Youtube Bisakah kamu membayangkannya? Ada orang yang setelah pergi bekerja ke luar negeri, selama 8 bulan pertama sama sekali tidak menerima gaji. Ada juga yang meskipun menerima gaji, karena potongan agensi, setiap bulan hanya tersisa 15% dari gajinya, sementara 85% lainnya sudah diambil. Bisakah kamu membayangkannya? Ada pekerja migran yang karena tidak menerima gaji, tidak punya uang untuk membeli makanan, lalu hanya karena memakan makanan di rumah majikan, akhirnya dipenjara. Ini bukan cerita yang dilebih-lebihkan, melainkan kasus-kasus nyata yang pernah terjadi. Dalam episode kali ini, Ketua International Migrants Alliance (IMA), Eni Lestari, berbagi pengalamannya sebagai pekerja migran. Ia menceritakan bahwa pada masa itu, banyak pekerja migran menghadapi potongan agensi yang tidak masuk akal, eksploitasi upah, bahkan tidak tahu apa sebenarnya yang bisa mereka perjuangkan. Sebagai mantan pekerja migran di Hong Kong, Eni juga pernah mengalami langsung eksploitasi biaya agensi, hingga selama 8 bulan sama sekali tidak menerima gaji. Pada masa itu, ia mulai menyadari: jika kita tidak memahami aturan, akan sangat sulit untuk tahu apa yang sebenarnya bisa kita perjuangkan; jika kita tidak mengerti bahasa, tidak memahami hukum, dan tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa, banyak hal yang tidak adil akhirnya dipaksa menjadi sesuatu yang “harus ditahan saja.” Kemudian, sebuah kamus menjadi awal bagi Eni untuk memahami dunia. Ia mulai belajar bahasa, pelan-pelan membaca dan memahami kontrak, aturan, serta hukum. Ia juga mulai memahami bahwa kesulitan yang ia dan pekerja migran lainnya alami bukanlah sekadar nasib buruk pribadi, melainkan berkaitan dengan sistem, agensi, kondisi kerja, dan kesenjangan informasi. Eni mengatakan, ketika kita tidak memahami aturan, mungkin kita hanya tahu bahwa kita marah dan merasa diperlakukan tidak adil, tetapi tidak tahu di mana letak masalahnya, dan tidak tahu apa yang bisa kita perjuangkan. Karena itu, informasi sangat penting. Dan organisasi adalah kekuatan penting yang membuat informasi ini bisa terlihat, dibagikan, dan membuat pekerja migran di tanah rantau tidak lagi harus menanggung semuanya sendirian. _____________________________ 一段經驗,一本字典,讓 Eni 成為組織者。你能想像嗎?有人出國工作後,前8個月完全領不到薪水。 也有人雖然有領到錢,但因為仲介扣款,每個月只剩下薪水的15%,另外85%都被拿走了。 你能想像嗎?移工因為沒有薪水,沒錢吃東西,只是吃了僱主家裡的食物,最後卻因此入獄。這些都不是誇張的故事,而是一個個真實發生過的案例。在本集節目中,印尼組織者 Eni Lestari 分享她過去作為移工的經驗。她提到,當時許多移工面對不合理的仲介扣款、薪資被剝削,甚至不知道自己到底可以爭取什麼。 曾經作為香港移工的她,也曾親身經歷仲介費剝削,長達8個月完全領不到薪水。那段時間,她開始意識到:如果不了解規定,就很難知道自己到底能爭取什麼;如果不懂語言、不知道法律、不知道可以向誰求助,很多不合理的事,就會被迫變成「只能忍耐」的事。 後來,一本字典成為她理解世界的開始。她開始學習語言,慢慢讀懂合約、規定與法律,也開始理解自己和其他移工所遭遇的困境,並不是個人的不幸,而是和制度、仲介、勞動條件與資訊落差有關。 她說,當我們不了解規定時,可能只知道自己很生氣、很委屈,卻不知道問題出在哪裡,也不知道自己可以爭取什麼,所以,資訊很重要。而組織,就是讓這些資訊可以被看見、被分享,也讓移工在異鄉不再只能獨自承受的重要力量。 Powered by Firstory Hosting