CorporateAffairs #PublicRelations #StakeholderManagement #BrandPurpose #FMCGIndonesia #IlmuKomunikasi #StrategiMarketing #DuniaAgency Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  5. Sep 16

    Rahasia Blue Bird Bertahan dari Disrupsi & Transformasi Komunikasi Korporat | 040

    Banyak brand raksasa tumbang karena disrupsi. Tamu kita hari ini membuktikan sebaliknya dengan strategi PR dan mobility yang merajai jalanan. Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Sekar Adisty — Communications & Community Lead di Blue Bird Group. Dengan pengalaman lintas industri mulai dari agency, airlines, financial institution, hingga e-commerce, Adis membedah bagaimana perusahaan transportasi legendaris ini mentransformasi strategi marketing dan PR-nya dari yang sangat konvensional menjadi sangat agile di era digital. Kami membedah tuntas dapur komunikasi Blue Bird: mulai dari strategi Crisis Management menghadapi 28.000 pengemudi, pentingnya mengejar "Sentimen" dibanding "Impressions", hingga obrolan tajam tentang disrupsi AI dan consumer behavior Gen Z yang kini lebih memilih Zero Commitment (malas beli mobil demi gaya hidup). Buat kamu para praktisi PR, marketer, anak agency, atau profesional yang ingin tahu realita keras di balik layar komunikasi korporat raksasa (dan menghancurkan mitos glamor ala Emily in Paris) — ini diskusi praktisi, bukan teori. Real examples, real frameworks, real talk. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS ▸ Krisis Komunikasi: Speed vs Accuracy Dalam menangani krisis PR, merespons dengan cepat (speed) seringkali lebih krusial di awal daripada menunggu akurasi sempurna (accuracy). Audiens dan netizen butuh validasi bahwa brand mendengar keluhan mereka dan tidak mendiamkan masalah (sit on the problem), sebelum narasi liar berkembang di media sosial. ▸ Metrik PR Modern: Sentimen di Atas Impressions Engagement dan impressions tinggi tidak selalu bagus jika isinya hujatan. Hari ini, Social Listening harus difokuskan pada "Sentimen". Mengklasifikasikan respons audiens (positif vs negatif) jauh lebih bernilai untuk mengetahui apakah suatu campaign relevan dan bagaimana audiens benar-benar peduli pada brand. ▸ Consumer Behavior: Tren "Zero Commitment" Gen Z Terjadi pergeseran consumer behavior di mana generasi muda menolak membeli kendaraan pribadi karena isu mental, biaya parkir, kemacetan, dan depresiasi aset. Mereka lebih memilih layanan mobilitas tepercaya untuk menghemat budget demi lifestyle lain (seperti nonton konser atau traveling ke luar negeri). Blue Bird menangkap ini dengan mengisi sweet spot lewat peluncuran "Blue Bird Prime". ▸ Internal Comms: Mengubah 28.000 Driver Menjadi Ahli Waris Brand Menjaga standar layanan ribuan driver tidak bisa hanya lewat edaran. Diperlukan komunikasi berlapis (Townhall, kunjungan pool, hingga serikat pekerja). Melalui program konsisten seperti beasiswa anak pengemudi sejak krisis 1998, brand berhasil membangun sense of belonging yang kuat, menjadikan pengemudi sebagai brand advocate yang tulus. ▸ Realita Dunia Comms & Syarat "Resilience" Dunia PR dan Komunikasi sering mendapat stigma glamor dari pop culture. Kenyataannya, praktisi PR berhadapan dengan kerja tak kenal waktu, panggilan tengah malam, dan manajemen krisis. Mentalitas "How do you scale your resilience?" dan keberanian menolak ide usang ("dulu biasanya begini") adalah nyawa bagi seorang corporate communicator. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 - Intro 02:39 - Transformasi Tim Marketing & Layanan Mobility 07:46 - Peran Komunitas & Taktik New Media 11:14 - Strategi Internal Comms & Manajemen Pengemudi 24:17 - Peluncuran Layanan Prime & Tren Zero Commitment 39:51 - Tantangan AI di Fitur Customer Service 42:14 - Skala Crisis Management (Speed vs Accuracy) 46:59 - Mitos Dunia PR & Pengukuran Sentimen Brand 1:04:02 - Closing ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED Blue Bird Group • BB Kirim • Blue Bird Prime • Silver Bird • Big Bird • Uber • Dentsu • AC Milan • Chelsea • Emily in Paris • Sex and the City • Toyota Zenix • LLM (Large Language Models) • Artificial Intelligence • Crisis Management PR • Media Monitoring • Social Listening • Internal Communications • Corporate Communications • Brand Sentiment • B2C Marketing • Consumer Behavior ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White Wood Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia ▸ www.whitewood.ai ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ #ProxemicsPodcast #BlueBirdGroup #PublicRelations #CrisisManagement #StrategiMarketing #ConsumerBehavior #InternalComms #BrandPositioning #DuniaAgency #CorporateCommunications Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  6. Sep 6

