Podcast Dakwah Sunnah

Ikuti kajian, dakwah, dan ajaran Islam yang sesuai dengan Alquran, Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, serta diikuti oleh Tabi’in dan Tabi’ut atabi’in. Dapatkan wawasan keislaman yang mendalam dari para Ustadz bermanhaj Salaf di Indonesia. Kumpulan tersebut dapat diakses dan didownload melalui website: www.podcastdakwahsunnah.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

UNLOCK ALL CONTENT

Dengarin Audio Kajian Dengan kualitas Lebih Baik

$1.99/mo or $14.99/yr after trial

  1. 3d ago • Subscribers Only

    Agar Mudah Memaafkan (Part-3) - Ustadz Firanda Andirja

    Memaafkan bukanlah kelemahan, melainkan puncak kekuatan hati yang hanya mampu dimiliki oleh hamba yang benar-benar mengenal Rabbnya, karena pada hakikatnya memaafkan adalah meniru sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al A'raf ayat 199 yang memerintahkan untuk menjadikan maaf sebagai akhlak yang terpuji, sementara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda bahwa orang yang tidak mudah memaafkan akan jauh dari kebaikan, dan beliau sendiri adalah teladan paling agung dalam memberikan maaf bahkan kepada orang-orang yang pernah menyakitinya, karena beliau memahami bahwa menahan diri dari membalas dendam adalah investasi akhirat yang tak ternilai, dan ketika seseorang mampu melapangkan dadanya untuk memaafkan maka sesungguhnya ia telah melepaskan beban berat yang selama ini mengikat jiwanya sendiri, sebab dendam hanya menyiksa pemiliknya tanpa pernah menyakiti orang yang didendaminya, oleh karena itu latihlah diri untuk melihat aib sendiri sebelum melihat kesalahan orang lain, karena siapa yang banyak mengenal dirinya niscaya akan mudah memaafkan sesama, dan jadikanlah setiap maaf yang kita berikan sebagai ladang pahala yang akan kita temui kelak di hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat, melainkan hanya hati yang bersih dan ketaatan yang tulus, maka mulailah dari hal paling sederhana yaitu melafalkan "aku maafkan" dengan tulus, sebab kata-kata ringan itu mampu menjelma menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga kita kembali menghadap Allah dalam keadaan lapang dada dan diridhai.

    Agar Mudah Memaafkan (Part-3) - Ustadz Firanda Andirja
  2. 4d ago • Subscribers Only

    Bekal Terindah - Ustadz Ammi Nur Baits

    🔹 Bekal Terindah Ada satu kepastian yang tidak pernah bisa ditunda oleh siapa pun, yaitu pertemuan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala di hari yang tiada lagi tempat berpaling. Menyadari hal ini, Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menyiapkan bekal terbaik sebelum ajal menjemput. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau pengembara." (HR. Bukhari) Sebuah peringatan lembut bahwa dunia ini hanyalah persinggahan, bukan tempat menetap. Maka, bekal terindah yang patut kita kumpulkan bukanlah harta yang akan habis dan ditinggalkan, melainkan iman yang mendalam, amal shaleh yang terus mengalir pahalanya, ketaqwaan yang menancap kuat di dalam hati, serta jiwa yang bersih dari penyakit dengki, sombong, dan lalai. Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Hashr ayat 18, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)." Setiap kebaikan kecil yang kita lakukan hari ini—senyum yang tulus, doa yang khusyuk, sedekah yang ikhlas, lisan yang basah berdzikir—adalah investasi abadi yang tidak akan pernah rugi. Ketahuilah, waktu adalah modal paling berharga yang terus menyusut setiap detik, dan kematian bisa datang lebih cepat dari yang kita kira. Oleh karena itu, marilah kita hidup dengan penuh kesadaran, bukan sekadar berlari mengejar dunia, melainkan juga menyiapkan persiapan akhirat dengan sebaik-baik bekal. Bekal terindah itu adalah hati yang selalu kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, lisan yang tak pernah lelah berzikir, dan tangan yang tak pernah jemu memberi. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberi kita kemampuan untuk terus menambah kebaikan hingga akhir hayat, agar kita termasuk hamba-hamba-Nya yang kembali dengan membawa cahaya, bukan kesedihan.

