Hukum Salat Malam Hanya Pada Malam Jumat

Gera

Untuk menghindari kemakruhan salat malam di malam jumat, maka kita bisa menambahkan salat malam pada malam sebelumnya atau sesudahnya. Sebagaimana penjelasan Ibn Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj, يُكْرَهُ (تَخْصِيصُ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ) أَيْ صَلَاةٍ لِلنَّهْيِ عَنْهُ فِي خَبَرِ مُسْلِمٍ. وَأُخِذَ مِنْهُ كَالْمَتْنِ زَوَالُ الْكَرَاهَةِ بِضَمِّ لَيْلَةٍ قَبْلَهَا أَوْ بَعْدَهَا Dan makruh mengkhususkan malam Jumat dengan qiyam, maksudnya dengan salat, karena larangan yang dalam hadits Muslim. Dari situ sebagaimana kitab matan (Minhaj al-Abidin) dirumuskan hilangnya kemakruhan dengan menambahkan satu malam sebelumnya atau sesudahnya

About

Untuk menghindari kemakruhan salat malam di malam jumat, maka kita bisa menambahkan salat malam pada malam sebelumnya atau sesudahnya. Sebagaimana penjelasan Ibn Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj, يُكْرَهُ (تَخْصِيصُ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ) أَيْ صَلَاةٍ لِلنَّهْيِ عَنْهُ فِي خَبَرِ مُسْلِمٍ. وَأُخِذَ مِنْهُ كَالْمَتْنِ زَوَالُ الْكَرَاهَةِ بِضَمِّ لَيْلَةٍ قَبْلَهَا أَوْ بَعْدَهَا Dan makruh mengkhususkan malam Jumat dengan qiyam, maksudnya dengan salat, karena larangan yang dalam hadits Muslim. Dari situ sebagaimana kitab matan (Minhaj al-Abidin) dirumuskan hilangnya kemakruhan dengan menambahkan satu malam sebelumnya atau sesudahnya