    Kenapa Brand "Cambridge" Jadi Magnet Parents? Bedah Psikologi Konsumen & Edukasi | 039

    Banyak institusi menjual nama besar. Tamu kita hari ini menjaga standar globalnya. Di episode Proxemics Podcast kali ini, kami ngobrol dengan Yusuf Seto — Head of Business Development Southeast Asia & Pacific di Cambridge International Education. Dengan pengalaman lintas industri, dari digembleng keras di dunia sales hingga kini mengawal standar pendidikan internasional di Asia Tenggara dan Pasifik. Kami membedah miskonsepsi publik tentang label "Sekolah Cambridge" yang sering hanya dijadikan buzzword marketing, membandingkan kualitas edukasi Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, dan mendiskusikan fenomena Gen-Z yang ketakutan digantikan AI hingga banting setir mempelajari skill manual.  Buat kamu para praktisi PR, marketing, orang tua yang sedang mencari sekolah terbaik untuk anak, atau profesional yang ingin mengerti psikologi di balik sebuah penjualan — ini diskusi praktisi, bukan teori. Real examples, real frameworks, real talk. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS ▸ Label "Cambridge" sering jadi Buzzword Marketing Banyak sekolah mengklaim menggunakan sistem Cambridge padahal hanya meminjam resource atau bukunya saja, tanpa mengadopsi kurikulum penuh. Edukasi konsumen sangat penting agar parents tahu bedanya sekadar "gimik logo" dengan standar asesmen global yang sebenarnya. ▸ Mentalitas Sales: The Power of Desperation Sales sejati bukan sekadar bakat bawaan lahir. High achiever di dunia sales sering kali lahir dari rasa keputusasaan (desperation) yang mendorong mereka untuk melakukan repetisi hingga ribuan jam demi menguasai skill tersebut.  ▸ AI: Tongkat Ketiak vs Tangga Elevasi Di dunia pendidikan dan profesional, AI sering disalahgunakan sebagai "tongkat" yang membuat otak tumpul karena malas berpikir. Padahal, AI seharusnya digunakan sebagai "tangga" untuk menstrukturkan pemikiran dan mengeksekusi ide yang sudah ada. ▸ Consumer Behavior & Efek Reciprocity Sering kali konsumen membeli barang bukan karena butuh, melainkan karena efek psikologis "Reciprocity" (rasa tidak enak/berhutang budi setelah dilayani). Selain itu, customer journey pria dan wanita memiliki pola yang sangat berbeda saat berhadapan dengan tenaga penjual. ▸ Leadership Tanpa Ego: Inherit the Team Seorang leader jarang sekali bisa membentuk tim dari nol; seringnya mereka "mewarisi" (inherit) tim yang sudah ada. Tugas utama leader bukanlah untuk bersinar paling terang, melainkan menekan ego dan memastikan anggota timnya bisa bersinar lebih dari dirinya. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 - Intro & Teaser: Mengenal Kiprah Yusuf Seto  04:39 - Bedah Bisnis Cambridge & Miskonsepsi Label "Sekolah Internasional"  13:36 - Analisis Komparasi Mutu Pendidikan: Indonesia vs ASEAN  23:49 - Mentalitas Sales Sukses: The Power of Desperation & Jam Terbang  31:19 - Disrupsi Teknologi: Tantangan Mendidik Gen Z di Era AI Native  50:51 - Komunikasi Persuasif: Teknik Ethos, Logos, Pathos dalam Penjualan  56:22 - Consumer Behavior: Efek Reciprocity & Pola Belanja Pria vs Wanita  1:02:08 - Filosofi Leadership: Strategi Inherit Team & Manajemen Ego  1:07:06 - Closing & Kesimpulan Episode ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED Cambridge International Education • Cambridge University Press and Assessment • Celebrity Fitness • Wall Street English • Outliers (Malcolm Gladwell) • Bill Gates • 10,000 Hours Rule • AI Native • ChatGPT • Gemini • Psychology of Influence • Reciprocity • Ethos, Logos, Pathos • B2B Sales • Consumer Behavior • SPG • Ojek Payung  ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White Wood Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia Our Agencies: ▸ www.praxis.co.id ▸ www.prajna.co.id ▸ www.explicar.co.id ▸ www.whitewood.ai ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ #ProxemicsPodcast #CambridgeEducation #PublicRelations #StrategiMarketing #AIMarketing #DuniaSales #ConsumerBehavior #LeadershipTips #EdukasiAnak #AgencyLife Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  7. Aug 30

