Penuntun Saat Teduh Gereja Kristen Jakarta

Gereja Kristen Jakarta

Penuntun Saat Teduh Sinode Gereja Kristen Jakarta Tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin

  1. 16-6-2026 - 無偽之信 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    9h ago

    16-6-2026 - 無偽之信 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    提摩太後書 1:3-5 1:3 我感謝上帝,就是我接續祖先用清潔的良心所事奉的上帝。祈禱的時候, 不住的想念你! 1:4 記念你的眼淚,晝夜切切的想要見你,好叫我滿心快樂。 1:5 想到你心裡無偽之信,這信是先在你外祖母羅以和你母親友尼基心裡的, 我深信也在你的心裡 司布真曾說過:“信心不只是相信上帝能做到什麼,而是在風暴中完全信靠祂的應許。”人生的見證往往源自於流淚和真誠的禱告。當世界充滿虛假時,唯有堅定的信心才能讓我們屹立不倒,並散發出基督真愛的光輝。 在這段靈修經文中,使徒保羅從監獄給提摩太,即他屬靈的兒子,寫了一封充滿溫情的信。保羅思念提摩太的眼淚,渴望想要見他,這反映了他們之間深厚的屬靈情誼。這裡所謂的“無偽之信”,指的是希臘文的Anypokritos,意思是毫無虛假抑或偽裝的信心。保羅強調說,這種信心不是突如其來的,而是深植於他的祖母羅以和母親友妮基的屬靈產業。在以弗所傳道期間,提摩太面臨著種種壓力和挑戰,然而他始終被提示自己屬靈根基的堅固。這種無偽之信超越了單純的儀式遵守,而是一種純粹發自內心的信心,即使他的導師保羅身陷囹圄,這份信心依然燃燒不息。保羅希望讓提摩太意識到,他事奉的力量並非源自於他自己的能力,而是源自於他母親和祖母代代相傳無偽之信的真實生活榜樣。 我們今天從中得到的啟示是,世界需要的不僅是優美的講道,還需要更多真實的生活榜樣。無偽之信意味著我們以純潔的心跟隨基督,不是為了個人利益抑或得到別人的認可。我們被呼籲要像羅以和友妮基那樣,在家庭中將真理的價值傳承給下一代。願我們的一言一行都能體現我們內心的真誠, 如此一來, 當人生風暴來臨時, 我們才不會輕易動搖。繼續以純潔的心事奉, 因為上帝看重的是人的內心, 而不是表象。願我們的信心能成為真正的祝福。 “無偽之信不需要舞台來展現;它只需要一顆純潔的心,即使無人注視,它也能保持忠心。” 作者 : 椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 麗嘉傳道 翻譯:蔡立基 默想的問題: 1. 你事奉上帝的主要動機是什麼?我們事奉祂時,是否是真心誠意的呢? 2. 你如何才能將你的信心榜樣實際地傳承給身邊的人呢?

    6 min
  2. 16-6-2026 - Iman Yang Tulus Ikhlas (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    9h ago

