JAGAT SASTRA MILENIA

BINCANG BINCANG KAMI

Komunitas ini bermula dari berkumpulnya beberapa penyair yang punya kesamaan visi untuk membangun sebuah rumah belajar bersama guna berproses kreatif dan turut memajukan kesusastraan Indonesia. Komunitas JSM mengusung Semangat 5Q yaitu quality of learning (kualitas pembelajaran), quality of writing (kualitas tulisan karya sastra), quality of motivation (kualitas motivasi), quality of friendship (kualitas persahabatan), serta quality of management (kualitas manajemen organisasi). Lima dimensi kualitas inilah yang akan menjadi ruh atau semangat komunitas sastra yang akan dibentuk.

  1. 01/31/2021

    RUANG BUAL COLACHINO - KURNIA EFFENDI - JSM - ( Bag 2 dari 2 )

    (Bag 1 dari 2) Ngobrol bareng Mas Kurnia Effendi, RUANG BUAL COLACHINO Kurnia Effendi ; Kurnia Effendi lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis pertama kali untuk publik tahun 1978 melalui majalah Gadis, Aktuil, dan koran Sinar Harapan. Pada era 80-an gemar mengikuti sayembara menulis fiksi dan berhasil mengumpulkan sekitar 30 penghargaan, 8 di antaranya juara pertama. Saat kuliah bergiat di Grup Apresiasi Sastra ITB. Tahun 1996 bergabung di Komunitas Sastra Indonesia hingga sekarang. Diundang dalam sejumlah perhelatan sastra, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (DKJ, 1996), Pertemuan Sastrawan Nusantara (1997), Panggung Cerpen Indonesia Mutakhir (TUK, 2003), Temu Sastra Kota (DKJ, 2003), Biennale Festival Sastra Internasional (TUK, 2005), Mitra Praja Utama (Disbudpar, 2009), Ubud Writers and Readers Festival (2010), Bali Emerging Writers Festival (2011), Temu Sastra Indonesia-Malaysia (2015). Telah menerbitkan 15 buku terdiri dari antologi puisi, kumpulan cerpen, himpunan esai, novel, dan memoar. Untuk menyebut beberapa buku, antara lain: Bercinta di Bawah Bulan (kumcer, Metafor, 2004); Merjan-Merjan Jiwa (novel, Pustaka Kartini, 2009); Mendaras Cahaya (antologi puisi, Rumah Anggit, 2011); Musim Gugur Telah Usai (kumcer, Elexmedia, 2013); Kincir Api(GPU, 2005), menempati 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006; Anak Arloji(Serambi, 2011), meraih penghargaan sastra Badan Bahasa 2013. Memoar yang pernah ditulis: Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist (Hikmah, 2006); Sue Aziz: Jalan Indah menuju Usia Emas (2012). Selain menulis, ia juga menjadi pembicara dalam diskusi sastra, juri lomba sastra, instruktur pelatihan penulisan kreatif, penyunting lepas sejumlah penerbit, redaktur tamu pada sebuah tabloid di bidang seni budaya (2006 – 2009), dan kurator festival sastra.

    1h 8m
  2. 01/31/2021

    RUANG BUAL COLACHINO - KURNIA EFFENDI - JSM - ( Bag 1 dari 2 )

