TanadiSantosoBWI

Tanadi Santoso

@tanadi_santoso Mendapatkan rekor muri "Pemecahan Rekor Muri" : Pengulasan Buku Terbanyak secara berkesinambungan melalui Instagram kepada Tanadi Santoso

  1. Menjual Berbasis Kelebihan Kita

    18M AGO

    Menjual Berbasis Kelebihan Kita

    Episode "Menjual Berbasis Kelebihan Kita" mengajak kita melihat dunia sales dari sudut yang jauh lebih manusiawi bahwa menjual tidak selalu harus dimulai dari kemampuan bicara yang paling meyakinkan, penampilan yang paling mencolok, atau gaya persuasi yang paling agresif. Justru, kekuatan terbesar seorang penjual sering kali lahir dari kelebihan personal yang unik—cara berpikir, cara membangun relasi, cara menganalisis situasi, atau cara memahami kebutuhan orang lain. Itulah benang merah yang membuat episode ini terasa relevan, membumi, dan sangat layak didengarkan. Lewat kisah Sarah, kita akan diajak masuk ke sebuah cerita yang sederhana tetapi sangat kuat. Sarah bukan sosok sales yang "stereotip sukses", ia tidak nyaman menjual dengan cara keras, tidak menikmati presentasi yang penuh pamer keunggulan produk, dan bahkan sempat merasa ingin menyerah. Namun justru dari titik itu, muncul pelajaran penting bahwa performa penjualan bisa melonjak ketika seseorang menjual dengan kekuatan alaminya sendiri. Dalam kasus Sarah yaitu belajar cepat, berpikir analitis, dan menyusun solusi yang tepat bagi klien. Episode ini juga membahas refleksi lainnya yang lebih luas tentang para sales terbaik, yang ternyata unggul bukan karena satu formula tunggal, melainkan karena mereka mengenali kekuatan masing-masing. Ada yang hebat karena mampu menjelaskan dengan jernih, ada yang unggul karena jaringan sosialnya luas, ada yang menang karena piawai membangun kedekatan personal, dan ada juga yang kuat karena mampu menjaga relasi dengan detail yang tidak dilupakan pelanggan. Episode ini memperlihatkan bahwa tidak ada satu gaya jualan yang cocok untuk semua orang.

    5 min
  2. Podcast #100 - Semua yang Terjadi Hari Ini adalah Keputusan Politik

    3D AGO

    Podcast #100 - Semua yang Terjadi Hari Ini adalah Keputusan Politik

    Di episode podcast ini, kita diajak melihat realitas dengan sudut pandang yang jarang dibahas bahwa banyak hal yang kita alami hari ini seperti pendidikan, bisnis, energi, investasi, sampai peluang hidup di daerah, sebenarnya tidak pernah lepas dari keputusan politik. Episode ini membuka mata bahwa politik bukan sekadar urusan elite atau panggung kekuasaan, tetapi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Yang membuat episode ini semakin menarik adalah sosok narasumbernya, Rizky Aditya Putra, seorang pemimpin muda dengan latar belakang entrepreneur yang kuat. Dari cerita membangun bisnis sejak mahasiswa, menembus pasar ekspor biomassa, hingga akhirnya masuk ke dunia pemerintahan dan memimpin daerah. Episode ini menghadirkan perspektif yang lebih luas, bagaimana dunia bisnis, pendidikan, dan politik ternyata saling terhubung jauh lebih erat daripada yang banyak orang bayangkan. Tidak hanya tentang teori, episode ini juga penuh contoh nyata yang membuat pembahasannya terasa hidup. Kita akan mendengar bagaimana regulasi mempengaruhi bisnis, bagaimana energi terbarukan menjadi peluang strategis, mengapa pendidikan tetap penting di tengah laju AI yang begitu cepat, serta bagaimana seorang pemimpin daerah melihat pembangunan bukan hanya dari sisi anggaran, tetapi juga dari ekosistem dan masa depan masyarakatnya. Hal menarik lain dari episode ini adalah semangat tentang action, keberanian mengambil peluang, pentingnya berelasi, dan bagaimana seseorang bisa memilih untuk tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memberi dampak yang lebih luas bagi banyak orang.