    16-6-2026 - Iman Yang Tulus Ikhlas (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Timotius 1:3-5 Penulis : G.I. Ribka Messakh Charles Spurgeon pernah berkata: Iman bukan sekadar percaya bahwa Tuhan bisa melakukan sesuatu, melainkan bersandar sepenuhnya pada janji-Nya di tengah badai. Kesaksian hidup sering kali lahir dari doa-doa yang dipanjatkan dalam air mata dan ketulusan. Ketika dunia menawarkan kepalsuan, integritas iman menjadi satu-satunya kekuatan yang mampu membuat kita tetap berdiri tegak dan memancarkan kasih Kristus yang sejati. Dalam nats ini, Rasul Paulus menuliskan suratnya dari penjara dengan penuh kehangatan kepada Timotius, anak rohaninya. Paulus mengingat air mata Timotius dan kerinduannya untuk bertemu, yang menunjukkan kedalaman hubungan spiritual mereka. Konteks "iman yang tulus ikhlas" di sini merujuk pada kata Yunani Anypokritos, yang berarti iman tanpa kepura-puraan atau tanpa topeng. Paulus menegaskan bahwa iman tersebut bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan sebuah warisan rohani yang berakar kuat dari neneknya, Lois, dan ibunya, Eunike. Di tengah tantangan pelayanan di Efesus yang penuh tekanan, Timotius diingatkan bahwa fondasi rohaninya sangatlah kokoh. Iman yang tulus ini melampaui sekadar ketaatan ritual; ia adalah keyakinan batiniah yang murni yang tetap menyala meskipun sang mentor, Paulus, berada dalam belenggu/penjara. Paulus ingin memastikan bahwa Timotius menyadari bahwa kekuatan pelayanannya bukan berasal dari kemampuan diri sendiri, melainkan dari ketulusan iman yang telah dipeliharanya turun-temurun melalui teladan hidup yang nyata dari ibu dan neneknya. Penerapan bagi kita saat ini adalah menyadari bahwa dunia lebih membutuhkan teladan hidup daripada sekadar khotbah yang indah. Iman yang tulus ikhlas berarti kita mengikuti Kristus dengan sikap hati yang murni, bukan untuk keuntungan pribadi atau pengakuan manusia. Di dalam keluarga, kita dipanggil untuk mewariskan nilai-nilai kebenaran kepada generasi berikutnya, sama seperti Lois dan Eunike. Biarlah setiap tindakan kita mencerminkan kejujuran batiniah, sehingga saat badai kehidupan datang, kita tidak mudah goyah. Tetaplah melayani dengan hati yang bersih, karena Tuhan melihat kedalaman hati, bukan apa yang tampak di permukaan. Kiranya iman kita menjadi berkat yang nyata. "Iman yang tulus tidak membutuhkan panggung untuk terlihat; ia hanya butuh hati yang bersih untuk tetap setia saat tidak ada satu pun mata manusia yang melihat." Pertanyaan Untuk Direnungkan: 1. Apakah motif utama saudara dalam melayani Tuhan? Apakah kita sungguh-sungguh memiliki hati yang tulus ikhlas dalam melayani Dia? 2. Bagaimana cara saudara secara praktis mewariskan teladan iman kepada orang-orang di sekitar saudara?

    5 min
  3. 15-6-2026 - 持守真理 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    1d ago

    15-6-2026 - 持守真理 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    提摩太後書 3:14 3:14 但你所學習的,所確信的,要存在心裡;因為你知道是跟誰學的。 在國際法律上, 我們常常看到真相被扭曲, 是非顛倒。有些人想直言不諱, 結果他反而被控訴誹謗。這導致人們都不敢實話實說。 今天的靈修經文中, 使徒保羅提醒提摩太要持守所領受的、所確信的,因為提摩太知道是跟誰學的。為什麼提摩太必須持守真理呢? 因為使徒保羅曾告訴提摩太末世的狀況,艱難的時期將會來到,那時人會專愛自己、貪愛金錢、自吹自擂、驕矜傲慢、褻瀆上帝、違背父母、忘恩負義和心不聖潔。(第1-4節)這將會影響我們對上帝的信心, 使我們不再活在真理中, 而是以自我為優先。提摩太已接受了正確的教導, 他效法使徒保羅的榜樣、他的教導、他的生活方式、他的信心、忍耐、愛心和毅力, 甚至他所經歷的苦難。儘管他身邊仍有許多人仍活在謬誤中, 這些經歷都使提摩太仍持守著真理。 讓我們效法提摩太,在全球化時代,面對諸多挑戰,務必持守從上帝話語中所獲得的信心真理,以免信心被世俗享樂所誘惑。要時刻保持警醒,除了上帝話語的真理以外,勿讓世俗的影響掌控我們的心靈和意念。 “持守上帝話語的真理, 將使我們的信心 在末世面對錯謬教導和世俗生活方式更加堅定。” 作者 : 椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 麗嘉傳道 翻譯:蔡立基 默想的問題: 1. 我們是否已持守了真理,還是仍害怕向世人表達真理呢? 2. 我們持守真理所要面臨的挑戰是什麼呢?

    4 min
  4. 15-6-2026 - Berpegang Teguh Pada Kebenaran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    1d ago

