UNLOCK ALL CONTENT

Dengarin Audio Kajian Dengan kualitas Lebih Baik

$1.99/mo or $14.99/yr after trial

Podcast Dakwah Sunnah

Ikuti kajian, dakwah, dan ajaran Islam yang sesuai dengan Alquran, Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, serta diikuti oleh Tabi’in dan Tabi’ut atabi’in. Dapatkan wawasan keislaman yang mendalam dari para Ustadz bermanhaj Salaf di Indonesia. Kumpulan tersebut dapat diakses dan didownload melalui website: www.podcastdakwahsunnah.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

  1. JIKA AKU BELUM BERTAUBAT - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    18h ago • Subscribers Only

    JIKA AKU BELUM BERTAUBAT - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Taubat masih sering terasa berat di hati ketika dosa-dosa telah menumpuk dan rasa malu menyelimuti setiap langkah untuk kembali kepada Allah, padahal pintu ampunan-Nya tidak pernah tertutup bagi hamba yang mau bangkit dengan ketulusan, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Surah Az-Zumar ayat 53 yang mengingatkan bahwa janganlah sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah karena sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda melalui hadits riwayat Tirmidzi bahwa setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang segera bertaubat dengan penuh harap kepada Robbnya. Maka jangan biarkan rasa takut, rasa malu, atau keyakinan bahwa kesalahan sudah terlalu besar menahan langkah untuk kembali, sebab kasih sayang Allah jauh melampaui setiap kelemahan manusia dan rahmat-Nya lebih luas dari seluruh luasnya langit dan bumi. Setiap tarikan napas yang masih diberikan adalah peluang emas untuk merenungkan diri, memperbanyak istighfar, serta membuka lembaran baru yang lebih dekat dengan cahaya iman, karena hidup yang singkat ini tidak akan pernah cukup untuk menunda kebaikan apalagi terus tenggelam dalam dosa. Jadikanlah kesadaran akan setiap kekhilafan sebagai bahan bakar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertakwa, bukan sebagai beban yang membuat hati terpuruk tanpa ujung, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri.

    8 min
  2. Serba-Serbi Musafir - Ustadz Firanda Andirja

    2d ago • Subscribers Only

    Serba-Serbi Musafir - Ustadz Firanda Andirja

    Dalam setiap perjalanan, seorang musafir sebenarnya sedang menjalani sebuah madrasah kehidupan yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala jadikan penuh hikmah, di mana ketergantungan hati kepada Sang Pencipta semakin teruji dan diperkuat, sebagaimana firman Allah Ta'ala yang artinya Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kalian untuk dijelajahi, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Menjadi musafir yang berkah bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan tentang bagaimana menjaga adab selama di jalan, menyempurnakan shalat meskipun dalam keadaan bersafar dengan tuntunan qashar dan jama', tidak lalai berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bersabar ketika menghadapi kelelahan, serta menjaga lisan, pandangan, dan niatan agar tetap lurus karena setiap langkah yang ditempuh dengan kebaikan akan menjadi catatan amal yang tidak terputus, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa tiga hal yang mengalir pahalanya bagi seorang muslim yaitu ilmu yang diajarkan, air sungai yang mengalir, dan anak shaleh yang mendoakan orang tuanya, termasuk pula setiap jejak perjalanan yang diniatkan karena Allah Ta'ala. Hakikat musafir sejati adalah mereka yang memahami bahwa rumah terindah adalah dekatnya hati kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sehingga jauh atau dekatnya jarak tidak pernah menjadi penghalang untuk tetap berdoa, bersedekah, dan menjaga silaturrahim, karena dalam setiap jejak kaki yang terangkat ada kemungkinan besar doa yang mustajab, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa doa musafir termasuk salah satu yang mustajab di sisi Allah Ta'ala, maka jadikanlah setiap perjalanan sebagai ladang kebaikan, bukan sekadar aktivitas duniawi yang kosong dari makna, melainkan perjalanan ruhani yang mendekatkan diri kepada Rabbul 'Alamin, dengan tetap menjaga sopan santun, menahan diri dari hal-hal yang merugikan, dan menghidupkan sunnah-sunnah kecil yang sering terlupakan di tengah hiruk pikuknya perjalanan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa menjadikan setiap langkah kita sebagai langkah yang diridhai, melindungi kita dalam setiap perjalanan, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bertawakal dan bersyukur di mana pun kaki berpijak.

    1h 6m
  3. Disunnahkannya Memberikan Kabar Gembira & Mengucapkan Selamat Atas Kebaikan - Ustadz Firanda Andirja

    Jun 17 • Subscribers Only

    Disunnahkannya Memberikan Kabar Gembira & Mengucapkan Selamat Atas Kebaikan - Ustadz Firanda Andirja