    41 min
  3. Whoever Tells The Best Story Wins

    MAR 6

    Whoever Tells The Best Story Wins

    Di dunia bisnis yang semakin kompetitif, sering kali kita berpikir bahwa yang menang adalah yang punya produk terbaik, data terkuat, atau strategi paling canggih. Namun dalam episode ini, kita diajak melihat sudut pandang berbeda yaitu siapa yang mampu menceritakan kisah terbaik, dialah yang menang. Terinspirasi dari buku Whoever Tells The Best Story Wins, episode ini membahas bagaimana cerita menjadi senjata paling ampuh untuk memengaruhi, membangun koneksi, dan memenangkan hati audiens. Melalui berbagai ilustrasi yang ringan namun mengena, mulai dari kisah burung beo yang "mati kelaparan karena lupa diberi makan" hingga cerita petani dan kudanya, kita diajak menyadari satu hal penting yang seringkali kita terlalu fokus pada hal teknis dan lupa pada esensi yang paling fundamental. Story bukan sekadar hiburan. Story adalah cara kita menyalurkan makna, nilai, dan pembelajaran dengan cara yang menyentuh emosi. Episode ini juga membahas konsep Significant Emotional Event (SEE), konsep tentang momen emosional yang kuat dan membekas. Di sinilah kekuatan cerita bekerja. Cerita bukan tentang objektivitas data, tetapi tentang pengalaman yang "dihidupkan kembali" sehingga pendengar merasa seolah-olah ikut mengalami. Ketika emosi tersentuh, koneksi terbangun. Dan ketika koneksi terbangun, pengaruh terjadi. Kita juga akan menemukan berbagai tipe cerita yang bisa digunakan dalam kepemimpinan dan bisnis. Cerita tentang siapa diri kita, mengapa kita ada di sini, pelajaran dari kegagalan, visi masa depan, hingga nilai-nilai integritas. Bahkan kisah sederhana seperti dua orang asing yang terhubung karena kalung yang sama bisa menjadi momen manusiawi yang sangat kuat. Ditambah lagi dengan penggunaan detail sensori seperti bau, rasa, suasana. Detail ini juga yang membuat cerita terasa hidup dan nyata.

    15 min
  4. The Comfort Book

    FEB 6

    The Comfort Book

    Di episode podcast kali ini, Tanadi Santoso akan mengajak kita "mampir" sejenak ke suasana Vienna, sebuah momen perjalanan yang tenang, lalu dibawa masuk ke pengalaman membaca buku dengan tulisan-tulisan pendek yang sederhana tapi menenangkan. Sepanjang episode, kita akan mendengar potongan-potongan kalimat yang seperti "menepuk pundak" dengan lembut. Tentang rumah yang mungkin bukan tempat, tapi keadaan. Tentang mencintai diri tanpa harus terus-menerus membuktikan diri. Tentang kita yang sejak awal sudah layak dicintai. Sampai ide sederhana tentang harapan kecil yang tidak menyerah. Ada juga bagian yang sangat relate ketika episode ini membahas hari-hari buruk, seperti emosi itu bergerak seperti awan dan seringkali titik paling berat justru pertanda bahwa keadaan bisa segera membaik. Kalau kita sedang lelah karena ekspektasi orang lain, ekspektasi sosial, atau ekspektasi diri sendiri maka episode ini punya banyak insight yang bisa kita dapatkan. Ada refleksi tentang kebahagiaan yang muncul saat kita berhenti menjadi versi yang diharapkan, dan mulai menerima diri dengan utuh. Ada juga pengingat singkat yang tajam bahwa hidup itu pendek, jadi berbaik hatilah. Bahkan analogi tentang mengalir yang membuat rasa sakit terasa lebih bisa diterima sebagai bagian dari perjalanan, bukan musuh yang harus selalu dilawan. Selain itu, episode ini juga membahas tentang kesepian yang tidak selalu soal kurang teman, melainkan soal merasa "hilang" dan obatnya adalah memahami diri lebih dalam. Dari sana, episode ini mengantar kita ke satu kalimat yang menenangkan: "Anda ada di sini, dan itu sudah cukup".

