POST Book Club At Home

POST Bookshop

Obrolan buku bersama teman-teman POST

Episodes

  1. 06/02/2020

    POST Book Club At Home Vol.4

    Hari ini kami berbicara dengan Ruhaeni Intan tentang novela Arapaima, buku yang juga kami sukai. Di karya pertamanya ini, Intan memperkenalkan pada pembaca beragam tokoh perempuan pekerja; si narator yang bekerja di toko ikan, Leni yang bekerja di tempat yang sama, juga Rahma si pegawai binatu. Kami membicarakan bagaimana mereka menjalani keseharian, kerumitan masing-masing tokoh, hingga perlawanan-perlawanan kecil mereka terhadap dunia yang semakin menjepit. . . Kami juga membicarakan tentang bagaimana kelas pekerja digambarkan dalam sastra Indonesia. Intan mengamati beberapa karya yang berbicara tentang, misalnya, kelompok buruh pabrik, dan ia memutuskan menulis tentang kelompok pekerja yang tidak memiliki akses untuk berserikat, pegawai toko ikan, binatu, juga toko roti. Bagaimana ia mengembangkan tokohnya untuk menjadikannya tidak hitam-putih dan kaya dimensi? Kami membicarakan adegan bagus di supermarket, tentang lantai parkir dan lantai atas yang menjadi simbol dunia yang lebih luas, atau adegan indah di kolam, tentang mangga dan simbol betapa selalu ada yang tersisa dari kehancuran, juga tentang peran editor dan Perkawanan Perempuan Menulis (@perempuanmenulis) dalam menyelesaikan novela Arapaima. . . Selamat untuk cetakan kedua Arapaima, Intan. Untuk teman-teman, kami merekomendasikan buku ini untuk menemanimu di rumah (silakan mengirim DM untuk mendapatkannya). Untuk yang tadi belum sempat menonton, masih bisa menontonnya di IG TV kami. Terima kasih teman-teman, semoga akhir pekannya menyenangkan, dan sampai jumpa lagi di #PostBookClubAtHome berikutnya 😸 #Arapaima #RuhaeniIntan

    POST Book Club At Home Vol.4
  2. 04/30/2020

    POST Book Club At Home Vol.2

    “Mengacuhkan nyeri di kakinya yang luka, pak tua itu membelainya, dan menangis tersedu oleh rasa malu, rasa tak berguna, nista, sama sekali bukan jawara dalam pertarungan.” . Adegan akhir Pak Tua dan si macan kumbang itu begitu mengharukan, sekaligus kompleks, dan memicu banyak percakapan. Sore tadi kami berbicara dengan Ronny Agustinus di #PostBookClubAtHome vol.2 tentang “Pak Tua yang membaca Kisah Cinta” , buku favorit kami bersama. Ia buku tipis yang sederhana tetapi memiliki banyak lapisan, ia mengajak kita berpikir tentang hubungan manusia, juga negara, dengan alam, tentang keterasingan, cinta, bagaimana kita memandang peradaban, dan banyak tema lainnya. . Banyak adegan yang kami sukai; dari bagaimana Pak Tua menemukan kecintaannya pada bacaan, pertemanannya dengan suku Shuar, hingga adegan di dokter gigi yang lucu itu. Kami berbicara tentang simbol-simbol yang dipakai dalam cerita ini, walikota atau Si Siput Lendir itu, misalnya. Kami juga berbicara tentang penulis Amerika Latin pasca generasi Boom, aktivisme dan pandangan politik Luis Sepulveda (sejak ia ditawan rezim Pinochet, diasingkan, hari-harinya bersama suku Shuar, hingga saat ia menjadi awak kapal Greenpeace). . Minggu lalu, Luis Sepulveda berpulang karena Covid-19. Hari ini kami mengucapkan selamat jalan padanya, semoga beliau bisa beristirahat dengan tenang di sana, dan terima kasih padanya karena sudah menghadirkan karya bagus ini, yang akan kami kenang untuk waktu yang lama. . Terima kasih Mas Ronny, untuk obrolan sore ini juga karena sudah menerjemahkan Pak Tua dan memperkenalkannya kepada pembaca di Indonesia. Terima kasih juga untuk teman-teman yang tadi berpartisipasi. Sampai jumpa di #PostBookClubAtHome berikutnya. . #LuisSepulveda #PakTuaYangMembacaKisahCinta

    POST Book Club At Home Vol.2

About

Obrolan buku bersama teman-teman POST