    Aturan Main Iklan : Batasan Antara Kreatif dan Melanggar Etika Pariwara | 038

    Some communicators distract the message. We dissect the message. Di episode Proxemics "Full House" kali ini, Mercy, Awi, Sofyan, dan Steph berkumpul untuk membedah berbagai studi kasus komunikasi publik, Public Relations (PR), dan marketing tanpa filter. Kami membedah kenapa merespons krisis dengan serangan personal (Ad Hominem) adalah mimpi buruk konsultan PR, bagaimana "stamina" campaign banyak praktisi PR masih sangat lemah, perdebatan etika content creator yang merekam diam-diam, hingga kontrasnya strategi marketing raksasa Spider-Man vs Christopher Nolan. Buat kamu yang kerja di corporate comms, agency, marketing, branding — atau first-jobber yang ingin tahu cara kerja industri media yang sebenarnya — ini adalah diskusi praktisi, bukan teori kelas. Real analysis, real ethics, real talk. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 💡 KEY INSIGHTS ▸ Krisis PR & Message Destruction Ketika publik atau stakeholder meminta data, membalasnya dengan personal attack (Ad Hominem) adalah blunder terbesar. Ini menciptakan "message destruction" di mana substansi pesan utama yang baik justru hancur karena cara penyampaian yang reaktif. ▸ Penyakit Praktisi PR: Stamina Lemah & Transaksional Banyak praktisi PR hanya mengejar "one-off event" (seperti pemecahan rekor MURI) tanpa evaluasi jangka panjang (perception audit). Selain itu, memperlakukan media relations hanya sebagai transaksi belaka (hanya untuk naikin rilis) adalah kesalahan. Relasi itu harus berbasis irisan mutualisme antara publik, brand, dan media. ▸ Strategi Marketing Kontras: Marvel vs Nolan Bagaimana Spider-Man bisa mengintegrasikan 165 brands (senilai $300 Juta) secara smooth tanpa membuat filmnya terasa seperti iklan murahan? Sangat bertolak belakang dengan gaya idealis Christopher Nolan yang menolak gimmick marketing berlebihan dan mengandalkan organic word-of-mouth. ▸ Etika Content Creator & Ruang Publik Merekam orang di ruang publik menggunakan smart glasses untuk kepentingan komersialisasi konten tanpa consent adalah pelanggaran etika. Minta maaf di video tidak akan menyelesaikan akar masalah jika sang kreator tidak paham batas antara "kepentingan publik" dan "kepentingan komersial". ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ⏱️ TIMESTAMPS 00:00 Intro Podcast 00:56 Pidato Londo Ireng 08:05 Serangan Ad Hominem 12:53 Kepercayaan Publik Turun 20:55 Evaluasi Praktisi PR 32:04 Strategi Marketing Film 40:09 Etika Content Creator 57:58 Isu Demo Agustus 1:04:35 Closing Podcast ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED SMRC • Ad Hominem • Message Destruction • Perception Audit • Spider-Man Marvel • Christopher Nolan • BMW vs Mercedes Ads • Burger King vs McDonald's • Etika Pariwara Indonesia (EPI) • Content Creator Ethics • Meta Glasses • BYD • Telkomsel • XL ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🎙️ Produced by White Wood Host: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia, Sofyan Herbowo, Adwi Yudiansyah Our Agencies: ▸ www.praxis.co.id ▸ www.prajna.co.id ▸ www.explicar.co.id ▸ www.whitewood.ai ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ #ProxemicsPodcast #PublicRelations #CorporateComms #StrategiMarketing #MediaRelations #KrisisKomunikasi #AgencyLife #DigitalMarketing #LiterasiMedia #EtikaKreator Proxemics Podcast is produced by White Wood.