    (Bag 1 dari 2) Ngobrol bareng Mas Kurnia Effendi, RUANG BUAL COLACHINO ; Kurnia Effendi lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis pertama kali untuk publik tahun 1978 melalui majalah Gadis, Aktuil, dan koran Sinar Harapan. Pada era 80-an gemar mengikuti sayembara menulis fiksi dan berhasil mengumpulkan sekitar 30 penghargaan, 8 di antaranya juara pertama. Saat kuliah bergiat di Grup Apresiasi Sastra ITB. Tahun 1996 bergabung di Komunitas Sastra Indonesia hingga sekarang. Diundang dalam sejumlah perhelatan sastra, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (DKJ, 1996), Pertemuan Sastrawan Nusantara (1997), Panggung Cerpen Indonesia Mutakhir (TUK, 2003), Temu Sastra Kota (DKJ, 2003), Biennale Festival Sastra Internasional (TUK, 2005), Mitra Praja Utama (Disbudpar, 2009), Ubud Writers and Readers Festival (2010), Bali Emerging Writers Festival (2011), Temu Sastra Indonesia-Malaysia (2015). Telah menerbitkan 15 buku terdiri dari antologi puisi, kumpulan cerpen, himpunan esai, novel, dan memoar. Untuk menyebut beberapa buku, antara lain: Bercinta di Bawah Bulan (kumcer, Metafor, 2004); Merjan-Merjan Jiwa (novel, Pustaka Kartini, 2009); Mendaras Cahaya (antologi puisi, Rumah Anggit, 2011); Musim Gugur Telah Usai (kumcer, Elexmedia, 2013); Kincir Api(GPU, 2005), menempati 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006; Anak Arloji(Serambi, 2011), meraih penghargaan sastra Badan Bahasa 2013. Memoar yang pernah ditulis: Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist (Hikmah, 2006); Sue Aziz: Jalan Indah menuju Usia Emas (2012). Selain menulis, ia juga menjadi pembicara dalam diskusi sastra, juri lomba sastra, instruktur pelatihan penulisan kreatif, penyunting lepas sejumlah penerbit, redaktur tamu pada sebuah tabloid di bidang seni budaya (2006 – 2009), dan kurator festival sastra.

    23 min
  3. 12/13/2020

    RUANG BUAL COLACHINO - DEVIE MATAHARI - JSM

    Deavies Sanggar Matahari sudah berkiprah sejak tahun 1990, yang terdiri dari enam bersaudara, Dedi, Ane (meninggal tahun 2016), Devie, Deni, Heri, dan Irma, dan konsisten sampai saat ini menampilkan karya musikalisasi puisi. Mereka pun mengasuh Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia atau KOMPI. Mereka sudah tampil di berbagai kota di Indonesia, bahkan ke Malaysia. Pada tahun 2001, pentas mereka dalam rangka memperingati HUT Deavies Sanggar Matahari dihadiri oleh Presiden Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah, serta beberapa menteri pada kabinet saat itu. Sejumlah potret kehidupan yang tengah dialami masyarakat Indonesia hadir di sana, mulai dari tema religius, cinta, hingga keprihatinan terhadap penderitaan masyarakat mendominasi pertunjukan musikalilsasi puisi mereka. Bagaimana mereka berproses dan konsisten dalam berkesenian? Bagaimana mereka menjalankan proses kreatif dari teks puisi menjadi musik? Yuk, kita ngobrol bersama DEVIE MATAHARI dalam podcast Ruang Bual Colachino yang diasuh oleh JAGAT SASTRA MILENIA. Sabtu, 5 Desember 2020, mulai pukul 19.30 WIB sampai 21:00 WIB. Ruang Bual Colachino adalah sebuah podcast ngobrol sastra memanfaatkan media sosial multi-platform yang diselenggarakan oleh komunitas JAGAT SASTRA MILENIA yang menampilkan berbagai pemikiran dari para tokoh, pelaku, dan pengamat sastra di Indonesia dan mancanegara. JAGAT SASTRA MILENIA didirikan tanggal 10 Oktober 2020, dan memiliki visi untuk menjadi rumah belajar dan berkarya bersama dalam upaya memajukan kesusastraan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi terkini.

    1 hr

About

Komunitas ini bermula dari berkumpulnya beberapa penyair yang punya kesamaan visi untuk membangun sebuah rumah belajar bersama guna berproses kreatif dan turut memajukan kesusastraan Indonesia. Komunitas JSM mengusung Semangat 5Q yaitu quality of learning (kualitas pembelajaran), quality of writing (kualitas tulisan karya sastra), quality of motivation (kualitas motivasi), quality of friendship (kualitas persahabatan), serta quality of management (kualitas manajemen organisasi). Lima dimensi kualitas inilah yang akan menjadi ruh atau semangat komunitas sastra yang akan dibentuk.