Compendium

Cadik Indonesia

Selamat datang di Compendium (com·pen·di·um) Sebuah program siniar episodik yang membawa semangat tradisi kesarjanaan. Ikhtiyar para pembelajar menghadirkan pembahasan keilmuan dalam pandangan-alam Islam. Dipersembahkan oleh Cadik, lembaga yang mengenal pandangan-alam Islam sebagai pandangan hidup, adab sebagai tolok hati pikiran, dan Islamisasi sebagai proses penjadian insan kamil. Kunjungi dan ikuti akun media sosial kami: Instagram: @cadikindonesia Twitter: @cadik.indonesia Facebook: Cadik Indonesia Youtube: Cadik Indonesia

Episodes

  1. 07/01/2020

    Eps. 005 - Mahar dan Nafkah sebagai Hak Kepemilikan Harta Wanita dalam Konteks Kesaksamaan Gender

    Di antara tuntutan feminis berpaham kesetaraan gender adalah hak kepemilikan harta oleh perempuan. Isu ini dipolemikkan karena hingga abad ke-20, perempuan di Barat masih belum diakui hak-nya dalam kepemilikan harta. Alih-alih memiliki harta, justru terkadang perempuannya yang dijadikan harta kepemilikan, malah perempuannya yang bisa leluasa dipindahtangankan.  Mereka menuduh agama sebagai biang keroknya. Islam sebagai salah satu agama besar dunia pun diperlakukan sebagai subjek objek untuk dikuliti. Perlakuan mereka atas ajaran Islam ini, kerap penuh kecurigaan dan ketidakseimbangan. Islam sering diprasangkai sebagai agama yang lebih memprioritaskan laki-laki, merendahkan perempuan perempuan, termasuk dalam hak terkait kepemilikan harta Timbul pertanyaan, apakah benar Islam lebih berpihak kepada laki-laki ketimbang perempuan dalam persoalan kepemilikan harta?  Lantas bagaimana Islam menjelaskan tentang hak kepemilikan harta oleh perempuan? Bersama Ananto Widigdo, Penstudi CADIK di Research Cluster Feminisme, Compendium edisi kelima ini akan membaca dan membahas sebuah artikel dengan tajuk, "Mahar dan Nafkah sebagai Hak Kepemilikan Harta Wanita dalam Konteks Kesaksamaan Gender". Sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Abdul Bari bin Awang & Dr. Amilah binti Awang Abd Rahman yang diterbitkan di Jurnal TAHFIM Malaysia pada tahun 2015. Selamat mendengarkan! Compendium Program siniar episodik, dipersembahkan oleh CADIK Lebih dekat tentang CADIK: Instagram: https://bit.ly/instagram-cadik Facebook: https://bit.ly/facebook-cadik YouTube: https://bit.ly/youtube-cadik Spotify: https://bit.ly/compendium-cadik

    15 min
  2. 06/23/2020

    Eps. 004 - Metode Pengajaran Sejarah Menurut Hamka

    Para ahli sepakat, Al-Qur’an memang sarat kisah. Menyampaikan pesannya adalah melalui kisah-kisah. Bukan sembarang kisah, tapi kisah kejadian masa lalu untuk diambil pelajaran bagi manusia. Semangat kepedulian terhadap sejarah ini terlihat juga di jejak para ulama. Karenanya banyak ulama yang selain menafsirkan Alquran, juga menuliskan kitab sejarah, seperti Ath-Thabari, Ibnu Katsir dan termasuk tokoh kita, Buya Hamka. Hamka membangun sejarah sebagai ilmu, tapi juga meletakkan sejarah sebagai ibrah, yaitu kisah kisah sejarah yang memiliki nilai moral dan kebenaran. Oleh karena itu Hamka dapat dikategorikan sebagai sejarawan dengan karakter yang lebih menekankan aspek pesan nilai moral daripada pengungkapan fakta sejarah semata. Sejak kapan dan mengapa Hamka bisa sangat menyukai sejarah? Dari kisah, kiprah, dan karya Hamka, dapatkah kita saripatikan tujuan pengajaran sejarah yang seharusnya? Bagaimana pula metode pengajaran sejarah yang tepat untuk tujuan itu? Bersama Muhammad Naufal Afif, Penstudi CADIK di Research Cluster Sejarah, Compendium edisi ini akan membaca dan membahas sebuah artikel berjudul ”Metode Pengajaran Sejarah Menurut Hamka". Sebuah artikel yang ditulis oleh Mas'ud HMN, Adian Husaini, dan Didin Saefudin dan diterbitkan di Jurnal Pendidikan Islam Ta'dibuna pada April 2014. Selamat mendengarkan! Compendium  Program siniar episodik, dipersembahkan oleh CADIK ========================= Lebih dekat tentang CADIK: Instagram: https://bit.ly/instagram-cadik Facebook: https://bit.ly/facebook-cadik YouTube: https://bit.ly/youtube-cadik Spotify: https://bit.ly/compendium-cadik

    17 min
  3. 05/28/2020

    Eps. 003 - Problems of Islamic Education in Colonial and Post-Colonial MALAYSIA - an Analysis based on Al-Attas's Notion of Knowledge

    Kenyataan menunjukkan, pendidikan modern kita saat ini dipengaruhi oleh worldview Barat. Kondisi ini diperburuk dengan ketidakpedulian sebagian pemimpin muslim terhadap persoalan worldview tersebut.  Pengaruh worldview Barat juga dipicu oleh kolonialisme di negara-negara muslim, seperti di Malaysia dan Indonesia. Dampaknya turut mendera lembaga formal pendidikan Islam di negara-negara itu. Timbul pertanyaan, bagaimana sesungguhnya sistem pendidikan Islam yang mulanya bersifat tradisional, berubah menjadi pendidikan modern seperti yang kita kenal saat ini? Kemudian, apa dampaknya jika lembaga pendidikan Islam hanya menelan mentah-mentah sistem pendidikan modern tanpa kritik lebih lanjut? Bersama Ufara Rizki Pranjia, Penstudi CADIK di Research Cluster Pendidikan, Compendium edisi ketiga ini akan membaca dan membahas sebuah artikel dengan tajuk, "Problems of Islamic Education in Colonial and Post-Colonial MALAYSIA - an Analysis based  on Al-Attas’s Notion of Knowledge". Sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Kishimoto Hiroko yang diterbitkan di Jurnal Qalbu Malaysia pada tahun 2017. Selamat mendengarkan! Compendium Program siniar episodik, dipersembahkan oleh CADIK ============================= Lebih dekat tentang CADIK: Instagram: https://bit.ly/instagram-cadik Facebook: https://bit.ly/facebook-cadik YouTube: https://bit.ly/youtube-cadik Spotify: https://bit.ly/compendium-cadik

    21 min

About

Selamat datang di Compendium (com·pen·di·um) Sebuah program siniar episodik yang membawa semangat tradisi kesarjanaan. Ikhtiyar para pembelajar menghadirkan pembahasan keilmuan dalam pandangan-alam Islam. Dipersembahkan oleh Cadik, lembaga yang mengenal pandangan-alam Islam sebagai pandangan hidup, adab sebagai tolok hati pikiran, dan Islamisasi sebagai proses penjadian insan kamil. Kunjungi dan ikuti akun media sosial kami: Instagram: @cadikindonesia Twitter: @cadik.indonesia Facebook: Cadik Indonesia Youtube: Cadik Indonesia