    15-6-2026 - Berpegang Teguh Pada Kebenaran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    0Nats Alkitab : 2 Timotius 3:14 Penulis : G.I. Ribka Messakh Dalam Hukum dunia, seringkali kita melihat terjadi kebenaran yang diputarbalikkan, yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar. Ada orang yang ingin memberitahukan tentang kebenaran yang sebenarnya, namun malah dia yang di tuntut mencemarkan nama baik. Hal ini membuat orang menjadi takut untuk menyatakan kebenaran. Nas hari ini, Rasul Paulus mengingatkan kepada Timotius , untuk selalu berpegang pada kebenaran yang telah ia terima dan ia yakini , dan selalu mengingat kepada orang yang telah mengajarkan kepada Timotius. Mengapa Timotius harus berpegang teguh pada kebenaran ? karena Rasul Paulus telah mengatakan kepada Timotius tentang keadaan pada akhir zaman, akan datang masa yang sukar, manusia akan mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, membual dan menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, dan berontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih dan tidak memedulikan agama ( ayat 1-4 ). Hal itu akan mempengaruhi iman kita kepada Tuhan, tidak lagi hidup dalam kebenaran, dan lebih mengutamakan diri sendiri, Timotius telah menerima pengajaran yang benar, ia mengikuti teladan dari Rasul Paulus, ajarannya, cara hidupnya, imannya, kesabaran, kasih dan ketekunan, bahkan penderitaan yang telah dialaminya, hal itulah yang membuat Timotius tetap berpegang pada kebenaran , walaupun di sekitarnya ada banyak orang yang hidup dalam kesesatan. Marilah belajar dari Timotius, untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran iman kita yang diperoleh dari Firman Tuhan, di tengah-tengah era globalisasi yang penuh dengan tantangan, yang dapat mempengaruhi iman untuk lebih condong kepada kenikmatan duniawi. Tetap waspada jangan biarkan pengaruh dunia menguasai hati dan pikiran kita, melainkan kebenaran Firman Tuhan saja. “Berpegang kepada kebenaran Firman Tuhan, akan membuat iman kita semakin kuat menghadapi pengajaran sesat dan gaya hidup dunia di akhir zaman.” Pertanyaan Untuk Direnungkan: 1. Apakah kita sudah hidup berpegang pada kebenaran atau kah kita masih takut untuk menyatakan kebenaran kepada dunia ? 2. Apakah tantangan bagi kita untuk tetap berpegang pada Kebenaran ?

    4 min
  5. 14-6-2026 - 培育信心的家庭 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    2d ago

    14-6-2026 - 培育信心的家庭 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    箴言 22:6 22 : 6 教養孩童,使他走當行的道,就是到老他也不偏離。 自幼,父母每天都會要求我們聚在一起禱告,包括清晨五點的晨禱和晚上九點的晚禱。父母從小就培育我們的信心,為我們未來的生活奠定了堅實的基礎。之後, 我們也把此習慣傳承給了我們的孩子,即每天都要一起禱告。 今天的靈修經文提供了一種向孩童傳授基本屬靈的原則抑或方法, 那就是 : “教養孩童, 使他走當行的道。” 原文中的“教養”一詞包含使聖潔抑或奉獻的含義, 這意謂著父母有責任從孩子年幼時就引導他們以上帝為中心的生活。“走他當行的道” 這句話則意謂著,信心教育應當根據孩子的獨特才能和發展年齡來量身定製,而不是通過僵化的強制手段。這段經文強調了一個承諾,即今日所投入的時間、禱告和真理教導,將來絕不會白費的。即使世界充滿相互矛盾的價值觀,已深植於內心的屬靈教育,也將是不可動搖的道德指南針。 為人父母,我們必須從日常生活中以身作則地開始教導孩子這些道理,先始終如一地實踐上帝的話語,然後再教導他們。孩子往往更傾向於所見而非所聞行事,因此,樹立耐心、誠實和謙虛的具體榜樣是至關重要的。抽出專門時間來建立家庭祭壇,訴說上帝在生活挑戰中的恩典,並具體地為他們的困境代禱。透過營造充滿愛和敬畏上帝的家庭環境,我們正為子孫後代建造一座屬靈的堡壘。讓我們致力於繼續勤勉地灌輸這些信心的價值觀,堅信我們所播下的每一顆種子將會在適當的時間結出甜美的果子。 “家不僅是庇護所,更是播種信心種子被種植的沃土,而上帝的愛每日在此滋養。” 作者 : 椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 麗嘉傳道 翻譯:蔡立基 默想的問題: 1. 你為何需要成為家人的好榜樣呢?你在這方面做得如何? 2. 你可以養成哪些習慣來促進孩子抑或其他家人的靈命成長呢?

