Brand Indie

Money&I Magazine

Serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do.

  1. 04/15/2020

    Gebrakan Generasi Kedua, Membangun Jaringan Alkes Ala Minimart

    Membangun bisnis, jelas enggak mudah. Tapi meneruskan sebuah bisnis yang sudah besar, juga tak kalah menantang. Bahkan pada sejumlah hal, bisa jadi lebih sulit. Makanya pak Rhenald Kasali pernah bilang, daripada memperbaiki, kadang lebih mudah membangun baru.   Namun dalam kasus ini, bisnis yang dimulai pendirinya, tumbuh dengan sangat sukses. Namun zaman yang bergeser membawa tantangan juga mengikuti.  Maka dorongannya bagi generasi penerus adalah, melanjutkan apa yang sudah di bangun dengan rapi, dan upgrade apa yang perlu dilakukan.  Bagi teman-teman pebisnis, pada episode kali ini, kita bisa belajar bagaimana mewariskan sebuah bisnis, jika kelak kita harus melakukannya. Atau, kita bisa belajar melanjutkan sebuah bisnis dari pendiri pertamanya, jika kita adalah generasi kedua.   Episode yang merupakan final season 1 ini, akan mengajak kita mengenal bagaimana proses transisi itu dilakukan. Semoga ada hal yang bisa diambil sebagai pelajaran.     Jabat Erat,  Arif Rahman   ==================================  Brand Indie adalah serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do.  ▸ website | http://brandindie.id  ▸ instagram | http://instagram.com/brand.indie   ==================================  Program ini dipersembahkan oleh tim redaksi Majalah Money&I  ▸ website | http://moneyinsight.id #empoweringentrepreneur  ▸ editor in chief & host | http://instagram.com/arifrahman.journal

    Gebrakan Generasi Kedua, Membangun Jaringan Alkes Ala Minimart
  2. 04/15/2020

    Dari Sales Kanvas, Kini Punya 11 Outlet di 7 Kota Indonesia

    Rasio sukses keberhasilan bisnis baru hanya 4% dalam waktu 10 tahun. Bahkan dari 4% bisnis yang bisa bertahan, hanya 5%-nya yang berkembang menjadi besar. Jadi menurut riset ini, dari 1000 bisnis baru, hanya 40 yang yang bertahan sampai dengan 10 tahun, dari 40 yang masih ada, hanya 2 yang akan menjadi bisnis besar. Bahkan sejumlah pakar manajemen memperkirakan, bahwa 90% dari perusahaan yang ada saat ini, akan hilang dalam kurun waktu 10 tahun kedepan.   Perubahan yang terjadi, baik secara makro maupun mikro adalah tantangan yang paling sulit untuk ditaklukkan. Itu sebabnya, sebuah bisnis yang mampu mencapai ulang tahunnya yang kesepuluh adalah sebuah keberhasilan tersendiri.   Lalu bagaimana jika sebuah bisnis mampu melewati usia lebih dari 10 tahun, katakan saja hingga 2 dekade? Jumlahnya tentu tak banyak. Lalu bagaimana jika mencapai 30 tahun? Ini tentu akan jadi raihan yang luar biasa. Apalagi jika di usia 35 tahun masih berada pada peak performance-nya. Bukan prestasi yang main-main, dan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa wawancara ini dilakukan.    Bersua dengan Bapak Tri Kartono Andries, yang mengawali karir sebagai sales kanvas, kemudian mendirikan outlet sendiri dan eksis selama 3 dekade. Dan hebatnya, ini semua justru barulah awal. Di bawah bendera Sanidata Group, perusahaan ini menjadi salah satu penjual alat-alat kesehatan yang masih terus menggemuk dengan outlet yang kian bertambah di sejumlah kota.  Pak Andires berbagi kisah perjalanannya, dan bagaimana ia mengelola usaha alat kesehatan selayaknya modern retail.  Dan lebih jauh, ia juga akan cerita bagaimana mewarisi usaha ini ke generasi kedua, dan bagaimana sepak terjang generasi kedua meneruskan bisnis yang sudah ada, agar tetap tumbuh dan subur.   Semoga bermanfaat dan selamat belajar!   ==================================  Brand Indie adalah serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do.  ▸ website | http://brandindie.id  ▸ instagram | http://instagram.com/brand.indie   ==================================  Program ini dipersembahkan oleh tim redaksi Majalah Money&I  ▸ website | http://moneyinsight.id #empoweringentrepreneur  ▸ editor in chief & host | http://instagram.com/arifrahman.journal

