Dialogue Setara oleh Bumi Setara

Dialogue Setara

Dialogue Setara oleh Bumi Setara adalah unit edukasi melalui podcast yang berisi obrolan ringan mengenai serba-serbi difabel, segala yang terkait inklusivitas dan pendidikan. Sama seperti namanya, obrolan ini juga menekankan semangat kesetaraan, karena dia, lo, gue, siapapun adalah setara.

Episodes

  1. 02/02/2020

    Pod. 5 Menyuarakan Aksesibilitas Melalui Video & Petisi bersama Semara & Okik Praditya Menyama Beda

    Bagaimana jadinya jika pejuang beasiswa berkumpul kembali pasca studi? Ada yang merintis startup, mungkin ada juga yang menikah pasca cinta lokasi. Kali ini sedikit berbeda, ternyata bermula dari kumpul-kumpul pasca studi ada pula yang akhirnya membentuk kolektif bernama Menyama Beda. Kolektif independen Menyama Beda terdiri dari lima anak muda Bali Semara Yanti, Okik Praditya Sugiri Adiyasa, Ajus Caskara, serta Ayu Dwi Pradnya. Tujuan awal dibentuknya kolektif ini adalah untuk mengikuti kompetisi video Liputan 6 Local Heroes. Pada kompetisi tersebut, Menyama Beda sebagai salah satu peserta dari Bali berusaha mengetengahkan isu inklusivitas khususnya aksesibilitas dengan mengangkat profil Bapak Ketut Budiarsa dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. Melalui pengalaman penggarapan video ini pula, mereka melihat ketimpangan terhadap akses bagi difabel di Bali terutama ke rumah ibadah seperti Pura Besakih. Untuk menyaksikan video garapan Menyama Beda dapat melalui tautan: bit.ly/menyamabeda Untuk mendukung Petisi Online yang dimulai sejak 2018 dapat melalui tautan: bit.ly/besakihakses . Untuk tahu update selanjutnya bisa pula dengan mengikuti tagar #MenyamaBeda di Instagram. Dengarkan dan share podcast ini bila kamu menemukan sesuatu yang baru maupun berharga bagi kamu! --- Dialogue Setara Podcast membutuhkan kritik dan saran maupun ajakan kolaborasi, kami menerima dengan senang hati melalui surel bumisetara@gmail.com. Ikuti juga media sosial Bumi Setara di @bumisetara. Selamat mendengarkan, selamat berdialog!

    Pod. 5 Menyuarakan Aksesibilitas Melalui Video & Petisi bersama Semara & Okik Praditya Menyama Beda
  2. 01/26/2020

    Pod. 4 Now is a Good Time hingga Toolkit Kerjasama Inklusi bersama Dewi & Intan dari Ketemu Project

    Ketemu Project didirikan oleh dua seniman Budi Agung Kuswara aka Kabul @budiagungkuswara dan Samantha Tio @mintio_photo untuk seni yang merespon berbagai permasalahan sosial. Melalui Mabesikan Project yang diadakan oleh Ketemu maka lahirlah Skizofriends Art Movement sebagai cikal bakal Rumah Berdaya (Pod. 2) pada September 2016. Kali ini Candra Dewi @candramertha mendapatkan kesempatan berbincang dengan Agung Dewi @agungdewi11 dan Intan Saraswati @intansrswti dari Ketemu Project yang sepanjang 2019 hingga saat ini tengah melaksanakan 2 project yang berkaitan dengan disabilitas, seni dan dunia kreatif. Pertama, Gerakan Kreabilitas di tingkat nasional, kompetisi usaha sosial yang melibatkan disabilitas serta yang kedua bertajuk The Creability Movement di tingkat regional (Indonesia, Singapura, Malaysia dan Filipina) yang saat ini sedang berpameran di Uma Seminyak sepanjang 11 Januari-2 Februari 2020 dengan tajuk Now is a Good Time! Pada Maret 2020 Ketemu Project berencana melaunching produk produk dari usaha sosial pemenang Gerakan Kreabilitas juga toolkit dalam mengadakan kerjasama yang inklusi bersama berbagai penyandang disabilitas. Untuk tahu update selanjutnya bisa pula dengan mengikuti @ketemuproject di Instagram. Dengarkan dan share podcast ini bila kamu menemukan sesuatu yang baru maupun berharga kamu! --- Dialogue Setara Podcast membutuhkan kritik dan saran maupun ajakan kolaborasi, kami menerima dengan senang hati melalui surel bumisetara@gmail.com. Ikuti juga media sosial Bumi Setara di @bumisetara. Selamat mendengarkan, selamat berdialog!

    Pod. 4 Now is a Good Time hingga Toolkit Kerjasama Inklusi bersama Dewi & Intan dari Ketemu Project

About

Dialogue Setara oleh Bumi Setara adalah unit edukasi melalui podcast yang berisi obrolan ringan mengenai serba-serbi difabel, segala yang terkait inklusivitas dan pendidikan. Sama seperti namanya, obrolan ini juga menekankan semangat kesetaraan, karena dia, lo, gue, siapapun adalah setara.