    11 min
  5. Family Constitution

    JAN 23

    Family Constitution

    Episode "Family Constitution" ini akan membahas masalah klasik dalam family business dimana kita ingin menjaga kebersamaan dan harmoni saat di rumah tetapi saat di bisnis kita harus tegas, meritokratis, dan mengejar profit. Kita akan diajak melihat kenapa dua kata yaitu family dan business, sering saling berbenturan dan mengapa benturan ini justru makin kompleks ketika bisnis turun ke generasi berikutnya. Pembahasan lainnya adalah masalah yang juga sering terjadi di family business yaitu one man show, batas rumah dan kerja yang kabur, kurang transparan, loyalitas yang hanya pada figur tertentu, hingga konflik keluarga yang berlarut-larut. Tanadi Santoso juga memberikan contoh nyata tentang gap generasi seperti orang tua yang berangkat dari "kepahitan hidup" versus anak yang tumbuh dengan cara hidup berbeda, dimana dua hal ini yang akhirnya memicu benturan nilai, gaya kerja, dan ekspektasi. Dari sisi pendiri, masalah besar biasanya muncul karena suksesi tidak pernah dikomunikasikan dengan jelas, ada kesulitan melepas kontrol, dan kegagalan membaca kapan waktu yang tepat harus memberi ruang dan mandat pada penerus. Dari sisi penerus, tantangannya bisa berupa perbedaan pendapat, tekanan bayang-bayang reputasi orang tua, sampai keputusan menarik diri karena sudah tidak cocok lagi. Selain itu, episode ini juga mengangkat 4 disrupsi yang sering mengganggu family business yaitu kematian, menantu, rasa tidak adil antar saudara, serta perilaku tidak sehat yang menggerus kepercayaan keluarga. Di titik itulah family constitution menjadi solusi. Sebuah "undang-undang dasar" keluarga untuk menetapkan aturan main yang disepakati bersama. Dari pembagian peran, hak dan kewajiban, pola pembagian keuntungan, batas fasilitas keluarga versus fasilitas kantor, sampai topik sensitif yang biasanya dihindari.

    7 min
  6. Podcast #97 - Mempersiapkan Generasi Penerus (Family Business)

    JAN 20

    Podcast #97 - Mempersiapkan Generasi Penerus (Family Business)

    Episode podcast kali ini membahas bagaimana bisnis keluarga bisa tetap bertumbuh tanpa terjebak konflik generasi, ego, atau keputusan impulsif. Tamu di episode ini adalah seorang CFO dari Cendrawasih Group yaitu Lisdawaty Hendrawan. Beliau akan berbagi pengalaman bagaimana membangun sistem keuangan dan tata kelola pada organisasi yang sudah berkembang besar. Salah satu keypoint dari Beliau adalah adanya pemisahan yang tegas antara uang pribadi dan uang perusahaan, struktur gaji yang jelas untuk keluarga yang terlibat, dan disiplin dalam pengambilan keputusan agar bisnis tidak berjalan memakai perasaan. Episode ini terasa begitu relevan karena pembahasannya tentang pola komunikasi lintas generasi dimana generasi muda cepat mengambil keputusan karena terbiasa teknologi tetapi sering perlu dibantu untuk lebih matang dalam manajemen risiko. Di sini kita akan menemukan pendekatan yang seimbang antara diberi ruang untuk berkarya dan batasan atau filter agar kebebasan tidak berubah menjadi keputusan seenaknya. Selain itu, episode ini juga membahas bagaimana membangun organisasi yang tidak bergantung pada orang tertentu melainkan pada sistem. Contoh konkretnya mulai dari KPI, ritme meeting tim, sampai keputusan tegas ketika performa tidak sesuai target. Semuanya diarahkan agar bisnis bisa tetap berjalan meski orangnya berganti. Salah satu hal yang penting juga adalah perspektif tentang keluarga sebagai fondasi. Bagaimana keharmonisan rumah tangga, kebiasaan komunikasi, dan pola pikir untuk memperbaiki saat terjadi kesalahan bukan sibuk mencari siapa yang salah.

    32 min

About

@tanadi_santoso Mendapatkan rekor muri "Pemecahan Rekor Muri" : Pengulasan Buku Terbanyak secara berkesinambungan melalui Instagram kepada Tanadi Santoso