Pandemi ini sebenarnya jika dilihat dari sudut pandang yg positif, bisa dijadikan ajang tantangan untuk diri sendiri, bagaimana caranya bisa terus berkarya, mandiri dan berinovasi, walaupun hanya di rumah saja. Tantangan ini berlaku untuk siapapun, pelajar, guru, orang kantoran, pedagang, juga emak-emak seperti saya. Ada yang berkarya melalui tulisan, foto, video, juga masakan. Apa-apa yang membuat dirimu menghasilkan "sesuatu", menjadi produktif, dan mandiri, maka itu bisa disebut berkarya. Ke depannya, karya-karya yang telah dihasilkan mungkin bisa membuat kita menjadi mandiri secara finansial. Selama pandemi pun kita dituntut untuk mandiri belajar. Belajar apapun, menggunakan media apapun tanpa harus ke luar rumah. Ponsel maupun komputer siap menemanimu menyerap ilmu melalui program webinar di berbagai platform, ada yang berbayar, banyak pula yang gratis. Yang juga menjadi penting selama pandemi ini adalah tetap bahagia. Lakukan sesuai dengan cara yang paling kamu suka. Saya pribadi berbagi kebahagiaan dengan cara mengikuti program kerelawanan. Ikut bergabung mengajar anak-anak marginal secara daring, juga menjadi bagian dari komunitas yang menyediakan ruang belajar mengenai kesehatan mental. Dengan menjadi relawan, hidup saya menjadi lebih hidup, secara mental pun ternyata dapat mengurangi tingkat kecemasan, stres, dan amarah, serta membuat hati menjadi lebih bahagia. Mental seperti itu sih yang dibutuhkan selama pandemi Maka kesimpulannya, pandemi tak berhak menjadi batasmu untuk berkarya dan bahagia. Berkaryalah, Karena diri yang merdeka akan terus berinovasi dan mencari solusi. Berbahagialah… merdeka!!!