    5 min
  6. 14-6-2026 - Keluarga Yang Menanamkan Iman (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    2d ago

    14-6-2026 - Keluarga Yang Menanamkan Iman (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Amsal 22:6 Penulis : G.I. Ribka Messakh Sejak kecil, orang tua selalu mengajak kami berkumpul bersama-sama setiap hari untuk berdoa, yaitu doa pagi pukul 05.00 dan doa malam pukul 21.00. Orang tua kami menanamkan iman sejak kecil sebagai fondasi yang menguatkan untuk menjalani kehidupan pada masa yang akan datang. Kebiasaan itu kemudian kami terapkan pula kepada anak-anak kami, yaitu selalu berdoa bersama-sama setiap hari. Nas hari ini memberikan prinsip atau metode bagaimana mengajar kerohanian yang fundamental pada anak: "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya." Kata "didiklah" dalam teks aslinya mengandung makna menguduskan atau mempersembahkan, yang berarti orang tua bertanggung jawab mengarahkan anak sejak dini kepada Tuhan sebagai tujuan utama hidupnya. Kata "menurut jalan yang patut baginya" mengisyaratkan bahwa pendidikan iman harus disesuaikan dengan keunikan talenta dan perkembangan usia sang anak, bukan dengan paksaan yang kaku. Penjelasan nas ini menekankan janji bahwa investasi waktu, doa, dan ajaran kebenaran yang dilakukan hari ini tidak akan sia-sia di masa depan. Meskipun dunia menawarkan nilai-nilai yang bertentangan, didikan rohani yang tertanam kuat di dalam hati akan menjadi kompas moral yang tak tergoyahkan. Sebagai orang tua kita harus mulai mengajarkannya dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari konsistensi orang tua dalam menghidupi firman Tuhan sebelum mengajarkannya. Anak-anak cenderung melakukan apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar, sehingga teladan nyata dalam kesabaran, kejujuran, dan kerendahan hati menjadi kunci utama. Luangkan waktu khusus untuk membangun mezbah keluarga, berdiskusi tentang kebaikan Tuhan di tengah tantangan hidup, dan mendoakan pergumulan mereka secara spesifik. Dengan menciptakan lingkungan rumah yang penuh kasih dan takut akan Tuhan, kita sedang membangun benteng spiritual bagi generasi mendatang. Mari kita berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai iman ini dengan penuh ketekunan, percaya bahwa setiap benih yang kita tabur akan berbuah manis pada waktunya. "Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi tanah subur di mana benih iman ditanam dan kasih Tuhan dipupuk setiap hari." Pertanyaan Untuk Direnungkan: 1. Mengapa saudara perlu menjadi teladan bagi keluarga? Sejauh mana saudara telah melakukannya? 2. Kebiasaan apa yang dapat saudara lakukan untuk memperkuat pertumbuhan rohani anak-anak atau anggota keluarga lainnya?

    4 min
  7. 13-6-2026 - 神的道成為生活方式 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    3d ago

    13-6-2026 - 神的道成為生活方式 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    申命记 6:8-9 6:8 也要繫在手上為記號、戴在額上為經文。 6:9 又要寫在你房屋的門框上、並你的城門上。 一位鐘錶匠在他的桌上貼了一段小小的聖經經文。每次指針移動,他都會想起時間是屬於上帝的。約翰‧斯托特說,真正的信心體現在日常習慣中。聖經經文不是一種屬靈上的展示,而是一種忠實地指引我們每天的腳步,以充滿新的意義,並且總是出現在我們一切活動中的氣息。 摩西在以色列人蒙召要全心全意愛耶和華之後,寫下了這條命令。“繫在手上”的意思是,聖經指導行動、工作和決策。“戴在額上為經文”意思是聖經經文充滿在思想、價值觀和人生觀中。“寫在房屋的門框上、並城門上”意思是屋子、家庭和社會氛圍必須受到上帝真理的影響。所以摩西教導的不是宗教護身符, 而是持續不斷的生命塑造。申命記 6:6-7 強調要把神的道反覆地教導孩子。約書亞記 1:8 說,律法書不可離開你的口。詩篇 119:105 稱神的道為腳前的燈。羅馬書12:2補充說,心意更新能改變日常生活, 使神的子民藉著他們的品格、言語、人際關係、敬拜、工作、服事和忠心,每天都向他人和更廣闊的世界顯明出來。這樣,基督的光就能在家庭、辦公室、學校、市場、街頭、教會團契中、以及在信徒生活的每個不同階段,更加彰顯出來。 讓我們養成每天寫下一句聖經經文的習慣,把它貼在工作臺上、保存在手機螢幕上或寫在日記裡。在開始活動之前先閱讀它,並自問,這經文今天如何指導我的決定? 邀請家人在晚餐時或睡前一起閱讀它。生氣時,要記住溫柔的教誨;焦慮時,要記住上帝眷顧的應許。持之以恆的小習慣會將家變成一個信心增長、平安喜樂的地方,每天都能帶給我們周圍之人火熱的喜樂和新的希望活生生的見證, 與主耶穌向前同行。無論身在何處,都要讓神的道成為我們的生活方式。 “神的道不僅要閱讀,更要活出來。 當神的道成為生活方式時,我們的腳步得指引, 心靈得堅固,而生命散發出神的光芒。” 作者 : 椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 馬波比牧師 翻譯:黃瓊楓 默想的問題: 1. 神的道是否影響我每天的思想、言語和行為?那些挑戰是什麽? 2. 我需要養成哪些習慣,才能讓神的道真正成為生活方式?