    Memberikan kabar gembira dan mengucapkan selamat atas kebaikan sesama bukan sekadar bentuk perhatian biasa, melainkan sebuah sunnah yang sering terlupakan di tengah kesibukan dunia yang penuhCompetition ini. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Hud ayat 69 yang artinya, "Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, agar ia memberi kabar gembira dan peringatan," dan firman-Nya dalam Surat Al-Ahzab ayat 45 yang menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diutus sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan bagi umat manusia. Dari Abu Dawud dan Tirmidzi, diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan, hendaklah ia mengucapkan 'Mabruk lak' (selamat), karena sesungguhnya tahniah itu adalah penundaan kebaikan bagi yang diberi." Hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab Al-Mufrad menyebutkan bahwa seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membawa kabar gembira atas kelahiran anak, maka beliau menjawab, "Semoga Allah memberkahimu, dan semoga ia tumbuh dewasa dalam keberkahan." Dari hadits-hadits tersebut kita memahami bahwa Islam sangat memperhatikan bagaimana cara kita merespons kebahagiaan orang lain, karena setiap kebaikan yang dilakukan seorang muslim layak mendapatkan apresiasi yang tulus, bukan iri hati yang tersembunyi. Memberikan kabar gembira kepada orang yang sedang berduka agar tetap sabar, mengucapkan tahniah kepada sahabat yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Quran, atau sekadar mendoakan kebaikan bagi tetangga yang baru mendapat rezeki, semuanya adalah bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kebiasaan kecil ini ternyata menyimpan pahala yang besar, karena ia mampu mempererat ukhuwah Islamiyah, menghilangkan kedengkian, dan menjadikan hati setiap yang mendengar terasa ringan serta penuh harap akan keberkahan. Ketika kita mampu hadir sebagai pengantar kebaikan bagi sesama, maka kita sedang meneladani sifat-sifat para nabi yang selalu membawa harapan, bukan keputusasaan, dan semoga Allah Subhanahu Wa Taala menjadikan setiap lisan kita sebagai sarana untuk menyebarkan optimisme dan keberkahan di antara umat.

    46 min
  4. Jun 12 • Subscribers Only

    Tingkatan Iman Kepada Takdir - Ustadz Ali Hasan Bawazier

    Pernahkah hati kita benar-benar merasa tenteram di tengah gejolak hidup yang tak pernah bisa ditebak? Ketenangan itu justru akan menemukan akarnya ketika seorang muslim menghayati iman kepada takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala secara utuh, karena meyakini bahwa setiap peristiwa telah tercatat rapi dalam Lauh Mahfuz sebelum manusia dilahirkan ke dunia, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami menciptakan-Nya" (QS. Al-Hadid: 22), serta firman-Nya, "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut takdir" (QS. Al-Qamar: 49), sehingga tingkatan iman kepada takdir yang paling rendah adalah sekedar meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sedangkan tingkatan yang lebih tinggi adalah mampu menerima qadha dan qadar dengan lapang dada, ridha atas ketetapan-Nya, dan tetap berikhtiar dengan sungguh-sungguh karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Beramallah dengan sungguh-sungguh, karena setiap orang akan dimudahkan menuju apa yang diciptakan untuknya," sehingga keyakinan ini tidak pernah boleh menjadi alasan untuk bermalas-malasan, melainkan justru menjadi energi untuk tetap berusaha, berdoa, dan bertawakal dengan penuh kesabaran; tingkatan yang paling puncak adalah ketika hati seorang muslim mampu berserah diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, meyakini bahwa di balik setiap musibah tersimpan hikmah yang belum terlihat, di balik setiap kegagalan terdapat pelajaran yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan di balik setiap keberhasilan ada rasa syukur yang tidak pernah putus, sehingga qalbu menjadi tenteram, langkah menjadi ringan, dan hidup terasa lebih bermakna, karena pada hakikatnya ketenangan jiwa hanya akan hadir ketika kita benar-benar meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah sebaik-baik perencana atas setiap urusan hamba-Nya.

    51 min
  5. Pengontrol Jalan Hidupku - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Jun 5 • Subscribers Only

    Pengontrol Jalan Hidupku - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

    Seringkali kita merasa cemas memikirkan arah langkah kehidupan yang belum pasti, namun setiap manusia sejatinya tidak pernah berjalan sendirian karena ada Pengontrol Jalan Hidupku yang Maha Mengatur segalanya. Keyakinan bahwa rezeki, jodoh, umur, dan segala urusan telah dijaga oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala seharusnya menjadi bekal ketenangan hati yang paling utama, sebab dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, begitu pula setiap kegelisahan pasti ada jalan keluarnya melalui keimanan, kesabaran, dan doa yang tidak pernah putus. Ketika tangan-tangan kita sudah berusaha semaksimal mungkin, maka letakkanlah hasilnya di atas keyakinan bahwa Sang Pencipta lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya, karena tidak ada satu pun daun yang jatuh tanpa sepengetahuan-Nya. Sikap tawakal bukan berarti bermalas-malasan, melainkan berusaha dengan sungguh-sungguh lalu menerima apapun yang Allah tetapkan dengan hati yang lapang, penuh syukur ketika mendapat kebaikan, dan tetap sabar ketika diuji dengan sesuatu yang belum kita pahami maknanya. Semoga hari ini menjadi pengingat untuk selalu menyandarkan hati hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menjaga lisan dari keluh kesah yang sia-sia, memperbanyak istighfar, serta melangkahkan kaki dengan niat yang lurus karena setiap langkah yang diniatkan karena Allah akan tercatat sebagai kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Wallahu a'lam bishawwab.

    6 min

Shows with Subscription Benefits

UNLOCK ALL CONTENT

Dengarin Audio Kajian Dengan kualitas Lebih Baik

$1.99/mo or $14.99/yr after trial

4.8
out of 5
5 Ratings

About

Ikuti kajian, dakwah, dan ajaran Islam yang sesuai dengan Alquran, Nabi Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, serta diikuti oleh Tabi’in dan Tabi’ut atabi’in. Dapatkan wawasan keislaman yang mendalam dari para Ustadz bermanhaj Salaf di Indonesia. Kumpulan tersebut dapat diakses dan didownload melalui website: www.podcastdakwahsunnah.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya pengetahuan agama Islam. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

More From Dakwah Sunnah Media

You Might Also Like