  8. Aug 17

    Mahar GOTO Nyangkut & Rugi 70%, Kok Yudha Keling Malah Lulus Sertifikasi OJK?! | 037

    Sebagian financial influencer jualan profit hijau. Tamu kita jualan kerugian sahamnya. Di episode Proxemics Podcast ini, kami ngobrol dengan Yudha Keling — stand-up comedian yang banting setir menjadi financial influencer bersertifikat resmi, dengan pendekatan konten yang mendobrak pakem industri keuangan. Ia membuktikan bahwa membuat orang tertawa dan percaya tidak selalu butuh jas rapi atau pamer kekayaan. Kami membedah bagaimana ia mengubah kerugian saham hingga 70% dan mahar saham GOTO yang nyangkut menjadi "Project Tidak Miskin" — sebuah masterclass dalam authentic branding. Kami juga membahas aturan ketat OJK (WPPE) bagi influencer keuangan, serta bagaimana Yudha menggunakan ChatGPT sebagai partner menulis materi komedi. Buat kamu yang kerja di marketing, PR, agensi, atau siapa pun yang ingin meningkatkan skill public speaking — ini adalah diskusi praktisi tentang strategi persuasi, meracik komedi lewat "rumus matematika", dan cara nyambung dengan audiens. Real examples, real frameworks, real laughs.  ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━  💡 KEY INSIGHTS  ▸ Authentic Branding: "Project Tidak Miskin" Di tengah tren flexing dan janji manis investasi, Yudha justru membangun brand-nya dengan menceritakan kesialannya di bursa saham. Ia memvalidasi keresahan audiens (investor ritel) bahwa 97% orang di market sering boncos, sehingga pendekatannya terasa jauh lebih relevan dan dipercaya.  ▸ Stand-up Comedy Punya "Rumus Matematika" Bikin jokes bukan soal wangsit. Ada formulanya: Argumen ➡️ Kenapa ini jadi masalah ➡️ Punchline[cite: 8]. Framework ini adalah senjata rahasia public speaker atau eksekutif untuk mencairkan suasana meeting yang tegang (addressing the elephant in the room).  ▸ Compliance Era Digital: Kenapa Influencer Butuh Sertifikasi (WPPE)? Berdasarkan aturan POJK, kreator yang menerima endorsement dari institusi keuangan kini dianggap sebagai "perpanjangan tangan" alias tim sales perusahaan. Sertifikasi wajib dimiliki untuk melindungi masyarakat dari misinformasi dan investasi bodong.  ▸ Disrupsi AI: ChatGPT sebagai "Writer's Room" Yudha menggunakan AI untuk brainstorming setup komedi ala Ronny Chieng. Namun ia menegaskan batasannya: AI bisa menstruktur kalimat dengan sempurna, tapi tidak bisa menggantikan delivery, emosi, dan relatability (kedekatan) dengan audiens manusia. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━   🏷️ BRANDS, PEOPLE & TERMS MENTIONED  Saham GOTO • OJK • POJK • WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) • Bursa Efek Indonesia • ChatGPT / OpenAI • Raditya Dika • Pandji Pragiwaksono • Pras Teguh • Arif Brata • Taylor Tomlinson • Ronny Chieng • Dave Chappelle • Project Tidak Miskin • Gerakan Memutus Rantai (GMR) • David Wijaya • Felicia Putri Tjiasaka • Stand-up Comedy • Authentic Branding • Public Speaking  ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━  🎙️ Produced by White Wood  Host: Mercy Tahitoe & Jonathan Tenggara Our Agencies:  ▸ www.praxis.co.id  ▸ www.prajna.co.id  ▸ www.explicar.co.id ▸ www.whitewood.ai  ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━  #ProxemicsPodcast #YudhaKeling #MarketingIndonesia #PublicRelations #FinancialInfluencer #StandUpComedy #AuthenticBranding #LiterasiKeuangan #ChatGPT Proxemics Podcast is produced by White Wood.

    Mahar GOTO Nyangkut & Rugi 70%, Kok Yudha Keling Malah Lulus Sertifikasi OJK?! | 037

About

Proxemics Podcast: Bedah Strategi Komunikasi, Public Relations & Isu Terkini.Mengupas tuntas dunia Strategic Communication, Public Relations, dan Media Analysis. Kami membedah the art of influencing di balik berita viral, krisis korporasi, hingga dinamika politik dan bisnis di Indonesia. Bukan sekadar teori, setiap episode adalah studi kasus nyata tentang bagaimana pesan dirancang, reputasi dibangun, dan persepsi publik dikendalikan.🔍 Topik Utama:✅ Analisis Kasus Viral & Manajemen Krisis✅ Strategi PR & Corporate Comm✅ Psikologi Audiens & Media Trend✅ Marketing, Branding & Reputation🚀 Wajib dengar buat: Praktisi PR, Marketers, Entrepreneur, Mahasiswa, & siapa saja yang ingin paham "permainan" di balik layar media. Kami juga membahas leadership skills, personal branding, dan tips karier untuk profesional yang ingin upgrade kemampuan komunikasi. Produced by White Wood Pod.👇 Connect with us:YouTube: @proxemicspodcast Instagram: @proxemics.podcast Business Inquiries: contact@proxemicspodcast.com