    Bekal Terindah - Ustadz Ammi Nur Baits
  3. 5d ago • Subscribers Only

    KUNCI SEMANGAT IBADAH - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Semangat dalam beribadah adalah anugerah yang sering kali datang bergelombang, namun kunci agar cahaya itu tetap menyala adalah hati yang selalu terhubung dengan Sang Pencipta melalui dzikir, tadabbur atas ayat-ayat-Nya, serta keteladanan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam setiap sendi kehidupan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan bahwa sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram, dan bahwa barangsiapa yang bertawakal kepada-Nya, niscaya Dia akan mencukupinya, karena jalan kebaikan bukan tentang siapa yang paling kuat memulai, melainkan siapa yang paling sabar untuk kembali setiap kali jatuh. Sebuah hadist menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit, karena yang diukur dalam perjalanan panjang bukanlah ledakan semangat di awal, melainkan kestabilan langkah di akhir. Itulah mengapa menjaga kualitas shalat lima waktu, membaca Al-Qur'an dengan pemahaman, bersedekah dengan keikhlasan, serta menjaga lisan dan sikap adalah fondasi utama dalam memperkuat motivasi ibadah, sehingga setiap amal terasa ringan karena dijalankan atas dasar cinta, bukan beban. Ketika seorang hamba menyadari bahwa hidupnya adalah ladang akhirat dan bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk meraih ridha Illahi, maka ibadah tidak lagi dipandang sebagai rutinitas, melainkan sebagai napas yang menghidupkan jiwa, dan di sinilah letak rahasia istiqomah, yaitu kemampuan memperbarui niat, mengelola hati, serta tidak pernah menunda kebaikan meskipun dunia terus menawarkan distraksinya. Maka teruslah melangkah dengan penuh harap kepada Allah, karena Dia Maha Pengasih lagi Maha Penerima Taubat, dan setiap kali engkau kembali kepada-Nya dengan tulus, sesungguhnya engkau sedang meraih derajat tertinggi dari makna sebuah pengabdian.

    KUNCI SEMANGAT IBADAH - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
  4. Jul 7

    Nyanyian Dalam Pesta Pernikahan - Ustadz Khalid Basalamah

    Dalam keramaian sebuah pesta pernikahan, alunan nyanyian dan dentuman musik sering menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari suasana kebahagiaan. Namun di balik kemeriahan itu, penting bagi setiap Muslim untuk merenungkan kembali bagaimana syariat mengatur hiburan dalam sebuah perayaan, sebab pernikahan adalah momen suci yang seharusnya diisi dengan makna, bukan sekadar hiburan duniawi. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an bahwa Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, termasuk dalam hal bersuka ria, sementara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan bahwa ada perbedaan antara hiburan yang mengingatkan kepada Allah dan hiburan yang melalaikan. Nyanyian dalam pesta pernikahan bukan haram secara mutlak apabila bebas dari hal-hal yang mengandung kemaksiatan, seperti lirik yang merayu, alat musik yang berlebihan, serta suasana yang dapat menimbulkan fitnah, namun jika disertai kemewahan berlebihan dan melupakan hak-hak orang lain, maka kebahagiaan itu bisa berubah menjadi ujian. Seorang Muslim yang cerdas akan memilih kebahagiaan yang tetap menjaga lisan, pendengaran, dan hatinya tetap bersih, karena sebaik-baik perayaan adalah yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Mari jadikan setiap pesta pernikahan sebagai ladang ketaatan, tempat di mana kalimat-kalimat baik dan doa menjadi pengiring utama, karena nikah bukan hanya契约 dunia, melainkan juga janji yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Wallahul Muwaffiq ila Aqwamith Thariq.

    Nyanyian Dalam Pesta Pernikahan - Ustadz Khalid Basalamah
  5. Jul 6 • Subscribers Only

    AKU GAGAL, AKU KECEWA SAMA ALLAH - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Rasa gagaldan kecewa kepada Allah adalah duka yang pernah menyelimuti setiap hamba yang sedang berusaha meraih kebaikan, namun di dalam kegelapan hati itu Al-Qur'an mengajarkan bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sebuah janji ilahi yang menuntun jiwa untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa setiap musibah yang menimpa seorang Muslim, bahkan duri yang melukainya, akan menjadi penghapus dosa serta kenaikan derajat di sisi-Nya, sehingga kegagalan bukanlah akhir melainkan pintu menuju kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta. Ketika hati terasa hancur dan pikiran dipenuhi pertanyaan tanpa jawaban, itulah saat terbaik untuk kembali kepada Allah dengan Taubat Nasuha, memperbanyak Istighfar, membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, serta merenungkan bahwa rencana Allah selalu jauh lebih indah dari rencana manusia karena Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hamba-Nya. Jangan biarkan kekecewaan menutup mata dari hikmah yang tersembunyi, sebab sabar dalam menghadapi ujian adalah ciri orang-orang bertakwa, dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Dia akan menjadikannya cukup. Bangkitlah, karena setiap airmata yang jatuh dengan kejujuran kepada Allah akan diganti dengan kekuatan, ketenangan, dan keberanian untuk melangkah lagi dengan iman yang lebih utuh serta harapan yang tidak pernah padam.