    5 min
  8. 13-6-2026 - Firman Sebagai Gaya Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    3d ago

    13-6-2026 - Firman Sebagai Gaya Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Ulangan 6:8-9 Penulis : Pdt. Bobby Messakh Seorang pengrajin jam menempelkan ayat kecil di mejanya. Setiap kali jarum bergerak ia diingatkan bahwa waktu milik Tuhan. John Stott berkata Iman sejati terlihat dalam kebiasaan sehari-hari. Firman bukan pajangan rohani melainkan napas yang mengarahkan langkah kita setiap hari dengan setia penuh makna baru dan selalu tampak dalam setiap. Aktivitas kita. Musa menulis perintah ini setelah Israel dipanggil untuk mengasihi TUHAN dengan segenap hati. Kata “mengikatkannya pada tangan” berarti firman mengarahkan tindakan, pekerjaan, dan keputusan. “Menjadikannya lambang di dahi” berarti firman memenuhi pikiran, nilai, dan cara memandang hidup. “Menuliskannya pada tiang pintu serta gerbang” berarti rumah, keluarga, dan ruang sosial harus dipengaruhi kebenaran Allah. Jadi Musa tidak sedang mengajarkan jimat keagamaan, melainkan pembentukan hidup yang terus-menerus. Dalam Ulangan 6:6-7 menegaskan firman diajarkan berulang-ulang kepada anak-anak. Yosua 1:8 berkata kitab Taurat jangan menjauh dari mulutmu. Mazmur 119:105 menyebut firman pelita bagi kaki. Roma 12:2 menambahkan pembaruan budi mengubah kehidupan sehari-hari sehingga umat Tuhan dikenal melalui karakter, ucapan, relasi, ibadah, kerja, pelayanan, dan kesetiaan yang nyata setiap hari bagi sesama serta dunia luas. Agar terang Kristus semakin tampak dalam keluarga, saat dikantor, disekolah, dipasar, jalan dan dalam persekutuan jemaat, dalam setiap musim waktu yang berbeda bagi semua orang percaya. Mari biasakanlah setiap hari mencatat satu ayat Alkitab dan tempelkan di meja kerja, simpan di layar ponsel, atau tulis pada buku harian. Bacalah sebelum memulai aktivitas dan tanyakan, bagaimana firman ini memimpin keputusan saya hari ini. Ajaklah keluarga membaca bersama saat makan malam atau sebelum tidur. Saat marah, ingat firman tentang kelemahlembutan; saat cemas, ingat janji pemeliharaan Tuhan. Kebiasaan kecil yang konsisten akan mengubah rumah menjadi tempat pertumbuhan iman, damai, dan kesaksian yang hidup bagi semua orang di sekitar kita setiap hari dengan sukacita dan harapan baru yang terus manyala, maju bersama Tuhan Yesus, Jadikanlah Firman Tuhan sebagai gaya hidup kita dimana pun berada. “Firman Tuhan bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk dihidupi. Saat firman menjadi gaya hidup, langkah kita diarahkan, hati diteguhkan, dan hidup memancarkan terang Tuhan” Pertanyaan untuk direnungkan: 1. Apakah Firman sudah memengaruhi cara saya berpikir, berbicara, bertindak setiap hari? Apa tantangannya? 2. Kebiasaan apa yang perlu saya bangun agar Firman Tuhan sungguh menjadi gaya hidup?

    5 min

Ratings & Reviews

5
out of 5
2 Ratings

About

Penuntun Saat Teduh Sinode Gereja Kristen Jakarta Tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin