Radio Elshinta

Radio Elshinta

Official Podcast of Radio Elshinta | Phone: 021-5869000 & SMS/WA: 081-180-6543 | Email: redaksielshinta@gmail.com

  1. 1d ago

    ISWAMI Malaysia Desak Dorong Kerja Sama Indonesia-Malaysia Perkuat Penanganan Karhutla dan Kabut Asap

    KUALA LUMPUR – Pemangku Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia–Indonesia (ISWAMI Malaysia), Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman, mendesak tindakan segera, tegas, dan menyeluruh untuk mengatasi kabut asap lintas batas yang berdampak terhadap kualitas udara di Malaysia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam siaran pers yang diterima redaksi Elshinta, Senin (12/10/2026), Ahmad Zaini menyatakan bahwa kabut asap atau jerebu, istilah yang digunakan di Malaysia, bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kesejahteraan rakyat, dan tanggung jawab bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara. “Jerebu bukan sekadar isu alam sekitar, malah melibatkan kesihatan awam, kesejahteraan rakyat dan tanggungjawab bersama negara serantau,” demikian pernyataan Ahmad Zaini dalam siaran pers tersebut. Ia menilai persoalan kabut asap yang berulang membutuhkan penyelesaian menyeluruh dan berjangka panjang, bukan hanya penanganan darurat ketika kualitas udara memburuk. ISWAMI Malaysia Dorong Lima Langkah Penanganan Kabut Asap Ahmad Zaini menggarisbawahi lima prioritas untuk mengatasi kabut asap lintas batas. Pertama, melindungi kesehatan masyarakat melalui pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi dan imbauan kesehatan yang akurat, serta langkah perlindungan bagi kelompok rentan. Masyarakat juga diminta memperhatikan Indeks Pencemaran Udara (IPU) dan mengikuti arahan otoritas terkait. Kedua, memperkuat pencegahan dan penegakan hukum di Indonesia melalui percepatan pemadaman kebakaran, pencegahan pembakaran terbuka, serta tindakan tegas terhadap pihak yang melanggar hukum. “Mempergiat pemadaman kebakaran, mencegah pembakaran terbuka dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang melanggar undang-undang,” demikian salah satu rekomendasi dalam siaran pers tersebut. Ketiga, meningkatkan kerja sama Malaysia dan Indonesia melalui pertukaran data titik panas (hotspot), pemantauan pergerakan asap, pertukaran informasi, bantuan teknis, serta operasi pemadaman kebakaran jika diperlukan. Keempat, memperkuat komitmen ASEAN dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan keadaan darurat guna mewujudkan kawasan bebas kabut asap. Kelima, mendorong pemberitaan media yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Media diminta mengutamakan fakta, pandangan pakar, serta suara masyarakat terdampak dan menghindari narasi yang menyalahkan seluruh masyarakat suatu negara. Indonesia dan Malaysia Diminta Perkuat Kerja Sama Ahmad Zaini menegaskan, hubungan erat Indonesia dan Malaysia perlu menjadi landasan untuk membahas persoalan kabut asap secara terbuka dan dewasa, tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat kedua negara. “Kedua-dua negara berhak menikmati udara bersih dan persekitaran selamat,” tegasnya. Menurutnya, kabut asap lintas batas tidak boleh terus dianggap sebagai masalah musiman tanpa penyelesaian jangka panjang yang efektif dan terukur. Ia meyakini kerja sama yang tulus, akuntabilitas yang jelas, serta tindakan nyata dapat mencegah berulangnya kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Ahmad Zaini pun mendorong seluruh pihak terkait menjadikan perlindungan masyarakat dan kualitas lingkungan sebagai prioritas utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. #ISWAMI #KabutAsap #KabutAsapLintasBatas #Karhutla #IndonesiaMalaysia #ASEAN #KualitasUdara #LingkunganHidup #Elshinta

    ISWAMI Malaysia Desak Dorong Kerja Sama Indonesia-Malaysia Perkuat Penanganan Karhutla dan Kabut Asap
  2. 1d ago

    Tiran Nusantara Grup dan Conch Tiongkok Sepakati Investasi Rp10 Triliun untuk Industri dan Energi Hijau

    Anhui – PT Tiran Nusantara Grup bersama Conch InvestmentHoldings (Hong Kong) Ltd. menandatangani kerja sama investasi tahap awal senilai Rp10 triliun di sektor manufaktur dan energi hijau. Penandatanganan berlangsung di Anhui, Tiongkok, Jumat (9/10/2026).   Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur OperasionalTiran Nusantara Grup Andi Karyadi dan Direktur Conch Li Xin, disaksikan Presiden Komisaris Tiran Nusantara Grup Andi Amar Ma’ruf Sulaiman. Ruang lingkup kerja sama meliputi pembangunan pabrik bahan anoda baterai litium, pabrikkemasan plastik, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).   Conch merupakan perusahaan asal Tiongkok yang mengembangkan bisnis di sektor energi baru, pengolahan limbah, serta material industri dan konstruksi berteknologi tinggi. Perusahaan tersebut disebut telah merealisasikan investasi sekitar Rp30 triliun di Indonesia. Kerja sama denganTiran Nusantara Grup diharapkan memperluas investasi dan dikembangkan secara bertahap pada masa mendatang.   Humas PT Tiran Nusantara Grup, Rezki Mulyadi, mengatakankerja sama tersebut mencerminkan kepercayaan mitra internasional terhadap peluang investasi di Indonesia.“Kerja sama ini menegaskan kepercayaan mitra internasional terhadap iklim investasi Indonesia dan kapasitas industrinasional. Kami berkomitmen membangun industri hilir yang mampu menyerap tenaga kerja 5.000 orang dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Rezki.   Dalam struktur usaha patungan, komposisi kepemilikandisesuaikan dengan karakter masing-masing proyek. Pada sebagian usaha, Tiran Nusantara Grup memiliki 49% saham dan Conch 51%. Sementara pada usaha patunganlainnya, kepemilikan Tiran Nusantara Grup sebesar 51% dan Conch 49%.Berawal dari Inovasi PertanianTiran Nusantara Grup didirikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.   Perjalanan usahanya berawal dari penelitian pengendalianhama tikus yang menghasilkan inovasi bernama Tiran, singkatan dari “Tikus Diracun Amran”.   Pada 1995, Amran mengurus hak paten sejumlah inovasi, diantaranya Tiran 58PS dan Alpostran. Ia tercatat memiliki tujuh hak paten di bidang inovasi pertanian, khususnya pengendalian hama. Produknya disebut telahdigunakan petani di Indonesia dan dipasarkan ke sejumlah negara, termasuk Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Thailand.   Pada 2004, usaha tersebut berkembang menjadi cikal bakalTiran Nusantara Grup. Berawal dari modal pinjaman Rp500 ribu, grup ini kemudian berkembang ke sektor pertambangan, energi, perdagangan, logistik, dan kawasanindustri. Kegiatan logistiknya didukung armada kapal angkut, dump truck, serta alat berat. Grup tersebut menyatakan telah aktif berinvestasi di berbagai sektor sejak 2007.   Rezki mengatakan usaha utama pengendalian hama ditutupsetelah Amran diangkat menjadi Menteri Pertanian pada 2014 untuk menjaga profesionalisme, sementara lini bisnis lainnya terus dikembangkan. Investasi dan Kegiatan SosialDi luar kegiatan usaha, Andi Amran Sulaiman juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, antara lain pemberian beasiswa kepada anak yatim piatu, penyandang disabilitas, mahasiswa Indonesia, dan mahasiswa Palestina. Angkatan terakhir program beasiswa tersebut disebut mencakup 112 penerima. Bantuan kemanusiaan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di dalam dan luar negeri, termasuk Turki.   Selain itu, Amran disebut membangun masjid senilai Rp1triliun berkapasitas hingga 20.000 orang serta berinvestasi dalam pembangunan rumah sakit setinggi 17 lantai untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.   Kerja sama investasi dengan Conch diharapkan memperkuatindustri manufaktur nasional, membuka peluang lapangan kerja, serta mendorong pengembangan energi bersih dan pengolahan limbah. Realisasi proyek ini juga berpotensi memperluas rantai pasok domestik dan meningkatkan nilai tambah industri di Indonesia.

    Tiran Nusantara Grup dan Conch Tiongkok Sepakati Investasi Rp10 Triliun untuk Industri dan Energi Hijau

About

Official Podcast of Radio Elshinta | Phone: 021-5869000 & SMS/WA: 081-180-6543 | Email: redaksielshinta@gmail.com