lentera dan harapan

Julius Deliawan

mengapa kita butuh lentera

Episodes

  1. 03/09/2021

    Berputar Pada Sumbu

    Sudah lama berpikir tentang hal ini. Tetapi saya tidak tahu, dari mana harus memulai. Sebab ini soal abstrak, yang  saya pun sulit mengerti. Beberapa kali saya gagal menjabarkan apa yang bergelayut dalam kepala itu menjadi rangkaian kalimat yang mudah dipahami. Namun Kali ini, meski tak yakin saya kembali mencoba. Saya mulai dari pikiran saya tentang bumi dan jagad raya ini. Bumi berputar pada sumbunya, disamping dia juga berputar mengelilingi matahari-nya, dan saya membayangkan masing-masing dari benda-benda langit seperti planet-planet atau yang lainnya juga begitu. Berputar pada sumbunya, dan ikut perputaran lainnya, hingga galaksipun juga berputar. Berputar pada sumbu adalah kunci bagaimana sebuah planet, atau benda langit lainnya bertahan. Ketika ia masih berputar pada sumbunya, ia masih hidup, masih menjadi ‘dirinya’, dan masih mampu bertahan dalam perputaran lainnya. Sebab jika sudah tidak berputar planet atau benda langit lainnya akan tertarik oleh planet lain, dan barangkali akan menjadi benda yang mengganggu perputaran lainnya, dan mengakibatkan tabrakan. Sehingga saya berpikir bahwa perputaran adalah hal mendasar di jagad raya ini. Berputar pada sumbu adalah hal terpenting untuk mempertahankan diri di tengah arus perputaran yang maha besar itu. Jika berputar adalah sesuatu yang adi kodrati, maka kehidupan  manusia yang juga bagian dari jagad raya ini pada dasarnya juga berputar. Berputar diantara yang lainnya untuk menciptakan keseimbangan dan berputar pada sumbu adalah keharusan. Pertanyaannya adalah bagaimana menterjemahkan gambaran besar alam ini dalam kehidupan manusia. Sampai titik ini, saya hanya mampu mengerti jika keberadaan saya, seperti halnya keberadaan bumi ditengah tata surya, dan tata surya di tengah galaksi dan galaksi di tengah jagad raya. Saya sedang berputar, agar saya mampu bertahan ditengah arus perputaran yang maha dahsyat itu. Entah perputaran seperti apa itu, saya hanya mencoba meyakininya. Seperti halnya saya meyakini tentang atom dan inti atom dalam pembelajaran fisika, dan bagaimana teori ion diyakini dalam pelajaran kimia. Dalam konteks yang lain perputaran dan berputar pada sumbu bisa berarti kehidupan individu di tengah arus kehidupan manusia pada umumnya. Keselarasan hidup bisa dicapai jika setiap individu dapat menghidupi hidupnya dengan hidup yang mengacu pada kehidupan bersama sebagai  sebuah formasi. Berputar dengan irama, jika tak lagi demikian maka akan ada dentuman sebagai akibat dari benturan-benturan. Meski lagi-lagi saya pun sulit menterjemahkannya dalam kalimat yang lebih mudah dimengerti. Atau untuk kali ini saya cukupkan dulu sampai di sini, lain waktu barangkali saya dicerahkan dan mampu menjabarkannyanya menjadi lebih mudah dipahami. Semoga.

About

mengapa kita butuh lentera