Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 November 2026 Bacaan: "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala." (Mazmur 77:12) Renungan: Suatu kali seseorang bermimpi: Tuhan meletakkan dua buah kotak di kedua tangannya untuk dijaganya. Lalu Tuhan berpesan, "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas." Ia pun melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Setiap kali mengalami kesedihan, maka ia meletakkannya ke dalam kotak hitam. Sebaliknya, tatkala bergembira maka ia meletakkan kegembiraan itu ke dalam kotak berwarna emas. Tetapi ia merasa heran, semakin lama kotak emasnya semakin bertambah berat, sebaliknya kotak hitamnya tetap saja ringan seperti semula. Karena merasa penasaran, ia pun membuka kotak yang berwarna hitam. Kini ia mendapat jawaban terhadap rasa penasarannya selama ini. Ia mendapati bahwa ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, yang menyebabkan semua penderitaan yang ia masukkan ke sana selalu jatuh keluar. Diselimuti kebingungan, ia pun menunjukkan lubang tersebut kepada Tuhan dan bertanya, "Tuhan, ke mana perginya semua penderitaanku itu?" Dengan senyum-Nya yang hangat kepadanya, Tuhan pun menjawab, "Anakku, semua penderitaanmu itu berada padaku." "Berada padaMu, lalu mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas yang tidak berlubang dan kotak hitam yang berlubang?" tanyanya kembali. Tuhan pun menjawab lagi, "Anakku, tujuan kotak emas Kuberikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan kepadamu, sedangkan kotak hitam berlubang Aku berikan supaya engkau melupakan penderitaanmu dan tidak mengingat-ingatnya lagi." Setelah mendengar itu, ia pun terbangun dan mendapat suatu pelajaran yang sangat berharga, serta bertekad untuk selalu memenuhi kotak emasnya. Sebagai manusia, kita pasti mengalami dua sisi kehidupan. Tanpa mau tahu, hidup ini sudah satu paket, baik dan buruk, senang dan susah, di mana semuanya itu merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Kita pernah menerima hal-hal baik yang membuat kita bahagia, tetapi kita juga pasti pernah menerima hal-hal buruk yang bisa membuat kita berduka. Namun, sering kali kita lebih cenderung untuk mengingat hal-hal yang membuat kita berduka, yang bernilai buruk, yang bahkan membuat kita sulit untuk maju, sehingga kebahagiaan kita terancam olehnya. Sebaliknya, dengan belajar mengingat hal-hal yang baiklah kita lebih bisa mensyukuri hidup. Kita juga dididik untuk memiliki cara pandang yang baik dan benar, yang berdampak pada setiap keputusan hidup kita. Daya ingat kita sangatlah terbatas. Dan ada begitu banyak berkat, kebaikan, dan keajaiban Tuhan yang perlu kita kenang, yang seharusnya membuat kita mampu mengabaikan hal-hal buruk yang bisa melemahkan iman dan kehidupan kita. Ingat dan hitunglah semua kebaikan Tuhan yang pernah kita alami, agar kita dikuatkan! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, tolonglah aku dalam menjalani kehidupan ini supaya lebih fokus untuk mengingat setiap kebaikan-Mu. Amin. (Dod).