    AKU GAGAL, AKU KECEWA SAMA ALLAH - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
  6. Jul 5 • Subscribers Only

    Sunnah Seputar Tidur - Ustadz Khalid Basalamah

    Tidur sering kali dianggap sekadar rutinitas biasa, padahal dalam Islam ia adalah ibadah kecil yang menyimpan banyak keistimewaan ketika dijalankan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mulai dari meniupkan doa sebelum membaringkan tubuh, membaca Ayat Kursi agar malaikat penjaga tetap siaga sepanjang malam, hingga membalik posisi ke sisi kanan sebagai bentuk adab tidur dalam Islam yang lembut dan penuh rasa syukur. Adab Sebelum Tidur seperti membaca tiga surah pelindung, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh, mengajarkan kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Menjaga, karena siapa pun yang jujur beriman pasti merasakan bahwa kantuk itu sendiri adalah nikmat yang datang hanya dari-Nya. Sunnah Tidur yang ringan namun berpahala besar, seperti membaca doa "Bismika Allahumma amutu wa ahya", menepuk kasur tiga kali sebelum berbaring, dan tidak mendahului tidur dengan beban maksiat, adalah cara sederhana menjaga kebersihan hati di saat manusia paling rentan terhadap gangguan setan. Doa Sebelum Tidur bukan hanya rangkaian kalimat, melainkan tarikan napas spiritual yang mengingatkan jiwa bahwa hidup ini sementara dan setiap malam adalah peluang untuk bertaubat, bercermin, serta memohon perlindungan dari siksa kubur dan keburukan mimpi, sebagaimana diajarkan dalam hadist-hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Amalan Ringan Sebelum Tidur seperti wudu, mematikan lampu berlebih, dan meletakkan tangan di bawah pipi menjadi latihan disiplin diri yang menenangkan, sebab tidurnya orang beriman adalah bentuk kepatuhan, bukan kelalaian. Tipes Tidur Islami yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah tidur dalam keadaan berdzikir, bangun dalam keadaan berdzikir, dan menjadikannya sebagai ladang pahala yang tidak pernah putus, karena jika seseorang meninggal di atas tilamnya, ia akan tetap dicatat sebagai orang yang berjuang di jalan Allah. Jagalah Tidur Tetap Berkah dengan menutup aurat, membaca Al-Qur'an sebagai pengantar mata terpejam, dan bangun di sepertiga malam untuk shalat, sebab di waktu itulah Allah Subhanahu Wa Ta'ala turun ke langit dunia dan bertanya, "Adakah yang memohon ampunan, adakah yang meminta rezeki, adakah yang berdoa." Semoga kita termasuk hamba yang menjadikan tidurnya sebagai sarana mengingat Allah, bukan justru lalai dari mengingat-Nya, sehingga setiap malam menjadi perjalanan ruhani yang lembut, tenang, dan penuh cahaya.

    Sunnah Seputar Tidur - Ustadz Khalid Basalamah
  7. Jun 28 • Subscribers Only

    JIKA AKU BELUM BERTAUBAT - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Taubat masih sering terasa berat di hati ketika dosa-dosa telah menumpuk dan rasa malu menyelimuti setiap langkah untuk kembali kepada Allah, padahal pintu ampunan-Nya tidak pernah tertutup bagi hamba yang mau bangkit dengan ketulusan, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Surah Az-Zumar ayat 53 yang mengingatkan bahwa janganlah sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah karena sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda melalui hadits riwayat Tirmidzi bahwa setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang segera bertaubat dengan penuh harap kepada Robbnya. Maka jangan biarkan rasa takut, rasa malu, atau keyakinan bahwa kesalahan sudah terlalu besar menahan langkah untuk kembali, sebab kasih sayang Allah jauh melampaui setiap kelemahan manusia dan rahmat-Nya lebih luas dari seluruh luasnya langit dan bumi. Setiap tarikan napas yang masih diberikan adalah peluang emas untuk merenungkan diri, memperbanyak istighfar, serta membuka lembaran baru yang lebih dekat dengan cahaya iman, karena hidup yang singkat ini tidak akan pernah cukup untuk menunda kebaikan apalagi terus tenggelam dalam dosa. Jadikanlah kesadaran akan setiap kekhilafan sebagai bahan bakar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertakwa, bukan sebagai beban yang membuat hati terpuruk tanpa ujung, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri.

    JIKA AKU BELUM BERTAUBAT - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Shows with Subscription Benefits

UNLOCK ALL CONTENT

Dengarin Audio Kajian Dengan kualitas Lebih Baik

$1.99/mo or $14.99/yr after trial

4.8
out of 5
5 Ratings

About

Ikuti kajian, dakwah, dan ajaran Islam yang sesuai dengan Alquran, Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, serta diikuti oleh Tabi’in dan Tabi’ut atabi’in. Dapatkan wawasan keislaman yang mendalam dari para Ustadz bermanhaj Salaf di Indonesia. Kumpulan tersebut dapat diakses dan didownload melalui website: www.podcastdakwahsunnah.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

More From Dakwah Sunnah Media