    Dari Sales Kanvas, Kini Punya 11 Outlet di 7 Kota Indonesia
  3. 04/15/2020

    Ayu Utami & Gebrakannya sebagai Cheesemaker Tanah Air

    Kebiasaan saya sebelum interview narasumber, itu riset soal profil yang mau di wawancara, cari tahu lebih dalam soal sepak terjang mereka. Tapi kadang, bahan riset dari literatur ini terbatas, apalagi kalau proyek yang dikembangkan itu soal hal-hal yang jauh dari pemahaman saya, tentang keju termasuk salah satunya.  Jadi pas ketemu Ayu Utami, cheesemaker dengan brand produknya Rosalie Cheese, saya masih semi nge-blank dengan apa yang mau di eksplorasi. Tapi keuntungannya adalah, saya jadi punya banyak pertanyaan karena rasa penasaran yang berlapis-lapis.    Ngapain bikin keju, kenapa harus keju? Ngolahnya susah, standar kesehatannya ketat, cari bahan baku mesti ke peternak, dan hewan ternaknya pun kambing, mesin yang dipakai mesti custom dulu dan pasarnya juga sempit. Dalam hati saya sebelum wawancara si Ayu, “kenapa enggak bikin kue nagasari aja ya Yu…^_^..”    Tapi begitulah proses ilmu dialihkan, ternyata Keju ada pasarnya, apalagi jika dikembangkan ke produk ‘derivatif’ yang pas, lewat cookies misalnya. Ini yang membuat produk Keju yang dikembangkan Rosalie Cheese semakin diterima konsumen dan berpotensi menembus pasar Asia.   Lebih jauh soal Ayu, ia kuliah di jurusan yang tak biasa, Food Science & Technology. Dalam benak saya, ini kayaknya kuliah Tata Boga pake dengan cawan petri dan algoritma koding –he..he.. se-blank itulah saya waktu itu. Tapi Ayu kemudian menceritakan soal jurusan kuliahnya ini, sekalipun diakui tidak ada hubungannya secara teknis dengan membuat keju, namun kuliner memang bidang di mana Ayu punya hasrat di dalamnya.    Satu lagi yang perlu teman-teman ketahui, ini adalah bisnis perdana yang didirikannya, dan bisa jalan sampai sejauh ini sekarang, tak banyak orang yang saya kenal, bisa melakukan ini digebrakan pertamanya menjadi entrepreneur.  Untuk belajar soal bisnis keju, strategi pemasaran sampai mengenal profil Ayu Utami lebih detil, bisa tonton video wawancara saya untuk program @Brand.Indie atau klik link bio akunnya. Sekiranya berkenan dan dirasa ada manfaatnya, teman-teman bisa subscribe untuk mendukung program yang diinisiasi dari @BrandAdventure dan IBAN ini, di mana misinya adalah mengangkat merek lokal agar berdaya di negeri sendiri.    ==================================   Brand Indie adalah serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do.  ▸ website | http://brandindie.id  ▸ instagram | http://instagram.com/brand.indie  ==================================  Program ini dipersembahkan oleh tim redaksi Majalah Money&I  ▸ website | http://moneyinsight.id #empoweringentrepreneur  ▸ editor in chief & host | http://instagram.com/arifrahman.journal

    Ayu Utami & Gebrakannya sebagai Cheesemaker Tanah Air
  4. 04/15/2020

    Biarpun Newbie, Artisan Keju Rumahan Ini On The Track Menuju Pasar Asia

    Awalnya saya tuh bingung, gimana caranya bikin keju rumahan, tapi sukses dipasarkan –terlebih, di Indonesia. Kula’an produk luaran di ‘pasar anak singkong’? Biaya produksinya tentu enggak murah, penetrasi pasarnya pun tentu enggak gampang, apalagi keju olahan pabrikan sudah digdaya menguasai segmen pasar keju yang sempit ini di Indonesia.   Pertemuan dengan Ayu Utami, cheesemaker artisan pendiri Rosalie Cheese ini membuat saya seolah katak dalam tempurung.  Rupanya, keju bisa diolah properly layaknya standar pabrikan besar melalui dapur rumahan, pemainnya pun sudah mulai bermunculan. Produknya natural cheese yang lebih sehat dengan bahan alami, segmen pasarnya memang sempit, tapi legit.   Ayu Utami tahu benar soal ini, ia pun bersedia berbagi resep rahasia soal bagaimana memulai usaha ini, dan upayanya untuk menembus pasar Asia, yang kini tengah sangat dekat ia masuki.  Simak kisahnya sejak ia mulai bereksperimen, hingga produknya berhasil masuk pasar modern dan hotel-hotel.   ==================================   Brand Indie adalah serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do.   ▸ website | http://brandindie.id  ▸ instagram | http://instagram.com/brand.indie    ==================================    Program ini dipersembahkan oleh tim redaksi Majalah Money&I ▸ website | http://moneyinsight.id #empoweringentrepreneur  ▸ editor in chief & host | http://instagram.com/arifrahman.journal

    Biarpun Newbie, Artisan Keju Rumahan Ini On The Track Menuju Pasar Asia

About

Serial program edutaiment yang mengupas tentang perjalanan sebuah bisnis dari tahap rintisan, hingga bertumbuh sebagai brand lokal yang menjanjikan. From idea, to the work you were meant to do.